
Malam itu pukul 19:30 bertempat di RS, riko baru saja tiba, namun ia bingung harus berbuat apa didepan saki,
riko pun mengecek kondisi akira, namun ia sudah tak ada lagi di ruang UGD, melainkan sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.
setelah riko bertanya pada petugas medis, akhirnya ia pun tiba didepan ruang rawat akira.
( Apa yang harus kulakukan sekarang, ini pertama kalinya aku melihat saki bersikap seperti itu,
meski begitu tetap saja, itu tidak menjamin, kalau aku bisa lepas dari kemarahannya nanti ) gumam riko dalam hati,
selagi ia masih berdiri didepan ruangannya akira.
( Apakah aku harus masuk kedalam, ataukah tidak, astagaa.. bagaimana ini.., ) pikir riko.
mendadak seseorang menepuk pundaknya serta berkata,
" Sebegitu takutnya kah, kau dengan kemarahannya saki,?! ungkap orang itu.
Riko yang terkejut pun sontak menoleh kearahnya dan berkata,
" Kakak,, syukurlah kalau....,
Sstt.., jangan berisik, ini RS, ujarnya sambil menarik tangan riko kedalam.
riko yang belum selesai bicara, hanya bisa terheran-heran melihat kakaknya yang tiba-tiba muncul,
" Permisi,, selamat malam akira, saki. ungkap kakaknya riko.
saki yang mendengar suara itu pun, langsung menoleh kearahnya, lalu dengan mata yang sudah bengkak.
kakaknya riko mendatangi saki, lalu dengan segera memeluknya erat serta berkata,
" Saki, ini bukan kesalahanmu, semua yang terjadi itu benar-benar diluar dari kemampuan manusia.
kakak juga paham, kalau kau sangat mengkhawatirkan kondisi akira sekarang,
tapi percayalah bahwa semua keadaan, akan kembali seperti semula, percaya padaku, jelas si kakak.
Terimakasih banyak, ka. balasnya yang tampak sangat lelah. seraya keduanya melepas pelukan dan kembali duduk.
riko yang melihat hal itu, hanya bisa terdiam bingung hendak berbuat apa, kalau kondisinya sudah seperti ini.
bagi riko, saki adalah sahabat terbaiknya dan dia tidak ingin sahabatnya itu menderita, seperti itu.
namun di lain sisi, mereka selaku pelajar, masih belum dinyatakan dewasa untuk menyelesaikan masalah seperti demikian.
" Saki sebaiknya kau istirahat dulu, itu ada sofa tidurlah disitu, nanti ketika akira sudah sadar, kakak akan membangunkan mu, ujarnya
Baik, ka. jawabnya tanpa banyak bicara.
tidak butuh waktu lama untuk saki langsung tertidur pulas.
" Lihat riko, saki sudah tertidur pulas karena kelelahan akibat menangis terus.
__ADS_1
lalu sebagai sahabatnya, ap yang bisa kau lakukan untuknya,? tanya balik si kakak.
" Ka ino, kakak tahu kan, kalau apapun akan kulakukan demi dirinya.
Kalau begitu, lakukan hal ini, sambil membisikkan sesuatu ketelinga riko.
" Ka ino tahukan, saya takut bila berurusan dengan pihak yang menyeramkan itu.
Riko,,, ini adalah rencana ayah dan kau harus bisa melakukannya. Ingatlah, lakukan demi kebahagiaan saki dan akira. ujarnya
Bagaimana bisa kak ino, tahu tentang saki dan akira?! tanyanya.
Hei.. adik kecilku yang baik hati, kau tahu, kakak mana yang tega melihat adiknya merasa takut kehilangan seseorang yang dicintai.
Walaupun sebenarnya, akira belum mengetahui perasaan saki yang sebenarnya.
tapi waktu itu akan tiba, riko. Jadi kali ini, mari kita berjuang untuk keluarga tercinta, ungkap ino.
Mendengar perkataan itu, riko pun merasa sangat bersemangat untuk menjalankan tugasnya.
Malam itu di RS, ketika ka ino menjaga saki dan akira yang tertidur.
Ino tiba-tiba mendengar suara akira yang tengah mengigau saat tak sadarkan diri, karena obat.
