
2 Bulan Kemudian..
"Papa semua nya sudah di masukan ke mobil? " tanya putry sambil memakai kan popok ke Pijar sedangkan puspa sedang bersama Kedua mertua nya.
" Sudah Ma" kata fajar lalu berbaring tepat di samping Pijar yang sedang di pakai kan popok
" ya sudah ini setelah Pijar ganti baju kita langsung berangkat ke bandara,..Soal nya hari ini Putra ulang tahun,kalau kita ga pulang yang ada dia sakit hati " kata putry fokus membedakin tubuh Pijar.
" Iya, papa juga baru ingat semalam itu pun dari Mama" kata fajar sambil mendekatkan wajah nya ke Pijar lalu mengecup pipi sang anak
" ya Mama juga kaget, tiba tiba ada notifikasi pengingat tanggal,.. papa kan tau mama itu suka lupa maka nya kalau tanggal ulang tahun itu udah mama buat dari jauh jauh hari supaya kalau lupa jadi ingat " kata putry
" jadi kalau ulang tahun papa mama lupa gak? " tanya fajar
" heheh insyaallah lupa pa" kata putry setelah selesai memakai kan baju ke anak nya yang baru berusia 2 bulan itu.
" kok gitu sih, mama jahat banget ya kan nak" kata fajar gak henti nya mengecup anak ke dua nya itu
" sudah sudah,... yuk kita berangkat, jet pribadi papi dah siap belum? " tanya putry
" kata papi sih sudah mama sayang" kata fajar
Tok tok..
tiba tiba saat mereka masih mengobrol. terdengar suara ketokan pintu.
Ceklek
Nampak Rahel datang sambil membawa puspa dengan kain gendong bermotif batik itu.
" nak itu ada angel di ruang tamu, kata nya lagi nyariin kalian mau nitip sesuatu" kata rahel sambil menimang nimang puspa yang asik di gendong
" ehh ya sudah mi, ini juga kami mau langsung berangkat " kata putry sambil memakai Gendongan Baby Cerrier Bewarna Biru lalu memasukan Pijar ke dalam nya.
" ini, papa bawa Puspa ya " kata putry memberikan gendongan baby carrier Bewarna Violet. lalu membantu fajar memakai nya
" sini puspa mi " kata fajar.
Rahel pun mengangkat puspa dari kain gendongan nya lalu menyerahkan nya ke papa kandung nya.
Nampak puspa tertawa gemas di dalam gendongan baby Carrier itu. apa lagi puspa sangat nyaman dalam dekapan sang Papa
" yuk turun,.. nih bawa tas untuk perlengkapan bayi nya " kata putry memberikan tas tenteng ke fajar. fajar pun menerima nya dan membawa itu ke bawah.
Mereka turun ke ruang tamu dan melihat angel sedang asik mengobrol dengan papi nya fajar.
" Hay angel,.. ada apa? " tanya putry duduk di sebelah angel sambil memangku Pijar.
" ah iya wah udah tambah besar ya,.. maaf ga bisa berkunjung 2 bulan ini, oh ya hari ini kan Putra ulang tahun aku boleh nitip ini gak? ini untuk hadiah ulang tahun nya Putra dari aku,.. ehm karna kan aku ga pernah kasih kado ulang tahun sama Putra palingan cuman hadiah hadiah biasa dulu saat dia ga tau aku itu ibu kandung nya" kata angel panjang lebar sambil memberikan sebuah paper bag bewarna merah yang berukuran besar
" iya nanti ku kasih, kebetulan ini juga kami sudah mau pulang ke Jakarta karna ingat hari ini ulang tahun Putra biar sekalian di suprise " kata putry sambil menepuk nepuk punggung Pijar supaya sang anak nyaman
"oh bagus lah aku kasih sekarang, kalau ga kalian pasti keduluan pulang,.. ya sudah itu saja yang mau aku beri... oh ya sampai lupa bilang selamat... Selamat ya untuk kelahiran anak kembar mu.. duh ganteng nya siapa nama nya " tanya angel mencoel pipi Pijar dengan jari telunjuk dan nampak Pijar yang tertawa sambil menggenggam jari telunjuk angel.. duh Gemezz
" Nama Aku Pijar Nafary Al-Fatih ,Aunty " kata putry menirukan suara anak kecil, mendengar nama belakang nya nampak ekspresi angel murung lalu angel mencoba mengembalikan ekspresi nya kembali
" Al-Fatih? mirip nama belakang Putra? " kata angel
" hehe iya itu di ambil dari nama sang papa dan nama sang abang " kata putry
" oh kalau yang cantik itu siapa?" kata angel sambil menunjuk ke puspa yang anteng di pelukan fajar.
" kalau itu adik aku aunty,.. Nama nya Puspa Nafary Al-Malda " kata putry kembali menirukan suara seolah olah Pijar yang ngomong.
