
Sahrul melajukan mobilnya menuju ke restoran Jepang tempat Riko bekerja, pertama Sahrul memesan minuman dan meminta tolong pada pelayan untuk memanggilkan managernya karena ada kepentingan, dan tak lupa menjelaskan pula bahwa ia adalah Kakak Riko, karyawan yang bekerja di restoran ini. Pelayan tersebut memanggilkan manager restoran tersebut, karena memang ia mengenal Riko, dan kebetulan ia tadi juga sudah tau tentang Riko yang membuat banyak kesalahan dalam bekerja. Tak berselang lama datang manager restoran yang bernama Pak Yusuf, Sahrul berdiri untuk berjabat tangan dengan pak Yusuf dan mempersilahkan pak Yusuf untuk duduk terlebih dahulu.
" mohon maaf, ada yang bisa saya bantu pak.." tanya pak Yusuf pada Sahrul.
" perkenalkan nama saya Sahrul, dan ini istri saya Niken " manager restoran tersebut mengangguk dan menjawab " perkenalkan juga nama saya Yusuf " mas Sahrul menanggapi dengan menganggukkan kepala.
" Maaf sebelumnya karena sudah mengganggu waktunya. Jadi saya ini kakaknya Riko, salah satu karyawan bapak "
" ah iya Riko, ada yang bisa saya bantu pak Sahrul? "
" begini pak, saya ingin menanyakan suatu hal sama bapak, saya harap Pak Yusuf tidak keberatan untuk berbagi informasi "
" saya akan membantu selagi itu tidak melanggar peraturan dalam restoran kami, jadi apa yang ingin Pak Sahrul tanyakan? "
" apakah Riko ada masalah di restoran ini pak? "
" Riko dia cukup rajin dalam bekerja. Sore tadi juga dia terlihat baik-baik saja seperti biasa, hanya saja tadi beberapa saat setelah melayani pelanggan ia malah kurang fokus dalam bekerja sehingga banyak melakukan kesalahan dan beberapa pelanggan kami komplain karenanya. Tadi saya menegurnya, dan ia meminta maaf dan meminta ijin untuk pulang lebih awal, katanya sih lagi nggak enak badan. Saya berikan dia ijin karena kalau dia bekerja dengan kurang fokus akan semakin banyak nanti pelanggan yang komplain dan itu akan berdampak buruk juga pada penilaian para pelanggan terhadap restoran kami "
__ADS_1
" berarti ada kemungkinan Riko menjadi hilang fokus setelah melayani pelanggan? "
" kalau soal itu saya kurang tau Pak "
" apa boleh kami meminta tolong untuk melihat cctv restoran ini? " tanya Niken
" maaf sebelumnya, tapi kami tidak bisa memperlihatkan cctv restoran kami kepada siapapun tanpa adanya alasan yang sangat jelas " mendengar penuturan dari manager restoran tersebut, Sahrul pun mengatakan alasan ia kemari.
" jadi begini pak, tadi setelah Riko sampai di rumah, ia langsung masuk kamar dan seperti orang syok berat. Ia tidur telentang masih dengan sepatu yang ia pakai, matanya terbuka dan mengeluarkan air mata, namun ia tak merespon apapun yang ada disekitarnya, bahkan kami berkali-kali menyerukan namanya pun ia masih tak sadarkan diri, dan kami memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit, setelah ditangani oleh dokter, Riko dikatakan mengalami syok berat dan harus dirawat beberapa hari kedepan untuk melihat perkembangannya, bahkan kalau memang dibutuhkan, Riko juga akan didampingi oleh psikiater "
Mendengar penjelasan dari mas Sahrul, pak Yusuf merasa bersalah karena sudah memberikan peringatan kepada Riko tadi " apa Riko jadi seperti itu karena teguran dari saya?, saya mohon maaf, namun saya tak ada niat untuk membuat Riko sampai seperti itu ".
" betul apa yang dikatakan istri saya, untuk itu kami memohon untuk bisa melihat cctv. Bukan apa-apa, kami hanya ingin mencaritahu apakah Riko bertemu pelanggan yang mungkin membuat Riko menjadi seperti itu " ujar mas Sahrul menimpali.
