Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Kai to Akira


__ADS_3

Pukul 15:00 di ruang UKS.


" Kenapa kau harus bersikap seperti itu padanya, akira? kau tahu kan, kalau saki sangat peduli padamu,?


" Ka ken, kau pikir tadi aku tega berkata seperti itu, padanya..!?


( sambil berdiri dari tempat tidurnya )


dibalik senyuman dan sikap santainya itu, aku tahu kalau dia sudah terpukul dengan kata-kataku tadi.


tapi biar bagaimanapun juga aku harus melakukan hal itu, sambungnya yang sedang bersandar di dekat jendela ruang uks.


Maksudnya, apa? apakah saki tahu dengan sikapmu itu.


" Mungkin, walaupun kami tidak begitu dekat, kemungkinan ia memiliki kepekaan terhadap hal itu.


" humph..., ternyata aku baru sadar bahwa,


orang yang berbicara denganku saat ini adalah Hirohito Akira putri kepala sekolah SMA San - Jyu benarkan, putri?! ucap ken.


Akira yang mendengar perkataan itupun, lalu membuka ikat rambutnya sambil mengebas rambut panjangnya,


( dimana yang selama ini ia sembunyikan dari 1 sekolah.)


" Aku mengetahui identitas aslimu hanya 1 tandanya, yaitu kau memiliki 2 warna mata yang berbeda dalam 1 pupil mata.


orang lain mungkin terkecoh dengan itu. tapi, tidak dengan mereka-mereka yang sudah lama, menjadi bodyguardmu, semasa tinggal di Amerika.


" Baiklah,, baiklah,, aku paham sekarang, jadi apa maumu?! tanya akira.


Ken pun lalu berdiri dan berkata padanya,


" Nona akira, tuan meminta agar nona bersiap untuk mengumumkan identitas aslimu didepan sekolah,


saat hari pertama sekolah setelah libur musim panas nanti, dan itu adalah perintah dari tuan.


" Aku akan berbicara dengan ayah nanti, dan membahas soal permintaannya itu,


untuk saat ini kau dan yang lainnya mengurusi orang-orang yang berusaha untuk merusak reputasiku dan mereka,


kau tahu maksudku kan, Ken?! ucapnya sambil merapikan kembali rambutnya.


lalu keduanya pun keluar dari ruangan UKS, dan ken mengantar akira sampai di kelasnya.


didepan kelas ken pun berpamitan,


" Sampai nanti, akira.." ucapnya tersenyum.


beberapa teman kelasnya riko pun mendatangi mereka berdua, lalu berkata


" Hei saki, wanita pujaan hatimu baru saja diantar ke kelas, oleh senior ken ujarnya.


" saki, apapun yang terjadi, kita harus menjemput akira cepat sebelum senior itu menjemputnya pulang.


" Baiklah, ucapnya santai.


' Saki kau itu kenapa,? semakin hari kau terlihat seperti sudah tidak menyukainya lagi. apa itu benar saki?! tanyanya tegas.

__ADS_1


" Hmm..., riko, riko, apa kau lupa apa yang pernah kukatakan padamu,


untuk beberapa saat ini aku akan berusaha untuk memastikan perasaanku padanya,


jadi kau tidak perlu sekuatir itu, aku tetap mencintai adikmu itu, balasnya sambil tersenyum manis.


Lama-lama kuperhatikan kau makin dewasa, saki.


jika kau merasa kalau sikap adikku makin membuat hatimu semakin tidak nyaman,


tolong maafkan sikapnya, yah..? balasnya.


Setelah beberapa saat kemudian, lonceng pukul 16:00 pun berbunyi dan semua siswa berbondong-bondong untuk pulang.


Saat digerbang sekolah. ketika akira akan pulang dengan saki dan riko, i pun sempat dihadang oleh Ken.


lalu ken pun berkata padanya,


" Maaf sudah mengganggu kalian bertiga, tapi kami ada perlu dengan akira, ucapnya sambil memberikan sebuah surat padanya.


Ken yang ditemani oleh kaido, dan beberapa senior perwakilan dari kelas 12-A hingga 12 - C itu,


membuat gerbang sekolah tampak heboh karena kemunculannya,


dimana para siswa berprestasi dan yang memiliki pengaruh besar terhadap SMA, berkumpul pada 1 tempat.


disaat ken memberikan secarik surat itu, ia sempat memberikan kode isyarat pada akira.


akira yang menerima surat dan kode itupun langsung berkata pada riko dan saki.


