
Kali ini Rey tak langsung menerjang monster di hadapanya, dia melihat terlebih dahulu reaksi dari monster yang bahkan saat dia berdiri tegak kepalanya hampir mengenai dinding goa saking besar dan tingginya monster itu, ular itu yang sadar ada sebuah tamu tak di undang datang ke wilayahnya, menjadi bangun dan berusaha menyerang mereka.
Baaam!!!
Ekor dari ular itu di hempaskan pada kelumpok Rey, tak lama terlihat empat orang keluar dari debu akibat hantaman ekor ular itu, rey langsung berlari dan mencoba menyayat ular itu dan.
Trang!!!
[waaah tubuhnya cukup keras ternyata!] kata chen dan melesat menjauh dari ular itu karena ular itu ingin memakan dirinya.
tak lama suara ledakan lagi terdengar kali ini adalah suara ledakan dari sihir Santi yang tepat mengenai kepala ular itu saat dia tak berhasil memakan Rey, ledakan dari sihir air itu ternyata cukup berpengaruh pada ular itu.
Rey yang melihat serangan santi berhasil melukai ular itu kembali memberi serangan namun kali ini dia memakai kemampuan yang berada di dalam pedang zeus, yaitu mengeluarkan element air di setiap tebasan.
Bash! Bash! Bash!
Serangan beruntun mengenai ular itu dan membuat luka cukup dalam pada ular itu, namun tetap itu tak terlalu berpengaruh pada ular itu, kini malah ular itu menjadi marah dan menerjang siapa saja yang ada di dalam gua itu ular itu meliuk liuk di dalam ruangan yang cukup besar itu.
Namun ular itu tiba tiba terhenti karena serangan jo yang tepat mengenai mata kananya setelah jo melompat ke arah ular itu, ular itu menjerit dan berbalik ingin memakan Jo, namun belum sempat dia menerjang jo, dadang telah meluncur dari atas dan memalu kepala ular itu memakai perisainya.
Kepala ular itu tertahan di lantai gua, dan sesaat kemudian Rey dan jo melesat di arah yang berlawanan dan menyayat ular itu di dua arah.
SRAAAT!! Srat!
Serangan mereka berdua telak mengenai uler itu, tapi ular itu belum mati karena serangan dari jo tak terlalu dalam hingga ular itu masih hidup dang yang ada di atas kepala ular itu langsung melompat mejauhi ular itu, begitu pula rey dan Jo yang sudah menjauh dari ular itu.
__ADS_1
[Santi sekarang!] terak Rey.
[Aquatic Lance!] teriak santi di kejauhan.
Duaaarr!!!
Tombak air yang di lesatkan Santi tepat mengenai leher yang terdapat bekas luka dari Jo, ular itu menggelinjang dan ekornya membentur kesana kemari seakan merasakan kesakitan yang amat sangat, namun ular itu belum mati dia masih bertahan, tapi sesaat kemudian Rey sudah ada di hadapan uler itu dengan pedang yang sudah siap menebas kepala ular itu.
[Sword Skill: Vorval Slash!]
Sraaaatch!!!
Dengan di tambah element air dari pedang zeus serangan terakhir Rey tepat mengenai leher dari ular itu, membuat kepala ular itu terlepas dari badanya dan seketika ular itu tergeletak mati dengan darah yang berbuburan membasahi lantai bahkan membuat sebuah danau kecil dari darah ular itu.
Melihat ular itu ambruk mereka bertiga langsung terduduk karena pertarungan yang cukup intens barusan.
[benar, biasanya boss dongeon selalu di hadapi oleh seratus orang dengan berbagai macam job, sedangkan kita hanya berempat, bila kita memberitahu hal ini ke orang lain mungkin mereka akan mengganggap kita gila.] kata santi yang menghampiri jo, dan dadang.
[ini semua berkat Rey, bila dia tak ada di sini mungkin kita akan mati oleh Boss itu.] kata dadang sambil berbaring di lantai.
[tidak, tidak, kalian juga cukup hebat sebenarnya... cara kalian bertarung benar benar terampil dan rapih, tapi kenapa kalian tak masuk guild, seharusnya dengan kemampuan kalian kalian bisa memasuki guild ternama sekalipun.] kata Rey yang merasa trio idiot ini sebenarnya mempunyai kemampuan yang mumpuni walau memang benar kemampuan mereka hanya berada di Rank E.
