Anak Yang Di Abaikan

Anak Yang Di Abaikan
eps.5


__ADS_3

Kakek Joko menggembalakan kambing, namun dia tak begitu fokus saat menggembala kambing. Kata-kata yang dituliskan anaknya terngiang-ngiang ditelinganya.


'apa anak itu lupa berapa umur anaknya? kenapa baru sekarang menyuruh mendaftarkan sekolah? padahal Riko sudah sekolah. Sungguh bapak macam apa dia yang bisa melupakan anaknya begitu saja. Malang sekali nasib cucuku, hidup tanpa orang tua juga harta, semoga kelak kamu bisa jadi anak sukses lee'.


Cukup lama ia termenung hingga akhirnya menyadari keberadaan kambing yang berjalan cukup jauh, membuatnya berjalan terburu-buru. Hingga tersandung dan jatuh ke lereng lembah.


Waktu menjelang senja, Pak Budi melihat kandang kambing dibelakang rumahnya tampak masih sepi, menandakan Pak Joko belum membawa pulang kambing-kambing Pak Joko. Tak ada rasa curiga ataupun khawatir, karena yang dipikiran Pak Budi bahwa kambingnya masih belum merasa puas. Ya kadang memang kek Joko sering pulang terlambat.


Pak Budi kembali masuj kedalam rumah. Menunggu kakek Joko pulang menggembala kambing-kambingnya, karena berniat memberikan upah mingguan pada kakek Joko.


Adzan maghrib berkumandang, namun belum ada tanda-tanda kakek Joko pulang, Pak Budi merasa khawatir. Berniat ingin menyusul ke lembah tempat kakek menggembala kambing.


Baru beberapa langkah keluar dari halaman rumah, pak Budi bertemu dengan nek Halimah bersama cucunya Riko.


" Assalamualaikum pak,,"


" eh waalaikum salam bu" jawab pak Budi. " ibu mau mencari pak Joko?" tanya pak Budi

__ADS_1


"iya pak, nggak biasanya pulang sampai maghrib, apa ada kambing yang mau melahirkan?"


" tidak ada bu, pak Joko belum pulang menggembala kambing, saya baru saja mau menyusul ke lembah"


" boleh saya ikut?"


" baiklah, mari"


pak Budi dan nek Halimah beserta Riko berjalan beriringan menuju lembah tempat kakek Joko menggembala kambing.


"nek, itu kan kambing kakek Budi" kata Riko memecah keheningan.


Pak budi dan nek Halimah bergegas menuju tempat kambing-kambing itu berkumpul, namun tak ada kakek Joko disana.


"kek,,,kakek...." teriak Riko memanggil kakeknya.


" Pak Joko" teriak pak Budi

__ADS_1


"pak, bapak dimana pak?" teriakan nek Halimah terdengar parau, seolah tercekat ditenggorokan.


Mereka bertiga berkeliling sekitar lembah sambil menteriaki nama kakek Joko, namun tak ada sahutan.


Tiba-tiba Riko berteriak memanggil neneknya karena menemukan sandal kakek Joko. Baik nek Halimah maupun Pak Budi langsung menuju tepi lembah menghampiri Riko.


Tangis nek Halimah seketika pecah melihat sebelah sandal suaminya yang kini dipegang cucunya.


Pak Budi bergegas membawa kambingnya pulang dan meminta bantuan pada tetangga.


Tak butuh waktu lama, semua warga sudah berkumpul dengan membawa senter karena hari sudah petang.


Beberapa warga turun untuk melihat keadaan dibawah. Hal yang tak diinginkan terjadi.


Warga menemukan jasad kakek Joko yang sudah kaku dengan bekas darah yang sudah mulai mengering dikepala bagian belakang. Kemungkinan kepala kakek Joko terbentur saat jatuh dari lereng lembah.


Suasana duka menyelimuti kedian nek Halimah, tetangga berdatangan kerumah duka. Semua terlarut dalam kesedihan.

__ADS_1


Riko hanya bisa menangiseraung-raung, mengingat betapa dekatnya dia bersama sang kakek. Setiap hari dia selalu mengikuti kemanapun kakeknya pergi. Kini semua hanya akan menjadi kenangan.


__ADS_2