
Kaju akhirnya meminta pablo, untuk memanggil orang yang di suruh untuk memberikan uang tunjangan ke rumahnya.
Dan saat orang itu datang benar saja orang yang di panggil adalah salah satu orang yang semalam pergi ke rumahnya, namun dia masih tenang karena tak ingin membuat kegaduhan bila tak di perlukan.
[bos, kenapa aku di panggil? Apa ada masalah?] kata orang itu kebingungan karena tiba tiba di suruh menghadap bos nya itu.
[aku hanya ingin menanyakan soal tunjangan keluarga Hendra Kajuki, apa kau sudah memberikanya?] kata Pablo dengan nada yang sedikit dingin, orang itu dengan gugup hanya menjawab...
[te-tentu sudah bos, aku sudah memberikanya pada mereka.] kata orang itu dengan gugup karena pandangan Pablo begitu dingin seakan kapan saja bisa membunuhnya.
[begitulah katanya, tuan Kaju...] kata Pablo yang wajahnya tetap dingin karena dia tau anak buahnya itu sedang berbohong.
[bukanya kau yang tadi malam bersama si botak untuk menagih hutang?] kata Kaju denga datar sedatar datarnya, namun perkataanya membuat orang itu pias pasi, apalagi hal itu tak bisa di tutupi karena luka yang dia terima masih tampak jelas di wajah dan badanya.
[kenapa? Apa kau kaget? Hahaha jadi sekarang coba kau ceritakan semua nya ke-pa-rat!] kata kaju sambil mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat, membuat semua orang di dalam ruangan itu tersungkur, bahkan Pablo yang merupakan terkuat di antara mereka sudah terbungkuk, walau aura itu bukan di arahkan padanya.
[ohh maaf, aku kelepasan.] kata kaju kembali walau sebenarnya dia sengaja agar membuat semua orang disana terutama si rambut pink itu takut.
[maaf ak-aku ha-hanya mengikuti yugo saja, kami di suruh untuk menagih hutang ke keluarga hendra bersamanya.] kata orang itu dengan ketakutan sambil bersujud.
[ohh... terus uang kompensansinya? Aku tau kau tidak memberikanya pada keluarga Kajuki, jadi katakanlah semuanya percuma bila kau berbohong atau..]
Jleb!
Sebuah pisau menancap sempurna di telapak tangan yang sedang ada di lantai dalam keadaan telungkup, membuat orang itu berteriak kesakitan, rey membiarkanya berteriak dan setelah beberapa saat rey berjalan sampai tepat dihadapanya dan berjongkok ke arahnya.
[bicaralah sekarang atau ku bunuh kau sekarang juga.] kata Rey dengan pelan namun begitu dingin bagi orang yang mendengarnya.
[ko-kompensasinya ada di tangan yugo da-dan uang hutang itu juga ada di tanganya, dan so-soal hutang itu sebenarnya hanya akal-akalan yugo karena ingin memerkosa istri hendra yang katanya sangat cantik.]
Sraaattt!!!
__ADS_1
Salah satu tangan orang itu terputus setelah mengatakan itu, orang itu ingin berteriak namun mulutnya langsung di bekam oleh rey, dan di angkat olehnya hingga orang itu tergantung.
[ohhh bagus sekarang aku memiliki alasan untuk membunuh kalian semua keparat... cepat katakan dimana teman temanmu saat ini berada, atau kau akan ku siksa sebelum membunuhmu.] kata Kaju dengan nada yang sangat marah, dan membanting orang itu tentu hal itu tak membuat orang itu mati, dan Kaju menyeret orang itu keluar dari ruangan itu.
Pablo melihat murka Kaju terdiam sesaat, karena tak menyangka Kaju akan benar-benar marah karena dari tadi dia begitu tenang. Dia dengan tergesa gesa mengikuti Kaju berharap ia tak memusnahkan seluruh Guild nya, hal yang tak asing sebenarnya seorang Rank S membantai satu guild, karena itu pernah terjadi dan orang yang melakukanya tak di hukum apapun karena perbuatanya, karena sangat susah untuk berurusan dengan Rank S yang kekuatanya setara bom nuklir itu.
.....
Kaju dengan tenang melangkah dengan orang yang dia seret di tangan kirinya, dan saat dia ada di lantai 1 gedung, tepatnya di tempat tadi dia berbicara dengan resepsionis, dia berhenti dan mengangkat orang itu untuk menghadap padanya.
[di mana mereka? apa mereka sedang ada di sini? Atau mereka ada di tempat lain.] kata Kaju dengan datar, namun menakutkan.
[mereka sekarang ada di guild, mereka sedang mempersiapkan membawa orang orang untuk menyerang ke rumah Hendra.] tentu hal itu juga di dengar Pablo, membuatnya bersumpah serpah dia sudah pasrah akan keadaan guild nya, yang dia pikirkan sekarang bagaimana dia bisa selamat akan amukan Kaju nanti.
[hemm baiklah ayo kita sambut mereka sekarang.] kata rey dengan nada riang, dan kembali menyeret orang itu ke luar, memang gedung guild trisula putih dan perusahaan itu berjarak cukup dekat, membuatnya tak perlu berlama lama di jalan, bahkan mungkin orang ini juga di panggil dari gedung guild itu.