" Minta maaf kak riko dan ka saki, tapi aku baru ingat, kalau aku memiliki para pertemuan dengan para senior,


tidak perlu menungguku untuk makan malam, aku akan makan malam bersama senior, ucapnya sambil berpamitan.


Melihat akira yang pergi bersama dengan para senior itupun sempat membuat riko kesal sambil berkata,


" Sebenarnya rapat yang mereka bicarakan, sih,,!? ucapnya kesal.


lalu beberapa siswa yang melihat hal itu pun memberitahukan kepada mereka bahwa,


" Akan diadakan lomba pertukaran pelajar, dari SMA kita dengan SMA luar negeri


dan para siswa yang lolos ujian seleksi akan diberikan surat resmi seperti yang diterima akira tadi, jelasnya.


" Jadi selama ini akira mengikuti ujian itu, tanpa memberitahukan hal itu pada kita,,


waah.. dia itu apa-apaan sih,, !? sudah buat kuatir karena jatuh sakit, sekarang ia akan melakukan pertukaran pelajar,


sebenarnya apa yang dipikirkannya?! kesal riko yang menjadi-jadi.


namun lain halnya dengan saki, ia malah bereaksi sangat tenang dan tidak terlihat gelisah.


" Riko, bukankah dulu akira anak yang paling pendiam, pemalu dan sulit untuk melakukan banyak interaksi sosial,


sekarang lihatlah bagaimana ia bertumbuh,


dia menjadi adik perempuanmu yang digemari dan semakin banyak perubahan dalam hidupnya,

__ADS_1


bukankah sebagai seorang kakak, kau bangga akan perubahannya yang signifikan..?


lagi pula ia berkembang dengan cara yang positif dan sehat,


bagiku lebih baik melihatnya memiliki banyak teman, dari pada aku mendengar ia dipanggil dengan sebutan ice princess.


sebagai kakak seharusnya kau mendukung pendidikan adikmu dengan antusias,


dari pada mengekangnya yang tidak-tidak. kau tahu, aku malah semakin bangga padanya, jelas saki yang tersenyum manis.


" Iya sih, bukan itu saja kau tahu sendiri kan, kalau akira sebenarnya bukanlah adik kandungku balasnya.


" Aku mencintai akira bukan karena ia adik angkatmu,


melainkan aku sudah menyukainya sejak awal dia masuk sekolah ini, ungkapnya sambil lanjut membaca buku.


Beberapa jam kemudian, akhirnya tibalah waktunya untuk makan malam bersama dikeluarga riko.


" Loh.. riko, mana akira kau tidak memanggilnya untuk makan malam?! tanya ayahnya.


" Ayah, ibu, kak ino, akira sedang mengikuti ujian pertukaran pelajar antar negara,


dan dia berpesan kalau dia akan pulang telat serunya.


" Wah..., belum setahun dia menjadi siswi SMA, tapi dia sudah lolos seleksi itu,


lalu kau kapan riko, menyusul akira mengikuti ujian pertukaran pelajar, sambung sang ibu.


Iya, dulu kakakmu juga sudah pernah melakukan ujian itu, lalu kenapa tahun ini Kenapa kau tidak ikut,,?! sambung ayah.


" Tidak, yah. aku tengah disibukkan dengan kegiatan kerjasama dengan pihak osis dan tim kedisiplinan sekolah.


jadi kemungkinan besar untuk bisa ambil bagian di dalamnya, sedikit sulit dengan jadwalku, balasnya.


" Oh..ya riko, ngomong-ngomong katanya


putri kepala sekolah dari amerika akan bersekolah di sekolah SMA kalian yah?


apa kau sudah mengetahui hal itu?


" Soal itu sudah pernah dibahas rapat OSIS, untuk menyambut kedatangannya nanti,


tapi rasanya dari pihak sekolah pun, belum kunjung memberitahukan detail kedatangannya kapan.


sampai aku sudah naik kelas 11, orang yang dimaksud pun belum kunjung datang, aku juga tidak begitu paham soal itu, ka ino. sambungnya.


Sedang di rumah saki.


Saki yang makan malam seorang diri dikarenakan orang tuanya yang harus lembur hingga larut malam,


membuatnya harus menikmati suasana makan malam penuh keheningan.


selagi ia tengah makan malam, saki terbayang akan kejadian disekolah tadi,


yang membuatnya dilema akan setiap perubahan kecil yang dilakukan oleh akira.


" kenapa tadi aku bisa berkata seperti itu, yah dihadapan riko.

__ADS_1


sebenarnya aku tidak masalah, jika hatiku harus menunggu sedikit lama lagi


untuk membuat akira memahami perasaanku padanya, gumamnya sendiri sambil makan malam.


__ADS_2