Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Maaf untuk sang ayah


__ADS_3

[ Siang itu setelah jimi menghabiskan makan siangnya itu,


kiran pun langsung mengambilnya dan mengembalikannya ke kantin,


namun sebelum ia beranjak dari tempatnya, jimi menghentikannya dan bertanya padanya ]


" Kiran,, apakah kau sudah memaafkan orang ini,?! ujarnya.


kiran yang mendengar perkataan itu tetap melangkah keluar,


tanpa menoleh sedikitpun kearah jimi,


bahkan membalasnya pun enggan.


( ternyata kau masih marah padaku, ) gumamnya sendiri.


" pak jimi anda tidak makan siang,? ujar salah seorang dosen lainnya yang baru saja memasuki kantor.


" Saya sudah makan siang, kok pak. jawabnya..


setelah kiran kembali dari kantin, ia terlihat sedikit lesu,


si ayah tiri yang hendak menyapanya itu, seseorang pun lebih dulu menyapanya,


" Hai kiran, kudengar kakakmu youri berangkat yah, lalu kenapa kau tidak ikut bersama mereka?!


tanya salah satu asisten dosen lain, yang datang ke kantor untuk mengambil tugas dari dosen lainnya,


" Itu urusan mereka, lagi pula aku tidak tertarik dengan kegiatan keluarga seperti itu. balasnya yang mengambil katalog dari meja si dosen,


untuk diantarkan ke ruang senior lainnya, sesuai dengan jadwal masing-masing.


setelah keduanya berbicara kiran yang tengah memegang banyak buku itu, mendadak sangat mengantuk,


karena itu ia sempat berhenti dan bersandar sesaat di pintu kantor.


dosen lainnya yang melihat kejadian itu, langsung berdiri dan memapahnya kembali duduk.


" Ada apa kiran, kau kurang sehat. matamu tampak bengkak, apa kau bergadang semalaman dengan semua tugasnya.


" Iya maaf bu, aku harus mengejar semua materiku dan menyelesaikan


Tugasnya pak jimi untuk para seniorku, jawabnya sambil memegang kepalanya.


" Tunggu sebentar, yah. ucap si ibu yang berlari keluar menuju kantin terdekat dengan kantor.


pak jimi yang kebetulan habis mencuci tangannya itu melihat si ibu dosen tengah berlarian itupun,


segera bertanya padanya,


" Bu, ada apa.,?! tanyanya heran.


" Kiran, pak. makanya saya ingin membeli vitamin untuknya, tolong di jaga dulu pak,


takutnya dia pingsan dikantor yang tidak ada siapapun dosen yang menemaninya di sana, ucapnya sambil berlari menuju kantin.


si dosen yang mendengar perkataan itu pun langsung berlari menuju kantor,


dan melihat kiran sudah terduduk sambil bersandar pada dinding kantor,


seraya meletakkan tangannya pada keningnya.


Setibanya si dosen kekantor, ia dengan cepat menghampirinya dan berkata padanya


" Kiran, kau tidak apa-apa, nak?! ujarnya sembari menyentuh keningnya, yang siapa tahu Kiran demam.


Kiran yang mencoba membuka matanya itu pun lalu ia kembali membalas,


" Ayah antar aku pulang, kepalaku pusing,


jawabnya yang tiba-tiba berdiri sendiri lalu bersandar di punggungnya,


seperti menggendong anak dipunggung.

__ADS_1


" Ayo, ayah antar pulang, ujarnya sembari mengambil tasnya dan memasukkan kunci mobil pada saku jasnya.


Disaat ia dibawa pulang si ibu dosen bertemu dengannya lalu menyahut,


" bapak mau bawa kemana, pak?!


" Maaf bu, saya akan membawanya ke RS terdekat, saya takut dia kenapa-kenapa.


Bu minta tolong sampaikan pesan saya pada mahasiswa di jam saya, yah.


biar mereka belajar sendiri dulu, ucapnya yang berlari menuju gerbang kampus.


Setelah melewati beberapa lorong dan anak tangga, tibalah keduanya langsung digarasi mobil milik para dosen.


jimi meletakkan Kiran dikursi belakang, lalu bersiap melaju kencang ke RS.


dan beberapa menit kemudian, tibalah mereka di RS terdekat.


ia pun bergegas membawanya masuk dan meminta petugas medis untuk segera melakukan tindakan cepat.


[ jimi pun disuruh untuk menunggu sesaat di luar, sembari medis melakukan tindakan padanya ].


Tingkat khawatirnya akhirnya terlihat dan jimi terus saja mondar-mandir di depan UGD.


Tak berapa lama kemudian, si dokter keluar dan memanggilnya untuk berbicara diruangan private dokter.


