
Setelah kejadian itu kiran di bawa ke RS untuk perawatan khusus,
dan setelah seminggu lamanya berada di RS, akhirnya pihak dokter sudah mengijinkan kiran pulang ke rumah.
dirumah keluarganya kiran, mereka selalu ingin memanjakan kiran dengan segalanya,
dikarenakan ia satu-satunya anak perempuan dalam keluarga.
namun kiran sama sekali tidak pernah bermanja-manja dengan keluarga,
ia lebih terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri. karena itu sang ayah merasa bahwa kiran tak cukup kasih sayang dari ibunya,
youri kecil lebih dominan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah untuknya,
sampai pada akhirnya sang ibu mulai disibukkan, dengan karirnya yang semakin meningkat dan super sibuk.
bahkan sang ibu kadang pergi pagi pukul 07:00 dan kadang pulang pukul 23:00
dan begitu seterusnya hingga kiran beranjak dewasa,
dengan melihat perubahan reaksi dari youri dan kiran,
sang ayah merasa sangat bersalah, dikarenakan ia belum bisa merubah situasi tersebut.
kasih sayang yang diterima kiran jauh lebih sedikit dari kakaknya youri.
karena hal itulah yang membuat kiran jauh lebih dewasa, kalau urusan menahan diri untuk tidak bermanja-manja.
terkadang urusan dirumahnya, kiran melakukan segalanya, tanpa bantuan pembantu rumah tangga.
bahkan kiran kadang bangun pagi lebih awal untuk mempersiapkan semuanya, serta ikut membantu supir memanaskan mesin mobil.
namun dikarenakan kiran yang hari itu baru saja keluar dari RS, dan harus dirawat dengan baik dirumah,
akhirnya ia dilarang untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan ketika ia dalam kondisi sehat.
namun hal itu tak menjamin kalau kiran akan duduk tenang ditempat tidur, dan memilih dirawat oleh bibi.
malahan kiran lebih memilih untuk bergerak sendiri, dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri,
" Selamat datang nona kiran, mari bibi antar kekamar, ujarnya sambil perlahan memapahnya kedalam kamarnya kiran.
( bibi tidak perlu melakukan semua ini ) bisiknya pada bibi.
Bibi hanya bisa tersenyum kecil sambil tetap membantunya kekamar.
sesampainya di kamarnya kiran, kiran memilih untuk duduk di kursi saja.
" Non, apakah dia tetap bersamamu? tanyanya.
" .. hmm.., iya bibi, tapi demi kebaikan bersama aku harus memalingkan wajahku darinya,,
terkadang aku cukup jahat padanya, bagaimana caranya agar aku bisa berkata jujur pada semuanya,
ini sudah terlalu lama aku mendiamkan dirinya, dia bahkan tidak tahu kalau selama ini aku sudah tahu tentang perasaan dia, jelasnya.
" Nona kiran tidak perlu sekuatir itu, terkadang cinta itu memang butuh waktunya sendiri untuk terungkap,
__ADS_1
kadang ada saatnya juga cinta bisa menuntut seseorang untuk bersatu, itulah kekuatan cinta,
tapi tidak semua bisa seperti itu,. Jadi, biarkan sedikit waktu untuk bisa merealisasikan hal itu pada kalian berdua. ujarnya bibi
Setelah beberapa saat kemudian setelah keduanya banyak berbincang lama dikamar.
akhirnya bibi meninggalkan kiran di kamarnya yang sudah tidur terlelap,
" Bagaimana kondisi kiran, bi..?! tanya sang ayah.
" Tuan besar besar tidak perlu risau, nona kiran sudah tertidur pulas di kamarnya.
mungkin 3 hari kedepan nona sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa,
sesuai dengan perkataan dokter, nona hanya butuh waktu untuk menenangkan diri dan hatinya,
jadi untuk sementara waktu jika bisa tuan,
bisakah tuan besar meminta nyonya besar untuk melihat kondisinya sesekali atau sekedar mengajak kiran berbincang,
saya pikir itu sudah cukup, sahutnya sambil kembali bekerja di dapur.
( Bagaimana bisa kulakukan itu,, dia saja sudah sangat susah dihubungi akhir-akhir ini.,
istriku tolonglah pulang sesekali melihat kondisi kedua anakmu, ) gumamnya dalam hati sambil menatap kearah pintu kamar kiran.
setelah itu ia pun kembali ke kamarnya, dan youri melanjutkan istirahatnya dikamarnya.
