
Tapi putry keburu pergi
" Nala, nur kalian bisa menemani putry, takut nya dia berulah dan bakal di bawa ke rumah sakit lagi" kata anggretha sangat mengenal putri nya itu
" siap mama" kata nala dan nur lalu langsung pergi menuju dapur
" putra juga ke dapur aja bantu mama kamu yang ceroboh itu" kata anggretha
" baiklah nenek" kata putra lalu langsung berlari ke dapur
" jangan lari lari putra " kata fajar menasehati namun putra sudah berlari cukup jauh
" oke sekarang tinggal kita bertujuh" kata anggretha mulai membuka pembicaraan
" kenapa retha? " tanya naura
" hmm, begini fajar, mama takut putry beneran sudah.. " belum selesai bicara fajar sudah menyela ucapan anggretha
" tidak mama gretha, aku yakin putry masih virgin, mama tidak perlu cemas" kata fajar serius
" iya tapi mama sedikit takut, hmm gimana kalau kita majuin aja tanggal pernihakan nya" saran anggretha
" apa tante tidak terlalu terburu buru" tanya ikshan
" tidak, lagian waktu 2 bulan sama 1 minggu sama sebenar nya saja, yang penting kalian tetap menikah, cepat atau lambat kalian tetap harus menikah,.. jangan biarkan putry kelamaan jomblo, apalagi sekarang umur nya sudah 26 tahun mau jalan ke usia 27 tahun... kamu tau nak kalau usia mengandung yang baik itu di bawah usia 30 tahun, kalau mengandung di usia 30 tahun ke atas kan kasian putry nya" kata anggretha menceramahi
" memang benar kata gretha, tapi 2 bulan lagi itu kan usia putry masih belum genap 27 tahun, kalau nala memang sudah 27 tahun usia nya sekarang, ehmm tapi masa kemamilan yang baik itu enak nya di bawah 30 tahun, jadi kalau bisa cepat ya bagus, lihat nala hamil di usia 20 tahun lancar lancar saja, soal nya usia juga terpengaruh ke kandung an nak fajar" kata naura juga ikutan
" dasar pemikiran emak emak" ejek faisal
" tapi jangan terlalu memaksa putry gretha, kamu tau putri kamu itu adalah orang yang paling keras kepala sedunia" kata anggara menasehati istri nya itu
" hmm, apa beda nya pa, lagian makin cepat makin bagus kan" kata anggretha
" yang mau menikah itu sebenar nya siapa ya? " tanya putry dingin,..
semua nya menjadi kaget dan langsung melihat ke arah putry yang berjalan mendekat
" sorry,.. aku cuman mengambil handphone ku di meja, kalian lanjut kan saja pembicaraan nya, tapi ingat satu hal... kehamilan itu aku yang bakal alami jadi itu keputusan ku ... mau aku ingin punya anak atau tidak itu urusan ku,.. kalau soal pernikahan ya terserah kalian saja.. udah ah aku mau lanjut masak bye" kata putry lalu pergi meninggal kan mereka semua
" oh tanda nya putry tidak masalah kalau pernikahan nya di percepat" kata anggretha senang
" emang mama mau kapan mereka menikah nya? " tanya angga
" ehmm minggu depan" kata anggretha
" HAHH putry mau nikah minggu depan? " kata nala kaget mendengar nya
" kamu ngapain di situ nala" tanya naura
" eh putry lupa bawain handphone aku sama punya nur juga heheh" kata nala lalu mengambil handphone milik nya dan milik nur di atas meja
" tapi mama serius, putry menikah minggu depan? " tanya nala memastikan
" ehmm kenapa memang nya" tanya anggretha
" mama..pertama..aku tebak putry belum minta cuti menikah..kedua tangan nya itu masih di gips, masa penganting tangan nya di gips lalu gimana pakai nya baju.. ketiga masih banyak yang belum di siap kan, mereka aja belum foto prewedd, belum milih cincin, belum beli semua nya deh,.. pokok nya kalau seminggu itu gak bakal terkejar" kata nala
" kalau soal cuti itu biar jadi tanggung jawab ku toh boss nya aja teman ku" kata fajar dan boy ikut menggangguk
" kata dokter tiko dan dokter kyky kan 5 hari lagi sudah bisa lepas gips asal tangan nya jangan terlalu di paksa bergerak" kata angga dan di angguki gretha
__ADS_1
" kalau soal kebutuhan pernikahan itu urusan kami" kata anggretha yakin
