
Rey memandang mereka dengan bengis seolah menatap sampah tak layak di daur ulang, dia kembali melihat Yugo yang saat ini masih meronta dan menangis kesakitan, Rey dengan santai menarik kepala Yugo dengan tangan kiri dari atas agar dia berdiri tentu yugo meringis nyeri, apalagi genggaman tangan Rey di kepala Yugo sangat keras seakan bisa memecahkan kepalanya dengan mudah.
Setelah Yugo terangkat sampai dia berdiri dengan menarik kepalanya seperti menggenggam bola boling, Rey meatap mata Yugo yang menunjukan wajah kesakitan namun ada raut wajah ketakutan yang mendalam, setelah mereka saling bertatapan Rey bertanya padanya dengan nada dingin.
[hey... bagaimana rasanya di perlakukan semena-mena begini?, Menyakitkan?, Benci?, Kesal?, marah?, Itu juga yang di rasakan mereka yang di perlakukan semena-mena olehmu kepala bohlam, ini adalah balasan atas apa yang kau lakukan di masa lalu, tapi asal kau tau aku ini sebenarnya sangat baik hati jadi aku tak akan membunuhmu, namun bukan berarti aku tak akan menyiksamu ba-ji-ng-an...]
Rey dengan tatapan yang lebih tajam dan aura membunuh yang merembes dalam tubuhnya membuat semua orang merinding ketakutan.
Sraaaattttt..... srattt....
Kedua kaki yugo kini telah terpisah dari tubuhnya, tak hanya itu Rey kembali memutuskan tangan satunya dari yugo hingga kini Yugo tak memiliki kedua tangan dan kakinya, hal itu membuat semua orang langsung merinding, baik hati? dia bilang ini baik hati?ini bahkan lebih kejam dari pada kematian, kata mereka dalam hati.
[jadi dimana orang satunya lagi yang kakinya di patahkan oleh gadis itu?]
kata Rey sambil menengok ke arah gerombolan yang tadi bersama yugo, mungkin jumlah mereka ada belasan, sungguh banyak hanya untuk pergi mengunjungi rumah orang lain, apalagi ke rumah orang normal yang tidak ada seorang hunter pun di rumahnya, bila di lihat dari sudut pandang orang awam.
[di- dia sekarang sedang ada di dalam guild,]
kata seseorang dari mereka, kelompok itu begitu ketakutan pada Rey, orang macam mana yang bisa menahan belasan orang hanya dengan auranya saja, sekuat kuatnya para Hunter di sini mereka semua hanyalah Hunter Rank rendah, hingga mudah bagi Rey menahan mereka semua, bahkan bila mereka ada di Rank A sekalipun dia yakin dia bisa menundukkan mereka semua.
[hoo kala begitu seret dia kesini, aku belum memberikan dia hadiah.]
__ADS_1
kata Rey pada orang yang tadi menjawab, tentu orang itu langsung masuk ke dalam gedung guild untuk mencari orang itu setelah rey melepas tekanan darinya.
Setelah beberapa saat akhirnya orang yang di maksud pun datang di seret oleh orang itu yang kelihatanya sangat marah, apalagi mengingat mereka ternyata di suruh untuk mengeroyok orang tak berdaya, dia kira sebelumnya ada sekelompok hunter yang mencari masalah pada guild mereka hingga dia ikut-ikut saja dalam ajakan Yugo.
Saat orang itu sudah ada di hadapan Kaju, dia begitu takut karena mau bagaimanapun di dalam gedung sangat ricuh akan kedatangan Rank S yang mengamuk karena Yugo, apalagi setelah melihat keadaan yugo yang sudah pingsan karena terlalu banyak kehabisan darah walau dia tak mati tapi mereka yakin itu lebih mengerikan dari pada kematian.
[a-anu tu-tuan -to-tolong maafkan a-aku ak-aku hanya me-mengikuti Yu-yugo dan Ke-kembaranku, aku benar-benar minta maaf.]
kata orang itu tergagu, dia dengan sekuat tenaga meminta maaf pada Kaju walau dia sedang berada dalam tekanan Rey.
[minta maaf? Kalian terlampau terlambat mengatakan itu bung.]