" Ka zac, maafkan akira. akira salah, akira tidak bersihkan rumah dengan baik,
maafkan akira ka, tolong jangan buang akira lagi ke panti, akira takut di panti. "
Pengakuan akira dalam tidurnya itu membuat ino, semakin marah besar terhadap keluarga zac.
mereka sudah sombong dengan hasil kerja kerasmu selama ini,
karena sebenarnya,, dia dan keluarganya lah, yang patut di hukum. bukan kau akira. ucap ino.
Tenang saja akira, kakak berjanji akan mengembalikan segala hak padamu, bahkan kehidupan asmara dan keluarga,
akan kakak kembalikan seperti sediakala, balasnya sambil menggenggam tangan akira.
lalu ino pun merasa seperti kembali, ke masa kecilnya yang menemani riko saat sakit di RS.
saat itu riko berumur 5 tahun, ia pernah jatuh dari tangga, bahkan ketika ia mengalami patah hati untuk pertama kalinya di usia 15 tahun,
karena 2 kali pernah terluka, dokter menyarankan agar riko tidak boleh banyak stress,
ketika menginjak bangku pendidikan SMA.
Keesokan paginya, akira baru sadar. lalu ia pun sedikit terkejut melihat tempat ia tidur, sangatlah berbeda dari rumahnya.
Kak ino yang menyadari akira sudah sadar pun akhirnya menyapanya dengan lembut.
" Selamat pagi akira, bagaimana perasaan mu sekarang, apa kau masih merasa pusing, atau kakimu merasa nyeri,
katakan saja apapun itu, ucap ino.
__ADS_1
" Maaf, tapi anda siapa, yah? tanya akira bingung.
Oh maaf, perkenalkan namaku Ino, kakak kandung dari riko seniormu, jawabnya.
Akira yang mendengar itu pun langsung memberi salam,
" Selamat pagi ka ino, perkenalkan namaku akira.
mm... terimakasih banyak karena sudah mendampingi ku berada di RS, ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
Kau tidak perlu berterimakasih padaku, bukan aku yang menemanimu,
tapi mereka ucapnya sambil menunjuk kearah saki dan riko yang masih tertidur pulas.
Akira yang melihat hal itu pun, hanya bisa tersenyum kecil sambil meneteskan air mata.
melihat hal itu ino pun mengusap air matanya lalu berkata,
" Mulai sekarang kakak yang akan merawatmu sampai sembuh,
lalu mereka berdua itu...., sambil menoleh kearah keduanya lalu berkata,
Hei...,!! saki, riko bangun, ayo sekolah nanti terlambat, ujar ino yang menggosok kepala mereka berdua dengan cepat,
sampai-sampai rambut mereka semakin berantakan.
melihat tingkah keduanya dibangunkan oleh ino seperti itu, membuat akira tiba-tiba bereaksi lucu,
" hehehe...., tawa kecilnya itu terdengar oleh ketiganya yang sontak melihatnya.
Saki dan riko pun saling menatap satu sama lain dan keduanya pun ikut tersenyum,
( syukurlah,,,, akira sudah jauh lebih baik ) gumam saki dalam hati.
tak lama kemudian datanglah seorang suster dan dokter, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut padanya.
" Selamat pagi akira, bagaimana perasaanmu sekarang? apa sudah jauh lebih baik,? tanya dokter.
" Selamat pagi juga dok, aku baik-baik. tapi, bisakah memberitahukan padaku kenapa aku bisa sampai di rawat di RS,?
tanyanya sambil menatap dokter.
dokter yang menangani akira pun menoleh kearah mereka bertiga,
dan memberi reaksi bingung sekaligus mengarahkan kedua tangannya pada ketiganya.
Ino yang melihat itu pun, langsung berdiri mendekati akira lalu berkata,
" Kami menemukanmu tak sadar diri, di toko buku. karena itu, kami membawamu kemari untuk diperiksa,
dokter bilang kau kelelahan akibat bekerja yang berlebihan, makanya mulai sekarang kakak ino dan mereka berdua juga ikut merawatmu, ujar ino
sambil ia mengelus kepalanya dengan senyum manis.
__ADS_1
" Kau tidak perlu takut ataupun kuatir lagi akira, karena kami bersamamu sekarang, balas saki padanya.