AnakKu Kembar 5

AnakKu Kembar 5
067


__ADS_3

Mereka sudah menunggu berjam jam tapi operasi nya belum juga selesai,Lalu..


" Oek Oekk" terdengar suara tangisan pertama dari anak putry yang sudah lahir yaitu tangisan milik Pijar adalah bayi laki laki nya putry dan fajar


" Allhamdulilah " ucap Rahel yang mendengar suara tangisan dari dalam ruang oprasi itu.


tampak suster keluar dari ruangan itu.


" gimana istri saya Sus? " tanya fajar


" ah istri anda masih baik baik Saja, anak laki laki anda sudah lahir tapi satu lagi belum, mohon maaf saya masih ada urusan sebentar tuan, permisi " kata suster itu lalu pergi dan ga berapa lama suster kembali lagi namun langsung masuk sambil membawa sebuah alat yang ga tau apa nama dan fungsi dari alat medis itu.


mereka tetap setia nunggu sampai hampir 5 jam lama nya... mereka ga tau apa yang terjadi di dalam sana. tapi mereka tetap berdoa dan berdoa lagi.


" Oekk Oekk Oekk"


Ga berapa lama akhir nya terdengar kembali suara tangisan bayi yang mereka yakini itu adalah bayi perempuan nya putry dan fajar.


Setelah beberapa menit seorang dokter perempuan yaitu dokter yang mengurus kandungan putry selama beberapa bulan ini pun keluar sambil menggendong kedua bayi yang sudah di bersihkan dan sudah di bedong .


" Selamat bapak ibu, anak kembar nya sudah lahir. sudah saya bersihkan. dan sudah di timbang juga. ini kakak nya yang laki laki lahir dengan sehat dengan berat 3,2kg dengan panjang 50 cm, lalu dedek yang perempuan ini juga alhamdulillah sehat dengan berat 3,5 kg dan panjang 53 cm" kata dokter itu yang sedang menggendong bayi itu di tangan kanan dan kiri nya sekaligus.


" boleh saya gendong? " tanya Nur antusias


" boleh..ini nyonya " kata dokter itu memberikan baby Puspa ke Nur


" saya juga mau menggendong cucu pertama saya " kata anggretha dengan berusaha tersenyum


" iya nyonya ini bayi laki laki nya yang pertama lahir" kata dokter itu menyerahkan baby Pijar di gendongan anggretha secara hati hati


" keadaan istri saya gimana dok? " tanya fajar tanpa sedikit pun melihat wajah anak nya terlebih dahulu.


" tetap lah berdoa pak untuk keselamatan ibu nya,..ibu nya saat ini masih berusaha bertahan dan dokter juga sedang mencoba menyelamat sang ibu " kata dokter itu dengan wajah prustasi.


" baik makasih dok" kata tego dan dokter itu mengangguk.


" baiklah tuan dan nyonya saya mau masuk lagi melihat kondisi ibu nya... nanti akan ada suster untuk membawa bayi nya ke ruang bayi nyonya.. saya permisi " kata dokter itu kembali masuk.


" Nama nya siapa? " tanya Nur sambil menciumi pelan pipi baby Puspa


" yang boy's nama nya Pijar Nafary Al-fatih.. kalau yang girl's nama nya Puspa Nafary Al-Malda " kata anggretha


" ehh siapa yang memberikan nama itu, bagus sekali" kata nala berbinar


" putry sendiri yang memberi kan nama itu" kata anggretha kembali tertunduk dan memperhatikan wajah bayi laki laki yang ada di gendongan nya.


" putra mau lihat adik nya? " tanya Nur


" iya Mauu" kata putra langsung berjalan cepat ke arah Nur yang masih berdiri.


Nur pun duduk kembali di samping nala supaya putra dan anak anak yang lain bisa melihat adik baru nya.


" ini baby Puspa, duh gemes nya mirip sama mama nya ya nak,.. kenalin sayang aku tuh mami kamu lalu yang cerewet di samping mami ini adalah bunda kamu lalu ini abang kamu nama nya Abang Putra.. lalu kakak kakak nya,.. kalian harus sayang sama baby Puspa sama baby Pijar nya" kata Nur


Anak anak itu sangat antusias melihat adik baru mereka


nampak Stella ,vanessa dan bigel bersama anggretha untuk melihat baby Pijar uang di gendong sang nenek.


