
Saat Rey sudah keluar dari rumah dia dengan tergesa gesa langsung pergi ke arah pusat kota dimana gedung Asosiasi Hunter berada, sangat mudah menemukan gedung itu karena gedung tersebut bisa di bilang gedung tersibuk, banyak orang yang lalu-lalang di dalam baik di luar, apalagi kebanyakan dari mereka hunter.
Rey yang baru sampai di tujuan tidak langsung memasuki gedug namun pergi ke arah samping gedung, ia ingin memakai topeng terlebih dahulu sebelum memasuki gedung, tentu dengan topeng yang telah ia siapkan, topeng tersebut berbentuk badut yang sedang tersenyum dan sedih di sisi lainya, entah kenapa rey memakai topeng aneh tersebut.
[Yosh.... dengan ini pasti identitasku aman, toh topeng ini juga ada fungsi filter suara dan penyamar, walau bentuknya aneh, tapi aku suka hehehe.]
Sesudah rey bersiap ia melangkahkan kakinya masuk ke gedung, tepatnya ke arah loker pendafaran, yang di sana sangat sepi karena memang bulan sekarang belum masa perekrutan, biasanya masa perekrutan bertepatan saat kelulusan sekolah, dan saat itu pula banyak guild yang berbondng bondong merekrut hunter muda untuk masuk ke guid mereka.
Tentu semua hunter perlu mendaftar terlebih dahulu ke Asosiasi untuk mendapatkan lisensi dan tanda pengenal hunter, dan perlu di ingat tak semua Hunter masuk ke guild, guild hanya sebuah kelompok yang beranggotakan hunter, di guild biasanya berguna untuk mereka yang tak ingin bersusah susah mencari party, atau malah mereka masuk guild karena fasilitas yang di berikan guild.
Guild memiliki pengaruh yang cukup kuat di dunia perhunteran, karena biasanya Dungeon tingkat atas di selesaika oleh para guild, apa lagi guild memiliki hak untuk membeli dan memonopoli dungeon. Jadi mereka mempunyai keuntungan yang lebih, dungeon itu ibarat sebuah tambang yang memiliki banyak mineral berharga dan juga tentu tak ada di dunia, makanya penyelesaian dungeon buka berarti menutup dungeon saja tapi juga tambang berharga untuk orang orang, apalagi semakin tinggi level dungeon semakin tinggi juga kualaitas bahan baku di dalamnya.
Saat rey memasuki gedung, dia sesaat menjadi pusat perhatian, namun beberapa saat kemudian dia kembali di abaikan oleh mereka, karena memang bukan hal yang langka untuk melihat seorang hunter memakai topeng, entah itu untuk menutupi identitahnya atau memang itu perlengkapan tempurnya.
[maaf apa saya bisa mendaftar jalur obserfatif?] kata Rey di depan resepsionis di hadapanya.
[tentu anda bisa, bila berkenan anda bisa mengisi formulir ini di ruangan sebelah, nanti saya akan menyusul kesana.] kata resepsionis itu menunjuk ke arah pintu yang ber jejer, yang memang di khususkan untuk para pendaftar jalur obserfatif.
[baiklah...] setelah mengambil formulir itu Rey masuk ke ruangan yang ditunjuk resepsionis itu.
Di dalam ternyata ruanganya cukup sederhana hanya ada satu meja dengan dua kursi.
[apa aku akan di introgasi? Haaa setidaknya di sini ada hiasan jadi tak terlalu mirip ruang introgasi.] kata rey yang duduk di salah satu kursi dan mulai mengisi formulir itu.
[hemm ternyata hanya formulir biasa aku kira mereka akan menanyakan job dan sebagainya, ternyata hanya mengisi data pribadi.] kata rey yang melihat formulir yang telah dia isi itu.
Kriiiet...
__ADS_1
Pintu terbuka dan di san terlihat seorang perempuan berambut pirang dengan kacamata dan baju setelan, dia tersenyum ke arah rey dan duduk di hadapan rey sambil menyimpan peralatan yang dia bawa.
[maaf bila anda lama mnunggu, saya harus mengurus beberapa hal karena jarang ada pendaftar di bulan bulan sekarang.] kata perempuan itu ramah.
[tentu saya juga mengerti akan hal itu, jadi apa yang harus saya lakukan sekarang nona?] kata rey dengan santai namun sopan pula.
[Lili panggil saja Lili, untuk sekarang saya akan mengecek data yang anda isi terlebih dahulu bila sudah selesai saya akan mengajak anda untuk menguji kekuatan anda.] kata perempuan itu sambil tersenyum.
[baiklah nona Lili.] kata rey dan Lili mengecek berkas yang di isi oleh rey, setelah membaca beberapa saat wajah Lili memperlihatkan wajah bingung, tentu rey tau kenapa Lili bingung, yaitu umurya, biasanya yang mengikuti Jalur obserfatif hanya orang yang telah lulus dari sekolah, amun umur rey menunjukan dia masih berada pada sekolah menengah atas.