" Jadi begini pak, berhubung hanya ada anda sebagai ayahnya, yang sebenarnya seharusnya seorang ibu juga hadir di sini,


namun tadi anda bilang bahwa kalau istri anda sibuk dengan pekerjaannya, karena itu saya hanya akan mengatakan apa yang perlu saya katakan,


jadi begini pak jimi, sebagai seorang ayah seharusnya anda tahu bagaimana kondisi kesehatan putri bapak,


karena itu saya menginformasikan bahwa,


putri bapak tidak mengalami sakit penyakit yang serius, secara fisik dia sehat bugar,


namun jujur saja mental dan kejiwaannya itu, seperti ia sedang berada di Medan perang saat ini.


dan bagaimana bisa anak seperti dia punya mental, seperti orang yang sedang berada di dalam perang dunia,


seperti itulah kondisi mental dan jiwanya, jadi saya meminta pada anda,


untuk tolong jangan pernah buat dia dalam kondisi tertekan, syok, tersakiti, menahan luka sendiri,


kami sudah banyak kali menghadapi kasus seperti putri bapak, dan rata-rata mereka dari


kanak-kanak sampai masuk remaja kedewasa, mereka pernah mengalami ketidakadilan sebagai anak.


atau mungkin dulu masa kecilnya dijaga oleh orang lain bukan dengan keluarga sendiri.


saya hanya ingin semua anak-anak mendapatkan kasih sayang yang merata, saya pikir itu saja yang bisa saya informasikan,


selebihnya kembali kepada bapak sekeluarga. jelas si dokter.


[ Tak lama kemudian ia pun keluar dari ruangan dokter,


dengan air mata yang bercucuran itu, ia pun kembali melihat kiran diruang rawat inap. ]


" Kiran maafkan ayah nak, ayah berjanji ayah pasti bisa membahagiakanmu, dan melakukan apapun yang menjadi keinginan hatimu,


bukan hanya membuat kehidupanmu penuh dengan cinta dan kasih sayang, namun ayah akan melakukan segala cara agar kau tak terluka lagi.


ujarnya yang tegas pada dirinya sendiri. meskipun Kiran dan jimi sama-sama,


Merahasiakan identitas hubungan keduanya yang sebagai ayah dan anak, dari youri dan ayah kandungnya.


Jimi pun langsung bergegas menelfon ibu kandung kiran, dan menjelaskan semua padanya.


dan sang ibu pun segera menyusul keduanya di RS.


dan seperti kebanyakan orang tua yang sedang menemani anak mereka yang tengah sakit.


keduanya benar-benar mengambil peran masing-masing sebagai ayah dan ibu.

__ADS_1


dan mereka ingin agar ketika kiran tersadar,


mereka sama sekali tidak menutupi keakraban keluarga diantara ketiganya,


dan benar saja ketika kiran tersadar, orang pertama yang dilihatnya itu adalah jimi,


ayah tirinya sendiri


" Kiran kau sudah sadar, nak?! bagaimana kondisimu sekarang, apakah kau merasa pusing., tanyanya.


Kiran yang menatap kearah keduanya itupun, lalu ia mengambil posisi duduk.


ia melihat dirinya sedang terpasang cairan infus itu pun langsung meminta untuk pulang.


" Aku mau pulang, jawabnya.


keduanya yang mendengar perkataan itu pun langsung berdiri dari kursinya lalu berkata padanya,


" Kiran sayang, ini ada ayah dan ibumu disini, bersamamu ujarnya keduanya sembari memegang kedua tangannya itu.


kiran yang sesaat menunduk itu lalu kembali mengangkat wajahnya dengan air mata yang berlinang,


lalu ia pun kembali mengulang perkataan yang sama, yaitu..


" Aku mau pulang " serunya yang kedua kalinya.


" Baiklah, kau mau pulang kemana,?! balas jimi ayah tirinya itu.


" Aku ingin istirahat diruang kampus.


" Tidak.,!? karena mulai sekarang dan seterusnya ayah yang akan menemani dan menjagamu dengan baik.


karena ayah sudah mendengar semuanya dari penjelasan dokter tadi, balasnya.


[ Kiran yang mengetahui bahwa hal itu sudah terbuka untuk ayah tirinya itu pun,


membuatnya merasa kesal karena informasi itu akhirnya terbongkar pada salah satu anggota keluarga. ]


Kiran yang tahu sang ibu ada di sampingnya itu, sama sekali tak ia gubris.


ia pun melepaskan genggaman sang ibu dari tangannya tanpa menoleh kearah sang ibu,


lalu berkata pada sang ayah.


" Kiran, mohon ayah..!? aku mau istirahat diruangan kampus saja. ujarnya sembari menggenggam erat tangan jimi.


Melihat kiran yang memohon padanya itupun, akhirnya jimi memanggil dokter


Dan perawat untuk menyiapkan salah seorang petugas medis untuk kiran dikampus.


Dan setelah semua persiapan selesai, akhirnya ayah dan ibunya mengantar Kiran ke kampus.


namun kiran menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah jimi,


" Ayah, yang mengantarku ayah dan suster, yah.?! boleh yah ayah, aku mohon..!? sembari menyatukan kedua tangannya itu.


" Iya, ayo.. ayah dan suster yang menemanimu di sekolah, ujarnya.


sambil ketiganya memasuki mobil dan melaju kencang menuju kampus.


satpam kampus yang berjaga pun dibuatnya terkejut,


" Pak jimi dan kiran, sudah sore-sore begini, mau apa dikampus.,?!


" Pak satpam, putri saya akan tidur di kampus malam ini,


diruangan yang sudah disiapkan oleh rektor untuknya, jawabnya.


sambil mereka masuk kedalam kampus.


dengan menyuruh satpam untuk ikut keruang rektor.


Sesampainya mereka semua didepan ruangannya rektor,

__ADS_1


ada terdapat ruangan disampingnya yang jarang diketahui oleh mahasiswa manapun,


karena ruangan itu dikhususkan hanya untuk kiran seorang."


__ADS_2