
[hoo apa kau anaknya hendra?, kau lumayan berani juga bersikap seperti itu tapi tak apa, kedatangan kami di sini hanya akan menagih hutang yang ayahmu tinggalkan, yah kalau tidak kami akan melakukan apa yang seharusnya kami lakukan agar kalian membayar.] kata orang itu dengan senyum menjijikan.
[kalian disini hanya karena uang bukan, tunggu disini.] kata rey dan pergi ke arah kamarnya, hal itu membuat semua orang kebingungan dengan apa yang akan di lakukan Rey namun saat Rey turun dia membawa kantong kain yang cukup besar dan melemparkanya pada preman itu.
[uang itu berjumlah 15 juta, dengan itu hutang keluarga kami lunas bukan?.] kata rey dengan wajah yang datar tapi menyeramkan.
[hoooo bagus bagus, namun ini kurang sepuluh juta.] kata preman itu dengan senyum yang menjijikan.
[haa bukankah kau bilang kemarin hutang kami hanya lima belas juta?] kata ibu rey yang sedikit emosi mendengar ucapan orang itu.
[hee aku lupa memberitahu bunganya saat itu, jadi yah seharus nya kau tau itu hahahahaha]
Pok!!
Sekantung uang lagi di lemparkan Rey ke kepala botak orang itu, walau preman itu marah atas pelakuan Rey namun dia lebih memilih membuka kantung itu terlebih dahulu dan matanya berbinar, dan dia langsung tertawa.
[hahahaha bagus bagus dengan ini hutangmu lunas, tapi.. kelakuan tak sopan mu itu membuatku marah anak muda sebagai balasanya aku akan menikmati tubuh ibumu itu hahahaha.] mereka tertawa dengan keras, perkataan mereka sungguh membuat dia marah, namun Rey tau ada seseorang yang lebih marah darinya.
[Alice jangan sampai kau membunuh mereka.] kata Rey memperingati.
[aku tak berjanji akan hal itu.] jawab alice sambil melangkah ke depan para preman itu.
[ada apa gadis kecil, apa kau ingin ikut bermain bersama kami?] kata salah satu di antara mereka.
[apa? Bermain? Apa benda kecil kalian bisa muaskanku, hah paling Cuma tahan lima detik tepar.] kata alice dengan senyum yang menyeramkan, dan perkataanya sukses membuat Rey melongo “kapan dia belajar mengatakan hal-hal seperti itu.” katanya dalam hati.
[apa yang kau bilang se-]
Buk! Boom!
belum juga menyelesaikan perkataanya orang itu langsung melesat keluar rumah Rey dengan cukup kencang, akibat tendangan alice.
[bagaimana bi-]
Buk! Buk! Whoooosss... Brak!
__ADS_1
Dua orang lagi terpental akibat pukulan alice, walaupun terlihat begitu sebenarnya kekuatan alice setara dengan Hunter Rank B, berkat ketekunanya dalam berlatih dan kepintaranya dalam ilmu bela diri membuat dia sangat kuat dari pada orang seusianya, mungkin yang bisa mengalahkanya di sekolah hanya delvina dan adrian.
[sepertinya mereka juga hunter, namun mereka sepertinya hanya berada di rank E, Alice hati-hati walau mereka lemah biasanya orang seperti mereka akan berbuat curang.] kata Rey sambil memperingati Alice.
[tenang saja, para cecunguk ini tak akan bisa mengalahkanku walau mereka ada seratus sekalipun...] kata alice dengan mata melotot dan keluar dari kediaman Kajuki.
Di luar para preman itu sedang berusaha untuk berdiri, untung mereka hunter walau hanya berada di Rank E, karena bila seragan Alice terkena orang normal mungkin orang itu akan memiliki lubang di badanya akibat serangan alice.
[sial! siapa gadis itu? bukankah keluarga ini tak mempunyai kerabat seorang hunter?] kata salah satu orang dari mereka.
[tenang kita bertiga dan dia sendiri, kalau kita berkerja sama dia pasti akan kalah.] kata ketua mereka yang berkepala pelontos.
[hah kalau kalian kira dengan mengeroyokku kalian akan menang, maaf saja aku tak selemah seperti yang kalian kira.] kata alice yang sudah mengambil kuda-kuda untuk menyerang,
Ketiga orang itu siaga akan apa yang akan alice lakukan, namun alice mengangkat tangan nya dan menunjukan tanda untuk mereka maju, seperti aktor ternama bruce lee.
Ketiga orang itu marah melihat provokasi Alice dan langsung mengeluarkan skill yang mereka punya secara bersamaan, alice yang melihat serangan mereka hanya tersenyum dan melakukan pergerakan yang minim namun dapat menangkis dan menghindari semua serangan mereka, tak hanya itu alice pun pelancarkan tendangan dan pukulan kearah mereka bertiga secara cepat membuat mereka terpental ke tiga arah berbeda, alice sengaja melakukan itu dan mendekati salah satu dari mereka dengan cepat dan memberikan serangan beruntun dengan tangan mungilnya itu.