[sebenarnya dulu kami pernah memasuki guild, tapi kami sering di ganggu oleh Hunter senior di guild kami dulu, hanya karena mereka iri dengan keberhasilan kami walau baru memasuki guild dan petinggi guild memperhatikan kami.] kata Santi dengan nada murung.
[hoo itu sebabnya kah kalian menjadi hunter independen, walau begitu kenapa kalian malah masuk ke dungeon ini, bukan memasuki dungeon dengan hunter Independen lainya?] kata Rey, yang sadar seharusnya bila begitu mereka seharusnya mudah bagi mereka menemukan party atau malah membentuknya sendiri.
__ADS_1
[itulah masalahnya, setelah kami keluar dari guild kami kira asalah akan selesai begitu saja namun ternyata tidak, orang-orang yang iri terhadap kami malah membuat sebuah rumor tak baik terhadap kami, yang membuat kami susah sekali bergabung untuk memasuki Dungeon.] kata Dadang yang menahan emosinya saat mengingat perlakuan semena-mena para hunter itu.
[begitu ternyata, sekarang aku paham apa yang terjadi pada kalian, memang begitulah dunia hunter yang kuat memiliki segalanya, yang lemah di tindas oleh keserakahan, sudahlah kita istirahat dulu sebentar dan mencari jalan keluar dari sini.]
Mereka akhirnya beristirahat dan mengobrol tentang diri mereka masing masing, bahkan Rey tak segan segan menceritakan dirinya pada mereka, dia merasa tiga orang ini bisa dia percaya bahkan mungkin dia bisa bekerjasama dengan mereka di masa depan.
Setelah mereka beristirahat hal pertama yang mereka lakukan adalah menambang bahan baku seperti kristal dan bijih dari dalam ruangan boss di lanjutkan dengan mencari jalan keluar dari dungeon itu, dengan map trace, Rey pergi ke tempat tempat yang menurutnya bisa di jadikan jalan keluar.
Tapi ternyata hal itu tak semudah membalikan telapak tangan, setelah satu jam mencari jalan keluar mereka tak menemukan jalan keluar bahkan lubang yang menunjukan pemandangan di luar dungeon tak ada.
Pada akhirnya mereka hanya kembali ke ruangan Boss yang sudah kosong melompong, dan berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan karena tak menemukan jalan keluar.
[jadi kita harus bagaimana? Kita tak menemukan satu pun jalan keluar, dan lebih parahnya persediaan makanan kita sudah habis, kita tak mungkin akan bertahan lebih lama bila begini.] kata santi yang sudah merasa khawatir karena tak menemukan jalan keluar.
[ya bahkan jalan masuk yang kugunakan ternyata tidak bisa di pakai untuk keluar, kita tak bisa keluar dengan cara biasa dari sini.] kata rey sambil menopang dagu.
[hemm? Jadi maksudmu kita harus melubangi gua ini untuk membuat jalan keluar sendiri?] kata Jo pada Rey.
[tidak kita tak bisa melakukan itu, terlalu bahaya dan memakan tenaga yang besar bila ingin melakukan hal itu.] kata rey, sambil mencari ide untuk keluar dari sana.
Dadang, santi dan Joshua terdiam mendengar perkataan Rey yang memang masuk akal, kedalaman gua itu tak bisa mereka sepelekan, bila ingin melubangi gua itu dengan manual mungkin butuh beberapa hari untuk bisa keluar, dan mereka tak mempunyai banyak waktu karena bisa saja dungeon keburu tertutup sebelum mereka berhasil keluar dari gua.
[sebenarnya aku memiliki satu cara untuk keluar dari sini, tapi aku sendiri tak tau akan benar benar berhasil apa tidak.] kata Rey sambil melihat ketiga orang itu yang mendengar perkataan rey dengan cermat.
[jadi apa cara yang bisa kita lakukan?] kata dadang dengan wajah serius.
__ADS_1
[teleportasi...] jawab Rey dengan wajah datar.
-TBC