" bunda itu baby nya udah tua ya? kok keriput gitu? " tanya bigel


" hahaah bukan sayang, kan baby nya baru lahir nanti setelah beberapa hari baby nya jadi cantik dan ganteng kok" kata nala yang fokus mencoel hidung dan pipi Puspa


" Maaf tuan nyonya,.. tapi anak bayi harus di bawa " kata seorang suster yang baru datang sambil mendorong tempat tidur bayi.


" owh baiklah Sus " Nur pun berdiri mendekat ke arah tempat tidur lalu menidurkan baby Puspa secara hati hati

__ADS_1


anggretha pun berdiri dan menidurkan baby Pijar tepat di sebelah adik nya Puspa.


" kami permisi tuan nyonya" kata suster itu langsung mendorong tempat tidur bayi atau box bayi atau apalah nama nya (author itu anak bungsu jadi ga mengerti soal begituan karna ga pernah punya adik sendiri🤧🙏)


" fajar kamu tenang lah, putry pasti bisa bertahan" kata anggretha mencoba tegar menerima nasib.


" aku ga bisa tenang ma, istri ku lagi berjuang hidup dan mati tapi aku malah tenang tenang aja, Gakk ma hiks" terdengar insak tangis saat anggretha memeluk menantu nya itu.


anggretha mencoba menenangkan menantu laki laki nya itu dengan cara menepuk nepuk punggung sang menantu.


" Mama tau gimana perasaan kamu, apalagi mama itu seorang ibu, mama pernah kehilangan 1 anak, jadi kamu pikir mama rela kelihangan 1 lagi hmm? " kata anggretha kembali dengan mata berkaca kaca


" Hiks kenapa ini semua terjadi? hiks kenapa istri ku bisa pendarahan seperti itu hiks hiks? kenapa istri ku harus menderita seperti ini hiks" kata fajar


" sudah sekarang kita cuman bisa pasrah kan ini semua kepada Allah SWT. " kata Rahel memegang bahu anak laki laki nya itu.


lalu nampak pintu kembali di buka tapi sekarang lebih lebar. para suster mendorong tempat tidur yang di sana putry masih belum sadar kan diri.


" gimana istri saya dok? "


" gimana sahabat saya? "


" gimana keadaan anak saya? "


" gimana keadaan menantu saya? "


mereka tampak panik menanyakan ke adaan putry.


kedua dokter itu tersenyum lega.


" Alhamdulillah ini semua berkat doa doa yang di Terima nyonya putry" kata sang dokter yang bertanggung jawab dengan operasi yang di jalani putry


" iya nyonya putry sudah tidak kritis tapi karna obat bius ibu nya baru bisa sadar sekitar 2 sampai 3 jam lagi,.. sekarang nyonya harus di pindah kan ke kamar rawat inap" kata dokter itu


" baik dok baik,.. Terima kasih banyak dok Terima kasih" kat angga yang akhir nya mengeluarkan air mata haru nya melihat perjuangan sang anak.


" baiklah mari ke kamar ibu nya " kata dokter itu


Mereka semua mengikuti kedua dokter itu sampai ke sebuah kamar VVIP yang sudah di sterilkan.


mereka melihat putry yang sedang di infus oleh salah satu suster dan suster yang lain nya memeriksa keadaan putry.


setelah suster itu selesai memeriksa keadaan putry dan selesai menyuntikkan sesuatu ke putry mereka pun langsung pamit bersama kedua dokter itu.


" baiklah semua baik baik saja, kami permisi dulu" kata dokter


" Terima kasih dok" ujar mereka dan di balas senyuman dan anggukan oleh sang dokter


Fajar langsung mendekat ke arah brangkas milik putry. lalu meraih tangan putry dan menciumi puncuk kepala putry


" makasih honey kamu sudah berjuang " bisik fajar.


2 jam lebih kemudian...


