
Putry beserta keluarga besar nya sedang makan siang bersama.
" nak kalian sudah memiliki nama untuk anak kalian? " tanya Rahel
" sudah mi" jawab putry
" oh ya? apa nama nya? " tanya Gretha kepo
" iiiiih mama kepo " kata putry sambil memegang perut nya yang kram.
" fajar jujur sama mama, apa nama tau fajar, fajar aja 7 bulan ga di kasih lihat hasil USG nya "kata fajar cemberut.
" aw,.. hey itu muka nya jelek banget" kata putry sambil mengelus ngelus perut nya yang semakin sakit.
" kenapa put" tanya mereka semua yang melihat wajah putry memucat.
" ga apa kok cuman kram biasa" kata putry masih memegang dan mengelus perut besar nya.
" yakin nak? " tanya angga
" kita ke rumah sakit aja yuk? " kata tego khawatir melihat menantu nya itu.
" tidak usah pi ini cuman kram bia... Ahhhhhh" kata putry lalu berteriak saat melihat rok nya ada noda merah kecolatan ..lalu noda merah nya itu makin lama makin lebar.
" KENAPA HONEY??? "tanya fajar Sangat panik melihat ada warna kecoklatan merah gitu di rok panjang yang putry gunakan.
" hiks hiks ini kenapa, kok warna nya gini hiks hiks, anak anak ku baik baik saja kan? " tanya putry sambil menangis
" kita ke rumah sakit sekarang" kata angga
fajar pun langsung membantu putry berjalan namun putry sudah sangat lemas.
" hiks abang sakit " kata putry terduduk di lantai
" udah kalian usahakan tenang, jangan panik sekarang bawa putry ke rumah sakit biar mami yang siapin baju nya, kita berdoa aja semoga ibu dan anak anak nya baik baik saja " Rahel
mereka pun langsung pergi. fajar menggendong putry ke mobil secepat nya. kepala putry di sandarkan di paha anggretaha yaitu mama nya. lalu fajar memangku kaki putry.
fajar tidak peduli sama baju nya yang sudah kotor.
angga pun mulai menyetir yang di samping nya ada sang besan yaitu tego.
" hiks mama maafin putry hiks" kata putry yang masih kesakitan
" sudah nak, mama selalu memaafkan semua kenakalan anak mama ini hmm kamu tenang dan berdoa sayang" kata anggretha menenangkan anak bungsu nya itu.
" aku takut ma hiks, aku belum membahagiakan mama sama papa hiks ,.. kalau aku kenapa napa dan menyusul bang Rifki hiks" kata putry
" Stt jangan ngomong yang aneh aneh " kata anggretha yang tidak bisa membendung air mata nya.
coba bayang kan saja ibu mana yang tidak sedih saat melihat anak nya ngomong seperti itu. di tambah ia sudah pernah kehilangan anak nya dan ia tidak mau kehilangan anak nya yang satu lagi itu.
angga yang mendengar nya pun juga mengeluarkan air mata.
" ngga kalau kamu ga fokus menyetir biar saya saja yang nyetir" kata tego
__ADS_1
" tidak ada waktu ini juga dah mau sampai" kata angga menghapus jejak air mata di sekitar kelopak mata nya
sedangkan fajar dari tadi sudah mengeluarkan air mata sampai mata nya sembam karna melihat istri nya yang kesakitan dan ketakutan.
" hiks abang sakit " kata putry mencoba meraih tangan suami nya.
" maaf kan abang hiks" cuman itu yang bisa fajar ucapkan.
" Kalau abang di suruh memilih antara putry dan anak anak kita, putry mohon pilih anak anak kita,.. yang kayak di sinetron sinetron itu biasa nya pemeran pria nya kan memilih istri nya di banding anak mereka , aku ga mau bang aku mau anak anak kita selamat ya. Aku mohon hiks... aku sudah menyiapkan kan nama yang menurut ku bagus hiks.. kalian mau tau kan tadi hiks nama baby yang cowok adalah PIJAR NAFARY AL-FATIH yang arti nya PIJAR itu Cahaya kalau NAFARY itu ke singkatan dari aNAk FAjar dan putRY kalau Al-fatih biar sama kayak abang putra nya hehe hiks hiks... lalu kalau baby yang cewek nama nya PUSPA NAFARY AL-MALDA
yang arti nya PUSPA itu salah satu nama bunga yang sangat indah, kalau NAFARY tadi dah tau kan, kalau AL-MALDA itu di ambil dari nama aku heheh... hiks sekarang kalian sudah tau kan nama nya,.. maaf kalau nama nya ga bagus bang heheh hiks" kata putry yang pipi nya sudah sangat basah.
" tidak honey... itu nama yang sangat bagus,.. PIJAR dan PUSPA adalah nama yang sangat indah, makasih honey sudah bersusah payah mencari kan nama sebagus itu untuk anak kita hiks" kata fajar.
Lalu mereka sudah sampai di rumah sakit. tego langsung memanggil suster. suster pun langsung membawa tempat tidur beroda. fajar langsung menggendong istri nya untuk berbaring di tempat tidur. lalu putry langsung di bawa ke ruang UGD
lalu dokter yang mengurus kandungan putry pun datang dan langsung memeriksa ke adaan putry dan janin nya. lalu langsung mendekat ke arah keluarga putry yang sedang duduk di luar ruang UGD itu.