" jadi foto prewedd nya gimana, masa putry di foto tangan nya di gips be gitu" kata nala
" hmm yaudah 2 minggu gimana" kata naura menyarankan
" hmm baiklah 2 minggu" kata anggretha setuju
" ok kalau gitu nanti mama hubungi orang tua nya fajar suruh urus yang di Sana, biar kita urus yang di sini dulu, setelah mereka selesai membeli cincin, foto prewedd dan mengukur baju penganting nya baru kita kembali ke medan, hmm kira kira seminggu lagi kita kembali ke medan baru di susul sama mereka " kata angga
" hmm yaudah kalian mending pesan tiket nya dari jauh hari" saran ikshan
" gak perlu kalian bisa pakai jet pribadi aja biar cepat" kata angga
" jadi sudah beres kan, kalau gitu aku juga mau kembali ke dapur dulu" kata nala lalu meninggalkan ruang keluarga menuju ke dapur
" put,..2 minggu lagi kau sudah menikah" kata nala setelah sampai di dapur dan memberi kan handphone milik nurmala
" oh, gak jadi minggu depan? " tanya putry datar
" kalian bicarain apa sih, bukan nya putry 2 bulan lagi nikah nya" kata nur kebinggungan
" begini nur, tadi pas ke ruang keluarga aku dengar mereka bilang pernikahan putry dan fajar di percepat minggu depan, jadi aku bilang lah tangan putry masih di gips sama kalian belum foto prewedd dan lain nya jadi nya ya 2 minggu lagi deh semua sepakat nya" kata nala
" kamu sudah setuju put? " tanya nur yang khawatir
" hahh aku bisa apa nur, aku yang mau menikah tapi mereka yang kesibukan sampai sampai mereka takut aku kelamaan hamil,.. lagian kan itu pilihan ku aku yang mau atau gak, kan itu bakal aku yang ngalamin tapi sudah lah, mereka mau menpercepat kan pernikahan ku ini terserah mereka semua " kata putry pasrah sambil membersih kan ikan dengan tangan kanan nya dan di gulai nya ikan nya
" ya kan mereka menghawatir kan mu put, aku dengar hamil di umur yang sudah tua itu gak enak loh, lebih gampang kelelahan kata nya di banding hamil di usia muda,... tapi gak tau juga aku dulu karna sekali 5 jadi gak kebayang deh, tapi kamu gak tau, lagian umur kita sekarang sama kok" kata nala
" apa pula sama aku masih 26 tahun sedang kan kau sudah 27 tahun" kata putry ngelak
" sama aja toh nanti umur mu genap 27 tahun juga" kata nala kesal
" nih orang selalu bikin naik pitam aja" kata nur ikutan kesal
" sudah lah beda berapa bulan aja bangga,.. sudah inti cepat atau lambat kau akan tetap menjadi mama sungguhan " kata nala
" hmm iya , sebenar nya aku pun mau nya punya anak sendiri, anak yang aku kandung 9 bulan dan ku rawat sampai dia bisa jadi mandiri lalu pas besar dia akan membuat ku bangga,.. aku sudah membawangkan kehidupan itu di mana aku, fajar, putra dan anak kami nanti, bersama menjadi satu keluarga,.. tapi aku masih takut nala, bisa aja fajar kemba.. " belum selesai putry bicara nala sudah menyela nya
" aku dulu juga takut put,.. coba kamu jadi aku saat itu aku hamil tapi ayah dari anak yang ku kandung tidak menginginkan mereka,.. gimana sakit nya aku put, tapi apa sekarang aku malah sudah menikah dengan orang yang sama,.. orang yang dulu nya membentak ku, menyuruh ku menggugur kan anak kami, kamu sudah tau sendiri put gimana hidup ku selama ini,.. jadi kamu harus yakin, kalau memang mereka berulah lagi baru kamu bisa habisi " kata nala dingin
"hehe iya deh, makasih lah sudah menceramahi ku mak rempong" kata putry merangkul bahu nala menggunakan tangan kanan nya di mana nala sedang sibuk merebus sayur
" aku gak di peluk juga nih" kata nur mendekat
lalu putry merangkul bahu nur juga menggunakan tangan kiri nya yang di gips
" ehh put tangan mu bau amis huekk" kata nala mual
" ya aku kan habis bersihin ikan ya bau amis lah" kata putry kekeh