Sebelah kaki kiri orang itu kini terlepas dari tubuhnya, dia menjerit sangat keras karena kesakitan, walau Rey langsung menyuruh salah satu Hunter tipe penyembuh untuk menghentikan pendarahan dari keempat orang itu, Rey merasa mungkin ini sudah cukup memberikan mereka jera, bahkan mungkin mereka akan trauma tapi Rey tak memperdulikan itu.
[aku sebenarnya ingin membunuh kalian semua, tapi bila aku melakukan itu nanti malah aku yang di salahkan atas menghilangnya satu guild, jadi aku akan memaafkan kalian semua kali ini, tapi jika aku mendengar kalian membuat ulah kembali, jangan salahkan aku bila kalian mendapatkan sesuatu yang lebih buruk dari pada ini di kemudian hari.]
Rey berbalik kearah Pablo yang saat ini sedang berkeringat dingin setelah melihat kekejaman dari Rey.
Sebenarnya dia ingin menghentikan Rey namun dia tahu yang salah saat ini adalah di sudut bawahanya hingga dia membiarkanya dan bila memang Rey ingin menghancurkan Guild nya secara utuh baru dia akan bertindak walau dia tak tahu akan menang apa tidak.
[Pablo aku minta maaf bila membuat kekacauan di Guild mu ini, tapi aku harus memberi pelajaran pada mereka mau bagaiman pun, dan satu nasihat dariku Pablo, perhatikanlah Huntermu, bila tidak mungkin orang lain tak akan berbaik hati sepertiku, itu saja dan selamat tinggal.]
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Rey langsung menghilang bagai berteleport, Pablo tentu membenarkan perkataan Kaju bila saja Kaju tak berbaik hati mungkin Guild nya sudah musnah dari tadi, toh gampang bagi Kaju melakukan itu pikirnya.
...
Rey yang sekarang sudah berjarak cukup jauh dari tempat itu menghela nafas dia merasa lelah hanya untuk membereskan masalah kecil ini, bagaimana dia akan memebereskan masalah yang lebih besar di kemudian hari? Ini sungguh menyebalkan, rutuk Rey dalam pikiranya.
[sudahlah... jadi sekarang aku akan melakukan apa? toh hari sudah cukup siang, kalau aku kembali ke sekolah pun paling aku hanya akan di beri omelan oleh guru dan alice, hemm? Apa aku mencoba menyelesaikan Dungeon Gurun saja yah?] kata Rey sambil berpikir apa yang seharusnya ia lakukan.
[haa baiklah sudah terlanjur bolos mending tak masuk sekalian biarlah aku di omeli Alice dan ibu nanti.]
Dungeon itu berada di sebuah gedung terbengkalai di pinggiran kota walau tak terlalu jauh sebenarnya dari pada dungeon laut yang ada di benar benar pinggir kota, namun seperti dungeon sebelumnya, semua orang yang tinggal di sekitaran dungeon itu hampir seluruhnya telah pindah karena takut akan monster yang keluar dari dungeon.
Tapi sebelum dia pergi dia melesat dulu ke arah gedung Asosiasi Hunter, dia ingin memeberitahu Lili tentang masalah tadi dan mengambil hasil tambang yang seharusnya sudah bisa dia bawa sekarang. dengan bahan dan alat yang mencukupi seharusnya dia bisa membuat kapal selam untuk masuk ke Dungeon laut itu, tapi permasalahan utama sekarang adalah bahan bakar butuh banyak sekali bahan bakar untuk membuat kapal selam yang bisa di pakai untuk menyelam sekaligus menyerang lawan.
Dan permasalahan bahan bakar itu mungkin akan terselesaikan karena di dalam Dungeon Gurun terdapat bahan yang bisa di jadikan bahan bakar, yaitu berlian merah api, dengan berlian itu kemungkinan besar masalah akan terselesaikan, yang menjadi masalah adalah ada tidaknya mineral itu di dalam Dungeon, walau benar monster di sana Kalajengking racun api yang habitat sebenarnya seharusnya banyak Berlian merah api, tapi berlian merah api pun hanya akan ada di dalam gua.
Sedangkan Dongeon gurun kali ini, tak ada sedikitpun informasi tentang seduah gua, malah di laporan yang di berikan di katakan bahwa dungeon itu hanya berisikan pasir di setiap mata memandang, dan tak ada keterangan lanjutan tentang dungeon itu, sampai sekarang.
To be continued....
Like like like like and comment, tinggal pencet sayang apa susahnya sih hehehehe.
__ADS_1