Anak Yang Di Abaikan

Anak Yang Di Abaikan
memberi bantuan


__ADS_3

Malam hari saat Riko bekerja di cafe restoran Jepang, ia menanyakan perihal lowongan pekerjaan kepada managernya. Dan menurut manager tersebut untuk saat ini masih belum membutuhkan tambahan tenaga baru.


Riko pun mengangguk paham dan akan memberikan kabar tersebut kepada teman barunya yang bernama Andi.


Pagi hari Riko datang ke rumah Andi untuk berangkat kuliah bareng. Andi pun sudah menunggunya di depan gang rumahnya. Tak banyak percakapan diantara mereka, karena mereka tengah ada di jalanan yang padat merayap. Riko memilih berkonsentrasi agar tidak menyenggol pengendara yang lain, sementara Andi memahami hal tersebut.


Sampailah mereka di tempat untuk menimba ilmu. Hari ini dosen pembimbing di jam pertama sedang tidak masuk lantaran istrunya masuk rumah sakit, karena akan melahirkan anak kedua.


Namun tak ada jam kosong disini. Meskipun dosen pembimbingnya tak masuk, namun masih ada dosen pengganti yang akan menggantikan tugasnya.


Dosen penggantinya masih muda dan berparas rupawan. Hanya saja Riko tak menyangka bahwa dosen pengganti tersebut mas Sahrul yang kini sudah sah menjadi suaminya mbak Niken anaknya almarhum pak Danu dan almarhumah Bu Nana.


Sahrul tersenyum menyapa mahasiswa yang kini berada dihadapannya. Dan mulai memperkenalkan dirinya. Tak banyak basa-basi materi pun langsung disampaikan dengan lugas dan jelas.


Usai menyampaikan materi, dan memberikan tugas yang dititipkan oleh Pak Yongki selaku dosen pembimbing, Sahrul berlalu meninggalkan ruang kelas dan mulai diikuti oleh para mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang ingin segera keluar dari ruang kelas, mengingat pagi ini hanya ada satu mata pelajaran, sementara pelajaran berikutnya masih sekitar dua jam lagi,


Tapi tidak dengan Riko, karena Riko tampak masih syok, bahkan materi yang disampaikan oleh Sahrul tadi tak banyak yang bisa ditangkap olehnya lantaran pikirannya melalang buana entah kemana.


Andi yang melihat temannya masih terbengong menatap kearah pintu menjadi penasaran dan iku menolehkan kepalanya ke arah pintu, namun tak ada apapun dan siapapun disana.


" Riko, Rik,,"


" eh kamu ndi? kenapa? "


" kamu nggak almau keluar? "


" kemana? "


" ke taman kek apa kemana gitu, masa iya mau bengong terus "


" keluar? eh udah selesai ya kelasnya? "


" Ya Allah Riko, kamu ngapain aja sih tadi sampai nggak sadar kelas udah kelar dari tadi. Ngelamun apa coba, masa iya kamu kepincut sama pak Sahrul tadi "


" enak aja kalu ngomong, siapa juga yang kepincut. Lagian pak Sahrul tuh udah nikah "


" kalau belum nikah kamu mau? "


" ya nggak lah, masa terong sama terong, gila apa "


" hahaha, yaa kirain. Orang dari tadi bengong mulu gitu "


" kamu tak nggak kenapa? "


" nggak. emang kenapa? "


" Pak Sahrul itu suaminya mbak Niken. Dan asal kamu tau aja, yang daftarin aku kuliah disini itu yang pak Sahrul tadi"


" seriusan kamu? "

__ADS_1


" bener, makanya aku kaget banget pas liad pak Sahrul masuk tadi "


" kamu nggak tau kalau dia dosen ? "


" nggak."


" yaudah kuliah yang bener kalau gitu "


" pasti dong, nggak pengen aku ngecewain mereka-mereka semua yang udah bantuin aku sampai sejauh ini "


" melownya udahan, keluar yuk. Sumpek dikelas terus"


"yaudah ayo"


Tujuan mereka adalah kantin. Karena disana merupakan tempat yang nyaman buat hanya sekedar ngobrol. Tak lupa mereka juga memesan minuman biar tidak dikatakan hanya numpang duduk saja.


" Ndi, semalam aku udah tanya sama manager aku, katanya untuk sekarang belum ada lowongan "


" terus kamu tau nggak dimana aku bisa cari kerja? kalau aku nggak segera beli laptop, gimana aku cara ngerjain tugas-tugas kuliah nanti?" tanya Andi yang terlihat bingung.


" kamu pakai uang aku aja dulu, aku masih ada simpanan kok, nanti kalau kamu udah dapat kerja, kamu bisa bayar ke aku, gimana?"


