
Cahaya mulai mentari mulai mengganggu tidur putry namun ia enggan untuk bangun. bak seorang tuan putri ia melanjutkan bobo syantik nya yang penuh ileran nya di seluruh mulut dan pipi bahkan rambut panjang nya juga sampai terkena iler nya sendiri.
Oekk Oekk.
sang tuan putri itu pun kembali terganggu saat mendengar suara bayi yang menangis tak henti henti nya.
" Nalaa itu Alarm nya di matiin " kata putry mengganti posisi tidur nya menjadi tengkurap dan tepat saat mau membalik badan nya tanpa sadar tangan nya tak sengaja menampar tepat di hidung sang suami. dan memukul mukul nya seolah olah ia mematikan jam weker nya.
" Aduh mama ini hidung suami mu bukan jam weker dan suara itu juga bukan suara alarm tapi suara anak mu " keluh fajar menjauh kan tangan putry dari hidung nya.
Oekkk Oekk
Terdengar suara tangisan bayi yang masih tidak mau Berhenti..
" Aduh siapa saja matikan Alarm itu " kata putry kembali menggerakan tangan dan memukul dahi fajar dengan sangat kuat.
"Awch Ini kepala suami mu Honey.., Mama Bangun jangan jadi Kebo, anak mu nangis belum sarapan" kata fajar mulai mendudukan diri nya di kasur dan mengoyang goyang kan tubuh sang istri.
" aduh Nala itu kan anak anak mu, sana bikin sarapan untuk mereka,.. nanti malam deh aku bangun" ngigau putry lagi.
" Aduh kumat deh amnesia nya saat tidur gini" kata fajar geleng geleng kepala melihat posisi bobo syantik nya sang tuan Putri.
" Mama bangun, lihat mata Baby Pijar sama Baby puspa sudah sembab itu " kata fajar kembali berusaha dengan cara lembut.
" Siapa Pijar? siapa puspa? yang ku tau nama anak mu itu Stella, Vanessa, cindy, Winda sama bigel doang kok,.. kau melahirkan lagi ya mak lampir? " kata putry lagi
Bener bener deh putry, lupa sama anak yang sudah dilahirkan nya 2 bulan yang lalu.
Karna kesabaran sang suami yang kesulitan membangunkan istri kebo nya itu.
lalu fajar pun bangun duduk nya dan mengangkat putry ala bridal style ke kamar mandi lalu menurun kan nya perlahan di bak mandi.
putry bukan nya bangun malah melanjutkan ngigauan nya.
" huhu mas yudha aku kangen " kata putry.
sontak membuat fajar kesal melihat istri nya mengigau tentang mentan nya bukan nya suami nya sendiri
lalu fajar menghidupkan shower ke arah bawarna biru yang ada di tanda shower tersebut.
" Kyaaa Dinginnn Hu hu hu" kata putry langsung menggigil kedinginan.
" dah sadar honey? " kata fajar dingin
" Aduh Papa kenapa mama ada di kamar mandi dan kenapa Papa malah hidupin air dingin? " keluh putry
" hobo ingat kamu sama aku, bukan nya tadi bilang nya kangen sama mantan kamu itu? " tanya fajar dingin
" Papa bicara apa sih? " tanya putry
namun fajar yang sudah sangat cemburu di tambah melihat tubuh putry yang menggunakan baju tidur warna ungu bergambar teddy bear itu sudah basah total dan itu membuat lekuk tubuh putry terekspor.
Tanpa basa basi fajar pun mulai meyerang sang istri di kamar mandi dan ya kalian tau lah,.. bisa kalian pikirkan sendiri ya 😏.
Setelah selesai bergulat di kamar mandi mereka pun membersihkan badan dan langsung keluar dari kamar mandi tersebut.
mereka tidak melihat baby Pijar sama baby puspa di box nya.
" baby twin P mana? " kata putry
" mungkin karna nangis udah di bawa sama pembantu" kata fajar yang memerika pintu rupa nya tidak di kunci.
" Papa semalam ga kunci pintu? " kata putry
" ga, papa kira mama yang kunci" kata Fajar
" oh ya sudah deh mungkin mereka membawa twin P untuk minum susu formula " kata putry
" iya..,Btw ma. hari ini mama mau di mana? soal nya papa ada rapat dengan client di kantor" kata fajar yang sudah rapi menggunakan pakaian kerja nya
" ya sudah, antar kan aja mama ke rumah sakit, nanti sore papa jemput lagi ya,.. nanti biar anak anak ke rumah sakit bareng sama Nurmala aja" kata putry dan juga rapi memakai dress panjang tertutup berwarna Violet.
