Anak Yang Di Abaikan

Anak Yang Di Abaikan
jadi mahasiswa


__ADS_3

Pagi hari aku mengantarkan ayam-ayam siap konsumsi ke beberapa restoran langganan kami. Setelahnya aku menyiapkan berkas-berkas untuk ku serahkan kepada mbak Niken guna mendaftar kuliah. Tak lupa aku juga menyerahkan laporan mingguan atas hasil dari peternakan.


Semua lancar, dan kini aku juga sudah mendapatkan dua orang baru yang akan membantu mengantarkan ayam-ayam siap konsumsi ke beberapa restoran yang sudah menjadi langganan kami.


Selama aku belum kuliah aku akan tetap berada di peternakan dan membantu pekerjaan yang ada.


Hari-hari ku lalui begitu lancar. Meskipun aku bolak balik mengantarkan pesanan ke restoran milik bapak Haris yang notabennya merupakan bapak kandungku, aku tak pernah bertemu atau pun melihatnya. Kebetulan yang memang aku harapkan.


Hingga saat yang ku tunggu kini tiba. Tahun ajaran baru akan di mulai seminggu lagi, dan aku mulai disibukkan dengan berbagai persiapan untuk masuk kuliah.


Beruntung mbak Niken banyak membantuku, sehingga aku tidak terlalu kebingungan. Bahkan mbak Niken juga memberiku laptop dan mengajarkanku cara menggunakannya.


Dan saat berangkat kuliah nanti, aku akan menaiki motor baru ku yang ku beli dari hasil jerih payah ku selama ini. Walaupun motor setengah pakai, namun aku puas karena itu hasil dari uangku sendiri.


Rasa-rasanya aku sudah tak sabar untuk segera masuk ke bangku kuliah dan menimba ilmu disana.


Masalah peternakan aku sudah berencana mempercayakannya pada pak Rusdi, beliau sudah lama bekerja disini. Bahkan lebih dulu bekerja disini daripada aku.


Meskipun sudah ada pak Rusdi nanti yang akan membantu mengurus peternakan, aku tetap akan memantau perkembangannya. Baik diwaktu pagi ataupun menjelang sore.


Waktu berputar, tibalah kini masa dimana aku akan kembali menginjakkan kakiku di sebuah lembaga pendidikan, di tingkat jenjang yang tinggi. Bangku kuliah. Semangatku pagi ini begitu luar biasa. Ada rasa haru, bangga, dan juga senang. Akhirnya aku bisa sekolah hingga ke perguruan tinggi meski tanpa campur tangan orang tua sedikitpun. Namun aku tak memungkiri, bahwasanya pendidikan yang ku peroleh selama ini tak luput dari bantuan keluarga pak Danu. Sampai kapanpun aku akan berusaha untuk membalas semua kebaikan yang luar biasa bagiku.


Sebelum berangkat ke kampus, aku menyempatkan diri untuk melihat-lihat keadaan di peternakan. Hanya sebentar saja, karena aku tak ingin terlambat di hari pertamaku menjadi mahasiswa.


Ku pacu kendaraan roda dua ku memecah jalanan kota. Dengan perasaan ringan dan senyum yang senantiasa terbit, rasanya walau harus bermacet-macet ria, aku tak peduli. Bagiku ini adalah sensasi tersendiri.


Beruntungnya aku, tiba di kampus dalam keadaan selamat. Dan selesai memarkir kendaraan, ku cari ruang kelas mana yang akan menjadi tempat pertamaku menerima pelajaran.


Tak begitu sulit bagiku menemukan ruangan yang ku cari. Aku melesat masuk dan mencari tempat duduk. Yahh, sangat disayangkan. Saat tiba di kelas, ternyata hanya ada kursi belakang yang tersisa. Apa boleh buat, resiko berangkat kurang pagi ya harus di terima saja.


Hari pertama tak ada materi apapun. Kami hanya perkenalan dan mengenal kampus tempat kami menimba ilmu sampai dua hari kedepan.


Dari perkenalan tadi, aku punya seorang teman. Namanya Andi, dan tempat tinggalnya juga searah denganku, hanya saja lebih jauh tempatku tinggal.


Setelah banyak perbincangan, baru aku tau kalau Andi ini merupakan anak bungsu, dia punya seorang kakak perempuan dan sudah menikah.

__ADS_1


Andi disini bisa kuliah karena beasiswa. Seandainya tak mendapat beasiswa, Andi mungkin tak akan pernah melanjutkan kuliah lantaran keterbatasan biaya. Kedua orang tua Andi hanya bekerja sebagai pemulung.


Ternyata masih banyak orang yang tak seberuntung aku di dunia ini. Bagiku aku lebih beruntung, meskipun tak ada orang tua, tapi banyak yang peduli dan mau membantuku. Berbeda dengan Andi, walau hidup dan tinggal bersama orang tua, namun harus hidup dalam keterbatasan.


Itulah sebabnya kita harus pandai-pandai bersyukur, karena belum tentu apa yang menurut kita baik untuk kita akan baik pula buat kita.


