
Pagi disekolah SMA,,
" Bruuk..," (aaduhh sakit), gumam orang itu, yang ternyata ada sekelompok kelas 11, tengah memukul salah seorang siswa kelas 10.
dan disaat yang bersamaan seorang siswi yang kebetulan hendak kembali ke kelas itu melihatnya,
dengan cepat ia bergegas menelfon ketua disiplin sekolah, untuk menghentikannya.
" Halo, senior riko. tolong datang kebelakang kelas 11, ada seorang siswa yang tengah dipukuli, tolong cepatlah senior, ucapnya sambil menahan diri dari rasa takut.
namun disaat siswi hendak mematikan handphone nya itu, seorang siswa dari kelas 11 mengejutkan dirinya dari belakang.
lalu sambil menepuk pundaknya itu dan berkata,
" Hei,, pegang sapu lidi ini ujarnya. sambil melangkah menuju tempat keributan siswa-siswa itu.
siswi itu pun hanya bisa terdiam melihatnya dan bergumam,
" Siapa senior itu, sambil berfikir lalu ia pun segera kembali ke kelas.
seseorang yang barusan menepuk pundak siswi itu pun,
dengan sigap menghentikan pertengkaran yang diakibatkan oleh permasalahan sepihak.
sedangkan siswa yang dipukuli itu sama sekali tidak mengenal mereka semua, dan ia mengaku bahwa dirinya dipalak oleh mereka.
" Hei,, apa benar yang dikatakannya itu,,?! tanyanya sambil menggenggam tangan adik kelas itu.
Hei kau siapa beraninya mengganggu kami, ujar salah seorang dari mereka.
" Apa kalian tidak pernah mengenal bagian kedisiplinan sekolah,!? ucapnya tegas.
kelompok itupun terkejut melihat lambang kedisiplinan sekolah pada seragamnya itu.
Ma.. maafkan kami senior,..!! sambil berlutut dihadapannya, kami semua tidak akan pernah mengulang kembali perbuatan ini, tolong jangan beri hukuman berat pada kami,
kami akui salah, karena kami tidak bisa melampiaskan kemarahan, sampai pada akhirnya ia terkena dampaknya, sambung yang lainnya lagi.
" Karena kalian semua sudah membuat keributan disini, karena itu kalian semua harap masuk kedalam ruang disiplin sekolah,
dan menerima hukuman dari pimpinan sekolah ujarnya sambil mengarahkan tangannya pada jalan menuju ruang kedisiplinan sekolah.
mereka pun akhirnya kesana beramai-ramai,
setelah itu tersisa siswa kedisiplinan itu, ia pun kembali mencoba mencari siswi yang sempat bersembunyi dibalik tembok.
" eeh..., kemana dia, aah.. mungkin dia sudah kembali ke kelas, ujarnya sendiri. sembari beranjak dari tempat itu.
Setelah kejadian itu, riko selaku ketua disiplin sekolah, mendatangi kai.
" Hei kau, apa yang kau lakukan disini? apa mereka memukul dirimu, tanyanya.
Tidak, aku sedang menunggu siswi yang tadi ada di dekat sini, jawabnya.
" Ooh..., Akira maksudmu, ini baca seraya menunjuk pesan di handphone milik riko.
( Senior riko, tolong sampaikan ucapan terimakasih dari ku, karena sudah menolong temanku sesama kelas 10 )
Kai yang membaca itu pun langsung sedikit menoleh kearah kelas 10, dan bergumam dalam hati,
( jadi namanya akira yah,, kupikir tadi dia akan mengatakan terimakasih padaku secara langsung, seperti apakah akira itu ).
melihatnya melamun riko pun berkata,
" kau sedang memikirkan apa, kai,? ucapnya yang langsung menyadarkan kai dari lamunannya itu.
" Tidak, tidak apa-apa. oh ya riko, dengar-dengar di dalam tim kedisiplinan sekolah, ada member baru, yah? tanyanya.
" Astagaa... maaf aku lupa memberitahukan hal itu padamu, soalnya kau selalu saja bepergian sesuka hati, ucapnya.
member baru itu dari adik kelas kita, dia berada dikelas 10 ruang 7, namanya akira, sambungnya.
