
6 Minggu kemudian..
Tampak putry sedang berkemas yang di bantu oleh kedua sahabat nya.
" sekoper cukup memang nya untuk baju bayi nya? " kata Nur saat sudah selesai menutup koper besar yang berisikan baju bayi.
" segitu cukup kayak nya, kalau kurang kan bisa di beli lagi di sana " kata putry
" yakin kalian berangkat nya cuman ber dua saja? " tanya nala
" yakin kok nala, udah nanti kalian nyusul aja seperti rencana kita " kata putry
" iya deh, kalian hati hati loh" kata nala .
setelah mereka semua sudah siap membantu putry mengemasi barang untuk di bawa ke medan.
putry dan fajar pun langsung pergi dengan di antar oleh supir andalan nala yaitu Indra.
Setelah sampai bandara mereka pun langsung Chek in. lalu mereka berdua nunggu beberapa puluh menit untuk masuk ke pesawat untuk kelas ekonomi.
2-3 jam di udara akhir nya mereka sampai di bandara internasional Kualanamu.
saat selesai mengambil barang, mereka pun keluar dari bandara, nampak fajar mendorong troli dan putry yang memeluk tangan fajar.
ternyata mereka sudah di tunggu oleh kedua orang tua mereka, ada juga saudara mereka yang ikut menjemput mereka.
" aduh menantu kesayangan mami,.. mami kangen banget nak, gimana kabar kamu sama cucu mami? udah cek kelamin? " tanya Rahel yaitu mami nya fajar.
" aku sehat kok mi, ini cucu cucu mami juga sehat, mereka kembar pengantin.. hehe maaf mi lupa ngabarin mami " kata putry yang ga enak ke mami mertua nya itu.
" ya sudah... kalian mau ke rumah mami sama papi atau ke rumah mama sama papa kamu? " tanya Rahel.
putry pun binggung. ia melirik suami nya yang asik ngobrol sama tego yaitu papi mertua nya
" aduh mama nya di kacangin dari tadi" kata anggretha dengan muka merajuk.
" ga kok ma,.. huhu putry kangen sama mama " kata putry lalu beralih memeluk mama nya itu.
" sama papa ga kangen? " tanya anggara
" kangen kok sini " kata putry mengulur kan tangan kanan nya ke sang papa, lalu angga pun mendekat dan memeluk istri dan putri nya tercinta.
" udah pelukan nya, kasian cucu nenek " kata gretha sambil melepas pelukan nya.
" iya ma" jawab putry singkat
" moga lahiran nya lancar ya nak,.. oh iya putra mana? " tanya anggretha
" paling beberapa hari lagi sampai ma, putra ikut sama nala dan Nurmala aja, biar ga banyak absen nya. " kata putry
" ya sudah, jadi gimana? kalian mau ke rumah mama atau mami? " tanya Rahel
" yang paling dekat sama rumah sakit aja,biar kalau mau lahiran jadi ga terlalu lama di jalan" saran fajar
" ya sudah di rumah mama aja, dekat ama rumah sakit .. fasilitas nya juga lengkap " kata anggretha
" emang lahiran nya kapan nak? " tanya Rahel
" ehmm perkiraan dokter kandungan putry sih sekitar seminggu lagi tapi ga tau kadang mau dadakan mi, ntah apa itu pun ga tau putry yang pasti kami harus siap siaga " kata putry
" owh ya sudah kalau gitu kita tinggal sama putry aja gimana pi.. biar bisa jagain dan banyak yang ngawasin.. kami boleh numpang kan mama putry? " tanya Rahel
" papi setuju setuju aja mi" kata Tego
" boleh banget malah mami fajar,.. aku malah senang banyak yang mau jagain putry " kata anggretha
__ADS_1
" ya pasti dong, putry kan juga putri saya " kata Rahel
" ya sudah kita makan siang dulu yuk" ajak anggretha.
mereka pun makan siang di salah satu restoran yang ada di bandara itu.
mereka tampak memesan banyak sekali makanan. lalu anggretha dan Rahel pun duduk di sebelah kanan dan kiri putry sambil meletakan nampan.
" jar sana ambil itu masih ada di sana " kata Rahel dan fajar langsung menurut.
" Rhisky, boleh bantu adik Sepupu ipar nya juga,kasian itu nampan nya ada 2 ,itung itung nolong aunty." kata anggretha ke risky yaitu abang sepupu putry.
" ma kenapa si abang sepupu itu ikut juga? " tanya putry
" ya kan sekarang dia tinggal sama mama papa,.. tante mu nitip soal nya dia kerja di dekat rumah kita. dan tante sama om mu sibuk di kampung ngurus ikan. ya jadi sekarang risky tinggal sama kami, lagian semenjak kau pindah kami jadi kesepian, jadi ga apa apa lah " kata anggretha
nampak fajar dan risky datang sambil meletakan nampan ke atas meja.
" sudah, ini makan yang banyak" kata Rahel sambil membuka kertas minyak yang membungkus nasi itu lalu mengambil potongan ayam terbesar
" eh mami itu kebesaran " keluh putry.
" harus habis, ini juga sup nya " kata Rahel menuang kan kuah sup beserta isi nya.
" hmm" putry ber-dehem dengan muka murung.
" sudah nanti kalau itu habis janji deh boleh beli es krim " tawar fajar. sontak mata putry langsung berbinar.
