Amerta Pride System

Amerta Pride System
30 Gaun One Piece.


__ADS_3

[menjadi lebih kuat katamu? Tapi aku tak pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya.] kata Jo dengan wajah serius.


[ya tentu kau tak pernah mendengarnya, karena Asosiasi selalu berusaha hal itu tak terjadi setidaknya sampai beberapa tahun belakang, tapi sekarang makin banyak dungeon yang di telantarkan begitu saja tanpa ada yang berusaha menyelesaikanya, hunter sekarang benar-benar manja bukan begitu?] kata Rey dengan nada santai.


[tapi kenapa hal sepenting ini tak pernah terdengar sekalipun di sekolah Hunter.] kata Dadang.


[itu karena varietas kemunculan dungeon sudah agak berbeda dengan dulu, hingga peningkata Dungeon jarang terjadi beberapa puluh tahun kebelakang, hingga mungkin pengetahuan itu agak tergerus oleh waktu dan di lupakan atau di anggap tak terlalu penting untuk sekarang, mungkin orang orang berpengaruh dan orang yang mempelajari dungeon saja yang tahu, apalagi sekarang kebanyakan dungeon bisa di taklukan dengan mudah bukan?, tapi masalahnya beberapa waktu ini Dungeon mulai membentuk varietas yang aneh, Seperti dungeon gurun saat itu atau Dungeon putih yang sekarang mulai bermunculan.


tak hanya itu bahkan Dungeon terus bermunculan dengan sangat cepat, yang dulu paling satu atau dua dungeon yang muncul per minggu sekarang sudah empat kali lipatnya, hingga hunter yang asalnya selalu harus memasuki Dungeon apa saja yang terbuka bahkan harus berebutan, sekarang mereka bisa memilih dengan leluasa hingga ada beberapa dungeon yang merepotkan di biarkan begitu saja.]


penjelasan Rey sungguh masuk akal, di jaman sekarang Dungeon sudah seperti hal yang bukan terlalu bahaya, bahkan bisa di anggap biasa saja.


Mereka lupa bahwa di dalam dungeon itu masih menjadi misteri dari mana asal nya? Kenapa bisa terbentuk? Hal dasar seperti itu pun masih tidak di ketahui sampai sekarang..


Orang-orang menjadi lengah dan ceroboh berpikir Dungeon hanya sebuah tempat jarahan bukan biang bencana yang mengerikan lagi, tentu Asosiasi pun berusaha supaya hal ini tak menimbulkan masalah berkepanjangan, untungnya Dernanta dengan kebijaksanaannya bisa membuat keadaan negara ini dari ancaman Dungeon bisa sedikit di atasi, namun Rey sadar bila seperti ini terus akan menjadi bahaya bagi negara ini, bila bukan dari para Hunter itu sendiri yang sadar akan lama kelamaan hal ini tak akan terkendali, dan membuat keadaan yang nyaman ini hancur seketika.


Sebenarnya banyak sekali alasan lain yang membuat hal ini terjadi bahkan bila di utarakan semua bagai sebuah konspirasi yang mustahil terjadi tapi itu pernah terjadi bila ini terus di biarkan begitu saja, dan Rey ingin setidaknya sedikit merubah itu, tentu bukan sekarang tapi di masa depan, makanya sekarang dia hanya bekerja di balik bayangan.


[begitukah... tapi kau mengetahui ini dari mana?] tanya Jo yang merasa aneh anak remaja seusianya telah mengetahui banyak hal padahal dirinya sendiri tidak mengetahui hal itu.


[eh ah itu karena... aku adalah Rank S, Asosiasi memberitahuku begitu, ya begitu, hehahehahe] kata Rey dengan tawa garing.


[ho begitu.... baiklah kalau begitu, kami akan meminta formulir pendaftaran Workshop pada Asosiasi, dan juga kami bertiga akan memasuki Dungeon Rank D besok jadi mungkin akan memakan waktu bebrapa hari untuk pengesahan dan persetujuanya.] kata Dadang.


[ehm.. tak apa, karena aku juga tak terlalu buru-buru untuk itu, lagian bukan berarti aku tak bisa membuat sesuatu di sini kalau belum memiliki ijin dari Asosiasi, toh Ijin itu berfungsi hanya sebagai legalitas dari workshop dan apa yang di buat di dalam, agar bila kita menjual sesuatu barangnya dapat di lacak dari mana asal pembuatanya.] kata Rey dan berdiri karena mereka akan luar dari Workshop.

