Anak Yang Di Abaikan

Anak Yang Di Abaikan
eps 1


__ADS_3

"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam..." jawab nenek Halimah sembari berjalan membukakan pintu "Haris, kamu pulang nak?" ucap nek Halimah dengan berkaca-kaca melihat putra yang selama ini dirindukannya telah menginjakkan kakinya kembali ditempat kelahirannya.


"iya buk, Haris pulang"


"ayo masuk, ajak anakmu juga kedalam" menengok keluar rumah "Haris, dimana istrimu? apa istrimu nggak ikut kesini nak?" tanya nek Halimah dengan raut wajah bingung.


"Haris pulang membawa Riko, dan Intan tidak bisa ikut. Nanti akan Haris jelaskan, sekarang Haris mau membawa Riko istirahat dulu, karena pasti lelah setelah perjalanan jauh dari kota kesini" tutur Haris dengan lembut


"ya sudah, istirahatlah nak, kalian pasti capek"


Sore hari selepas Asar Haris terbanngun dari tidurnya karena mendengar rengekan Riko yang mencari ibunya. Haris juga kedua orang tuanya dengan sabar berusaha menghibur dan menenangkan Riko.

__ADS_1


Tak berapa lama akhirnya Riko berhenti menangis, lantas neneknya dengan telaten memandikannya, setelah siap menyuapinya.


Walaupun tak pernah bertemu sebelumnya, namun Riko begitu tenang dan merasa nyaman bersama kakek dan neneknya, sehingga dia tidak terlalu rewel walaupun harus berpisah dari ibunya.


Selesai melaksanakan sholat maghrib, Haris bersama kedua orang tuanya makan malam bersama dengan menu seadanya, ya karena memang Haris terlahir dari keluarga sederhana.


Selepas makan malam Haris berusaha menidurkan Riko, namun Riko malah rewel karena kembali teringat dengan ibunya. Haris bingung tak tau bagaimana menenangkan Riko yang semakin menjadi tangisnya. Nek Halimah ibu Haris yang mendengar tangisan cucunya itu bergegas menghampiri dan berusaha untuk menenangkan cucunya. Untuk kesekian kalinya Riko kembali tenang dan bahkan tertidur lelap dalam dekapan sang nenek.


"pak, buk, ada yang mau Haris bicarakan"


"ada apa to le.., kenala kamu hanya pulang berdua bersama anakmu tanpa istrimu, kemana istrimu? apa yang terjadi?" tanya pak Joko bapaknya Haris.


"Haris dan Intan akan berpisah, pak...buk.." ucap Haris sembari menundukkan kepalanya karena takut melihat ekspresi kedua orang tuanya akan kehancuran rumah tangganya.

__ADS_1


Kedua orang tua Haris pun tercengang dan saling tatap karena kaget dengan apa yang diucapkan anaknya barusan.


"kenapa le? apa yang terjadi? jangan mengambil keputusan disaat sedang emosi" kata pak Joko mencoba untuk menengahi.


"keputusan Haris sudah bulat pak, apa setelah kemarin malam Haris membuntuti Intan yang pergi membawa Riko dengan tas besar yang berisi perlengkapan Riko lalu meninggalkan Riko didepan pintu sebuah panti asuhan" kata Haris dengan menitikkan air mata mengingat betapa teganya istrinya meninggalkan anaknya dipanti asuhan "aku bergegas mengambil Riko dan membawanya kembali pulang, sesampainya dirumah aku dan Intan bertengkar hebat dan aku memilih membawa Riko pulang kerumah bapak dan ibu" lanjutnya dengan air mata yang terus meluncur dari pelupuk matanya.


mendengar penuturan anaknya pak Joko dan bu Halimah merasa shock, dan mereka hanya mengangguk akan keputusan yang telah dibuat anaknya.


***pengumuman*


ini karya pertama aku, mencoba mengisi kekosongan waktu saja, daripada jenuh, ini sih hobi jaman masih smp dulu, hanya saja sekarang sudah nggak pernah nulis semenjak mengikuti pelatihan2 dan banyaknya kegiatan jadi anggota osis. jadinya masih belepotan bahasa dan alurnya, maafkan ya, tolong kritik dan sarannya yaa, apapun itu saya berterimakasih buat yang sudah mau membaca karya saya🤗


lanjut baca eps selanjunya dan jangan lupa, like, vote n koment ya😁**

__ADS_1


__ADS_2