
Setelah 2 tahun berlalu, youri pun akhirnya berada di dunia perkuliahan, begitu juga dengan kiran,
namun dikarenakan status Kiran yang seorang pimpinan tertinggi dalam saham perusahaan terbesar,
sekaligus pendonasi terbesar di sekolah-sekolah, karena itu kiran ditempatkan di lingkungan kampus yang serba elite.
berbeda dengan youri yang kuliah di kampus biasa.
saki dan riko dan teman-teman lainnya pun berada di kampus yang sama dengan youri.
namun ketika memasuki tahun kedua bagi kiran, ia memilih untuk berada di kampus yang sama dengan kakaknya itu.
Karena baginya semua kampus sama saja, dan dia tidak ingin diperlakukan berbeda dari orang lain.
dan setelah memakan beberapa minggu untuk perpindahan, dan akhirnya kiran masuk kedalam kampus youri,
sebagai mahasiswi tahun kedua, pada jurusan seni, walaupun itu diluar dari pekerjaan yang ia kerjakan tiap harinya,
namun sepertinya kiran ingin mencoba hal baru di kampus itu, meski pada dasarnya kiran sudah memiliki gelar dari luar negeri,
tapi ia tak pernah sedikitpun mengumbar fakta itu pada publik.
Bel istirahat berbunyi dan semua para mahasiswa pun keluar untuk makan siang.
kiran yang baru keluar dari ruangan itu pun menoleh kearah ruangan yang sedikit jauh dari ruangannya itu,
lalu melihat kaido yang tengah keluar dari ruangan itu, ditemani dengan saki, riko, youri, Ken, bahkan irzue.
mereka berenam yang tampak menonjol itu begitu terkenal di kalangan para mahasiswi,
dan mereka pun mulai didatangi dan memulai aksi gombalan mereka pada keenam pria itu.
youri yang melihat tingkah mereka yang seperti itu pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala,
( dasar wanita...) gumamnya dalam hati.
youri dan kawan-kawan semua sama sekali tidak menyadari bahwa kiran telah pindah kampus,
setelah kiran selesai dengan urusan tugasnya, ia pun ikut keluar dan ingin sekedar menyapa mereka.
namun tak sengaja ketika ia hendak keluar dari ruangannya itu,
seseorang yang tak dikenal tak sengaja menabraknya dan membuatnya terjatuh hingga terduduk,
youri yang melihat kerumunan itupun hanya bertanya pada seseorang disekitar situ.
" Apa yang terjadi di situ..?! tanyanya.
" Ooh...itu, katanya ada mahasiswi tahun kedua yang baru masuk, tadi pagi. ujarnya sambil pergi dari situ.
youri yang tak menyadari kalau orang yang dimaksud adalah kiran,
__ADS_1
itupun tak membuatnya menggubrisnya dan pergi begitu saja dengan semua teman-temannya.
Dilain sisi kiran dibantu berdiri oleh seorang yang lainnya.
disaat kiran dibantu berdiri, orang itu menatap lama wajah kiran lalu berkata padanya,
" Maaf,, tapi sepertinya kau orang baru di kampus ini, apa itu betul? tanyanya.
' Iya, saya mahasiswi tahun kedua yang baru masuk tadi pagi, jawabnya.
Ooh... maaf, perkenalkan namaku arron, aku asisten dosen disini, jawabnya sambil berjabat tangan dengan kiran.
" Halo pak, perkenalkan nama saya kiran, jawabnya yang melepas jabatan tangan tersebut.
....Aah..., kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan itu. lagi pula, usia kita tidak terlalu jauh.
aku jadi asisten dosen belum lama ini, kau bisa memanggilku dengan panggilan ka arron,
semua mahasiswi disini juga memanggilku dengan sebutan itu, jelasnya.
Baik, ka arron. kalau begitu saya permisi dulu, jawabnya yang beranjak dari tempatnya.
" Bukankah kau baru disini, apa kau tidak akan tersesat dengan kampus yang sebesar ini,,?! tanyanya.