Melihat salah satu teman di antara mereka di hajar, seseorang mencoba menyerang alice dari belakang dengan skill tendangan, namun alice mengetahui itu dan balik menendang orang itu, namun sayang kekuatan orang itu tak bisa di samakan dengan alice, bahkan tendagan alice membuat kaki dia langsung mengeluarkan suara patah, benar tulang betis orang itu patah akibat serangan alice.
Krak!
Terdengar lagi bunyi patah, namun kali ini lebih parah tangan ketua itu langsung bengkok ke arah yang tak seharusnya, membuat dia menjerit kesakitan, mereka semua langsung tepar berkat alice yang bahkan badanya lebih kecil dari pada mereka.
[apa kalian sudah menyerah? Badan besar muka jelek tapi di tonjok sedikit langsung tepar, menyedihkan.] kata alice sambil melipat tanganya dan tersenyum mengejek ke arah mereka.
[kau!,apa kau tau kami dari mana?] kata orang botak itu.
[ha kenapa ? apa kau amnesia setelah ku hajar hingga kalian lupa darimana kalian berasal? Ck ck dasar lemah...] ejek alice lagi yang melihat tingkah laku orang itu.
[lihat saja kami guild trisula putih pasti akan membalaskan dendam, tunggu saja.] kata orang itu membawa rekanya dan pergi dari rumah itu.
[hemmm guild trisula putih kan? sepertinya aku harus berkunjung ke markas mereka besok.] gumam Rey sambil menghampiri alice.
[kau tidak apa apa kan alice?] kata Rey yang sudah berada di samping Alice yang masih melihat kepergian tiga orang itu, dengan tatapan rumit dalam satu sisi dia takut, bukan takut pada mereka namun takut bila mereka memanggil bala bantuan yang lebih banyak dan entah dia bisa menolong keluarg rey apa tidak, dan di satu sisi lain dia merasa marah karena menggunakan kekuasaan untuk menindas yang lemah, tindakan pengecut yang sangat lengkap dari mereka.
__ADS_1
[yah aku tak kenapa-napa, namun sepertinya mereka akan balas dendam.] kata Alice dengan wajah khawatir, merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan.
[tak apa, nanti aku akan meminta bantuan temanku untuk mengurusi masalah mereka.] kata rey dengan santai.
[ohh ya kau memiliki banyak uang seperti itu dari mana?] kata alice dengan wajah penasaran.
[maaf, aku belum bisa mengatakanya, tapi tenang aku tak melakukan hal yang buruk seperti menjual diri apalagi menjual ginjal kok!] kata rey yang melihat wajah sahabatnya menunjukkan wajah curiga padanya.
[benar kau tidak terlibat dengan hal yang berbahaya atau ilegal bukan?] alice merasa kesal terhadap Rey karena menyembunyikan sesuatu darinya dan takut dia melakukan hal yang berbahaya, tapi da memang iya.
[rey ibu harap kau tak melakukan hal yang buruk untuk mendapatkan uang itu, kalau terjadi apa-apa padamu, ibu yang akan sangat sedih.] kata ibu rey yang mendengar penjelasan Rey dan di sebelahnya terdapat Kinan juga.
[hahaha tenanglah suatu saat nanti aku akan memberitahu kalian semua kok, hanya belum saatnya saja.] kata Rey sambil memberikan senyum pep**dent nya.
[ibu akan memegang perkataanmu, tapi setelah ini kau akan bagaimana Rey? Sepertinya mereka menyimpan dendam pada kita.] kata ibunya menatap cemas anaknya itu.
[sudah ku katakan bukan aku akan mengurus masalah ini bersama temanku, jadi kalian tak perlu khawatir, lagian aku sedikit curiga dengan mereka.] kata rey sambil menggandeng ibunya untuk masuk ke rumah.
[hemm teman kah.... apa teman yang kau maksud itu perempuan?] kata alice dengan wajah mengintimidasi.
[eh memang kalau dia wanita kenapa? Apa ada masalah?] kata Rey tak mengerti maksud pertanyaan Alice.
[tidak kenapa napa kok, hanya ingin tau saja jadi apa dia perempuan apa laki laki?] kata alice dengan senyum yang mengerikan.
[ti-tidak dia laki-laki kok, jadi hetikan senyuman mengerikan itu oke..] kata rey yang merasa ngeri melihat senyuman itu.
[hoo begitukah kalau begitu tak apa.] dan alice melengos ke arah kamar yang biasanya dia pakai saat menginap di rumah Rey.
[itu anak semakin kesini semakin menyeramkan huh... lagian memangnya kenapa kalau aku dekat dengan perempuan sih?] kata Rey yang juga pergi menuju kamarnya.
tapi mereka berdua seperti melupakan dua wanita yang mendengar perdebatan dua insan itu dari tadi, mereka hanya tersenyum simpul sambil menggelengkan kepala, apalagi setelah mendengar perkataan Reyhan di akhir tadi.
[astaga dragon... kenapa aku memiliki kakak yang sangat idiot sepertinya.] kata kinan yang mengusap wajah melihat drama di hadapanya, yang hanya di tanggapi senyum tipis dari ibunya.
To be continued...
__ADS_1