
Ke esok hari nya semua nya ngumpul di taman belakang dekat kolam renang yang ada di villa itu
" put mau sampai kapan kita di villa ini" tanya nala kesal
" sampai aku puas lah,... lagian kan kalian yang mau ke sini menemani aku, aku gak ada nyuruh kalian ikut aku ke sini kok " kata putry kesal
" ck ck iya deh iya, kami ke sini juga demi diri kamu putry ku" kata nala ikutan kesal
" aku gak ada minta di perhatiin juga" kesal putry
" kami itu niat baik nyusul kauu put" kata nala
" oh iyain aja lah" kata putry mulai bosan sama pertengkaran nya bersama sahabat nya itu
" tapi serius put, mau sampai kapan, anak anak juga jadi izin kelamaan " kata nala
" idiih bilang aja aku gangguin waktu berdua mu sama suami mu" sindir putry
" hehee itu juga, tapi anak anak juga penting, aku gak mau mereka kebanyakan ketinggalan pelajaran kayak gini" kata nala
" sorry, aku yang bodoh seperti ini gak ngerti sama urusan orang pintar" sindir putry lagi
" huff baik baik, kalau kamu mau lebih lama di sini ya sudah tapi yang jalas 3 hari lagi aku pulang sama boy dan anak anak,.. kamu terserah Nur, kalau fajar juga terserah mau ikut atau tinggal tapi yang jelas putra ku bawa pulang" kata nala
" aku ikut putry saja" kata fajar sambil memakan keripik di tangan nya
" hmm baiklah baiklah 3 hari lagi kita semua kembali ke rumah masing masing " kata putry pasrah
" gitu dong, gini kan enakk" kata nala
" ya kalau di pikir pikir, gaji ku bisa di potong sama si boss" kata putry santai sambil merebut keripik milik fajar
" heyy honey jangan sembarangan ngambil cemilan ku dongg" kata fajar kesal
" oh yaudah nih, gak jadi" kata putry pura pura ngambek
" pleasee deh honey jangan mulai lagi, yasudah kamu mau apa, keripik? cola? atau buah? " tanya fajar
" mau nya kamuu" kata putry manja di lengan fajar
" kumat deh si putry" kata nur jengkel
kriingg kriingg
terdengar suara dering dari ponsel Nur
" hallo, ada apa pak" tanya nur
" maaf Bu, ada 2 orang yang yang cariin ibu nurmala, kata nya nama nya pak anggara sama ibu anggretha" kata william
" tunggu siapa? " kata nur kaget
" pak anggara dan ibu anggretha" kata william lagi
" serius pak, tapi saya lagi di luar kota, gini saja bilang gini ke mereka ,..pergi ke alamat tempat tinggal anak nya, kami lagi mau jalan pulang jadi suruh tunggu di rumah anak nya, kalau ada yang di perlu kan tanya kan saja ke pelayan rumah itu" kata nur
" baiklah bu nurmala, maaf menggangu waktu ibu" kata william
" tidak tidak, saya yang seharusnya berterima kasih sama bapak, kalau begitu makasih ya pak william, selamat siang" kata nur
" iya selamat siang" kata pak william
lalu panggilan pun terputus
" kabar baik put" kata nur girang
" kenapa? " tanya putry penasaran
" mama anggrek sama papa angga cariin aku ke sekolah, aku sudah bilang datang ke rumah kalian" kata nur
" bagus ,ayo kita pulang, aku yang nyetir" kata putry dingin
" tidak, kamu gak boleh nyetir" kata fajar
" ku mohon" kata putry memohon
" tidak tidak, kamu lagi nekat, aku gak bakal mau kalau terjadi sesuatu" kata fajar
" iya put, jangan kamu dulu deh yang nyetir,.. Bahaya" kata nala
" mending laki laki aja yang nyetir" saran nur
mendengar semua tentangan mereka putry pun bangkit dan masuk kembali ke villa untuk ganti baju lalu turun mencari gillbert
