Amerta Pride System

Amerta Pride System
28 Workshop.


__ADS_3

Sekarang Rey dan Santi telah sampai di caffe yang jadi tempat kumpul mereka bertiga, dan ternyata Joshua dan dadang telah sampai di tambah seorang perempuan di sebelah jo yang Rey tak tau siapa dia.


[maaf apa kalian sudah menunggu lama?] kata Rey, sambil tersenyum pada mereka bertiga.


[ah rey akhirnya kau datang, duduk duduk, ah dan kenalkan ini Istriku Nadya, nadya ini Reyhan dia lah yang menyelamatkanku kemarin saat di Dungeon.] kata Joshua sambil memeperkenalkan Rey.


[aaah aku sudah mendengar tentangmu kemarin dari suamiku tapi aku tak menyangka hunter Rank S Kaju ternyata benar-benar masih remaja.] kata Nadya sambil bersalaman dengan Rey.


[hahaha aku merasa tersanjung, tapi sebenarnya aku kaget saat mendengar Jo sudah punya istri.] kata Rey dengan senyum anehnya.


[hehehe benarkah? yah memang kami bisa di bilang nikah muda sih.] kata jo sambil meminum tehnya.


[tidak maksudku kau terlihat seperti playboy aku kira kau punya banyak pacar gitu...] kata Rey, dengan enteng, namun di sambut gelak tawa dari yang lainya bahkan Jo sampai tersedak karena perkataan Rey.


Mereka berbincang basa-basi untuk encairkan suasana, reypun baru tahu ternyata mereka bertiga sudah berteman sudah dari SMP, selama enam tahun mereka bersama, Reyhan sedikit iri dengan pertemanan mereka yang bisa di bilang sangat tulus.


[sebenarnya aku menyuruh kalian bertiga berkumpul untuk membicarakn masalah pembagian sumberdaya dari dalam dungeon dan ingin memberikan kesepakatan pada kalian bertiga.] kata Rey dengan wajah serius.


[oh sebenarnya Rey, masalah hasil tambang dari dungeon, kami sudah berdiskusi sebelumnya dan ingin memberikan semua hasil tambang pada mu Rey, termasuk teratai yaksa itu.] kata Dadang.


[ahh begitukah, tapi bukan itu yang aku maksud.] kata Rey.


[hem jadi apa?] kata Santi di sebelah Rey.


[begini, bukan kah di dalam dungeon aku sudah mengatakan aku ingin meminta satu hal pada kalian?] kata Rey dengan senyum tipis, dan di beri anggukan oleh mereka.


[ya hal yang ingin aku minta adalah, kalian menjadi anak buah ku... lebih tepatnya aku ingin kalian menjadi orang yang dapat mewakiliku, karena kalian tau aku masih pelajar aku masih belum bisa terlalu berurusan dengan Hunter apalagi aku merahasiakan identitasku.] kata Ry sambil menyeruput kopinya.


[jadi kau ingin kami menjadi orang yang dapat mewakilimu dalam masalah menghadapi orang banyak begitu?] kata Dadang.


[ya salah satunya itu, tapi aku juga sebenarnya ingin membuka sebuah workshop untuk membuat peralatan Hunter, jadi aku ingin kalian menjadi orang yang menjual peralatan yang aku buat atas namaku dan workshop.] kata Rey.

__ADS_1


[Workshop? Tapi bukanya orang yang membuka workshop hanya orang yang mempunyai job produksi?] kata santi dengan aneh.


[apa aku belum memberitahu kalian, bahwa jobku itu ebenarnya mekaniker?] kata Rey dengan datar..


[haaaa!? Apa kau sedang bercanda? Bukankah jobmu itu Swordman toh saat di dungeon kamu memakai pedang.] kata Jo dengan suara tinggi.


[tidak, aku mempunyai job mekaniker lihat.] Rey pun menunjukan bagaimana dia bisa membentuk besi menjadi bentuk apapun dengan mudah tanpa harus memakai tungku untuk memanaskan besi itu.


[bo-bohong kan? Lalu kenapa kau bisa memiliki kekuatan yang tinggi bila kau memiliki kekuatan seperti itu?] kata Dadang dengan wajah heran.


[karena aku belajar, yah bisa di bilang aku ini abnormal jadi yah...] kata Rey dengan wajah biasa, namun empat orang di hadapanya sungguh tak menduga hal itu.


[jadi apa kalian sekarang mengerti kenapa akuingin membuka workshop?.] kata Reyhan dengan senyum di wajah nya.


[haa oke kami mengerti, dan kami juga setuju akan hal itu, jadi apa yangharus kami lakukan.] kata dadang dengan wajah yang sebenarnya masih heran dengan ke abnormalan Rey.


[begini pertama aku ingin kalian mencari sebuah bangunan yang pas untuk di jadikan Workshop, dan lagi kalau bisa agak tersembunyi.] kata Rey.


