
Keesokan hari nya mereka terbangun cukup siangan.
karena masih hari minggu jadi mereka bebas mau bangun jam berapa.
Jam 9 akhirnya mereka kumpul di ruang makan di mana meja makan nya sudah penuh dengan makanan makanan
" siapa yang masak? " tanya nala
" kami nyonya" kata pelayan itu
" oh baiklah makasih ya bi" kata nala sambil tersenyum ramah
Mereka pun memulai sarapan nya sambil mengobrol untuk mengusir keheningan itu.
" na, jadi kalian nanti berapa hari di medan? " tanya putry
" rencana aku sama boy 3 minggu kita kan berangkat 2 minggu sebelum waktu nya lahiran, 1minggu lagi itu lah untuk acara 7 bulanan twin ku" kata nala
" owh kenapa gak bareng sama Nur aja, jadi kalian gak terlalu lama di medan " kata putry
" hmm sebenar nya memang bagusan begitu tapii aku mau bareng ama ku" kata nala manja
" aku ini bukan bunda mu " kata putry
" tapi kau sahabat aku" kata nala lagi
" saran ku ya na, mending kamu bareng sama Nur aja , kalian bisa naik jet pribadi punya ayah ayah punya papa ku juga boleh" kata putry
" hmm iya deh " kata nala pasrah
" iya jadi gini aja kalian berangkat nya 2-5 hari sebelum aku lahiran lalu setelah beberapa hari aku lahiran baru lah kau ngadain acara 7 bulanan nahh dengan begitu ga terlalu memakan waktu kalian, apa lagi kau rawan na, takut nya tiba tiba halangan dan bles akhirnya lahir di medan hehe " kata putry beralasan
" banyak kali alasan mu put, bilang aja kau mau berduaan sama fajar tanpa ada kami dan bahkan putra" kata nala
" ada Twin P kok " kata putry mengelus perut nya
" Twin P? " kata nala, Nur dan boy membeo
" hehe nama anak kami inisial nya dari P ,jadi kami berempat jadi Quadruple P " kata putry bangga
" yang inisial dari F ga ada? " goda boy ke sahabat nya itu
" hmm P sama F kan hampir mirip, Fajar atau Pajar sebenar nya kan sama aja" kata putry cuek
" iya lah sukak sukak mu aja" kata boy lagi
" ckk nada bicara nya ga usah gitu juga lah" kata putry kesal
" emang apa yang salah dengan nada bicara ku? " ketus boy
" sudah honey, gak usah berantam gitu" kata fajar
" aduh put, semua cowok kek nya kau maki lah, gak suami ku, gak bang mora, gak si coco Tiko,... pasti semua nya kau ajak berantam bukan cuman cowok, cewek pun juga loh, kami pun sering ko ajak berantam, ko itu sebenar nya lagi bosan kan maka nya ngajak berantam" kata nala menceramahi yang membuat emosi putry meningkat
" jadi maksud lo " kata putry sinis
" maksud gue lo itu suka cari masalah" sinis balik nala
" Coba bilang sekali lagi" kata putry dingin
" gue bilang kalau lo itu suka cari masalah" kata nala lebih dingin lagi
mereka berdua diam saling adu mata tanpa berkedip sedikit pun.
__ADS_1
suasana menjadi mencekam karena kedua sahabat itu bertengkar apa lagi di saat mereka kedua sedang hamil dan mood mereka sedang jelek
" gara gara kau boy" bisik fajar namun masih terdengar oleh nala
" maksud mu apa, jadi aku dan suami ku yang salah GITUUU" kata nala
" Astaga,... Fajar kau bawa putry sana, kau juga boy bawa nala " kata Nur menginstruksikan kepada para suami itu
" hmm Honey sudah ga usah marah marah honey,.. hmm mending kita jalan jalan yuk.. Nurmala kamu bisa tolong jagain putra?" bujuk fajar
" bisa kok jar udah sana kalian cari udara segar" kata Nur
" hmm Sayank kita masuk kamar aja yuk" kata boy menarik pelan tangan nala namun nala menepis nya
" heyy put, jangan karna kau itu sahabat ku jadi kau seenak nya memaki suami ku" becus nala
" heyy nala, kau pikir siapa duluan yang mancing mood ku " becus putry
" Dia ngomong gitu karna kau juga put" kata nala
" jangan buat aku palak na " kata putry
" kau pikir cuman kau aja yang palak haah? " balas nala
" put, na sudah sudah kalian ini sahabat kok gitu sih cuman karna masalah sepele" kata Nur seramah mungkin ,namun kata kata itu membuat emosi kedua bumil itu meningkat
" masalah sepele? " kata putry dan nala barengan dengan nada dingin.
" ups " kata Nur karna keceplosan membuat mood kedua sahabat nya itu meningkat
" kau enak bilang ini masalah sepele" kata nala geram
" kau gak ngerti gimana perasaan ku maka nya kau bilang itu sepele" kata putry
" jadi maksud mu kami ini yang salah " kata nala dan putry kembali menjawab dengan kompak.
" astafirullah,.. kalian ini kompak tapi malah gini, udah deh aku nyerah, sana urus istri kalian itu" kata Nur lalu melangkah ke kamar anak anak nya itu.