" Nafary itu apa? " tanya angel penasaran
"Aunty mau tau? Nafary itu singkatan dari aNAk nya FAjar dan putRY Aunty" jelas putry lagi dengan suara cempreng nya
" wah nama nya bagus banget, hmm,.. kalau arti puspa sama Pijar itu apa sih put? soal nya aku tuh ga pantai nyari nama maka nya nama Putra itu fajar yang buat " kata angel sendu
" ehm Pijar itu arti nya Cahaya maksud nya supaya dia menjadi cahaya penerang kami..kalau puspa itu arti nya Bunga supaya di keluarga kami bisa indah seperti bunga " kata putry.
ya sebenar dari tadi putry sengaja menyindir angel secara halus, ya putry masih takut aja kalau tiba tiba angel mau merebut suami nya lagi.
__ADS_1
"wah kau pintar banget buat nama nya? emang dapat dari mana? internet? " kata angel
" heheh iya dan tidak, aku memang beberapa kali mencari di internet namun ga ada yang menarik,.. jadi aku berfikir kan laki laki itu seperti cahaya nah dari situ aku nyari nama lain cahaya,. dapat lah Pijar dan menurut ku bagus, lalu aku pengen yang perempuan juga berawalan dari P biar sama kayak kembaran nya dan aku ingat Puspa itu arti nya bunga nah ya sudah akhirnya nama mereka jadi Pijar dan Puspa, Twin nya papa fajar dan mama putry ya kan nak" kata putry panjang lebar yang di akhiri kecupan di pipi Pijar
" owh begitu,.. hehe aku harus belajar dari mu put" kata angel
" haha bisa aja aku cuman mau mencari nama terbaik untuk anak anak ku ngel " kata putry teduh
" iya aku ngerti ya sudah aku pamit ya, ada janji sama temen " kata angel bangun dari duduk nya.
" dadah Pijar, dadah Puspa Aunty mau pulang dulu ya, nanti kalau aunty atau kalian ke sini jangan lupa ketemuan " kata angel
" insya Allah angel" kata putry lalu angel dan putry saling salam pipi.
" oh ya di dalam paper bag itu ada juga untuk Pijar atau puspa maaf cuman 1 soal nya aku gak tau anak kalian kembar" kata angel ga enak
" it's oK makasih Aunty " kata putry mengerak gerakan tangan Pijar seolah melambai.
" ya sudah kalian hati hati juga ya, semoga selamat sampai tujuan, ingat bilang sama putra aku menyayangi nya" kata angel lalu menginjak pedal gas.
setelah mereka melihat mobil itu menghilang.
" ya sudah kita juga berangkat yuk" kata putry
" Silahkan tuan nyonya mobil nya sudah siap" kata supir keluarga Tego
" yakin ga mau kami antar? " tanya rahel
" iya untuk mastiin kalian masuk pesawat? " kata tego
" tidak usah mami papi,.. mami sama papi nanti kecapekan udah istirahat aja mumpung akhir pekan " kata putry menggoda mertua nya
" ah kamu bisa aja nak" kata tego sambil tertawa kecil
" ya bisa dong pi, ya sudah kami pamit, salim nak" kata putry menyalim kedua tangan mertua nya lalu menuntun tangan Pijar supaya menyalim tangan rahel dan tego
" fajar pergi ya mi, pi Assalamu'alaikum " kata fajar menyalim tangan ke dua orang tua nya itu dan melakukan hal yang sama ke Puspa sepeti apa yang di lakukan Pijar
mereka pun masuk
" udah ma, tenang aja toh kalau tertinggal bisa di beli baru" sombong fajar
" iya deh iya " kata putry
mobil itu pun melaju ke bandara internasional Kualanamu . setelah sampai mereka langsung ke pesawat jett milik keluarga nya lalu langsung lepas landas setelah memerika semua mesin dan bahan bakar.
di tempat lain nampak 2 keluarga sedang makan malam bersama.
" aduh nala aku takut sama perut mu itu, kapan rencana mau oprasi ini kan dah 9 bulan? " tanya nala
" hmm pengen nya sih 3 hari lagi Nur , biar pas tanggal libur nasional heheh " kata nala ya tanggal libur nasional itu adalah tanggal
1 juni yaitu hari lahir pancasila
" haha bisa aja kau na, aku yang merinding melihat perut doble mu" kata Nur
" ini sih mending Nur, di banding saat mengandung si kembar 5 , saat mengandung mereka perut ku sebesar ini masih 4 bulanan " kata nala
" gak berani aku membayang kan nya " kata Nur
" sudah ga usah di bicara kan bikin aku grogi aja ini aku mau lahiran loh Nur perut ku bakal melar lagi mau ga mau aku harus mengembalikan bentuk tubuh ku, dulu aja aku tuh ketat banget sampai ngeGYM bareng putry " kata nala
"udah ga usah di pikirin, btw soal putry dia sudah ada kabar gak? " tanya Nur
" ga tau aku sering nelfon dia tapi ga pernah di angkat,..putra kapan terakhir kali nelpon mama atau papa? " tanya nala yangembuat raut wajah putra menjadi murung
" loh kenapa nak? kok sedih gitu muka anak mami,? cerita sama kami " kata Nur sambil menatap putra yang duduk di sebelah ocha dan cindy.