[maaf tuan Reyhan, apa anda benar benar mengisi data ini dengan jujur?] kata Lili yang menanyakan perihal itu, mendengar Lili menanyakan hal itu rey melepas topengnya dan...
[tentu, pasti nona Lili keheranan karena umur saya bukan? tapi memang benar saya masih siswa SMA.] kata rey dengan senyuman, tentu Lili tak tersipu karena menurut Lili rey Hanya seorang anak remaja.
[kalau begitu bukanya Reyhan bisa mendaftar nanti bila lulus sekolah.] kata Lili dengan nada yang bisa di bilang menasehati, dan diapun sebenarnya tak terlalu aneh dengan kejadian ini karena memang cukup sering terjadi tentu dengan alasan yang beragam pula.
[baiklah aku mengerti, tapi karena kau masih di bawah umur kau mungkin akan kesusahan untuk memasuki Dungeon apalagi ada kemungkinan tidak ada party yang mau menerimamu karena umurmu itu?] kata Lili kemudian.
[yah aku tau itu, makanya aku ingin merahasiakan identitas asliku untuk sementara. Makanya aku memakai topeng ini.] kata rey dengan mantap.
[baiklah, aku mengerti sekarang kau akan di tes, tesnya mencakup tes pengetahuan, tes fisik, dan tes bakat, dengan ketiga itu kami akan menilai kamu ada di tingkat apa, apa kau sudah siap reyhan.] kata Lili sambil tersenyum.
[aku siap, nona Lili.] kata ku dengan membalas senyum Lili.
[moo... jangan panggil aku nona, kamu itu lebih muda jadi panggil aku kakak oke!] kata Lili kemudian dia beranjak dari duduknya dan membimbing rey untuk mengikutinya.
[iya iya kak Lili.] kataku sambil mengikutinya di belakang.
__ADS_1
...
Saat ini rey sedang menunggu untuk tes selanjutnya yaitu tes fisik, karena ada beberapa barang yang harus di siapkan maka rey harus menunggu sejenak sambil memperiapkan dirinya, tentu dengan topeng yang terpasang di wajahnya.
[haaa... aku kira tesnya akan begitu susah ternyata hanya pertanyaan umum tentang hunter dan juga Soal SMA biasa.] tentu rey baru pertamakali melakukan ini, saat dia di kehidupan sebelumnya dia mendaftar ke jalur biasa, karna dia saat itu di pindahkan dari kelas biasa ke kelas calon hunter saat tahun ketiganya di SMA.
[tuan Kaju, silahkan masuk ujian akan di mulai.] kata seorang laki laki, yang baru saja keluar dari pintu ruang penguji, FYI Kaju adalah nama samaran untuk Rey, sebenarnya saat dia keluar dari ruangan itu dengan Lili, saat itu juga dia mulai menyembunyikan identitasnya tentu itu di beri tahu oleh Lili, jadi untuk saat ini hanya Lili yang mengetahui nama asli dan data pribadi yang lainya, sedangkan untuk orang lain dia hanya di kenal dengan nama Kaju, bahkan untuk penanggung jawab yang menilai dirinya, hingga keamanan bocornya identitasnya semakin kecil.
Setelah Kaju aka Rey memasuki ruangan itu, dia sedikit terkejut karena begitu luas ruangan itu, dia kira ukuranya sebanding dengan lapangan sepakbola, dan di dalamnya terdapat berbagai macam peralatan yang bahkan diapun tak tau kegunaanya.
[Baiklah tuan Kaju perkenalkan nama saya Asep, saya yang akan menilai anda di ujian kedua ini, untuk tes pertama adalah tes kekuatan, anda akan mencoba menarik alat ini.] kata orang itu sambil menunjuk alat yang berbentuk kotak dan ada sebuah pegangan yang muncul.
[saya hanya harus menarik ini kan?] kata rey yang memegang gagang itu dengan kedua tangan.
[benar, hati hati semakin panjang anda menarik benda ini akan semakin berat.] kata orang itu.
[oke aku mulai, hiaaaaat...] rey mencoba menarik alat itu dan benar benda yang di pegang rey semakin berat, namun dia pikir itu masih enteng dan dia terus menariknya sampai sepuluh meter lebih, sontak orang yang mengetes rey agak terkejut dia tak menyangka orang yang di hadapanya bisa menarik benda itu sampai sepanjang itu.
Namun ia tetap tenang dan mencatat sesuatu di berkas yang ada di hadapanya.
[baiklah tes kedua pun masih tes kekuatan namun yang di tes sekarang kekuatan pukulan anda tuan Kaju.] kata orang itu dan pergi ke arah alat yang berbentuk tak jauh dengan alat sebelumnya namun sekarang yang menonjol hanya sebuah lingkaran merah sepertinya tempat untuk meninju.
[untuk yang pertama tangan kiri, coba tuan memukul benda itu menggunakan tangan kiri anda tuan.] kata Asep kemudian.
Rey tak banyak bicara dia hanya mengambil kuda kuda dengan tangan kirinya dan....
Duarrrr!!!
__ADS_1
To Be Continued...