" GILLBERT BERI KAN AKU KUNCI MOBIL MILIK PAPA, SEKARANG JUGA" teriak putry memenuhi seluruh ruangan di villa itu
" put put, jangan gitu lah" kata nala membujuk
namun putry tidak mau mendengar kan siapa pun, yang ada di pikiran nya cuman keberadaan kedua orang tua nya
lalu gillbert memberikan kunci mobil milik orang tua nya putry yang sengaja di tinggal di villa itu
tanpa basa basi putry langsung masuk ke mobil lalu langsung pergi secepat mungkin supaya sampai ke rumah
yang lain nya pun gak tinggal diam, nala, iksahan dan anak anak nya naik mobil milik mereka, lalu nala, boy, fajar dan anak anak naik mobil milik nala
mereka berusaha menyusul putry yang sudah entah sampai mana, mereka gak berani ngebut karna membawa anak anak
mereka cuman bisa berdoa biar putry sampai dengan selamat
" sudah biar aku saja yang nyetir" kata fajar gak sabaran
" tidak biar aku" kata nala juga gak sabaran
" sudah kalian cukup duduk manis, dan diam,.. urusan nyetir biar aku saja" kata boy kesal sambil tetap fokus ke jalanan di depan nya
" aduuh jalanan lagi rame gini, emosi putry lagi kacau, aku takut putry nekat nekatan di jalan" kata nala emosian
" sabar sayank ku, sebentar lagi juga kita sampai rumah, sudah daripada emosian kalian mending ntah ngapain dulu, tidur? atau main handphone kek, yang penting kalian tenang dulu" kata boy membujuk
setelah itu suasana menjadi hening nala tanpa sadar tertidur saat ia fokus sedang melihat jalanan, fajar terus berusaha menghubungi dan mengirim banyak pesan ke putry, sedang kan anak anak tertidur karna sudah jam tidur siang mereka
♥♥♥♥♥
✨Putry✨
Aku terus melaju secepat mungkin ke rumah
" semoga mama dan papa betulan selamat" kata ku bergumam
kriingg keingg..
ting ting..
suara dari handphone ku terus saja berbunyi, itu pasti fajar, kalau bukan fajar palingan nala atau nur
" aduhh jalanan lagi rame pula, rumah masih jauh mau 4 jaman sampai nya kalau kayak gini" kata ku lagi
kriingg kriingg
suara handphone ku terus saja berbunyi
" aduuh mereka ini " kata ku lalu berusaha menjangkau handphone ku di dalam tas
" ah akhir nya dapat" kata ku lalu melihat siapa yang nelfon
__ADS_1
aku melihat nama ' MY MOM ' , lalu aku pun langsung mengangkat
" hallo nak, kamu tenang lah jangan terburu buru, kami sudah di rumah mu" kata anggretha mama nya putry
" mama,.. hiks kalian gak apa apa kan" kata ku
" tenang lah anak mama pasti sangat cemas, mama sudah dengar dari pelayan tentang mu, jadi berhenti mencemaskan kami, kamu tau kan mama papa mu ini bukan orang biasa" kekeh anggretha
" maksud mama" kata ku binggung
" kami selamat, setelah pesawat kami jatuh papa mu langsung meminta bantuan untuk menjemput kami, jadi karna lebih dekat ke Jakarta maka nya kami memutus kan ke sini dulu, beberapa hari lagi baru kami akan kembali lagi ke medan" kata anggretha
" syukur lah ma, yaudah aku bisa lebih... Kyaaaaaa" kata putry terpotong karna tiba tiba ada motor belok mendadak, yang membuat putry kaget
tiiinn
lalu putry membelok kan mobil nya ke arah mobil yang lain nya
Brakk brakk
suara hantaman mobil mobil tersebut
" hallo nak, kamu kenapa, apa yang terjadi" tanya anggretha ketakutan
namun putry sudah terbujur kaku di dalam mobil nya,.. banyak darah yang keluar di kepala dan tangan nya, kepala nya sangat sakit