"kamu mau minjemin aku uang?"


"ya kan biar kamu bisa segera beli laptop dan bisa ngerjain tugas-tugas kuliah, dan nggak perlu ke warnet"


"iya sih, tapi apa nggak apa-apa?"


"kita beli yang second aja gimana?"


"kenapa nggak yang baru?"


"emang uang kamu cukup buat beli yang baru?"


"ya ada lah, kalau nggak ada ngapain aku nawarin. Uangku banyak Ndi, jangan salah kamu. Ini uang aku ngumpulin dari jaman lulus SMA dulu, rencananya mau buat daftar kuliah, eh malah di bayarin sama mas oopss Pak Sahrul"


"boleh deh aku pinjam dulu uang kamu. Aku bakalan secepatnya nyari kerja"


"gitu dong, yuk cabut kalau gitu. Kita beli sekarang"


" makasih ya Rik, kamu baik banget sama aku, beruntung aku bisa temenan sama kamu "


"lebay ah"


"seriusan loh Rik aku ini"


"iya-iya, aku tau kok. Udah dari dulu aku baiknya"


"Yee, songong ni orang"

__ADS_1


hahahaha, mereka tertawa bersama dalam perjalan menuju parkiran kampus. Sebelum ke toko elektronik yang menjual hp dan laptop, Riko dan Andi mampir dulu ke sebuah mesin ATM untuk mengambil uang.


Kini tibalah mereka di toko yang menjual laptop, mereka mulai menanyakan harga dan bernegosiasi. Hingga mendapatkan barang yang sesuai dan harga yang mereka sepakati.


"Alhamdulillah akhirnya aku udah punya laptop, makasih ya Rik"


"iya, sama-sama"


"aku bakalan cepet cari kerja agar bisa cepat balikin uang kamu"


"kamu tenang saja, aku masih belum terlalu butuh uang itu"


"masa sih belum butuh uang? terus ngapain kamu kerja di dua tempat sekaligus kalau bukan buat cari uang?"


"kerja emang buat cari uang, tapi uangnya memang sengaja aku kumpulkan buat buka usaha kalau nanti aku udah lulus kuliah"


"weehb, mau jadi pengusaha nih ceritanya?"


"kenapa nggak? lagian kuliah kita kan emang jurusan bisnis, udah pasti nanti uajung-ujungnya juga kita terjun ke dunia perbisnisan dong"


"Weh jauh banget ya kamu mikirnya. Aku aja belum kepikiran nyampe sana"


"Riko gitu loh"


"iya deh yang calon pengusaha"


"aamiin"


Riko dan Andi kembali ke kampus untuk mengikuti matapelajaran selanjutnya. Setelah usai Riko mengantarkan Andi pulang kerumahnya. Namun disana nampak barang-barang dan juga kedua orang tuanya tengah duduk di depan rumah mereka.


Andi bergegas turun dari boncengan Riko dan berlari menghampiri orang tuanya.


"pak,buk, ada apa ini?"


"kita diusir dari kontrakan karena sudah tiga bulan nunggak" jawab ibunya Andi


" ya Allah kenapa ibu dan bapak tidak bilang sama Andi?" tanya Andi sambil meraup wajahnya dengan kasar.


"ibu dan bapak nggak mau sampai kamu kepikiran"


Riko yang melihat dan mendengar sendiri apa yang kini tengah terjadi pada keluarga temannya merasa iba.


"udah Ndi, lebih baik kamu cari kontrakan baru buat orang tua kamu. Sekarang kamu ikut aku yuk"


"kemana?"


"udah kamu ikut saja, pak, Bu, Andi saya bawa dulu, bapak sama ibu bisa tunggu disini sebentar? saya usahakan akan mencarikan tempat tinggal untuk bapak dan ibu juga Andi" pamit Riko kepada kedua orang tua Andi dan dijawab dengan anggukan dan terima kasih oleh kedua orang tua Andi. Sedang Andi kini mengikuti Riko, bahkan tak tau kemana Riko akan membawanya.


Dan ternyata Riko kini mengajak Andi menemui mbak Niken untuk meminta ijin agar mereka bisa tinggal bersamanya dirumah peternakan, karena disana Riko hanya sendirian, dan kalu boleh biar mereka juga sekalian bekerja dipeternakan juga.

__ADS_1


Niat baiknya disambut dengan baik pula oleh mbak Niken yang kini tengah mengandung buah cintanya bersama Sahrul sang suami.


Tak ingin membuat kedua orang tua Andi menunggu terlalu lama, Riko kembali menjemput mereka dengan menggunakan mobil pick up yang selama ini ia gunakan untuk mengantar pesanan-pesanan pelanggan.


__ADS_2