__ADS_1


[baiklah sampai jumpa lusa kalau begitu, aku permisi untuk pulang sekarang karena ada janji dengan seseorang.] kata Rey berpamitan pada mereka dan melenggag kaluar dari Workshop meninggalkan kedua orang itu karena ada beberapa hal yang ingin mereka lakukan.


....


[sebenarnya sudah cukup telat memikirkan ini tapi, apa saja yang telah berubah di masa depan yah? Selain masalah keluargaku, sepertinya aku belum melakukan perubahan yang begitu drastis untuk sekarang, tapi kenapa aku merasa ada yang kurang? Atau aku lupakan? Tapi apa?....


Terserah lah nanti juga ingat dengan sendirinya...] pikir Rey saat berjalan menyusuri kota untuk menemui seseorang di alun-alun kota.


[ahk!! Akhirnya kau sampai juga, aku sudah menunggumu dari tadi kau tau!!!] kata seorang gadis dengan gaun one piece berwarna merah muda dan putih, rambut putihnya yang melambai oleh tiupan angin membuat dia sangat cantik. Ya dia adalah Alicia Yuki.


[eh? Tapi Alice aku datang setengah jam lebih awal dari janji kita? bukankah kau yang terlalu semangat untuk jalan jalan hari ini?, lagian aku tadinya mau makan dulu sebelum bertemu dengan mu.] kata Reyhan, dengan kaos hitam dan kemeja berwarna abu, serta celana jeans berwarna hitam.


[hehehe sudahlah karena kita datang lebih awal bagaimana kalau kita makan dulu, bukankah kau ingin makan?] kata Alice dengan riang.


[hemm baiklah lagian ini masih siang masih banyak waktu sebelum film yang sangaaaaat kau ingin tonton tayang.] kata Rey dengan senyum di wajahnya.


[ahh iya iya aku mengerti... jadi kita mau makan di mana?] kata Rey sebelum alice berbicara panjang lebar.


[ehhhm bagaimana kalau di resto tempat ibumu bekerja?] kata Alice.


[terserah padamu aku ikut saja...] kata Rey.


[hehehe kalau begitu ayo kita capcus! Aaah kau traktir ya Rey.] kata alice dengan senyum lebar di wajahnya.


[eh elah.. minta traktir aja ni anak kerjanya...] kata Rey sambil mengelus kepala alice.

__ADS_1


[aaahk jangan acak acak rambutku!] kata Alice dan mereka pun pergi ke restoran tempat ibu Reyhan bekerja.


......


Saat mereka datang di restoran, mereka langsung melihat makanan yang di jajarkan di depan etalase, mereka langsung memasuki rumah makan padang itu, dan saat mereka berdua masuk mereka langsung di sambut oleh pemilik restoran.


[waah Rey apa kabar? Mau makan?] kata pemilik resto itu.


[iya bi jum, saya pesan yang biasa ya bi, oh iya ibu di mana yah kok gak kelihatan?] kata Rey.


[oh ibumu lagi istirahat, jadi pacarmu mau pesan apa rey?] kata bi jum.


[ehh pa-pacar itu.., itu...] kata Alice tergagap.


[bi-bi a...a...apa yang kau katakan, kami hanya teman...] kata Rey dengan wajah merah.


[oh? Aah semangat ya nak Rey!!!] kata bi jum dengan jempol dan mengedipkan matanya sebelah.


[maaa... bi kalo gitu saya cari tempat duduk dulu.] kata rey sambil melangkah ke dalam.


[ehh terus pesanan untuk pacarmu?] kata bi jum.


[sudah ku bilang kami tak pacaran!! Dan pesananya samain aja!] kata Rey dan di ikuti alice yang sudah merah juga, ohh masa muda...


Sudah dua bulan Rey kebali ke masa lalu, namun kehidupanya saat ini masih sangatlah biasa, bila di ukur dari kebiasaan lamanya, seidaknya itu yang da pikirkan....

__ADS_1


To be continued ...............................................


I Not have a Idea!!! For this Chapter...


__ADS_2