
Seminggu berlalu setelah kepergian nk Halimah, datanglah bu Darmi tetangga Riko yang waktu itu membantu mengurus segala keperluan pemakaman neneknya.
" Riko, yang sabar ya nak. Riko pasti bisa, Riko kan anak kuat, nenekmu sudah bersama kakekmu sekarang, mereka sudah bahagia, jadi Riko jangan sedih lagi, karena kakek sama nenek disana pasti akan ikut sedih kalau melihat Riko terus bersedih" tutur bu Darmi.
" Iya Bu " kata Riko sambil mengangguk, Riko memang memanggil bu Darmi dengan sebutan Bu lantaran usianya yang memang baru sekitar 40 tahun.
" Oiya, ibu kesini mau memberikan ini" sembari memberikan kertas ketangan Riko.
" Apa ini bu?"
" Itu surat yang digenggam nenek kamu, nenek menemukannya saat hendak membaringkan nenekmu"
" Surat apa ini bu?"
" Bacalah"
__ADS_1
'*Buk, Haris sekarang sudah sukses, Haris punya restoran dan beberapa karyawan, Haris juga punya 3 anak, Doni, Anton, dan Elis. Dan Haris juga sudah mengatakan pada semua keluarga Haris bahwasanya Haris punya anak yang kini tinggal bersama ibu di desa.
Haris minta maaf bu, karena Haris tidak datang saat pemakaman bapak, Haris sendiri juga baru tau 2 bulan lalu dari Yudi yang kebetulan sekarang kerja di restoran Haris.
Kalau ibu mau, ibu dan Riko bisa tinggal bersama dirumah Haris, jl.Cenderawasih no.xxx'
HARIS*
Selepas membaca isi surat itu, Riko hanya diam membisu, tatapannya juga kosong, tak tau apa yang akan diperbuat selanjutnya. Bu Darmi yang mengetahui itu menyerahkan amplop kepada Riko.
Masih bingung, namun Riko menerimanya, dan pergi ke kamar mengemasi barang-barangnya. Bu Darmi bahkan tak menyangka kalau Riko akan langsung pergi menemui bapaknya, namun bu Darmi senang kala ia membayangkan Riko tak lagi sendiri, masih ada orangtuanya yang akan menanggung biaya hidupnya.
Sore hari pukul 16.00 Riko sudah sampai di terminal dengan diantarkan pak Somat, suami bu Darmi.
"Hati-hati dijalan, jaga dirumu baik-baik, kalau ada yang berbuat jahat, kamu harus berteriak sekencang mungkin agar orang-orang mendengar dan segera datang menolong, Jakarta kota yang keras, kamu harus waspada dimanapun kamu berada. Jaga diri baik-baik dan kabari bapak kalau kamu sudah sampai"
__ADS_1
" Iya pak, Riko akan ingat semua yang bapak katakan, terimakasih atas semua kebaikan bapak juga bu Darmi dan semua orang yang pernah membantu Riko juga nenek"
" Itu sudah kewajiban kami untuk saling membantu, jaga dirimu baik-baik" sambil mengusap pundak Riko
" Kamu sudah simpan kan no HP bapak?" Riko mengangguk " baguslah, begitu sampai sana segera hubungi bapak, agar bapak tak khawatir"
" iya pak, Riko pamit, Asslamualaikum"
" waalaikum salam"
Tak berapa lama bis pun melaju membawa penumpang menuju tujuan masing-masing, Riko menatap pemandangan desanya dan melambaikan tangan pada Pak Somat yang masih melihat kepergiannya.
Sebelum kantuknya datang, Riko melihat pemandangan yang ia lewati melalui kaca jendela. Indah satu kata yang dilontarkan, dan senyum manis yang mengukir indah dibibirnya. Cukup jauh jarak yang harus ditempuh, hingga akhirnya Riko memilih untuk tidur, agar tak merasa jenuh.
***JANGAN LUPA, LIKE, VOTE, KOMEN.
__ADS_1
KRITIK DAN SARAN ANDA AKAN SANGAT MEMBANTU, TERIMAKASIH***