Sekarang putry sedang Menyiapkan keperluan baby twin nya untuk hari ini. ia menyiapkan kan banyak popok, kantong plastik, baju baju, minyak minyakan, bedak bedak an, dan lain sebagai nya.
Fajar pun membantu putry dengan memasukan kereta sorong si twin.
__ADS_1
mereka memasukan semua keperluan si kembar lalu ga berapa lama ada seorang pria mendekat, ia adalah pelayan di rumah Nala yang sengaja putry suruh untuk membawakan baby Car Seat..
" nyonya ini tempat dudukan bayi yang nyonya minta " kata pria itu.
" oh makasih pak, ya sudah bapak lanjut lagi gih ke pekerjaan nya" kata putry lembut
" iya nyonya permisi" kata pria itu langsung pergi.
" Papa pasangin ini di mobil ya, Papa antarin mama sama baby twin ke rumah sakit aja, biar anak anak ke sekolah nya di antar sama sopir aja ya" kata putry
" emang ga pa apa kalau di antar supir? " tanya fajar segan
" ga kok, dulu aja si kembar lima sering di antar jemput sama supir karna aku sama Nala kan sibuk bekerja " kata putry
" iya deh honey, panggil anak anak gih, " kata fajar lembut
" iya pa, kayak nya mereka masih sarapan di ruang makan" kata putry langsung melangkahkan kaki nya ke arah ruang makan di rumah nya itu.
" good Morning anak anak mama" kata putry lembut.
" bi Pijar sama Puspa sudah minum susu? sudah makan bubur bayi nya belum? " kata putry
" pagi pagi tadi den Pijar sama Non Puspa sudah minum susu formula nyonya, lalu mereka baru saja selesai makan bubur bayi di suapin sama bibi sama bi ijah " kata pembantu itu sopan
" oh bagus lah, maaf merepotin ya bi, ya sudah anak anak sudah selesai sarapan nya? " tanya putry
" sudah ma" sorak mereka
" ya sudah kalian berangkat sekolah sama sopir ya, mama sama papa ga bisa antarin soal nya papa mau meeting penting " kata putry
" iya mama ga apa kok " kata Stella maklum
" iya lagian kami dah lama ga di antar sama pak indra " kata bigel
" iya , ya sudah sana, pak indra nya sudah nunggu kalian.. bibi bantu bawa baby Pijar ke mobil ya" kata putry langsung menggendong baby Puspa yang baru selesai mengelap mulut berantakan bekas bubur bayi.
" iya nyonya" sahut pembantu itu langsung menggendong baby Pijar.
Mereka pun kembali ke halaman rumah di mana supir dan fajar sudah menunggu
" oh sini bi, biar saya duduk kan di baby car seat nya " kata fajar mengambil alih baby pijar.
putry berjalan ke pintu sebelah nya lalu membuka dan mendudukan baby puspa di baby car seat nya. lalu memasang sabuk pengaman nya.
" Mama, Papa " panggil ke enam anak anak itu
" iya " jawab putry dan fajar
" kami mau berangkat sekolah dulu ya " sorak mereke meyalim tangan papa dan mama nya
" iya nak, Abang sama kakak jaga adik adik nya, jangan berantam mulu, yang rajin belajar nya ya" kata putry sambil mengecup satu per satu dahi anak anak nya itu.
" iya mama, asalamualaikum ma, pa, bibi" kata mereka.
" Waalaikum salam" jawab putry, fajar dan beberapa pembantu di situ.
Anak anak itu memasuki mobil.
" pak indra nyetir nya hati hati, jangan ngebut ngebut ya pak" kata putry
" baik nyonya" balas indra sopan
lalu mobil itu pun berangkat menuju ke sekolah nya anak anak itu.
" ya sudah mama yuk kita juga berangkat nanti papa kesiangan " kata fajar
" iya Papa, yuk.. Twin P sudah aman? " tanya putry memastikan
" sudah mama " kata fajar membuka kan pintu penumpang di sebelah kursi pengemudi
putry pun masuk dan langsung memposisikan duduk senyaman mungkin.
lalu fajar pun masuk dan mulai menjalankan mobil nya.
tin tin..
