
Sementara Riko tengah berada di rumah sakit, kini dikediaman Bu Rima tengah terjadi pertengkaran. Bagaimana tidak, setelah selesai makan malam bersama teman dan juga kedua anaknya Arya dan Elis, Bu Rima langsung mencari Haris suaminya untuk menanyakan perihal keberadaan Riko. Bu Rima merasa tak tenang setelah mengetahui Riko masih berasa di kota yang sama dengannya.
"mas...mas Haris, dimana kamu mas? aku ingin bicara" teriak Bu Rima begitu sampai di dalam rumah. Haris yang mendengar teriakan istrinya segera keluar dari dalam kamar.
"ada apa ma?" tanya Haris.
"kita bicara di kamar saja, Arya Elis kalian langsung ke kamar ya, jangan lupa belajar dan kerjakan PR kalian"
"iya ma" jawab Arya dan juga Elis.
Bu Rima kini berjalan menuju kamarnya diikuti oleh Haris yang penasaran dengan sikap istrinya yang terlihat marah setelah dari luar bertemu teman sekolahnya dulu.
Setelah keduanya sampai di kamar, Rima mulai mengeluarkan suaranya.
"mas, jawab dengan jujur"
"jawab jujur apa?"
"Riko"
"Riko?"
"iya Riko anak kamu"
"memangnya kenapa dengan Riko?"
"aku tadi bertemu Riko di restoran saat aku mau makan malam bersama temanku"
"kamu bertemu Riko?"
"iya"
__ADS_1
"bagaimana keadaan dia?"
"jangan berpura-pura kamu mas!"
"pura-pura apa sih ma?"
"sebenarnya kamu sudah tau kan kalau Riko ada di kota ini?"
"nggak, aku nggak tau"
"bohong"
"aku saja baru tau dari kamu sekarang ini" jawab Harus berusaha meyakinkan Rima. Sementara Rima ia terkesiap mendengar jawaban suaminya, akhirnya Rima memilih mengalah dan mencoba percaya dengan apa yang diucapkan suaminya.
"baiklah mama percaya, tapi papa harus janji jangan pernah menemui Riko dengan cara diam-diam"
"memangnya kenapa ma? Riko kan juga anak papa"
"sadar ma, biar bagaimanapun Riko itu anakku juga ma, yang berarti anak mama juga"
"nggak, sampai kapanpun anak kita cuma Putra, Arya dan Elis. Nggak ada yang namanya Riko"
"mama kenapa sih kok jahat banget sama Riko"
"karena mama nggak suka sama dia"
"apa alasan yang membuat mama tidak menyukai Riko? papa rasa selama Riko tinggal disini dulu, ia tak pernah membantah mama, bahkan menuruti setiap perintah mama. Lalu apa yang membuat mama tak bisa menerima kehadiran Riko?"
"itu semua karena kamu"
"aku?"
__ADS_1
"ya"
"bagaimana bisa? tolong jelaskan dengan sejelas-jelasnya"
"semua sudah jelas, apalagi yang perlu dijelaskan"
"tentang ketidak sukaan kamu terhadap Riko karena ku"
"karena aku tak mau kamu membagi kasih sayang kamu sama anak wanita gila itu". Haris sudah melayangkan tangannya ke atas hendak menampar istrinya, namun tangannya terhenti saat sudah berada di dekat pipi Rima.
"kenapa? kenapa berhenti? apa yang aku katakan memang benar kan? Riko memang anak dari perempuan gila"
"jaga bicaramu Rima, Intan tidak gila. Dia hanya stres karena ulahmu"
"apa maksudmu?"
"Intan stres karena ia harus berpisah dari ku, dan itu semua karena kamu"
"kenapa aku yang salah? bukankah kamu sudah menyetujui dan menandatangani surat itu dengan kemauan kamu sendiri. Jadi stop berbicara omong kosong, dan jangan pernah mencoba untuk bertemu dengan Riko maupun Intan, karena kalau kamu sampai melanggar, kamu akan tau akibatnya"
"aakkkhhh, sialan kamu Rim"
braakk!!
Haris keluar dari kamar dengan menutup pintu kamarnya dengan sangat keras sebagai luapan dari emosinya. Dan kini ia duduk di kursi samping rumahnya yang menghadap ke arah taman kecil. Menyelami kembali masa lalu yang pernah ia alami
#flashback on#
Intan tengah terbaring koma di rumah sakit, ia harus segera di operasi. Namun Harus tak punya biaya untuk operasi. Kemudian Haris meminta bantuan sama Rima sahabat Intan, dan Rima pun menyetujui untuk membiayai semua biaya perawatan Intan sampai Intan sembuh, namun dengan syarat Haris harus menceraikan Intan dan menikah dengan Rima. Haris yang sudah tak tau harus meminta tolong pada siapa pun akhirnya dengan sangat terpaksa menyetujui persyaratan yang diberikan oleh Rima agar Intan bisa selamat. Setelah Intan sadar dan kondisinya membaik, Haris menepati janjinya kepada Rima untuk menceraikan Intan. Intan tak terima dengan semua yang terjadi. Ia mengancam akan bunuh diri bersama Riko kalau sampai Haris menceraikannya dan lebih memilih menikah dengan Rima. Hingga di tengah malam Haris mengendap-endap membawa Riko pulang ke kampung halamannya. Dan menitipkan Riko pada kedua orang tuanya.
#flashback off#
__ADS_1
"Intan maafkan aku. Bagaimana kabarmu sekarang? semoga kamu bahagia tanpa aku dan Riko. Riko anakku, maafkan bapakmu ini. Aku memang tiada berguna sama sekali. Maaf karena kamu harus berjuang sendiri untuk hidupmu. Tak apa kamu membenciku, namun aku akan pastikan, dimana pun kamu berada, kamu akan baik-baik saja" monolog Haris mengingat kerasnya hidup yang harus Riko jalani.