[heemm? Nadya apa kau tau tentang workshop hunter? Aku lihat kau sepertinya hanya manusia biasa?] kata Rey.


[tidak,Rey mungkin kekuatan Nadya memang layaknya manusia biasa tapi dia juga hunter, namun sama dengan mu dia memiliki job Produksi.] kata Joshua menjelaskan.


[hoo... jadi apa jobmu Nadya...] kata Rey pada nadya.


[jobku Alchemist, aku ahli pembuat potion peningkat kekuatan dan element.] kata nadya dengan senyum bangga nya.


[hooo... sungguh job yang langka, tak hanya itu job alchemist yang ahli potion peningkat kekuatan itu jarang, kau pasti terkenal kan?] kata Rey dengan senyum miringnya.


[hemm apa kau mengejekku? Seorang Alchemist biasanya tidak terkenal karena hanya membuat potion yang sama sama saja antara alchemist yang lain tak mempunyai ciri khas layaknya penempa dan mekanik, dan lagi bahan untuk membuat Potion itu cukup jarang dan mahal, jadi sangat susah untuk membuat satu potion saja, huuuh bahkan sekarang pun aku belum memiliki bahan lagi karena belum ada stok bahan baku di asosiasi kalaupun ada pasti sudah di beli oleh Workshop lain.] kata Nadya panjang lebar.


[hahahaha ternyata begitu maaf aku hanya bercanda, tapi kau terlalu merendah pada dirimu sendiri nadya, potion juga sangat penting kau tau untuk para hunter, walau biasanya ada priest yang menyembuhkan hunter di dalam dungeon, tapi jumlah dan adabatas orang yang disembuhkan untuk para priest, jadi potion bisa membantu para Priest agar tak terlalu kerepotan dan juga praktis.] kata Rey.

__ADS_1


[iya sih...] kata Nadya...


[tapi Rey aku belum pernah melihat kau memakai potion saat di dungeon kemarin?] kata Santi sambil menopang dagu mengingat kejadian kemarin.


[ya karena emang aku tak butuh sih...] kata rey dengan wajah polosnya.


[woy bukankah perkataan mu bertabrakan dengan yang tadi...] kata dadang dengan wajah datar.


[hehehe maksudku monster di dungeon level E terlalu lemah hingga aku tak terlalu membutuhkan potion, beda cerita bila aku masuk ke dungeon yang lebih susah...] kata Rey dengan senyuman tak tulusnya itu.


[aaah kembali ke pembahasan, jadi beraa uang yang kau punya untuk membentuk Workshop? Dengan biaya yang pasti kita bisa memilih yang sesuai bujet.] kata Nadya dengan wajah serius.


[saat ini aku hanya mempunyai uang lima ratus juta untuk modal awal, apa itu cukup.]


Bluuurrppp!!!


Saat mendengar jumlah uang yang di katakan Reyhan Nadya langsung kaget hingga menyemburkan minumanya.


[li-lima ratus juta! Dengan uang segitu kau bisa membuat Worshop yang besar da canggih!!] kata Nadya dengan wajah kaget.


[hoo benarkah... kalau begitu carikan aku tempat terbak dan peralatan terbaik yah, ah kalau kau mau Nadya kau bisa ikut ke Workshopku, jadi kalian bisa membeli peralatan untuk Alchemist juga, ah dan jangan lupa kalau kau ingin bergabung beli bahan baku juga karena aku hanya memiliki bahan baku untuk penempa dan mekanik.] kata Rey yang sebenarnya sudah tau biaya untuk membuat Workshop mau bagaimanapun dia pernah membuatnya dulu saat belum di reset kehidupanya.


Nadya yang mendengar perkataan Rey menjadi semakin kaget, Rey begitu mudahnya mempercayai uang dia dan juga mengajak dirinya di Workshop miliknya seakan dia tak takut mereka menghianatinya, tapi yang membuatnya lebih kaget adalah reaksi dari suami dan sahabat suaminya itu, mereka seakan tak kaget dengan apa yang di katakan Rey.


[anu jo sepertinya kau tak kaget...] kata Nadya pada suaminya itu.


[eh ahh sebenarnya kai sedikitnya sudah tau uang yang di punya Rey, karena dia pernah bercerita pernah menyelesaikan Dungeon Level E sendiri sebelum menyelesaikan Dungeon bersama kami kemarin jadi yah uang segitu seharusnya memang di miliki Rey.] kata Jo dengan enteng.


[ah iya benar kata jo, oh iya aku lupa memberitahu kalian keuntungan dari menyelesaikan Dungeon di bagi empat atas permintaanku tadi pada Lili, jadi seharusnya suamimu itu juga mempunyai uang sedikitnya seratus juta dalam tabunganya] kata Rey dengan polosnya membuat empat orang di hadapanya kembali kaget.


~ To be continued

__ADS_1


__ADS_2