" makasih ma" cuman itu yang bisa putry bilang sebelum ia kehilangan kesadaran nya
banyak kerumunan yang melihat kecelakaan beruntun itu, motor yang sebelum nya pun ikut oleng, sekitar 3 mobil terlibat yang 1 di antara nya mobil putry
banyak yang mem video dan memfoto hasil kecelakaan itu, ada juga yang membantu korban kecelakaan itu termasuk putry
" Hallo nak, sayang kamu baik baik saja kan" teriak anggretha karna panik
"hallo anda orang tua dari korban pemilik handphone ini? " tanya seorang warga
" A.. apaa, anak saya baik baik saja kan, anda siapa " kata anggretha sangat panik
" saya warga sekitar sini, saat ini anak ibu terkena musibah, kami akan mengantar nya ke rumah sakit jadi ibu bisa datang" kata warga itu
" ba.. baikk Terima kasih siapa pun anda, tolong jagain anak saya sampai ada keluarga atau kenalan nya yang datang" kata anggretha
" baiklah, saya akan mengawasi korban sampai ada kenalan nya yang datang" kata warga itu
" Terima kasih pak, kami akan segera kesana" kata anggretha
lalu panggilan terputus
karena panik akhir nya anggretha memutus kan untuk menghubungi fajar
tutt tutt
" hallo mama gretha, mama baik baik saja kan, gimana dengan papa angga" tanya fajar setelah panggilan terhubung
" kami baik baik saja, hiks putry.. putry" kata anggretha terbata bata
"KENAPA DENGAN PUTRY" teriak fajar ketakutan yang membuat semua yang tertidur langsung bangun begitu juga dengan nala
" KENAPA PUTRY JAR? " tanya nala ikutan takut
" huff kalian sekarang ke rumah sakit, putry mengalami kecelakaan beruntun " kata anggretha sedih
" APA" teriak mereka semua bahkan anak anak pun kaget mendengar nya
" baiklah tante kami akan ke rumah sakit secepat nya " kata boy mencepat kan laju mobil nya
" iya tolong ya mama sama papa juga akan segera ke sana hiks" kata anggretha
" iya mama gretha sama papa angga tenang aja dulu" kata nala menenangkan
" iya nak, kalian cepat lah " kata anggretha
" yank kamu hubungi dulu si nur, biar mereka bisa nyusul juga" kata boy
" baiklah" kata nala lalu mengambil handphone nya dan menghubungi sahabat nya itu
tutt tutt
panggilan pun bersambung
" ya ada apa na" tanya nur
" ke rumah sakit... sekarang" kata nala to the point
" apa kenapa" tanya nur panik
" putry kecelakaan, kalian cepat lah nyusul, kami juga mau ke sana hiks" kata nala mulai menangis
" apa hiks hiks dasar, ini lah yang kita kawatir kan hiks" tangis nur
"sudah kalian pokok nya nyusul " kata nala
" baiklah" balas nur
lalu panggilan berakhir
boy terus menambah laju
sampai di rumah sakit fajar dan nala secepat mungkin berlari ke dalam
" apa kah di sini ada korban baru habis kecelakaan beruntun" tanya fajar panik
" atas nama siapa? " tanya perawat itu
" putry, putry amalda" kata fajar berusaha tenang
" pasian sedang ada di ruang ICU, pasian harus secepat nya di oprasi karna tulang tangan kiri nya patah karna benturan yang terlalu kuat, kepala nya juga perlu di jahit beberapa kali karena lumayan parah juga dia membutuh kan donor darah, namun stok darah nya di rumah sakit ini terbatas" kata perawat
" baik biar darah saya saja, darah saya sama sahabat saya sama" kata nur baru tiba setelah berlari sampai ngos ngosan