[ Rumah keluarga Hirohito memang sangat terkenal di kalangan masyarakat,
keluarga yang terbilang cukup mapan dan segalanya tersedia bahkan memiliki banyak aset properti lainnya,
sang ibu rumah tangga yang hampir jarang terlihat di rumah,
ditambah rumah itu terbilang cukup sunyi senyap hampir setiap harinya.
terkadang masyarakat sekitar pun dibuat penasaran olehnya.
walaupun masyarakat kadang melihat kiran dan youri dirumah, namun canda tawa kakak beradik itu,
bahkan tak pernah terdengar oleh telinga masyarakat sekitar,
anak-anak lain ketika sore hari pasti akan bermain santai di halaman depan rumah,
dan menikmati suasana sore hari beserta keluarga, bersenda gurau satu sama lain.
namun sudah belasan tahun lamanya rumah itu tampak hanya sebatas rumah yang dibangun namun tak berpenghuni sama sekali.
karena itulah sesekali masyarakat sekitar melihat kiran berangkat sekolah begitu saja, tanpa ada sedikitpun pembicaraan.
walau rumah besar namun kehidupan aslinya tak sesuai dengan keindahan rumah tersebut. ]
Beberapa bulan berlalu dan tibalah hari dimana keluarga Hirohito akan merayakan perayaan ulang tahun sang ibu,
namun sebelumnya sang ayah, mencoba untuk menelfon sang istri lewat telfon kantor,
berharap ada kabar terbaru dari sang istri.
__ADS_1
setelah melakukan beberapa kali panggilan, namun hasilnya nihil.
lalu kiran pun berkata pada youri.
" Ka youri, silahkan telfon ibu, ujarnya datar.
Dan ketika youri menelfon tak butuh waktu lama, sang ibu pun segera mengangkat telfonnya,
( Halo bu, ibu dimana.,?! apakah ibu tidak akan pulang ke rumah, bukankah ini adalah hari ulang tahunmu., ujar youri ditelpon sambil menggunakan speaker.
" Maafkan ibu nak, selama ini ibu tidak pernah jujur padamu dan semuanya,
sebenarnya ibu sudah lama bercerai sama ayahmu, dan ibu telah menikah kembali, serta memiliki 3 anak laki-laki.
( sang ibu yang tahu pun tahu kalau youri menggunakan speaker, karena itu ia melanjutkan perkataannya )
maafkan ibu, ayah. tapi ini adalah cara terbaik untuk semuanya,
karena ibu telah gagal melaksanakan tugas sebagaimana tugas seorang istri sekaligus ibu bagi kedua anak kita.
kiran putriku maafkan ibu yah, nak.. kau menderita karena ibu, ujar ibunya.
mendengar sang ibu yang mengeluarkan semua kata-katanya itu,
sontak membuat youri dan ayah terkejut, hingga terduduk lemas di lantai.
sedang lain halnya dengan kiran, Kiran seperti sudah punya firasat jika suatu saat hal ini akan terjadi,
karena itu kiran tak kaget lagi mendengar perkataan itu.
Kemarahan sang ayah pun keluar membludak begitu saja, hingga youri pun ikut memarahi ibunya itu.
namun siapa sangka semua sudah terjadi cukup lama,
mau tidak mau keluarga besar Hirohito harus melepaskan sang ibu, serta menghapus nama ibu dari kartu keluarga.
setelah sang ayah sedikit lega karena sudah melampiaskan kemarahannya itu, ia pun langsung menoleh kearah youri dan memeluknya erat,
serta berkata, " Maafkan ayah, nak. yang belum bisa menjadi ayah yang baik untukmu, ujarnya yang kemudian melepaskan pelukannya lalu berdiri menoleh kearah kiran.
Kiran yang ingin dipeluk oleh sang ayah itupun, ia langsung menahan ayahnya dengan tangannya, serta berkata padanya,
" Ayah tidak perlu minta maaf padaku, aku juga tidak pernah marah pada ibu, karena dari awal aku sudah menduga hal ini akan terjadi,
jadi dalam hal ini ayah tidak bersalah sama sekali, padaku ataupun pada kakak.
kami berdua tumbuh dengan baik ditangannya ayah, menjadi pribadi yang kuat.
karena itulah ayah tidak perlu menangis tersedu-sedu sampai seperti itu, karena hal yang sudah terjadi,
tidak bisa dikembalikan kembali, jadi ayah dan kak Youri mari kita hidup baik,
Dan bahagia dengan cara masing-masing, ujarnya sambil pergi dari situ.
Youri selaku anak tertua hanya bisa menangis dalam senyuman,
dimana ia tahu bahwa dalam hal ini orang yang paling terpukul sekaligus terluka adalah kiran,
__ADS_1
satu-satunya adik perempuan yang tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ibu.