__ADS_1
Mereka pun mulai meninggal kan rumah.
Sejam kemudian mereka Sampai di rumah sakit tempat semalam Nala selesai melakukan oprasi Cecar.
Fajar berhenti tepat di depan loby rumah sakit. lalu mengeluarkan kereta sorong si kembar. dan membuka nya.
lalu Baby pijar dan Baby puspa pun di masukan ke kereta sorong tersebut.
" ga apa kan kalau sampai loby? " tanya fajar sedikit cemas
" Gak kok pa, toh tinggal naik lift lalu jalan sebentar, ini juga no kamar nya udah di kasih sama nala " kata putry
" owh ya sudah, hati hati ya jangan ceroboh "v kata fajar
" iya my Hubby , ya sudah mana tas nya? " tanya putry. fajar pun mengambil tas yang berisikan perlengkapan si kembar. lalu memberikan nya ke putry
" ya sudah, Papa kerja gih, cari uang yang bayak biar enak mama ngabisin nya" canda putry
" iya mama, Papa pasti cari banyak uang untuk mama habisin, ya sudah papa pergi dulu ya, Assalamu'alaikum " kata fajar mengecup singkat puncak kepala putry yang memiliki rambut panjang dan lebat itu.
" Waalaikum salam Papa " kata putry mencium tangan suami nya
putry pun langsung berjalan masuk dan menuju kamar VVIP yang di kirim nala di Chat
saat menemukan ruangan nya tanpa basa basi putry membuka pintu kamar itu.
ceklek..
" AHHH MATAKU KU TERNODA " teriak putry lalu langsung menutup mata Baby pijar dan Baby puspa.
" Makanya kalau masuk itu ketuk dulu " ketus boy
" kok malah salahin aku, ya kalian kalau mau Ciuman itu pintu nya di kunci dulu, bersyukur lah aku yang memergoki kalian, gimana kalau dokter atau suster yang melihat pemandangan gila itu? dan juga gara gara ulah kalian mata anak anak ku yang jadi korban nya " kata putry ga berhenti mengoceh
" ok aku kalah kalau berdebat sama mu.. Puas,..ya sudah sayang aku berangkat bekerja dulu ya nanti yang ada aku malah ribut sama sahabat kesayangan mu itu" kesal boy tapi tetap berusaha lembut lalu mencium puncak kepala nala yang tertutup hijab warna biru laut.
" iya sayang,.. maklum aja lah sama si putry, kamu yang semangat kerja nya soal nya anak mu itu ada tujuh dan semua nya perlu makan" kata Nala dengan kecerewetan nya.
" iya sayang, do'ain pekerjaan suami mu ini tetap maju " kata boy
" aminn, ya sudah sana pergi" kata nala mencium tangan boy
" assalamu'alaikum " kata boy
" waalaikum salam " balas nala dan putry kompak.
lalu boy pun pergi dari ruangan itu.
" Baby Bima sama Baby Nanda mana? " tanya putry karna tidak melihat keberadaan anak baru nya itu.
" masih di ruang bayi, mungkin sebentar lagi di bawa ke sini" kata nala
" oh iya deh " putry lalu mendorong kereta bayi itu lalu menurun kan tas perlengkapan bayi nya di sofa
" wahh aku mau gendong puspa dong" kata nala
putry pun memberikan baby puspa ke dalam gendongan nala.
" duh duh Anak bunda gemez banget sih, puspa udah mamam " kata nala dengan suara gemes
" sudah bunda, Puspa sudah mimik susu sama mamam bubul bayyi " kata putry seolah olah menirukan suara sang anak.
lalu putry kembali ke kereta sorong dan menggendong pijar lalu duduk di blangkar tepat di samping Nala.
" put hidupin TV dong, drama india ku sebentar lagi mau tayang" pinta nala
putry pun membantu mengambil kan Rimote TV nya.
Nala pun langsung menghidupkan TV dan mencari saluran ke sukaan nya yaitu hanya di ANTV.
mereka pun asik menonton film India nya dengan obrolan di sela sela Acara
Bersambung.....
Maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir ke novel ini teman teman semua🙏🙏🙏
__ADS_1