( astagaa... apa yang barusan kulakukan, ) gumamnya dalam hati sambil menoleh kearah arron.
dengan sedikit tersenyum kecil itu kiran pun kembali berkata padanya,
" Oh iya lupa.., maaf tapi apakah ka arron tidak keberatan membawaku ke ruang rektor.,? pintanya.
bukankah itu akan merusak citramu dikampus ini, ayo biar kuantar.
ujarnya sambil ia menemani Kiran keruangan rektor.
sepanjang perjalanan menuju ruangan rektor,
Kiran berpapasan dengan beberapa perkumpulan mahasiswa dan mahasiswi yang tengah asik bercengkrama satu sama lainnya itu,
mereka pun kadang menoleh kearahnya lalu menyapa kiran,
dan setelah beberapa saat kemudian tibalah keduanya diruangan rektor.
" Permisi pak, ada mahasiswi baru yang ingin bertemu dengan bapak, ujarnya sambil mengarahkan tangannya pada kiran.
sang rektor yang langsung melihat kiran memasuki ruangannya itupun bergegas menyapanya,,
sambil langsung menjabat tangan kiran, sang rektor pun berkata,
" Selamat datang presdir Hirohito Kiran, silahkan duduk, seraya mempersilahkan kiran duduk.
kemudian ia pun kembali berkata,
__ADS_1
" Apa ada yang bisa saya bantu Presdir, kenapa presdir datang kemari seorang diri, seharusnya infokan lebih dulu padaku,
agar aku mempersiapkan segala sesuatunya, ujarnya sambil meminta maaf.
kiran yang mendengar perkataan itu pun langsung menundukkan kepalanya sesaat sambil menutup wajahnya dengan satu tangannya.
( dasar orang bodoh,, setidaknya lihat-lihat dulu situasinya.. ) gumam kiran dalam hati sambil sedikit kesal.
tak lama kemudian Kiran berdiri dari tempatnya, lalu menutup rapat pintunya, serta menarik tangan arron,
lalu mendudukkan arron tepat dihadapannya, lalu ia berkata pada keduanya.
" Untuk rektor, maaf tapi anda seharusnya melihat situasi, tidak langsung membongkar rahasia. ujarnya tegas
dan untuk kau ka arron, karena kau sudah tahu mengenai identitas diriku yang sebenarnya,
maka dari itu mulai sekarang kau akan terus dipantau selama 24 jam oleh orang-orangku,
bukan hanya dipantau tetapi keamananmu baik dikampus maupun diluar kampus, akan selalu diawasi ketat. jelas kiran.
arron yang yang terkejut akan hal itu pun akhirnya terpaksa mengiyakan semua persyaratan dari kiran,
dan masuk kedalam pengawasan ketat dari orang-orangnya.
setelah melakukan beberapa perbincangan yang cukup panjang lebar,
akhirnya kiran dan arron pun keluar dari ruangan tersebut dengan status seperti biasanya.
Setelah berjalan sekitar beberapa menit, saki yang kebetulan baru saja
menyelesaikan urusannya
dengan beberapa mahasiswa pun keluar dari ruangan itu, dan tidak terduga kalau ia akan bertemu dengan kiran dilokasi itu.
" Kiran,, tunggu dulu, bagaimana bisa kau berada di kampus ini, bukankah kau sekarang tengah belajar dikampus elite itu, ujarnya.
mendengar itu kiran pun mendekatkan wajahnya pada saki lalu dengan lembut ia berkata padanya,
[ Aku kemari karena aku merindukanmu, sekaligus aku bosan kuliah di kampus elite, terlalu banyak drama tidak jelas disana, ujarnya pelan. ]
setelah berkata seperti itu kiran pun pergi dari situ bersamaan dengan arron asisten dosen itu.
Saki yang dikejutkan dengan perkataan Kiran itu pun membuatnya dilema.
dan beberapa waktu pun berlalu, hingga kiran memasuki ruangan baru pada tahun keduanya,
Yang cukup tertutup dan tidak terlalu mencolok seperti dikampus elite.
kira-kira sekitar 2 bulan berlalu diruangan Kiran terdapat seorang dosen baru yang terlihat seperti bukan seorang dosen,
auranya yang tidak berwibawa, terlihat santai dan kalem itu membuat beberapa mahasiswi mempertanyakan,
__ADS_1
apakah itu dosen baru ataukah mahasiswa tahun kedua yang baru,
pertanyaan itu pun mulai membuka topik pembicaraan dikalangan mahasiswa.