
Hari itu adalah hari biasa bagi para mahasiswa untuk melakukan pertukaran dosen dari luar negeri kedalam negeri,
dan pagi itu menjadi pagi yang cerah bagi semua kampus-kampus yang ada.
dan tak banyak kampus yang akan menerima dosen baru dikampus mereka,
karena biasanya beberapa dosen yang melakukan pertukaran adalah para dosen terbaik di kampus.
dan saat itu adalah harapan baru bagi kampus Kiran untuk mendapatkan pertukaran dosen dari luar negeri.
" Selamat pagi rekan mahasiswa semua, apa kabarnya hari ini, tanya dosen baru itu dengan ramahnya.
beberapa orang pun ada yang terkesima padanya karena terlihat tampan seperti masih muda,
" Selamat pagi, pak ..!!? " jawab serentak mahasiswa.
Ada beberapa yang sampai melontarkan pertanyaan nyeleneh padanya,
" Bapak umur berapa,. bapak sangat tampan dan manis, dan lainnya ".
pertanyaan yang dikeluarkan untuknya itu hanya membuat dosen itu tersenyum manis.
" Bapak sudah tua, bapak punya 4 putra dan 1 putri, jawabnya.
para mahasiswa lainnya pun sangat antusias belajar karena memiliki dosen yang sangat tampan,
namun hal itu tak membuat kiran berkomentar apapun,
ia hanya fokus belajar tanpa pedulikan siapa dosennya yang mengajar.
dan diakhir pelajaran si dosen itu meminta agar salah satu mahasiswa untuk membantunya,
membawakan beberapa buku yang akan dibagikan kepada senior-senior mereka.
beberapa antusias membantunya dan sebagian lainnya tak peduli, namun mendadak si dosen menyebutkan nama salah seorang dari mereka,
" Terimakasih semuanya, tapi jika tak keberatan, bisakah Hirohito Kiran membantu bapak.,? ujarnya.
kiran yang tadinya sempat melihat kearah luar jendela, mendadak menoleh kearahnya,
" Baik, pak ucapnya yang seperti tidak bersemangat.
setelah keduanya keluar dari ruangan dan menuju ruang senior lainnya,
dan dalam perjalanan menuju ruangan mahasiswa lainnya, si dosen pun mulai membuka topik pembicaraan,
" Kiran, apakah akhir-akhir ini kau lagi kurang sehat?! tanyanya.
Tidak, pak. saya selalu sehat jawabnya dengan wajah datarnya.
" Bapak pikir kau sedang banyak pikiran, karena itu bapak menyuruhmu untuk membantu,.
' saya baik-baik saja, pak. anda tidak perlu sekuatir itu pada kesehatan saya, saya punya kakak yang selalu menjagaku,
lagi pula anda adalah dosen pertukaran, kenapa sampai harus sampai bertanya seperti itu, ungkapnya yang sedikit kesal.
" Baiklah, bapak minta maaf kalau sudah salah bertanya.
nah,, Kiran kita sudah sampai di ruangan seniormu jawabnya.
yang keduanya pun akhirnya melangkah kedalam ruangan itu.
dan betapa terkejutnya youri dan yang lainnya yang melihat kiran, memasuki ruangannya bersamaan dengan dosen dari luar negeri itu,
" Selamat pagi semuanya, hari ini adalah hari pertama bapak disini sebagai pertukaran dosen dari luar negeri,
dan ini adalah Hirohito Kiran mahasiswi tahun kedua,
Yang baru saja diangkat menjadi asisten bapak dikampus ini oleh rektor, jadi mohon kerjasamanya, yah.? ungkapnya.
kiran yang mendengar perkataan itu pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang lain,
( dasar orang itu selalu saja bertindak sesuka hatinya, tanpa persetujuan dariku,, ) gumam kiran dalam hati yang kesal.
dengan berat hati akhirnya kiran disuruh memperkenalkan dirinya dihadapan para seniornya itu,
" Selamat pagi semua senior, perkenalkan nama saya Hirohito Kiran, saya dari elite sky high university,
yang sudah menjadi mahasiswi tahun kedua dikampus ini sejak kemarin pagi, dan kedepannya, mohon bimbingannya, ujarnya sambil memberi hormat.
( aku akan melakukan perhitungan denganmu rektor )
gumam kiran yang geram dengan perlakuan rektor yang membuatnya semakin terlihat menonjol di kampus itu.
yang dimana Kiran berusaha agar dirinya tak terlihat menonjol seperti orang lainnya.
" Baiklah kiran, berhubung sekarang kau sudah menjadi asistennya bapak,
kau tidak perlu khawatir dengan perkuliahanmu disini, karena disaat bapak mengajar kakak-kakakmu,
maka kau akan tetap belajar sesuai dengan tahun ajaranmu sendiri,
namun tidak diruanganmu,
melainkan disini bersama mereka semua,
__ADS_1
ujarnya sambil mengarahkan tangannya pada salah satu kursi yang masih kosong.