" baiklah kalian bisa ke ICU, dan bisa selesai kan administrasi nya dulu supaya bisa melakukan oprasi untuk tangan kiri pasien" kata perawat itu
" biar aku yang bayar" kata fajar mengambil kartu debit nya
" baik" kata perawat itu
setelah menyelesaikan pembayaran mereka memutus kan untuk melihat kondisi putry, nur sudah deluan di ajak seorang perawat untuk pendonoran darah
" hiks, put kok kamu jadi gini sih, kan sudah kami ingat kan, lagian kan kan masih ada yang lain untuk menggantikan mu menyetir, kenapa nekat banget sih hiks" kata nala menggenggam tangan putry
" putry, kamu sudah kesekian kali nya membuat kami semua menjadi panik dan khawatir seperti ini" kata nur baru datang setelah melakukan donor
"huff lebay banget kalian" kata putry lemah
" kamu sudah sadar honey" kata fajar mendekap kedua pipi putry
" jar,.. sa sakiit" kata putry lemah
"so sorry honey, aku gak sengaja" kata fajar
" jar" panggil putry lemah
" kenapa, mana yang sakit" tanya fajar khawatir
" ke kepala ku sakit, rasa nya kepala ku membesar" kata putry manja lalu meletakkan tangan fajar perlahan ke kepala nya yang masih belum di jahit
__ADS_1
" jangan honey, nanti darah nya makin banyak" kata fajar cemas lalu menarik tangan nya dari kepala putry
" hiks sakitt" kata putry lemah
" baru tau kamu apa yang nama nya sakit put hiks" kata nala gak bisa menahan air mata nya
" hehe, iya deh, oh ya kapan aku bisa keluar dari rumah sakit ini" kata putry pelan
" hhee sudah mau keluar aja kau, kepala mu masih di jahit tuh sama perawat ganteng, lalu sebentar lagi tangan mu mau kiri di oprasi " kata nur
" a apa, oprasi GAAKK hiks" teriak putry histeris
" put put, kamu tenang dulu" kata nala kaget
" GAKK AKU GAK BAKAL MAU DI OPRASi, a aku sudah sehat kok" kata putry memaksa kan tubuh nya untuk bergerak
" honey jangan gitu dong, ku mohon demi putra kita" kata fajar
perawat sudah menyuntikan obat penenang ke pada putry dan sekarang putry sudah lebih tenang
"ku mohon tidak" kata putry terbujur kaku
Brakk
suara pintu terbuka mendadak
" putry, anak ku, kamu ga apa apa" tanya mama nya putry
"kenapa gak ada kabari bunda" kata bunda nya nala
" putry ku, kamu ga apa apa kan" kata papa nya
" apa yang kamu rasa kan " tanya ayah nya nala
" mati rasa" kata putry pelan dan dingin
" kenapa kamu bilang gitu hmm" tanya mama nya putry
" mama aku gak mau di oprasi hiks" kata putry lemes
" nak lawan lah trauma mu itu" kata papa pelan
" hiks hiks ku mohon" kata putry
"trauma kenapa? " tanya fajar baru menyadari nya
"dulu waktu kecil putry pernah di oprasi karna kecelakaan bersama almarhum abang nya dulu" kata mama nya putry sedih
" putry punya abang, bukan nya dia anak tunggal? " tanya fajar dan boy
" punya, tapi sudah meninggal saat kami masih SMP dulu" kata nala murung
" kok bisa" tanya fajar dan boy serentak
" sama kayak sekarang yang aku alami" kata putry dingin
" hahh kecelakaan mobil? " tanya boy memastikan
" iya" kata nala singkat
" maka nya itu kalau oprasi atau melihat benda tajam yang ada di medis putry bakal kumat trauma nya" kata mama nya putry
" jadi gimana gak mungkin putry di biarkan begitu aja, tangan kiri nya patah jadi harus di op.." omongan fajar di sela oleh putry
" lebih baik tangan ku patah dari pada harus di oprasi, kalau kau gak mau punya istri cacat aku gapapa kita bisa batal kan pernikahan kita" kata putry dingin