" baiklah, kalau begitu mari ikut saya, saya akan membantu menunjukkan aktivitas Riko sore tadi saat bekerja di restoran kami "
Sahrul, Niken dan pak Yusuf kini berjalan beriringan menuju ruangan khusus. Disana Pak Yusuf menjelaskan kepada petugas yang menjaga ruangan cctv. Setelah mendapat ijin, barulah mereka masuk dan melihat aktivitas Riko di restoran tersebut.
__ADS_1
Awalnya aktivitas Riko terpantau normal, ia melayani pelanggan dengan ramah seperti biasa, namun ada yang mengganjal saat Riko usai mencatat pesanan pelanggan, ia terlihat berdiri diam membelakangi pelanggan untuk beberapa saat, dan setelah itu meminta tolong temannya untuk menggantikannya mengantarkan pesanan pelanggan barusan. Dan setelahnya terlihat Riko mulai sering melakukan beberapa kesalahan hingga ia mendapat teguran dari pak Yusuf selaku manager restoran tersebut.
Melalui cctv tersebut, terjawab lah teka-teki yang menyebabkan Riko kehilangan fokus, namun yang masih menjadi pertanyaan adalah, siapa pelanggan tersebut? dan ada hubungan apa dengan Riko? tak ada yang tau. Bahkan mbak Niken yang mengaku cukup dekat pun ia tak tau siapa pelanggan tersebut. Hingga akhirnya Sahrul meminta ijin untuk merekam bagian video cctv yang memperlihatkan interaksi antara Riko dan wanita paruh baya tersebut dan juga meminta tolong untuk memperbesar gambar wanita paruh baya tersebut dan memfotonya.
Setelah semuanya jelas, Sahrul dan Niken mengucapkan terima kasih kepada Pak Yusuf, tak lupa juga untuk memintakan ijin kalau Riko tidak akan masuk kerja sampai keadaannya benar-benar pulih. Pak Yusuf pun menganggukkan kepala tanda menyetujui. Dan setelah semua urusan di restoran tersebut selesai, mbak Niken dan Mas Sahrul pamit dan kemudian kembali ke rumah sakit
Tiba mas Sahrul dan mbak Niken di rumah sakit. Sesampainya di ruangan Riko, mas Sahrul menceritakan informasi yang ia dapat dari restoran tersebut dan memperlihatkan rekaman cctv juga menunjukkan foto wanita paruh baya yang merupakan pelanggan yang di temui Riko sebelum hilang fokus.
Baik Pak Umar, Bu Isti dan Andi mereka tak ada yang mengenal sosok wanita tersebut. Hanya saja mbak Niken punya dugaan kalau wanita tersebut merupakan ibu tiri Riko, tapi lagi-lagi tak ada yang bisa memastikan apakah benar itu ibu tiri Riko atau tidak, karena tak pernah ada yang tau seperti apa rupa ibu tirinya. Disaat semua tengah sibuk membahas sosok wanita tersebut terdengar pemberitahuan dari rumah sakit bahwasanya jam berkunjung sudah habis, dan semua orang diharap keluar ruangan dan hanya menyisakan satu orang saja yang boleh menemani pasien.
" Buk, ibu sama bapak pulang saja ya, biar Andi saja yang jaga disini " kata Andi kepada ibu bapaknya.
" Tidak, biar ibu saja yang jagain Riko, kamu yang istirahat, besok kamu mesti kuliah " Bu Isti mencoba bernegosiasi dengan Andi.
" justru karena Andi besok kuliah, jadi sekarang biar Andi yang jagain Riko, besok saat aku kuliah, ibu yang jagain " timpal Andi
" sudah, ibu sama Andi pulang saja, malam ini biar bapak yang jaga " sela pak Umar menengahi.
__ADS_1
" bapak, ibu, malam ini biarkan Andi yang menjaga Riko ya, Pak Umar dan Bu Isti besok saja jagain Riko, sekarang mari pulang, saya antarkan " kata Mas Sahrul menyudahi perdebatan pak Umar dan keluarga.
Tak ada yang membantah keputusan dari mas Sahrul, meski enggan namun Pak Umar dan Bu Isti tetap melangkah meninggalkan Riko yang masih belum sadarkan diri.