Anak Yang Di Abaikan

Anak Yang Di Abaikan
Awal Mula


__ADS_3

Ditengah perjalanan, para penumpang bis diturunkan untuk sekedar melepas penat, Riko pun bangun dan menuju rumah makan sederhana bersama para penumpang lainnya.


Selang satu jam perjalanan kembali dilanjutkan, malam semakin larut namun matanya enggan terpejam lantaran merasa takjub melihat lampu2 kota yang tertata begitu indah.


" Adik mau kemana?" tanya lelaki yang duduk disebelah Riko.


" Saya mau ke Jakarta, mau kerumah bapak saya "


" Sendirian?"


"iya"


" berani sekali kamu nak" katanya sambil tersenyum


" berani nggak berani pak"


"maksudnya?"


"jadi waktu saya kecil orang tua saya pisah, dan saya dititipkan sama kakek nenek, dan sekarang kakek dan nenek saya sudah meninggal, jadi saya terpaksa menyusul bapak saya ke Jakarta".


Hening sesaat setelah Riko menceritakan maksud dan tujuannya ke kota metropolita tersebut,


"namamu siapa nak?" tanyanya kembali memecah keheningan.


"Riko, kalau bapak?"


"panggil saya Danu"


"pak Danu, apa bapak tau dimana alamat ini?" tanyanya sambil merogoh saku celananya.


Pak Danu pun mengambil dan membaca alamat yang tertulis di kertas tersebut.


"Sepertinya ini didekat terminal, nanti saya coba bantu antar sampai rumah bapak kamu ya"


"bapak beneran?"

__ADS_1


"iya, yasudah kamu sekarang tidur, ini sudah larut malam"


"iya pak, makasih banyak ya pak, bapak mau nolongin saya"


"iya"


Riko mulai memejamkan matanya dan berlabuh di alam mimpi.


* * * * *


Pagi tiba dan bis yang ditumpangi Riko berhenti diterminal, sesuai dengan janjinya kini pak Danu berjalan bersama dengan Riko menuju penjual nasi untuk mengisi perut mereka sebelum melanjutkan perjalanan.


Tak butuh waktu lama mereka sudah menyelesaikan sarapan pagi mereka. Dan segera berjalan menuju alamat rumah yang akan dituju Riko.


Pak Dau mengajak Riko berjalan kaki karena memang alamat rumah tersebut tidak jauh dari terminal, tepatnya berada dibelakang terminal.


Setengah jam berjalan akhirnya mereka sampai dialamat yang dituju. sebuah rumah yang berada di perumahan yang cukup nyaman untuk ditempati. Pak Danu melihat kembali alamat yang tertera disecarik kertas yang dibawa Riko guna memastikan benar tidaknya. Setelah yakin bahwa alamat yang dituju adalah benar, Pak Danu mengetuk pintu rumah tersebut.


tok


tok


tok


"Waalaikumsalam" jawab orang yang didalam. Lalu keluarlah wanita setengah baya membukakan pintu. Wanita tersebut nampak bingung dan bertanya


" maaf mau cari siapa?"


" apa benar ini alamatnya disini?" tanya Pak Danu memperlihatkan alamat yang dibawanya.


" iya benar, ada perlu apa ya?"


" saya hanya mengantarkan nak Riko, katanya ini alamat bapaknya"


" Maksudnya?" wanita tersebut semakin bingung lantaran merasa tak pernah mengenal sosok bocah yang berdiri dihadapannya. Riko yang melihat pun kini mulai membuka suara

__ADS_1


" bapak saya Pak Haris, katanya beliau tinggal disini"


Sontak saja wanita tersebut merasa kaget lantaran bocah tersebut tau nama suaminya.


"Mas..Mas.. ini ada orang yang cari kamu" teriaknya yang masih berdiri diambang pintu. Haris yang mendengar teriakan istrinya pun berjalan kedepan untuk melihat siapa tamu yang datang sepagi ini dan mencarinya.


" Siapa Ma?


"ini, katanya anak kamu" sahut istrinya.


"anak?" tanya Haris sembari melihat kearah anak kecil yang masih berdiri didepan pintu.


"aku Riko pak, anakmu yang kamu titipkan sama nenek Halimah dan kakek Joko" terang Riko.


"jadi kamu Riko? maafkan bapak yang tak mengenalimu, karena memang kita hanya bertemu sekali, itupun Sudah sangat lama".


Haris merangkul pundak Riko dan mengajaknya masuk, sementara istrinya Bu Rima mengekor dibelakang bersama Pak Danu.


"kamu duduk dulu ya disini", tawar pak Haris dan diikuti oleh istri juga Pak Danu. "Ma tolong buatkan minum buat kita ya",


"iya mas" jawab Rima langsung melenggang kearah dapur.


"Riko, kamu kesini sama siapa? lalu nenek gimana? sama siapa dikampung?"


" Riko dari kampung sendirian, kebetulan di bis ketemu sama Pak Danu dan beliau membantuku mengantar sampai rumah bapak. Dan nenek,,dia sudah meninggal satu Minggu yang lalu karena terjatuh dan kepalanya terbentur meja hingga berdarah"


Haris yang mendengar penuturan anaknya hanya bisa menunduk lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


"yasudah mulai sekarang kamu tinggal disini sama bapak juga ibu dan saudara kamu"


"iya pak"


kemudian Haris menoleh pada pria disamping Riko yang hanya diam mendengarkan perbincangan bapak dan anak.


"Pak Danu, saya mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan bapak, mungkin kalau bukan karena bapak Riko pasti belum sampai disini"

__ADS_1


"iya pak, sudah kewajiban kita buat saling membantu pada sesama, apalagi nak Riko ini masih kecil, dia masih dibawah umur, saya hanya merasa tak tega saja membiarkan dia berkeliaran seorang diri"


Setelah sedikit berbincang bersama, Pak Danu pamit undur diri untuk melanjutkan kembali perjalanannya yang sempat tertunda. Begitu pula dengan Pak Haris ayah Rika, segera pergi bekerja direstaurant miliknya. Meninggalkan Riko bersama ibu tirinya dirumah.


__ADS_2