" tidak tidak, put ku mohon jangan pernah bilang begitu " kata fajar murung
"ckck jangan pernah kau bilang, sudah lah kalian tolong tinggal kan aku dulu" kata putry lemah
mereka cuman diam lalu mulai keluar satu per satu, tinggal lah putra sendiri bersama putry
" putra sayang, kamu bisa keluar dulu, mama mau sendiri" kata putry lembut
putra langsung menghampiri putry dan menggengam tangan kanan putry
" tidak ma, putra akan selalu menjaga mama walau mama tidak mau putra jaga" kata putra
" huff dasar sifat mu sudah melebihi papa mu" kata putry sambil mengusap rambut putra pelan
" mama, mama mau di oprasi ya, putra mohon" mohon putra
sedang kan putry tidak menjawab nya keinginan putra nya itu
" ku mohon ma, kalau mama gak mau di oprasi nanti putra nganggap mama jahat, putra akan membenci mama, papa, bunda, opa, oma, kakek, nenek, adik adik, mama nur, pokok nya putra akan membenci kalian semua" kata putra mengancam
" huff, baiklah baiklah mama akan melakukan oprasi itu, setidak nya walau mama di tinggal papa mu, mama masih bisa mencari yang baru" canda putry
" hiks ga boleeeh" tagis putra
" iya iya, sudah kamu bilang sama mereka kalau mama mu ini sudah bersedia di operasi , biar mereka puas" kata putry
putra pun menuruti nya, ia keluar dari ruang ICU di mana semua keluarga nya sedang duduk diam tidak bergeming
" papa, kata mama, mama bersedia di operasi heheh" kata putra memeluk fajar yang tenggelam dalam lamunan
" apa kamu serius nak" kata nala
" iya bunda" kata putra imut
" anak baik gak boleh bohong loh" kata nala lagi
" serius bunda, kalau gak percaya tanya saja sendiri" kata putra
lalu nala dan nur langsung bergegas mesuk untuk mendengar nya langsung dari sahabat mereka
" Put kamu serius kan" kata nala girang
" iya" jawab putry singkat
" trauma mu? " tanya nur
" kan aku bakal di bius" kata putry santai
" tunggu kok respon mu biasa aja" tanya nala curiga
" hehee memang sahabat ku ini pintar dan sangat peka rupa nya" kekeh putry
" cerita kan sama kami sekarang juga" kata nur
" huff iya deh, aku sebenar nya sudah mengendalikan pobia ku, aku cuman pura pura, dari awal aku tau aku bakal di operasi jadi aku sudah menyiapkan hati untuk melakukan semua perawatan maupun itu dengan cara operasi, jadi kalian jangan panik lagi bilang saja sama yang lain aku terpaksa, aku cuman mau memberi tau kan ini ke kalian karena kalian itu sahabat ku, mengerti" kata putry tegas
" siapp nyonya Fajar" kata mereka memberi hormat
" fajar juga tidak boleh tau, aku mau melihat kecemasan nya" kata putry tersenyum licik
" heheh aku suka cara mu" kana nala juga tersenyum licik
" ga apa lah sesekali, biar mereka tau gimana itu cewek" kata nur pun ikut tersenyum licik
" ok baiklah, kalau gitu kalian keluar, kalian yakin kan mereka kalau aku sedang ketakutan untuk menjalani operasi ini bahkan kalau bisa kalian membujuk mereka supaya membatalkan operasi ini, kalau bisa kalian sampai nangis bahkan nangis darah sekalian jika di perlukan" kata putry sangat serius dengan ucapan nya
" hmm baiklah tapi operasi tetap berjalan, deal" kata nala
" deal" kata putry dan nur barengan
__ADS_1
Bersambung....
Maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir🙏🙏🙏