Sesampainya dia di sana dia melihat beberapa orang berpakaian hunter seperti sedang bersiap, dan di sana juga ada orang yang salah satu tanganya di perban, dia adalah yugo orang botak kemarin yang menagih hutang pada dirinya, memang kecepatan pemulihan hunter sangat cepat hingga luka sekecil itu akan cepat sembuh, apalagi dengan alat pemulihan dan hunter yang mempunyai skill pemulihan tentu akan lebih cepat seorang hunter sembuh, walau tak akan langsung sembuh seketika juga ih.
Mereka cukup terkejut karena ternyata orang yang di lempar adalah orang yang mereka kenal, mereka cukup terkejut karena orang itu sudah tak mempuyai satu tangan apalagi keadaanya yang sekarat karena kekurangan banyak darah.
[hey ba***gan! Apa yang kau lakukan pada temanku!] kata salah satu orang di kelompok itu, namun Rey alih-alih menjawab malah mengeluarkan pedang dalam inventorynya.
[kepa-rat aku tak tau apa masalahmu tapi karena kau menyakiti teman kami maka kau- aaaarghhh tangan kuuuuuuu!] belum orang tadi selesai berbicara Rey telah menggerakan tanganya dan membuat tangan orang itu terputus.
[diamlah sampah! Atau kalian semua akan ku bunuh!] kata kaju dengan dingin, sambil mengeluarkan aura intimidasi yang lebih pekat dari pada tadi.
[di-dia berbahaya! Bahkan dia lebih kuat dari ketua...] kata salah satu di antara mereka yang sepertinya seorang tanker.
[tu-tunggu kenapa kau melakukan ini? Apa kami memiliki salah.] kata yugo yang masih belum sadar bahwa dia lah yang menyebabkan ini semua.
[salah? Yah benar kalian sangat bersalah, aku tebak kalian sekarang bukan akan pergi ke dungeon bukan?] kata kaju yang tak sedikitpun menurunkan aura intimidasinya.
__ADS_1
[apa urusanya dengan mu, kami hanya ingin menyelesaikan beberapa masalah!] kata yugo dengan wajah sedikit marah, namun dia tetap takut dengan Rey toh dia sekarang bakan tak dapat berkutik saat di hadapan rey.
[aaaah... hey botak apa kau tak sadar, aku di sini karena kau ingin pergi ke kediaman keluarga Kajuki bodoh.] kata Rey sambil melipat tangan di dada.
mendengar hal itu tentu yugo menjadi lemas tak berdaya, bahkan dia tak mempercayai kupingnya sendiri setelah Kaju mengatakan itu, siapa dia? apa hubungan dia dengan mereka? kata Yugo dalam hati.
[hemm? Kenapa kalian diam? Apa kalian takut?] kata Kaju dengan nada santai tapi karena dia sedang mengeluarkan aura intimidasi, perkataanya membuat semua orang tak dapat terlalu banyak bertingkah.
[kalian ini benar benar sampah... berlagak pada orang yang lebih lemah dari pada kalian, dan menjadi ciut di hadapan orang kuat, benar-benar definisi pecundang yang sebenarnya.] kata Rey sambil melangkah mendekati yugo.
[tu-tunggu ini salah paham, kami hanya ingin menagih hutang pada mereka, aku benar benar bersumpah.] jerit yugo yang melihat Kaju mendekatinya.
Srattt...
[kalau kau ingin berbohong setidaknya berpikir dulu bodoh, apa kau pikir aku tak mengetahui semua yang kau lakukan?] kata Rey sembil menebas lengan dari Yugo, Rey sengaja melakukan itu untuk menyiksa Yugo terlebih dahulu.
[aaaahhhk tanganku ahhhk.] kata yugo menjerit-jerit setelah tanganya terputus dari badanya.
[tenanglah bung, ini baru permulaan.] kata Rey dengan santai, dan dia menginjak salah satu kaki dari yugo.
Krak!!!
Suara patahan terdengar kaki kanan dari yugo telah remuk di kembali menjerit dengan lebih keras, rasa sakit yang hanya dia rasakan sekarang.
[tidak hanya mengambil hak dari keluarga yang kehilangan seseorang yang mereka sayang, kau pun membuat mereka lebih sengsara dengan menuduh orang yang mereka sayang berhutang pada kalian? Sepertinya tak butuh prikemanusiaan pada kalian, toh kalian pun melakukan hal yang sama bukan?]
Kata Rey sambil memandang mereka semua yang berkumpul di sana, dia sebenarnya tak terlalu suka membunuh manusia, walau di masa lalu dia pun telah membunuh banyak Hunter karena berbagai alasan, namun tetap saja dia tak terlalu suka itu.
Namun bukan berarti dia akan memaafkan Yugo dkk, apalagi setelah mendengar alasan yugo yang sebenarnya, bahkan dia mengira di kehidupan lalu mungkin saja mereka benar benar menodai ibunya walau tak di ketahui dirinya, dan mungkin itu juga salah satu alasan kenapa ibunya meninggal.
Hanya dengan memikirkan hal itu membuat dirinya naik pitam, apalagi sebenarnya dirinya kebal hukum dengan status Rank S yang di milikinya, walau dia tidak suka menyalah gunakan kekuasaan namun saat ini di kecualikan.
__ADS_1
To be continued...