" ehm aku juga sudah telpon papa atau mama tapi ga di angkat padahal.. hiks hiks" kata putra ga bisa menahan tangis nya
" kenapa nak? " tanya nala lembut
" Padahal hari ini ulang tahun putra,.. hiks putra pikir mama sama papa bakalan pulang hari ini hiks tapi sampai malam mereka belum pulang" kata putra sontak semua orang termasuk para budak kecil itu langsung melihat ke arah Putra.
__ADS_1
" ehh hari ini ulang tahun kamu nak? " tanya boy yang kelupaan
" hah?? aduh bunda lupa banget " kata nala langsung
" iya mami aja sering lupa sama ulang tahun papi kalian heheh" kata Nur gelagapan
" Ckk dasar mereka, anak mereka ulang tahun tapi malah ga ingat,.. tunggu biar coba mama telfon" kata nala lalu mengambil handphone nya yang ia taruh di samping piring nya.
tutt tutt tutt
"hallo kenapa na? " kata putry
" Kenapa? heyy kau ini hilang kontak selama berhari hari ,.. Dasar pikun" ketus nala
" aduh rempong banget kau mak, hehhe iya aku tau aku pikun tapi aku masih ingat kok, Sekarang kalian ke ruang Keluarga gih tutup mata putra ya" kata putry
tutt..
lalu panggilan langsung di matikan secara sepihak.
" kenapa na" tanya Nur
" entah, ya sudah makan nya dah selesai semua kan? kita ke ruang keluarga yuk" kata nala lalu mendekat dan memegang ke dua bahu putra
" kenapa bun? " tanya putra yang sudah lebih tenang.
" sini mata kamu bunda tutup " kata nala lalu mengambil kain bersih dan menutup mata putra
Mereka pun pergi ke ruang keluarga. saat sampai di ruang keluarga mereka pun kaget karna ruangan itu sudah di hias dengan balon balon dan beberapa dekorasi ulang tahun dan beberapa kado yang di letakan di bawah TV.
Nampak juga ada banyak pelayan mengumpul dan lebih kaget nya mereka melihat Fajar, Putry, Pijar, Puspa yang terseyum ke mereka
putry mengode supaya tidak berbicara dengan cara meletakan jari telunjuk nya di bibir.
Putry memberikan Pijar ke Nur mala. lalu mengajarkan diri nya tepat di depan putra.
putry menkode nala lagi.
"ya sudah sayang nya bunda, dalam hitungan ketiga bunda buka ya" kata nala
" Satu... dua....... ti.. ti... tigaaa" kata nala lalu membuka penutup mata itu
Saat sudah membuka penutup mata itu nampak putra menyesuaikan penglihatan lalu saat ia berhasil melihat dengan jarnih ia pun terdiam kaget.
"Happy Birthday My Son " kata putry sambil merentangkan tangan nya.
" Mama hiks hiks" putra pun langsung memeluk mama tiri nya itu.
" haha maaf ya putra nya mama sayang,.. kami datang nya lama heheh" kata putry yang masih memeluk erat sang anak yang sudah 1 bulan lebih ga jumpa
" hiks hiks mama ingat sama ulang tahun putra? " tanya putra
" Ya ingat dong " bohong putry padahal dia sempat lupa
" kok kami ga yakin? " kata nala kekeh
" stt stt sudah sudah, sekarang putra tiup lilin dulu yuk" kata putry berdiri lalu menuntun putra ke depan kue tart berbentuk SpongeBob
" Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun,
selamat ulang tahun putra kami, selamat ulang tahun,...
tiup lilin nya, tiup lilin nya, tiup lilin nya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga"
mereka bernyanyi sambil bertepuk tangan.
putra pun meniup lilin yang berbentuk angka 10.
"yeiii selamat ulang tahun anak mama" kata putry mencium pipi kanan, pipi kiri, dan dahi putra.
" hehe geli ma" kata putra sambil memeluk leher putry
Acara ulang tahun itu di lakukan dengan sangat sederhana namun hal itulah yang paling di tunggu tunggu setiap tahunnya
__ADS_1
Bersambung.....
Maaf kalo banyak typo dan kesalahan lain nya, jangan lupa tinggal kan like, komen, vote dan taruh di favorit kalian, Terima kasih karna sudah mau mampir ke novel ini teman teman semua🙏🙏🙏