Semua orang sudah ketiduran karna kecapekan menunggu. mereka semua tertidur dengan posisi duduk, sedangkan anak anak tidur di pangkuan orangtua mereka. sedangkan fajar setia duduk di kursi tepat di samping putry.


fajar juga ketiduran karna kecapekan.


nampak putry membuka mata nya dan mencoba mengumpulkan nyawa nya. saat penglihatan nya sudah jelas ia melihat plafon kamar rumah sakit yang berwarna putih itu.


putry mencoba menggeser kepala nya untuk melihat keadaan sekitar. ia melihat keluarga dan sahabat nya sudah ngumpul dan tertidur di kursi, sofa dan ada yang tertidur di blangkar 1 lagi tepat di samping blangkar putry.


putry tampak kebingungan lalu mencoba merapa perut nya. saat ia merasakan perut nya yang datar ia pun langsung membelalakan mata nya.


"KYAAaa..ABANG BAGUN, DiMANA PIJAR SAMA PUSPA " teriak putry yang mengaget kan 1 ruangan itu.

__ADS_1


" kenapa sih put? " kata nala kesal karna sahabat nya itu menggangu Bobo Syantik nya


" huaa Anak ku mana hiks, kan dah ku bilang sama abang untuk menyelamat kan pijar sama puspa hiks " kata putry menggila


" honey tenang lah, baby pijar sama baby puspa sehat kok, mereka lahir dengan selamat,.. makasih honey sudah mau bertahan dan melahirkan anak anak kita" kata fajar sambil memeluk putry yang mulai tenang.


" hiks hiks Syukur lah " ucap putry haru


" maka nya jangan langsung kesetanan kau" kata nala masih kesal


" Abang aku mau melihat Baby Pijar sama Baby Puspa " pinta putry


" ya sudah biar aku minta ke suster nya, mas ikhsan jaga anak anak ya" kata Nur bangkit dari duduk dan memindahkan kepala ocha yang masih nyenyak dalam tidur nya secara perlahan di pindah kan ke paha suami nya.


setelah beberapa menit akhir nya Nur datang bersama suster yang mendorong box bayi dan nampak dua orang dokter sedang mengikuti mereka.


" Hallo, gimana perasaan ibu saat ini? "tanya dokter dengan senyuman ramah nya


" masih pusing sedikit dok" kata putry


" okey di periksa sebentar ya nyonya" kata dokter satu lagi


setelah dokter selesai memeriksa kondisi putry.


" allhamdulilah, ibu sudah tidak apa apa" kata dokter


" kalau semua nya tetap baik insyaallah seminggu lagi ibu dan baby baby nya sudah boleh pulang" kata dokter yang satu lagi


" baik makasih dok" kata putry senang


" dok apa kah menantu saya sudah boleh menyusui" tanya Rahel


" sudah nyonya tapi masih belum terlalu lancar, nyonya putry mau langsung menyusui anak nya? " tanya dokter dan putry mengangguk bahagia


" ya sudah tunggu mami ambil kan kain gendong nya " kata Rahel lalu membuka koper dan mengambil kain batik yang bisa nya di gunakan untuk menggendong anak.


setelah mengambil kain itu Rahel membantu putry memakai nya untuk menutupi bagian atas putry.


" ya sudah ini baby Pijar nya dulu ya nak" kata anggretha menggendong Pijar lalu menyerahkan nya ke putry.


" aduh anak laki laki mama ganteng banget sih " kata putry gemas mnciumin wajah Pijar.


" ya dong siapa dulu papa nya" kata fajar yang mengintip Pijar yang sedang menyusui bersama sang mama.


setelah Pijar puas menyusui giliran Puspa yang akan menyusui.


" ya sudah ini. sekarang papa nya yang gendong Pijar nya, mana Puspa? " tanya putry


anggretha pun mengambil Puspa yang masih anteng di box bayi. sedangkan Rahel masih membantu menantu nya menutupi bagian atas putry dengan kain batik itu.


" Nak kamu belum azanin mereka loh? " kata Rahel


"WHATT abang azanin sekarang tuh baby Pijar dulu" kata putry yang jiwa emak emak nya mulai bangkit.


" iya mama iya" kata fajar yang masih fokus menggendong baby Pijar dengan hati hati.


fajar pun mulai mengazanin baby Pijar


setelah selesai berganti ke Baby Puspa.


Setelah selesai mengazanin kedua nya suster pun kembali membawa Pijar dan Puspa ke ruang para bayi.


Bersambung.....


Maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir ke novel ini teman teman semua🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2