" Lima" kata putry sambil mengangkat ke lima jari nya.
" No.. itu kebanyakan " kata fajar.
" hmm " putry kembali memasang muka murung andalan nya.
" makacih papa " kata putry lalu dengan semangat menghabis kan makanan yang ada di piring nya.
" nih anak kebiasaan suka makan manis" kata anggretha.
" lah emang mama ga suka " kata putry menaik naikan alis nya.
" ehm suka sih, tapi ga kayak kamu " kata anggretha
" owh ya?? dulu pas mama hamil emang mama ngidam apa? " tanya putry
" ngidam apa ya? " tampak anggretha sedang berfikir namun tetap mengunyah makanan di mulut nya.
" mama mu itu dulu ngidam nya segala makanan yang berbau manis, pokok nya kalau udah makan sayur muka nya langsung cemberut" goda angga
" iiih papa " kata anggretha kesal melihat suami nya yang membuka aib nya di depan besan nya.
" aduh mama sama aja rupa nya, tapi aku kadang ngidam yang asam juga kok bukan yang manis doang" kata putry
" oh ya? dulu pas mami mengandung fajar mami gila makan buah yang asam asam, kayak stoberi brastagi. mangga muda, belimbing, jeruk nipis, cermai yang masih ijo pokok nya yang asam asam lah, sampai papi kalian ngeri melihat mami kalau udah kumat ngidam nya" kata Rahel mengenang masa kehamilan nya dulu.
" oh ya, kayak nya mereka ga jauh beda sama kami, kalau mami dan mama mau tau, pas periksa wajah, si baby girl nya lebih mirip putry kalau baby boy nya lebih mirip papa nya, kalau ga percaya ini ada foto hasil USG nya" kata putry mengambil handphone nya dan membuka galeri. lalu menunjukan hasil USG itu.
" wah bener, heheh langsung ada putry junior sama fajar junior nih" goda Rahel
" ya dong mi..itu buat nya susah loh" kata fajar dengan bangga nya
" aduh si papa enak banget ngomong nya" kata putry antara kesal dan malu.
" sudah sudah... kalian sudah kan makan nya? " tanya anggretha
" es krim nya belum" kata putry menggembungkan pipi nya dengan mulut nya di maju kan.
__ADS_1
" jelek banget muka nya" ejek risky.
" apaan sih lo gak tau dan ga usah sok tau" kata putry.
" nih anak hoby banget ngajak berantam " kata risky memeberikan tatapan tajam
" siapa yang ngajak deluan? " kata putry tidak mau kalah dengan membalas omongan dan tatapan lebih tajam.
" udah terus kan aja pertengkaran kalian sampai maut memisahkan " kata anggretha kesal melihat keponakan dan anak nya yang suka sekali ber adu.. bukan cuman adu mulut bahkan mereka mau adu rambut(kepala), adu tatapan, bahkan sampai adu panco.
"ckk dia yang deluan ma" adu putry ke anggretha.
" gak sekalian adu panco kalian? biasa nya kalo kalian kumat saling ber adu? " kata anggretha bercanda namun di tanggapi serius
" ga deh, kasian lagi hamil, takut nya jadi lahiran pulak" kata risky dengan nada meremehkan
" itu bukan alasan, bilang aja lo takut " tantang putry.
" siapa bilang takut? kalau mau ayo sekarang? " kata risky meletakkan siku lengan kanan nya ke meja .
" siapa takut" balas putry lalu melakukan hal yang sama.
bereka berdua saling menggenggam tangan masing masing.
3...
2..
mereka memulai adu panco nya.. mereka berdua berusaha menjatuh kan tangan lawan.
mereka berusaha memberikan tenaga sebesar besar nya ke tangan lawan.
Sedang kan Fajar dan para orang tua yang melihat nya pun merinding. apa lagi putry yang sedang hamil tua. mereka mencoba mencegah nya namun nihil. putry sangat keras kepala.
brukk..
" aww tangan ku" kata risky yang akhir nya di kalah kan oleh kekuatan tangan putry.
" hahah aku menang" kata putry dengan bangga nya.
" idiih palingan kamu curang kayak biasa" ejek risky
" udah kalah ya Terima aja, ga usah banyak b*cott" kata putry
" ckk " kata risky cuman berdecih.
" sudah selesai kalian adu panco nya?padahal tadi mama cuman bercanda tapi kalian anggap serius" kata anggretha kesal.
" sudah honey, yuk pulang ke rumah mama, ini es krim nya sudah abang beliin, sesuai ke inginan mu Lima" kata fajar memberikan kantong kresek yang berisikan 5 bungkus es krim berbeda rasa
" kapan abang beli nya? " tanya putry.
" saat kalian sibuk adu panco" kata fajar
" owh ya sudah makacih ya papa " kata putry menirukan suara anak kecil.
" ya sudah yuk, hati hati jalan nya" kata fajar membantu putry dengan merangkul behu putry. sedang kan troli mereka di dorong oleh risky.
mereka pun pulang ke rumah kediaman anggara dan istri nya Anggretha.
putry dan fajar numpang di mobil mami Rahel dan papi tego sedang kan barang mereka di mobil Anggara.
Bersambung.....
Maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir ke novel ini teman teman semua🙏🙏🙏
__ADS_1