lalu nala secepat nya menyingkir kan tangan putry yang ada di bahu nya dengan kan nur berhati hati menurun kan tangan putry karna takut kenapa napa
" hahaha iya aku cuci tangan nih" kata putry sambil mencuci tangan nya dengan sabun cuci piring
" hahaha" mereka semua tertawa bahagia sedang kan anak anak dari tadi cuman duduk manis dan mendengar kan pembicaraan 3 sejoli itu
1 jam kemudian mereka bertiga akhir nya selesai memasak lalu mereka mulai menuang kan hasil masakan nya ke piring dan mangkok
" anak anak sini bantu kami mentata meja dan piring" kata nala
__ADS_1
" baikk" jawab mereka serentak
lalu mereka mulai menata meja, menaruh piring sendok dan gelas, sampai menyajikan makanan dan minuman yang sudah di buat Nala, putry, dan nurmala
" bagus kalian tata dengan rapi, kami mau mandi sebentar soal nya gerah, dan kalau sudah siap kalian panggil mereka semua untuk makan malam ya, kayak nya mereka masih di ruang keluarga" kata putry
lalu mereka bertiga pergi lalu pergi ke kamar utama milik nala dan boy saat ini karena kamar mandi yang luas itu cuman di kamar nala dan kamar anak anak,.. sedang kan untuk kamar putry masih di renovasi untuk pengantin baru, jadi selama kamar nya di renovasi putry akan tidur di kamar tamu untuk sementara selama kamar nya masih di renovasi
lalu mereka mulai mendi, nala dan nur berusaha membantu putry dengan tangan kiri nya
lalu setelah mandi mereka several memakai kembali baju mereka lalu turun ke ruang makan
sesampai di ruang makan ternyata semua orang sudah menunggu 3 sejoli itu
lalu mereka bertiga pun duduk di sebelah pasangan masing masing
" jadi putry, 2 minggu lagi kalian menikah" kata anggretha memberi tau
" aku sudah tau" kata putry datar
" oh benar kah,gimana pandapat mu nak" tanya anggretha lembut
" huff kan aku sudah bilang ma, aku terserah kalian saja kalau aku mengeluh pasti kalian memiliki 1001 alasan" kata putry cuek lalu mulai mengambil sendok untuk menuang kan nasi ke piring fajar dan putra lalu ke piring milik nya
" ok kalau gitu gimana pendapat mu, mama akan dengar kan dan menerima nya" kata anggretha pasrah
" oh ya" kata putry mengangkat sebelah alis nya lalu kembali menyendok kan lauk nya ke piring fajar dan putra
" mama yakin" kata putry lagi lalu menuang kan lauk ke piring nya sendiri
" iya jadi apa yang kamu ingin kan " kata anggretha lagi
" jangan memaksa ku itu saja,.. cepat atau lambat aku tetap ingin memiliki anak dengan fajar tapi jangan memaksa ku, kalau urusan kapan nikah nya ya terserah kalian" kata putry dengan dingin
" kami tidak pernah memaksa mu" bantah anggretha
" jadi yang tadi soal usia mengandung itu apa, kalau aku hamil di usia 40 tahun kan itu tergantung,.. tapi kalian memaksa ku,.. aku sih juga mau memiliki anak sendiri itu semua tergantung Allah mempercayai kami atau tidak, kalau Allah berkehendak lain gimana" kata putry mulai tidak bisa menahan emosi nya
" kalau itu sih lain cerita nya putry,.. OK OK yang jelas apa pun yang terjadi kamu tidak boleh kb " kata anggretha
" siapa juga yang mau kb " ketus putry
" sudah lah kalian ibu dan anak jangan kumat deh berdebat nya" kata angga
" haha iya juga ya, rupanya sifat keras kepala nya putry turun dari sifat mama nya hahah" kata naura tidak bisa menahan tertawa nya
" kamu juga sama bunda, bunda dan anak sama saja hahaha" kata faisal ikutan
" apaan sih yah" kata naura malu
" iya ayah nih gak bisa jaga mulut" kata nala juga malu
" jadi kapan kalian foto prewedd " tanya anggretha lagi
" mama bisa tanya ke dokter ku saja, jangan ke kami" kata putry kesal
" iya yah lupa mama kalau tangan putri mama ini masih besar hehe" kata anggretha cengengesan
mereka terus makan sambil mengobrol dan sesekali tertawa dengan gembira
Bersambung.....
__ADS_1
maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir🙏🙏🙏