
Rey saat ini sedang melesat kesana kemari, mencari keberadaan kakak dari gadis itu namun sudah setengah jam dia tak dapat menemukan kakak dari gadis itu, hingga ia terus mencari sambil menghabisi Goblin yang ia temukan, dan yang lebih parah ternyata jumlah goblin yang ada di dalam sangat banyak hingga membuat rey harus memakan waktu lebih, dan saat Rey sudah sampai di suatu tempat yang luas dengan banyak tulang dan bau yang menjijikan di dalamnya, rey mendengar suara yang membuat dia menjadi sangat marah.
Goblin dengan tinggi dua meter dengan memakai mahkota dari tulang dan buncit, sedang menyiksa seorang gadis yang di borgol tanganya agar tetap berdiri dengan tanpa busana, sang gadis hanya bisa menjerit dan menangis merasakan pedih dan sakit dari cambuka goblin itu.
Rey dengan kemarahan di dalam dirinya, langsung melesat dan menendang goblin itu sekuat tenaga sampai terpental ke arah berlawanan dan menabrak dinding gua sampai membuat lubang cukup besar dalan dinding itu.
[to-tolong... se.. la.. mat.. kan aku..] kata wanita itu dan langsung terpingsan saat itu juga.
Rey melihat itu hanya memberikan sebuah jaket yang ia bawa dan di pakai untuk menutupi badanya karena saat ini dia tak mempunyai kain untuk menutupi badan wanita yang kiranya lebih tua dari Rey itu.
Saat rey sedang menidurkan wanita itu dan menyelimutinya, sebuah gerakan terdengar di arah goblin itu ter lempar, ternyata goblin itu belum mati, malah dia hanya menerima sedikit luka, dan saat dia melihat rey melepaskan gadis itu, goblin itu hanya berteriak karena marah, melihat itu rey hanya berdiri dan melindungi gadis itu dengan skillnya.
[elemental Skill : Earth barier.]
Tiba tiba gadis itu tertutupi tanah berbentuk setengah bola, dan rey segera melesat karah goblin itu sambil memegang erat katana di tanganya.
Trang!
Suara benda bertumbuk terdengar, saat rey memberikan serangan pada goblin itu, ternyata king goblin itu menahanya dengan sebuah golok yang tersarung di belakang badanya, rey yang melihat seranganya di hentikan langsung memberikan tendangan menyamping yang membuat goblin itu kembali terpental cukup jauh.
[aku tak bisa berlama lama gadis ini butuh penanganan medis secepatnya.] kata rey dan langsung kembali melesat dan memberikan serangan pada goblin king itu namun dengan skill pedang nya,
[Skill pedang : moon slash!]
Prank!!!
__ADS_1
Golok goblin king itu hancur seketika setelah menerima serangan dari Rey, dan tak sampai di situ rey dengan cepat langsung memberikan serangan terakhir.
[Skill pedang : Vorval Slash!]
Srack! Srack!
Dua tebasan beruntun berhasil mengenai badan goblin king itu dengan telak dan membuat badanya terbelah berbentuk X dan langsung mati seketika, dan seketika terdengar notifikasi.
{Ding! Anda telah menyelesaikan Dungeon Level E sendiri mendapatkan hadiah Box misteri, dan peningkatan level.}
Suara itu hanya akan terdengar bila Rey menyelesaikan Dungeon atau membuat sesuatu yang istimewa sedangkan bila hanya membunuh monster notifikasi itu tak akan terdengar, namun level Rey akan meningkat sebagaimana pengalaman yang ia kumpulkan.
{Ding! Anda telah membunuh Goblin king! Anda mendapatkan Title King’s slayer}
[Title? Apa ini? Ahhk nanti saja aku pikirkan untuk sekarang aku harus membawa gadis itu.]
...
Di luar Dungeon Lili dan beberapa Staff dari Asosiasi dan juga ada staf rumah sakit Asosiasi, sedang menangani beberapa wartawan yang berdatangan, entah dari mana mereka mendapatkan informasi tentang ini, namun itu membuat Lili sedikit jengkel karena mereka terus saja berusaha mewawancarai entah gadis itu atau para staff.
Dan saat mereka semua sibuk sendiri tiba tiba dungeon itu bersinar menunjukan ada orang yang akan keluar, dan saat orang itu benar benar keluar mereka langsung menyoroti dan memotret ke arah Dungeon, namun semuanya langsung membeku dan menghentikan kegiatanya setelah merasakan hawa membunuh yang di arahkan pada mereka, tentu pelakunya Rey dia merasa Para wartawan itu tak sopan apalagi dia sedang menggendong seorang gadis yang setengah telanjang.
Dan saat mereka tak lagi memotret rey berkata dengan cukup keras pada mereka.