" Baik, pak. ujarnya
Sambil menuju tempat duduk yang sudah disediakan.
" Oke, para senior semua, kalian tidak perlu merasa terganggu dengan kehadiran kiran disini.
kita akan tetap belajar sesuai jadwal tanpa ada yang berubah. sambung dosen itu tersenyum pada kiran.
[ Dan materi pembelajaran bagi mahasiswa lanjut pun, tetap berjalan seperti biasa ]
Selama materi berlangsung Kiran terlihat begitu sangat serius dengan materinya sendiri,
" Kiran, bisakah..? kiran,,?! panggil dosen itu, ( astagaa ternyata memang benar adanya,
kalau kiran terkenal akan tingkat seriusnya sama materinya sendiri ) gumam si dosen.
panggilan dosen tersebut tak begitu diperhatikan Kiran,
sangking seriusnya ia mengulas materinya, sampai siapapun yang memanggil dirinya,
tak begitu ia dengar. sang dosen yang melihatnya begitu serius itupun kemudian mendekati kiran,
lalu mengelus kepalanya serta berkata padanya,
" Nak,, kalau kau seserius itu kau bisa lapar, nanti. lihatlah, materi untuk kakak-kakakmu sudah selesai,
apa kau ingin makan siang..,? sahutnya pelan.
Kiran yang baru sadar jika sudah memasuki jam istirahat itupun, langsung berdiri dan menyusun buku-bukunya itu.
" Bapak istirahat saja, biar saya yang membawa buku-bukunya kekantor, ujarnya sambil menyusun buku sang dosen.
kiran pun bergegas pergi dari situ dan menuju ke ruang dosen.
namun ketika ia sudah menyusun buku itu dan akan beranjak keluar, kakinya tak sengaja terbentur dibagian kaki kursi.
" aughh..." sahutnya yang sambil menahan nyerinya.
" Tunggu, kiran..!? panggil dosen itu.
ia pun mendekati kiran lalu mengambil buku itu dari tangannya, menaruhnya kembali ke meja,
lalu memegang tangan kiran serta berkata padanya,
" Mari kita ke UKS, biar diobati cepat. kai kau lanjutkan bawa buku itu ke ruangannya bapak, sahutnya yang membawa kiran dari situ.
" Tapi pak, saya tidak apa-apa. ini hanya luka kecil, ujarnya yang menarik tangan kanannya dari dosen itu.
lalu bergegas mengambil buku-buku itu dari tangannya kai.
" Biar aku saja yang membawanya, ini sudah menjadi tugasku, ujarnya lalu bergegas menuju ruang guru.
setelah beberapa saat kiran mengantarkan buku-buku itu,
ia pun mulai merasa nyeri kembali pada kakinya itu, lalu sambil menoleh kearah sekelilingnya itu,
ia pun bergegas menuju ruang UKS dengan kaki yang sedikit pincang,
Sang dosen yang melihatnya dari kejauhan itupun tampak sedikit terkejut,
" Sampai kapan kau akan terus seperti ini kiran, menahan sakit seorang diri. pikirnya sambil beranjak dari situ.
tak lama kemudian setelah kiran mengobati kakinya itu, ia pun kembali ke kelas,
namun sebelum ia sempat keruangannya itu, ia teringat bahwa dirinya sudah menjadi asisten dosen dari luar negeri itu.
akhirnya kiran keruangannya lalu hanya mengambil tasnya dan kembali keluar menuju ruang dosen.
" Kiran sedang apa kau disini,? ujar salah seorang dosen.
" Maaf Bu, saya mencari dosen pertukaran itu, karena saya asisten
beliau jadi saya harus membantu bapak memberi materi pada para senior, ungkapnya.
" Ooh..., beliau baru saja pergi mengajar diruangan seniormu, semester 8 ungkap si ibu dosen.
Terimakasih banyak bu, jawabnya yang bergegas menuju ruangan tersebut.
[ Untungnya sang dosen baru saja tiba dan sedang perkenalan pada mahasiswa,
dan si dosen pun tiba-tiba menoleh kearah kiran yang berlari menuju ruangannya
melihatnya seperti itu ia pun berdiri di depan pintu masuk ]
" hah.. hah..." kiran yang masih ngos-ngosan itu, kembali berkata padanya
" Maaf pak,,, saya belum,,, telatkan,, ujarnya yang kemudian mengatur nafas dengan baik.