( Akira, yah,,? ) gumam kai yang tiba-tiba merasa wajahnya seperti terbakar.
__ADS_1
kai yang tak sengaja memegang wajahnya itupun, sedikit tidak nyaman.
( Ada apa dengan wajah ku,,, kenapa wajahku terasa panas ).
eee... riko, saya pergi dulu, yah ucapnya yang pergi begitu saja.
" Kau mau kemana kai,, kai...!? ada apa dengannya,, selalu saja seperti itu.
Tanpa berkata sepatah katapun padaku, ungkap riko yang sedikit bingung dengan tingkahnya itu.
kai yang merasa tak nyaman dengan wajahnya itupun, bergegas menuju ke toilet,
lalu mencuci wajahnya pada air kran yang mengalir.
setelah ia membasuh wajahnya itu, kai pun memandangi wajahnya pada cermin lalu berkata pada dirinya sendiri,
" Ada apa denganmu kai, apa yang salah. tunggu dulu, coba kuingat kembali kejadian tadi.
setelah beberapa saat mengingat kembali kejadian tadi,
ia pun kembali tersadar bahwa dirinya tiba-tiba terpaku dengan sosok akira.
yang baru dilihatnya untuk pertama kali.
" dag.. dig... dug..." suara detak jantungnya pun berdetak tak beraturan.
saki yang memegang dadanya serta memandang kearah cermin pun, mulai berfikir,
" Apakah aku jatuh hati padanya,!? Tidak..tidak..., pasti ini hanya perasaan ku saja, ucapnya sendiri.
yang tak lama kemudian ia meninggalkan toilet lalu kembali ke kelas.
Diruang kelas 11,,,
Guru menjelaskan materi pelajaran seperti biasanya, lalu diakhir pelajaran diberikan tugas kepada semua siswa.
teng... teng... teng.... lonceng jam istirahat pun berbunyi, dan semua siswa berbondong-bondong menuju kantin.
" Ada apa saki, kau terlihat tidak bersemangat setelah kembali dari toilet, apa kau kurang sehat? tanya riko.
ooh... ya, saki. tadi ketua OSIS meminta agar tim kedisiplinan sekolah, diharapkan untuk berkumpul di ruang rapat koordinasi, sambungnya lagi.
" Oh, begitu, baiklah. jawabnya datar. sambil memesan makanan lalu ketempat duduknya untuk makan.
setelah beberapa saat kemudian,
keduanya pun sudah menyelesaikan makan siangnya dan hendak kembali ke kelas, namun sebelum itu seseorang dari kejauhan memanggil keduanya.
" Senior riko,,!!? panggil orang tersebut.
keduanya pun menoleh kearah asal suara, lalu betapa terkejutnya saki melihat orang yang memanggil mereka adalah akira.
" Selamat siang senior, ucapnya sambil memberi hormat, senior riko ada yang mau kutanyakan, ujarnya.
" Tunggu dulu akira, sebelum kau bertanya, perkenalkan ini adalah saki,
dia juga bagian dari tim kedisiplinan sekolah, saki ini akira dan akira ini saki, sambung riko.
" Hai senior saki, saya akira, mohon bimbingannya senior, ucap akira sambil mengarahkan tangannya pada saki dan keduanya pun berjabat tangan dan berkenalan.
saat Akira menjabat tangan dengan saki, tiba-tiba.....,
" dag..dig..dug.. " jantungnya kembali berdetak kencang.
namun saki memcoba untuk tetap terlihat santai.
setelah itu akira dan riko pun kembali berbincang mengenai rapat OSIS nanti,
serta tim kedisiplinan sekolah yang akan dilaksanakan disaat waktu jam kedua.
Beberapa jam kemudian akhirnya memasuki jam kedua,
untuk seluruh petugas OSIS dan tim kedisiplinan sekolah berkumpul.