[apa kalian segitu tak punya Perikemanusiaan? Apa segitunya kalian ingin meliput berita saat ada seorang wanita yang setengah telanjang tak sadarkan diri apalagi dia sedang terluka, sebaiknya kalian enyah dari pada membuatku naik pitam akan kelakuan kalian.] kata Rey yang menekan setiap perkataanya pada wartawan di hadapanya, dia tak terlalu peduli dengan pemberitaan yang akan mereka tulis karena perkatanya, namun dia merasa harus melakukan itu karena dia tak ingin tubuh gadis yang ia bawa tersebar karena para wartawan tak bermoral itu.
__ADS_1
Namun ternyata perkataan Rey tak terlalu di gubris mereka memang tak memotret lagi karena takut akan menjadi masalah, apalagi yang mereka hadapi adalah Hunter Rank S, hingga mereka bila salah sedikit bisa bisa hilang sudah keberadaan mereka.
Rey tak terlalu memperdulikan hal itu, yang jadi prioritas nya sekarang adalah memberikan pertologan pertama pada gadis itu, dan staf medis dengan cepat menangani luka yang sudah hampir mengering dan kotor itu, Rey hanya membiarkan tenaga medis yang melakukanya, dan menghampiri Lili untuk membicarakan Dungeon itu.
[Kak aku ingin melaporkan sesuatu, Dungeon ini telah aku selesaikan, mungkin besok Dungeon ini akan ter tutup jadi bisakah Asosiasi mengambil semua bahan tambang, dan drop item di dalam, dan pembagian nya akan aku serahkan pada Asosiasi.] sebenarnya Rey ingin mengambil semua barang tambang itu sendiri namun menurutnya akan memakan waktu yang tak sedikit dan juga melelahkan, mending di serahan pada Asosiasi dan diapun akan mendapat bahan tambang tanpa bersusah susah kembali.
[baiklah akan aku urus masalah itu, tapi Rey kau harus ikut dengan kami ke kantor untuk menceritakan kronologi dan apa saja yang terjadi di dalam.] kata Lili.
[apakah harus? Bukan kah mereka juga akan memberitahu mu nanti.] kata rey sambil menunjuk adik dari gadis yang dia selamatkan.
[ya memang tapi aku juga perlu bertanya padamu, untuk memastikanya kembali, lagi pula para wartawan pasti akan meminta hal yang sama, jadi kau tak perlu lagi harus berurusan dengan mereka bukan?] kata Lili sambil tersenyum.
[oke kalau begitu, ahh sepertinya aku harus istirahat hari ini tadinya aku ingin menyelesaikan dua dungeon tapi sepertinya hal itu tak bisa di lakukan.] kata Rey yang melangkah ke arah Mobil van yang di sediakan Asosiasi.
Setelah rey, menjelaskan segala kronologi kejadian yang ada di dalam dungeon serta dia juga membicarakan tentang hasil tambang nanti yang Rey menginginkan bahan bakunya bukan uang hasil penjualanya, tentu itu dapat di mengerti oleh Lili.
[baiklah bila begitu, Asosiasi akan menambangkan Dungeon itu untukmu namun Asosiasi akan meminta 15% hasil tambang dan juga hadiah yang kau dapatkan setelah menyelesaikan dungeon itu sekitar 450 juta.] kata Lili sambil mengecek dokumen di tanganya.
Tentu rey tak terlalu terkejut dengan jumlah yang ia terima karena memang segitulah rata rata uang dari hadiah menyelesaikan Dungeon, dan itu banyak untuk satu orang, namun biasanya uang segitu akan sangat sedikit bila hunter lain yang menyelesaikanya, karena biasanya untuk menyelesaikan dungeon harus di ikuti oleh lebih dari seratus orang dengan Rank yang rata rata sama dengan Level Dungeon.
Dan tentu hasilnya akan menjadi sedikit dengan resiko yang cukup besar, membuat beberapa hunter akan berpikir dua kali kalau akan memasuki dungeon, dan sebab inilah yang membuat banyak Dungeon terlantar, entah hadianya tak sesuai dengan resiko, atau malah kekurangan orang untuk menyelesaikan Dungeon, dan lain lain.
[haah hari yang melelahkan, aku akan mengecek barang yang aku dapatkan di rumah, dan juga aku sepertinya harus memperbaharui peralatanku untuk masuk ke Dungeon gurun pasir itu.]
Rey pun pulang dengan pakaian yang sama dengan saat ia meninggalkan rumah, dan juga membeli beberapa makanan untuk adik dan ibunya itu, dan tentu ia membelinya dengan uang hasil jerih payahnya hari ini, dengan memakai kartu identitas yang bisa di gunakan untuk menjadi ATM untuk para hunter jadi dia tak perlu bersusah payah untuk membuat buku tabungan di bank.
__ADS_1
To be continued..