" Kau tidak terlambat, kok. mari masuk, sahutnya yang ingin menuntut kiran, takut kakinya sakit kembali.
namun dikarenakan sebelumnya ia menolak, si dosen pun akhirnya enggan untuk membantunya.
lalu ia pun kembali menyapa mahasiswa.
__ADS_1
" Maaf yah,, ada sedikit tambahan untuk kalian.
perkenalkan dia adalah Hirohito Kiran mahasiswi tahun kedua yang mendapat tugas sebagai asisten baru saya,
selama saya masih disini Kiran akan tetap menjadi asisten saya, ujarnya.
" Selamat siang senior, nama saya Hirohito Kiran, mohon bimbingannya ujarnya sembari memberikan menunduk hormat.
" Kiran kau bisa bagikan katalog itu pada seniormu, dan kembali kau mulailah belajar, sahutnya.
" Baik, pak. ujarnya sambil melakukan yang diperintahkan.
selagi kiran membagikan katalog itu pada seniornya,
sang dosen pun melanjutkan materi pembahasannya. sambil memperhatikan kaki kiran yang sudah terbalut dengan perban.
si dosen sedang mengajar dan Kiran kembali belajar sesuai jadwalnya.
ia mengambil kursi dibelakang lalu memulai belajarnya.
dan disaat si dosen memberikan tugas pada mahasiswa itu, ia kembali memperhatikan kondisi kiran,
kiran yang tengah serius belajar itu, sesekali tertangkap mata sedang meregangkan tangannya yang sedikit keram,
lalu terkadang ia terlihat seperti sedang berfikir kadang ia terlihat seperti sedang kelelahan,
melihatnya seperti itu membuat sang dosen hanya tersenyum kecil melihat tingkahnya yang lucu.
dan ia pun kembali melanjutkan materinya.
dan tak lama kemudian si dosen kembali menatap kiran yang sudah tak duduk tegak di kursinya,
si dosen pun berpura-pura untuk sekedar berjalan-jalan,
dan memperhatikan kiran yang seperti sedang setengah tidur di ruangan.
ia pun mendekati Kiran dan berkata padanya,
" Kiran, apa kau sakit.,? sahutnya pelan.
namun panggilan dosen itu tak digubrisnya,
si dosen pun akhirnya menyentuh kening kiran,
( ooh..., ternyata dia tidur, kupikir dia sakit, apa karena kakinya yang membuatnya semakin kelelahan ) gumamnya dalam hati.
Melihatnya seperti itu pun si dosen langsung memberikan jasnya untuk menutupi sebagian badan kiran.
mahasiswa yang lain melihat hal itu pun langsung bertanya pada si dosen,
" Dia kenapa, pak.,?!
" Biarkan dia istirahat, dia kurang sehat dan baru keluar dari ruangan uks tadi, ungkapnya.
" Kenapa tidak disuruh pulang saja pak, atau biarkan dia tetap istirahat diruang uks.
" Nanti saja, balasnya yang ijin keluar sebentar.
[ Tak berapa lama kemudian ]
si dosen pun kembali mendapati Kiran sudah terbangun, dan menyadari bahwa ada suatu benda dipunggungnya.
ia pun melihat dan ternyata itu adalah jas milik si dosen,
( astagaa..., apa-apaan dosen itu, dia pikir aku putrinya, sampai bertindak seperti ini ) gumamnya sendiri.
" Kiran, kau sudah bangun..? tanyanya.
" Iya, pak. maaf karena sudah berani tertidur di ruangannya bapak mengajar, ujarnya sambil sedikit menunduk.
" Tidak apa-apa, oh iya kiran, kau sudah boleh pulang sekarang.
kakak-kakakmu ini juga sudah selesai dengan materinya, dan jam mengajar bapak pun juga sudah selesai, ucapnya.
[ Kiran pun menyusun bukunya serta buku-buku milik si dosen.
dan membawanya ke kantor tanpa menoleh sedikitpun kearah dosen ataupun para seniornya itu ].
dalam perjalanannya menuju ruang kantor, si dosen yang berjalan sedikit jauh darinya dibelakang itu,
sesekali melihat kiran menguap dan membenarkan susunan buku yang dipegangnya itu.
tak lama Kiran pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah koridor ruangan youri,
" Aku pulang lebih dulu, tapi kak youri belum pulang, apa aku harus menunggunya di depan gerbang, yah..?!
tapi aku tidak tahu jadwalnya seperti apa.
aah.., sudahlah. menjadi asisten saja sudah membuatku jarang bertemu teman-teman,
apalagi ka youri. ungkapnya sambil melanjutkan langkahnya menuju kantor.
sambil berjalan kekantor sesekali Kiran melompat-lompat seperti anak kecil, sambil bersenandung kecil.
[ aku tidak tahu kalau dia semanis itu, ungkap si dosen yang berhenti sedikit jauh darinya. ]
__ADS_1