" gimana cara nya biar mereka baikan? " bisik fajar sepelan mungkin biar ga kedengaran lagi oleh nala atau pun putry
" ehmm ini juga salah ku sih ya sudah , gini aja aku ada ide,.. gimana kalau kita kurung mereka berdua di dalam satu kamar, kita kurung sampai mereka baikkan lagi " bisik boy dengan sangat pelan tapi masih bisa di dengar fajar.
" hmm boleh tapi gimana cara membawa mereka ke kamar? dan kita masukan nya ke kamar mana? " bisik fajar
" kamar tamu itu aja, kita tarik mereka masuk " bisik boy sambil menunjuk pintu kamar tamu yang di maksud.
Fajar dan boy pun mengangguk berbarengan.
Nala dan Putry masih tetap adu mata sama adu mulut.. lalu pas mereka masih betah bertengkar tiba tiba fajar dan boy menarik paksa mereka juga menarik pinggang mereka.
mereka berdua berhasil di paksa masuk ke kamar tamu yang lebih kecil dari kamar kamar lain nya di rumah itu.
mereka pun panik, mereka berteriak dan menggedor pintu
tok tok,..
" WOIII BUKA PINTU NYAA" teriak putry
tok tok
" GUE BILANG BUKAAA " teriak nala juga
namun kedua suami itu mengabaikan nya lalu memutus kan untuk pergi main PS.
__ADS_1
nala dan putry sudah menggila karna di kurung di kamar minim itu.
putry langsung membongkar laci dan lemari di setiap sudut sampai ke kamar mandi nya.
" kau cari apa sih put? " tanya nala geram melihat tingkah putry yang memberantakan kamar itu
" kunci cadangan nya mana? " ketus putry
" ya semua kunci kan kita gandakan semua untuk kita berdua, 1 paket kunci cadangan sama mu, 1 lagi sama ku, kalau yang punya ku ada di kamar, punya mu mana? " kata nala kembali dengan nada dingin nya
" apa,.. duhh punya ku ada di tas dan tas nya ada di ruang keluarga." kata putry lalu duduk di tempat tidur single itu.
karna capek berdiri nala pun duduk tepat si belakang putry.
" hahh..." mereka sama sama menghembuskan nafas
beberapa menit menjadi hening lalu...
" HAHAHA HAHAHA" mereka tertawa lalu saling memeluk.beberapa menit kemudian lalu mereka melepaskan pelukan itu
" aduh perut ku sampai sakit karna tertawa" kata nala sambil mengusap air mata nya karna terlalu bersemangat tertawa nya.
" haha iya sama perut ku juga nyeri duuh" kata putry mengelus perut nya seperti biasa.
" sudah cukup tertawa nya, sekarang gimana cara kita keluar? " tanya nala
" ehmm kek nya jendela nya ga di kunci deh, tunggu ku periksa" kata putry lalu berjalan ke arah jendela dan tepat seperti dugaan nya jendela itu tidak terkunci.
desain jendela di rumah itu sengaja di buat jerjak nya bisa di buka karna nala dan putry berfikir akan berguna kalau di situasi genting kek gitu.
Mereka pertama tama membuka bagian jerjak nya lalu membuka jendela itu.
mereka mengambil kursi lalu memanjat nya hati hati karna kondisi mereka yang berbadan tiga.
untung nya kamar itu ada di lantai 1 jadi mereka gampang untuk keluar.
setelah mereka keluar mereka mau kembali ke dalam dengan menggunakan pintu depan namun saat mereka melewati jendela ruang keluarga.
mereka melihat fajar dan boy yang sedang asik bermain PS
" owh kita di kurung sampai kalang kabut tapi mereka malah asik asik main PS kesayangan mereka itu" geram putry
" put kita harus kasih mereka pelajaran nih" kata nala
" ya aku na, dan otak ku lagi encer jadi kita kerjain aja mereka,...jadi di dekat sini ada rumah teman ku tapi kita harus naik angkot dulu, hmm di kantong ku ada uang 30 ribu jadi bisa lah,...lalu nanti kita suruh teman ku itu untuk menelepon ke nomor rumah bilang kalau kita itu lagi di culik, nah mereka pasti ga percaya lalu mereka memeriksa tapi kita dah pergi,...kita biar kan mereka kalang kabut 3-5 hari ini kalau kita dah puas baru kita suruh mereka jemput,..masalah biaya nanti kita pinjam aja sama temen ku,ga apa nya itu dia baik kok" kata putry menjelaskan rencana nya
" ya sudah aku ikut aja, yang penting kita bisa membalas mereka" geram nala
" ya sudah yuk ikut aku, oh ya jangan bawa handphone " kata putry memperingati
" handphone ku ada di kamar ku kok" kata nala dan di balas anggukan oleh putry
Mereka pun pertama tama berjalan ke luar komplek tidak lupa nyapa balik orang orang yang menyapa mereka.
mereka Menaiki angkot lalu turun didepan komplek yang lumayan elit.
mereka berjalan sampai ke rumah yang dimaksud
Bersambung.....
Maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir ke novel ini teman teman semua🙏🙏🙏
__ADS_1