
Tinggallah Riko bersama Bu Rima dan anak ketiga Haris bersama Rima yang bernama Elis, namun bocah kecil itu masih teramat nyenyak dibawah selimut, Karena memang masih pagi, dan jam baru menunjuk pukul 06.50. Sementara kedua kakaknya sudah berangkat sekolah diantar oleh supir.
Pernikahan Haris dengan Rima mendapatkan tiga orang anak, yang pertama Putra 11 tahun, Arya 9 tahun dan Elis 3 tahun. Sedangkan usia Riko kini 13 tahun.
"siapa namamu?" tanya Bu Rima
"Riko"
"emm, kamu nggak sekolah?"
"nggak Bu, nenek nggak punya uang buat saya melanjutkan sekolah"
"berapa usiamu?"
"13tahun"
"ouh, jadi kamu kesini mau minta buat disekolahin sama bapak kamu?"
"bukan, tapi karena nenek sudah meninggal, dan saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi di kampung, jadi makanya saya kesini nyusul bapak"
"darimana kamu tau kalau bapak kamu tinggal disini?"
"dari surat yang dikirim bapak, tepat saat nenek meninggal"
Bu Rima nampak berfikir, namun tak berapa lama kembali bersuara.
__ADS_1
"ouh gitu, yasudah sekarang kamu bawa itu tas kamu ke kamar belakang, didekat dapur itu" kata Bu Rima sambil menunjuk arah dapur
"baik Bu, kalau begitu saya permisi"
Riko berlalu menuju tempat yang ditunjuk oleh ibu tirinya tadi, dan sesampainya di dapur ia bingung, karena ada dua kamar. Ditengah kebimbangannya dia melihat seorang wanita paruh baya tengah mencuci perabotan. Dengan perlahan Riko berjalan menghampiri hendak menanyakan kamar yang akan dia tempati.
"permisi bibi" bi Ela yang merasa ada orang yang memanggilnya lantas menoleh.
"eh iya, aden panggil bibi?" tanyanya
"iya bi, saya mau tanya sama bibi. Apa bibi tau dimana kamar yang bisa saya tempati?"
"kamar? maaf kalau boleh tau aden siapa?"
"saya Riko, anaknya Pak Haris. Saya baru datang dari kampung"
"Riko, ngapain kamu? saya tadi suruh kamu buat naruh itu barang-barang kamu dikamar ya, bukan malah asik ngobrol kayak gitu"
"maaf Bu, Riko minta maaf. Riko hanya bingung mau taruh dikamar yang mana, soalnya ada dua kamar, tadinya Riko mau tanya sama bibi, tapi keburu ibu datang"
"alasan saja, yasudah sekarang kamu taruh itu tas kamu dikamar yang sebelah kiri, setelah itu kamu siram itu tanaman yang ada di depan. Bi Ela tolong nanti arahkan dia ya, dia akan bantu-bantu disini"
"iya bu"
Riko bergegas menuju kamar yang ditunjuk oleh ibunya. Sebuah kamar dengan tempat tidur kecil yang hanya muat satu orang dan ada sebuah lemari kecil juga cermin. Namun kamar itu terlihat lebih baik dan lebih nyaman dibandingkan tempatnya dikampung dulu yang hanya tidur diatas balai dengan kasur yang sudah keras. Direbahkannya tubuh kecilnya itu diatas kasur yang empuk dan berasa sangat nyaman. Entah karena lelah atau terlalu nyaman Riko malah tertidur.
__ADS_1
Lima belas menit berselang, namun tak ada suara dari dalam kamar tersebut, Bu Ela mencoba melihat melalui sela pintu yang tak tertutup rapat. Dilihatnya Riko tidur dengan wajah yang nampak begitu lelah, tak tega membangunkannya, akhirnya dia membiarkan Riko tidur, karena dia tau pasti lelah habis perjalanan dari kampung.
Tak berselang lama datang Bu Rima dengan menggendong Elis.
"loh bi, dimana anak itu?"
"Riko maksud ibu?"
"iya"
"tadi saya lihat dia ketiduran di kamar, mungkin lelah habis perjalan dari kampung ke sini"
"disuruh nyiram tanaman malah tidur, tolong bibi bangunkan dia"
"baik bu"
Bi Ela dan Riko kini sudah ada dihadapan Bu Rima
"Riko, kamu disini itu cuma numpang ya, jangan seenaknya kamu disini, baru datang langsung tidur, saya kan tadi nyuruh kamu buat nyiram tanaman, kenapa malah tidur? ingatnya, kamu disini harus bantu-bantu. Tugas kamu nyapu, ngepel sam a bersihin itu halaman, siram tanamannya, ngerti nggak kamu?"
"iya bu, Riko ngerti"
"tunggu apalagi, sekarang kerjakan, dan kamu bi, jangan kasih dia makan kalau dia belum kerjain itu semua tuganya"
"iya Bu"
__ADS_1
Hari-hari Riko disana tak ada yang berubah, bangun pagi dia harus membersihkan rumah juga halaman dan baru akan mendapat makan kalau tugasnya selesai, Haris sebagai bapaknya juga membiarkan saja perlakuan istrinya terhadap anaknya itu. Karena memang Haris tidak ingin ada keributan dikrluarganya.