__ADS_1
Ruang rapat koordinasi sekolah,
" Selamat siang teman-teman sekalian, berhubung semua sudah berkumpul, mari kita mulai saja rapatnya, ujar ketua OSIS.
namun sebelum itu, mari kita perkenalkan diri masingmasing. soalnya banyak wajah - wajah baru disini, sambungnya lagi
tapi sepertinya kali ini, saya yang akan lebih dulu melakukannya, ucapnya lagi sembari berdiri dari tempat duduknya.
" Perkenalkan nama saya Zac kirio, selaku ketua OSIS, salam kenal semuanya dan mohon kerjasamanya, sembari ia kembali duduk.
lain yang duanya lagi pun berdiri lalu berkata,
" Perkenalkan nama saya sei, sebagai ketua ekstrakurikuler OSIS dan ini adalah rei dia bertugas sebagai wakil dari kami berdua, ucapnya sambil duduk kembali.
setelah itu berdirilah riko dan memperkenalkan diri,
" Halo teman-teman, nama saya riko sebagai ketua kedisiplinan sekolah, dan ini adalah saki wakil saya,
lalu akira pun ikut juga berdiri lalu berkata,
" Perkenalkan nama saya akira kirio selaku sekretaris dari tim kedisiplinan sekaligus sebagai adik kandung dari ketua OSIS, ucapnya sambil duduk kembali.
mendengar perkataan itu, sebagian pun termangu melihatnya dan berkata,
Pantas saja akira, kau memiliki nama belakang yang sama dengan ketua OSIS, ternyata kalian saudara kandung, ucap yang lain.
setelah beberapa saat setelah perkenalan, akhirnya rapat koordinasi pun dimulai.
waktu rapat koordinasi pun berjalan cukup lama, hingga jelang pukul 3 sore, di jam pulang sekolah.
setelah selesai rapat, zac pun berkata pada riko,,
" Riko bisakah kau mengantarkan adikku, pulang? soalnya osis masih memiliki pertemuan dengan kepala sekolah dan beberapa staff sekolah. ucapnya.
Maaf zac, tapi apa kau lupa, kalau rumah kita beda arah, ditambah lagi hari ini saya harus bekerja paruh waktu,
kau tahu kan, kalau ini sudah pukul 3 sedang pekerjaan ku pukul 5, aku tidak punya banyak waktu untuk berputar-putar,
begini saja aku punya ide, saki kau antarlah akira pulang, soalnya rumah kalian searah bahkan menaiki bus yang sama. ucap riko.
" Baiklah, tidak masalah. akira kemaslah tas mu, biar kuantar pulang sahutnya.
Baik senior, balasnya yang berlari ke kelas dan menyusun tas serta beberapa bukunya, setelah itu ia pun kembali katempat rak sepatu,
dikarenakan saki menunggunya di depan sekolah.
ketika keduanya hendak melangkah keluar dari sekolah, tiba-tiba hujan deras turun yang mengharuskan semua siswa mengeluarkan payung masing-masing.
disaat yang bersamaan juga, saki sama sekali tak membawa payung, namun untungnya akira membawanya.
lalu keduanya pun berjalan bersamaan menuju halte bus.
dalam perjalanannya menuju halte,
saki pun mulai membuka topik pembicaraan antar keduanya.
" Akira, sebaiknya biarkan aku yang memegang payungnya. maaf, bukannya apa, tapi aku lebih tinggi dari mu, biar aku yang memayungi mu balasnya
yang langsung memegang payung dan akira pun menurunkan tangannya.
oh ya akira, aku sama sekali tidak tahu, kalau kalian berdua adalah saudara kandung.
maaf soalnya tidak ada kemiripan sedikitpun di antara wajah kalian, ucapnya sambil melihat jalan.
" Senior saki, sebenarnya kami hanya saudara sepupu jauh. aku juga tidak begitu dekat dengannya meski sepupu, jawabnya.
mendengar perkataan itu saki pun menoleh kearah akira yang berubah ekspresi.
saki melihat ada ekspresi sedih yang ditahannya itu. melihat hal itu pun, saki lalu berkata
" Maafkan aku, ku tidak akan pernah bertanya tentang keluarga lagi padamu. aku benar-benar tidak tahu, maaf yah.. balasnya.
balasan dari saki itu membuat suasana keduanya pun hening bahkan sesampainya di dalam bus.
__ADS_1