Sebelum pulang, aku mengajak Andi ke kantin. Karena perutku sudah keroncongan minta diisi lantaran pagi tadi aku tak sempat sarapan. Andi dengan senang hati menemaniku. Aku pun mentraktir Andi, sebenarnya dia menolak, hanya saja aku memaksa. Kukatakan saja bahwa ini untuk merayakan pertemanan baru kita, akhirnya Andi pun setuju.


Dikantin kami banyak berbicara, dari situ aku tau kalau Andi pergi kuliah dengan menaiki angkutan umum. Berhubung tempat kita tinggal jalannya searah, aku menawarkan untuk mengantarkannya pulang.


Ternyata Andi tinggal di kawasan padat penduduk dengan mayoritas warga sekitar sebagai pemulung. Meskipun kawasannya terbilang kurang bersih, namun aku tak merasa jijik sama sekali. Bagiku ini hal yang sudah sering aku jumpai.


Usai mengantar Andi, aku melajukan motorku untuk pulang ke rumah. Meskipun tadi tidak banyak kegiatan, namun rasanya aku lelah. Keputusan untuk beristirahat sejenak.


Adzan asar sudah berkumandang, aku bergegas bangun dan menunaikan tugas wajibku. Baik sebagai seorang muslim maupun seorang pekerja di peternakan.


Malamnya aku bekerja di tempat biasa. Alhamdulillah hari ini nanti aku gajian. Semangat menggebu untuk bekerja, apalagi terbayang ATM ku akan bertambah nominalnya.


Malam berganti pagi. Kali ini aku bangun lebih pagi dari biasanya. Tak lupa aku pun menyempatkan sarapan pagi dengan membeli di warung dekat rumah peternakan.


Masa pengenalan bagi mahasiswa baru telah usai, dan hari ini hari pertama untuk mengikuti proses pembelajaran.


Di kampus, kuperhatikan Andi kali ini agak berbeda dari kemarin. Aku ingin bertanya, namun aku segan. Mengingat aku masih orang baru dalam hidup Andi, aku memilih untuk tidak terlalu kepo. Biarlah nanti kalau Andi merasa nyaman denganku pasti akan bercerita.


Mata pelajaran pertama sudah berlalu. Sambil menunggu mata pelajaran berikutnya, aku dan Andi pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen tadi.


Baru hari pertama mendapat mata pelajaran, dan baru juga mata pelajaran pertama yang aku ikuti di tempatku menimba ilmu, namun sudah diberi tugas saja. Belum apa-apa aku sudah bisa membayangkan bagaimana sibuknya para mahasiswa dengan tugas-tugas yang menumpuk. Apakah aku bisa?


Di perpustakaan aku dan Andi mulai mencari buku yang kami butuhkan, setelah mendapatkannya, kami mengerjakannya bersama-sama di meja yang tersedia di perpustakaan.


Ternyata tugas yang ku kira sulit, terasa begitu mudah bila dikerjakan bersama. Apalagi yang membantuku anak beasiswa, jelas saja aku merasa beruntung sekali bisa berteman dengannya.


Tugas sudah selesai ku kerjakan. Namun mata pelajaran berikutnya masih setengah jam lagi. Kuajak Andi untuk sekedar membeli minuman di kantin. Melihat gelagatnya sepertinya dia ingin menolak, namun aku paksa saja dan aku belikan minuman.


Setelahnya kami memilih menghabiskan minuman di taman kampus. Dan lagi-lagi Andi berterimakasih kepadaku.

__ADS_1


" Mas Riko makasih ya, aku tak enak sudah banyak merepotkan mas "


" Iya. Sudah makasih kamu ke aku udah banyak banget, aku nggak butuh terimakasih dari kamu. Yang aku mau berhenti panggil aku dengan embel-embel mas, aku bukan mas mu. Aku itu temen kuliah kamu. Biarpun aku lebih tua dua tahun dari kamu, tapi aku lebih suka kalau kamu panggil aku Riko aja, jangan mas Riko."


" iya deh, Riko. Mulai sekarang aku biasakan panggil Riko "


" gitu dong "


" Rik, kamu kerja ya? "


" iya, aku kerja di resto Jepang yang di dekat perbelanjaan itu, jadi pramusaji "


" apa disana ada lowongan? "


" lowongan? memangnya siapa yang mau kerja? "


" aku Rik "


" kamu mau kerja? "


" iya, aku lagi butuh uang. Aku kan belum punya laptop, kemarin pas bongkar celengan uangnya masih kurang banyak "


" oh jadi karena itu kamu tadi murung terus di sekolah? "


" keliatan banget ya? "


" ya nggak banget sih, hanya agak beda aja dari biasanya "


" jadi gimana? ada lowongan nggak? "


" nanti coba aku tanyakan dulu, kalau ada aku kabari "


" makasih ya Rik "


" iya sama-sama, yaudah balik kelas yuk. Kayaknya bentar lagi masuk deh "

__ADS_1


" yuk. "


__ADS_2