" pak? kenapa ibu nya bisa jadi begini? nyonya putry mengalami pendarahan. maka nya air ketuban nya bisa begitu. sekarang nyonya harus di oprasi secepat nya sebelum salah satu dari mereka ga bisa di selamat kan" kata dokter itu yang membuat mereka semua syok.
" lakukan apa yang terbaik dok" kata angga sudah pasrah.
" baiklah kami akan mencoba menyelamat kan semua nya, tapi kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan anda harus memilih tuan, antara ibu atau salah satu dari anak nya? " tanya dokter itu
" Anak Anak kami harus selamat " kata fajar juga pasrah
" ya sudah bapak bisa bayar administrasi nya dulu baru oprasi nya bisa di mulai " kata salah satu suster.
" biar saya yang bayar" kata tego lalu tego mengikuti suster itu sedangkan dokter nya pergi untuk mengurus ruang oprasi untuk persalinan putry.
" gimana putry hah hah hah" kata Nur ngos ngosan.
Namun fajar masih diam dengan ekspresi datar.
" kenapa pada diam semua? " tanya Nur kebingungan
" Nurmala sini nak" panggil anggretha sambil menepuk nepuk kursi di kanan nya. dan Nur cuman menurut lalu duduk di sebelah anggretha
dan ga lama kemudian nala datang sambil berjalan dengan cepat tapi hati hati.
"NUR " panggil nala
saat nala mendekat.
"Nala sini duduk dengan mama " panggil anggretha menepuk nepuk bangku kosong di sebelah kiri nya dan nala juga menurut.
" ma gimana putry?" tanya nala setelah duduk
Anggretha tidak menjawab lalu suasana menjadi hening dengan suara insak tangis dari sang mama.
" mama kenapa? " tanya Nur memberanikan diri untuk bertanya.
" hiks hiks, makasih ya nak sudah sering membantu dan di repotkan putry hiks, mama mewakili putry meminta maaf sama kalian kalau putry pernah menyakiti hati kalian" kata anggretha dengan pipi basah nya.
" mama kok ngomong nya dramatis gitu? " kata nala
__ADS_1
" putry hiks hiks"
" MAMA PUTRY " panggil Rahel sambil membawa 1 koper berisikan baju putry dan baju bayi.
" maaf lama tadi di jalan tiba tiba ban mobil nya bocor jadi harus di tambal dulu maka nya memakan waktu cukup lama, gimana keadaan putry" kata Rahel
" putry hiks hiks" anggretha ga bisa berkata apa apa selain menangis dengan menyebutkan nama anak perempuan nya itu.
" putry kenapa ma? " tanya nala dan nur mulai panik
" Mami? " panggil tego yang baru datang setelah membayar administrasi nya.
" papi gimana keadaan menantu kita? fajar gimana istri kamu? " kata Rahel sangat panik karna tidak ada yang memberitahu gimana keadaan putry.
" tenang mi,.. putry mau di oprasi, soal nya air ketuban nya bercampur darah, kata dokter itu pendarahan dan dan dan... dapat membahayakan keselamatan janin nya" kata tego dengan wajah yang menunjukan kesedihan karena menantu kesayangan nya itu harus terkena musibah seperti itu.
" APAA!!!! " teriak nala, Nur dan Rahel
" jadi gimana ke adaan putry? " kata Rahel lagi
" putry harus di oprasi secepat nya" jawab tego lagi.
lalu pintu UGD terbuka dan nampak putry yang terbaring lemah di atas tempat tidur beroda itu,dan putry juga sudah di bius dan tidak sadar kan diri.
" gimana anak saya dok? " kata anggara
" Putry hiks hiks" tanggis anggretha kembali pecah
" Putry kami yakin kamu pasti bisa" kata nala lalu nala dan Nur mendekati putry.
" lakukan yang terbaik put, kami percaya sama mu" kata Nur dengan mata berkaca kaca
" hiks hiks put kami mohon coba lah bertahan put,.. Aku ga mau sahabat yang sudah bersama dengan Aku selama bertahun-tahun pergi begitu saja" kata nala
" hiks Iya put.. Kau jangan tega tinggalin aku , ingat masa kecil kita, kenangan kita put" kata Nur
" maaf nyonya nyonya tapi nyonya putry nya harus secepat nya di oprasi, kami akan melakukan yang terbaik nyonya" kata sang dokter yang akan bertanggung jawab dengan operasi persalinan putry.
nala dan Nur pun menjauh lalu fajar mendekat meraih tangan putry lalu mengecup nya
" aku percaya kamu bisa honey" kata fajar lalu mengecup puncuk kepala putry
" Pijar dan Puspa , papa mohon lindungi mama kalian yang keras kepala ini" bisik fajar di perut putry lalu mengecup nya.
fajar pun menjauh suster pun mulai mendorong tempat tidur beroda itu dengan di ikuti orang orang yang menyanyangi putry itu.
mereka membawa putry mesuk ke ruang oprasi dan menutup pintu nya. sedangkan mereka duduk sambil menunggu oprasi nya selesai
lampu ruang oprasi menunjukan warna merah.
Mereka yang ada di situ tidak berhenti berdoa dalam hari untuk keselamatan ibu dan anak anak itu.
Bersambung.....
Maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir ke novel ini teman teman semua🙏🙏🙏
__ADS_1