
Pak Danu mengajak Riko kerumahnya, disana Riko disambut Bu Nana istri Pak Danu.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam,,, sudah pulang Pak?"
"iya Bu"
" Siapa ini Pak?"
" Oh ini Riko Bu, anak yang dulu pernah bapak ceritain"
" Ooo, ini ya Pak yang namanya Riko itu? duh gantengnya kamu nak?" ucapnya sambil mengulurkan tangan " kenalkan, nama ibu Nana, kamu bisa panggil Bu Nana"
Riko membalas uluran tangan Bu Nana dan memeperkenalkan dirinya, ya walaupun Pak Danu sudah memperkenalnya sebelumnya "saya Riko Bu"
"Bu, apa kita nggak dibolehin masuk dulu ini?" sergah Pak Danu.
"hehehe iya ya Pak, kok ibu sampe lupa, ayo pak, nak Riko, masuk dulu, kita lanjutkan ngobrolnya didalam saja"
Pak Danu dan Riko melangkah masuk, dan duduk dikursi kayu yang ada diruang tamu, sementara Bu Nana langsung melenggang kedapur membuatkan minuman dan juga membawakan camilan untuk tamunya.
Tak lama Bu Nana datang membawa minuman dan camilan. Setelah meletakkan diatas meja, ia duduk disamping suaminya.
" Riko, minum dulu nak" kata Bu Nana
"iya Bu"
Pak Danu yang sedari tadi diam kini mulai membuka suara.
"Riko, maaf sebelumnya. Kalau boleh bapak tau Riko tadi kenapa sendirian diterminal?"
__ADS_1
" Riko tadi sama ayah Riko Pak, tapi beliau pergi membeli tiket"
" membeli tiket? memangnya kalian mau kemana?"
" hanya Riko Pak yang mau pergi, ayah Riko meminta Riko untuk pulang kampung"
" loh, bukannya dulu kamu bilang dikampung kan sudah nggak punya saudara?"
"iya pak, tapi disini istri ayah saya nggak mau menerima saya"
" terus kalau kamu sampai dikampung kamu mau tinggal sama siapa?"
" sendirian pak"
"sendiri?" tanya pak Danu dan Bu Nana serempak.
"iya"
"Ya Allah nak, daripada kamu sendirian dikampung, nggak ada saudara bagaimana kalau kamu tinggal disini saja sama kita" ucap Bu Nana " bolehkan pak?" tanyanya kepada suaminya.
"tapi, apa Riko Tasik merepotkan kalian kalau harus tinggal disini?"
" tentu tidak nak" jawab Bu Nana
" baiklah, Riko akan tinggal disini, tapi ijinkan Riko untuk bekerja pak Bu"
"bekerja? untuk apa nak?" tanya Bu Nana
"Riko ingin melanjutkan sekolah"
"ya sudah kalau itu mau kamu, bapak punya peternakan ayam, kalau kamu mau, kamu bisa bekerja disana"
__ADS_1
"mau pak mau, Riko mau. Dulu dikampung Riko juga bekerja jadi penggembala kambing milik tetangga Riko, terimakasih banyak pak, Bu. Riko sangat beruntung bisa dipertemukan dengan orang sebaik kalian"
" sekarang Riko istirahat ya, ibu tunjukkan kamarnya"
...****************...
"kamarnya bagus bu"
"ini kamar anak ibu, namanya Niken, dia tinggal di pondok pesantren, jadinya kamarnya nggak ada yang pakai, untuk sementara kamu bisa menempati kamar ini dulu"
"tapi Bu, gimana kalau nanti Niken pulang?"
"Niken hanya akan pulang saat libur semester, jadi kamu tenang saja, nanti kalau memaang Niken pulang, kamu bisa tinggal di mess yang ada di dekat peternakan bapak, disana ada 3 orang yang menempati"
"kalau begitu, Riko tinggal disana saja Bu, gimana? boleh tidak?"
"tapi..."
"Riko mohon Bu, karena kan Riko juga akan bekerja di peternakan itu, jadi lebih baik Riko tinggal bersama mereka saja"
"kamu tanyakan saja sama bapak, boleh apa nggak nya"
"baik Bu, Riko permisi,"
Riko kembali keruang tamu menemui Pak Danu yang masih menikmati kopinya.
"Pak, maaf sebelumnya, apa boleh kalau Riko tinggal bersama karyawan bapak di peternakan?"
"memangnya kenapa?"
"Riko nggak enak saja pak, Riko kan juga pekerja sama seperti mereka, masa mereka tinggal di mess dan Riko dirumah juragannya"
__ADS_1
"yasudah kalau itu sudah jadi keputusanmu, nanti sore bapak antar kamu ke peternakan, tapi sekarang kamu istirahat dulu disini"
"baiklah pak, terimakasih banyak"