Anak Yang Di Abaikan

Anak Yang Di Abaikan
eps.3


__ADS_3

Cuaca begitu terik, matahari tepat berada diatas bumi. Tampak bocah kecil berlari-lari dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya. Terik matahari yang menyengat dikulit tak dirasakan olehnya. Dia terus berlari hingga sampailah disebuah gubuk sederhana tempatnya bernaung bersama kakek dan neneknya.


"Assalamualaikum...nek Riko pulang"


"Waalaikumsalam, sini lee nenek ada di belakang"


Riko berjalan menghampiri neneknya yang berada didapur. Dikecupnya punggung tangan neneknya lalu menoleh kearah pria yang tengah tersenyum menatapnya.


"Riko, itu bapakmu le" kata neneknya menjelaskan.


Riko tampak bingung dan tak tau harus apa, dia hanya diam menatap pria dihadapannya yang menurutnya sangat asing. Ya karena Riko tak pernah melihat wajah bapaknya semenjak dititipkan dirumah kakek dan neneknya.


Haris meraih tangan anaknya dan menarik supaya Riko mau mendekat, Riko yang hanya diam mengikuti saja. Dirasakannya pelukan yang begitu hangat, entah mengapa Riko tiba-tiba menangis, ditepisnya tangan Haris dan berlari menuju kamarnya. Entah apa yang kini dirasakannya dia tak tau, diapun bingung mengapa air matanya tiba-tiba menetes begitu saja.


Nek Halimah hendak menyusul Riko ke kamar namun langkah kakinya terhenti karena suara suaminya


"biarkan saja dulu nek" ya kakek Joko sudah tau apa yang terjadi, awalnya beliau hendak ikut bergabung bersama istri, anak dan cucunya. Hanya saja dia ingin melihat bagaimana reaksi cucunya. Dan benar saja Riko berlari menangis kedalam kamar.


"sudah pulang pak?"


"iya bu, bapak sudah pulang dari tadi" ucapnya sembari mendudukkan dirinya dikursi.

__ADS_1


"pak" sapa Haris meraih tangan bapaknya


"kapan sampai nak?"


"barusan pak, sekitar satu jam yang lalu"


"ya sudah, ayo makan dulu. Bapak sudah lapar" ajak kek Joko yang memang baru pulang bekerja.


Hening tak ada yang bersuara, semua sibuk mengunyah makanan masing-masing hingga habis dan barulah mereka membuka pembicaraan, sementara nek Halimah bergegas membereskan piring dan segala perabotan dapur yang dipakainya tadi.


"o ya le, gimana kabarmu selama disana?" tanya kek Joko membuka pembicaraan


"Haris baik-baik saja pak"


"Haris kan mau liad keadaan bapak, ibu sama Riko anak Haris"


"masih ingat to le kamu sama Riko? Bapak kira kamu sudah lupa"


deg


Bagaikan sebuah tamparan. Tapi memang benar apa yang diucapkan bapaknya. Semenjak Riko berumur 2th dan dititipkan pada kakek neneknya baru sekali ini Haris datang menemuinya. Lima tahun menghilang tanpa kabar dan tak pernah perduli dengan anaknya.

__ADS_1


"pak, Haris akui Haris memang salah, Haris bukannya lupa sama Riko, tapi Haris memang banyak sekali urusan yang harus diselesaikan" kata Haris mencoba membela diri.


"seberapa pentingkah urusanmu hingga kamu melupakan anak dan orang tuamu?" tanya kakek Joko dengan mata berkaca-kaca. "Bukankah kamu pamit hanya untuk menyelesaikan perceraianmu dengan istrimu, apakah selama itu prosesnya, seenaknya saja kamu membiarkan anakmu sendirian tanpa orang tua, orang tua macam apa kamu meninggalkan anakmu begitu saja" amarahnya tak terbendung lagi, kek Joko meluapkan segala uneg-unegnya selama ini. Beliau merasa kecewa akan sikap anaknya yang seeanaknya sendiri meninggalkan anaknya begitu saja tanpa kabar.


Nek Halimah yang sudah selesai dengan aktifitasnya berjalan menghampiri suami juga anaknya "sudah pak,,sudah. Bapak dengarkan dulu penjelasan anak kita" kata nek Halimah istrinya mencoba untuk menenangkan.


"maafkan Haris pak, Haris memang salah. Haris akui kalau Haris salah, dan kedatangan Haris kesini untuk memberitahukan bapak sama ibu, sebenarnya Haris sudah menikah lagi dan sudah punya 2 orang anak laki-laki" ucapnya sambil menunduk


"apa"kata kakek Joko dan nek Halimah berbarengan.


Pak Joko pergi begitu saja meninggalkan anaknya dan menuju ke kamar menyusul cucunya.


Haris dan nek Halimah hanya menatap punggung kakek Joko yang pergi begitu saja.


"apa itu benar le?" tanya nek Halimah


"iya bu, dan Haris kesini untuk menitipkan uang agar Riko bisa sekolah disini"


"apa maksudmu le? kenapa Riko harus sekolah disini? bukankah kamu sudah menikah lagi, kamu sudah punya keluarga baru, kenapa kamu tidak mengajak anakmu tinggal bersamamu?" tanya nek Halimah yang merasa bingung dengan jalan pikoran anaknya.


"istri Haris belum tau kalau Haris punya anak"

__ADS_1


deg


nek Halimah merasakan kekecewaan sama halnya suaminya. Sungguh betapa malang nasib sang cucu yang tak diakui oleh orang tuanya. Nek Halimah pergi meninggalkan Haris yang masih mematung.


__ADS_2