
Siang itu setelah semua selesai dengan jam makan siangnya masing-masing, para siswa pun kembali ke kelas masing-masing.
dalam perjalanan menuju kelas masing-masing, untuk yang kesekian kalinya,
saki dan riko melihat salah seorang siswa dari kelas 12-A sedang berbicara dengan akira,
tepat didepan ruangannya akira, berhubung guru yang mengajar kelasnya akira berhalangan hadir,
karena itu mereka hanya diberi tugas dan menunggu sampai pada jam pulang sekolah.
bukan akira saja yang tengah berbicara dengan senior itu, namun beberapa teman akira pun ikut ambil bagian di dalamnya.
dan mereka tampak sangat menikmati percakapan itu.
keduanya yang melihat hal itu pun, memilih untuk tidak menggubrisnya dan langsung masuk kedalam kelas.
begitu pun dengan akira yang tidak terlalu memperdulikan mereka berdua.
( Setelah beberapa waktu kemudian )
mendekat jam pulang sekolah, lagi-lagi akira dijemput oleh senior yang tadi berbicara dengannya.
dan bel pulang sekolah pun berbunyi dan para siswa pun
berbondong-bondong keluar dari kelasnya masing-masing dan bersiap untuk pulang.
saki dan riko yang kebetulan sudah berada di bagian loker sepatu siswa dan tengah mengganti sepatu disana,
dan lagi-lagi melihat akira yang sedang berjalan menuju loker sepatu siswa bersama senior itu.
setelah berganti sepatu dan keduanya pun melangkah keluar dari sekolah secara bersamaan,
keduanya yang merasa seperti pengawal yang tengah menjaga pasangan kekasih,
itu pun langsung bergegas menjauh dari keduanya,
Akira yang sedang asyik berbincang itupun tidak menyadari kehadiran keduanya yang menjauh dari akira dan senior itu.
Perbincangan yang dibincangkan pun hanyalah basa-basi saja dan bukan yang penting.
setelah berjalan bersama akhirnya tibalah mereka di depan rumahnya riko.
" Akira,?! panggil senior itu yang tiba-tiba menahan tangannya itu.
Iya, ka. Ada apa,?! jawabnya.
" Maaf sebelumnya, tapi bisakah mulai sekarang aku mendekati dirimu
dan bisa berjabat tangan denganmu,.? ucapnya yang tampak serius.
" Senior ini bicara apa, bukankah kita adalah sahabat masa kecil, yah..
dan kita akan selalu bersama, bukankah begitu ujarnya sambil tersenyum seraya menjabat tangan senior itu.
" Tapi kalau aku memang benar-benar sahabat masa kecilmu,
lalu kenapa kau tidak pernah sekalipun memanggilku dengan sebutan nama kecil yang biasanya kita pakai?! ujarnya sembari tetap memegang tangan akira.
mendengar perkataan itu pun akira langsung membalasnya dengan cara akira mendekatkan dirinya kepadanya
sampai saki dan riko yang melihat hal itu pun hanya bisa terpaku,
__ADS_1
Melihat aksi akira yang dengan berani,
mendekatkan dirinya
hingga wajah keduanya pun hanya berjarak sepanjang telapak tangan.
lalu ia pun berkata dengan nada pelan,
" Jika memang kau mau seperti itu, apakah kau bisa mengulang kembali waktu itu, kaido. ucapnya lalu masuk kedalam rumah.
tanpa bertanya ataupun memberikan reaksi yang lain, akira bergegas menuju ke dalam kamarnya.
ucapan akira seolah-olah menjadi tamparan keras bagi kaido.
dan karena perkataannya itu pun kaido hanya bisa terdiam sesaat, sambil menunduk kepalanya sampai kehabisan kata-kata.
mendengar itu pun keduanya mendekati kaido lalu berkata padanya,
" Maaf senior kaido, kalau boleh tahu, sebenarnya apakah benar jika senior dan akira adalah sahabat masa kecil,,?!
kaido pun mengangkat wajahnya yang sudah bercucuran air mata sambil menatap kearah saki dan riko lalu berkata,
" Sebenarnya aku dan akira sudah bertunangan, dan itu terjadi karena keinginan kedua orang tua kami masing-masing,
bahkan kami dijodohkan sejak kami berusia 7 tahun, namun pertunangan itu terputus karena meninggalnya orang tua akira,
dan dari segi keluargaku juga yang meminta agar diberhentikan karena akira sudah menjadi yatim-piatu.
walaupun begitu tetap saja aku tidak bisa melupakannya begitu saja.
aku kembali dari Amerika hanya untuk meminta maaf padanya dan mencoba untuk membangun kembali hubungan itu,
tapi malah yang terjadi seperti ini, keluarga kirio malah memperalat dirinya bahkan sampai melepaskan tanggung jawabnya begitu saja,
mendengar pengakuannya itu sontak membuat terkejut keduanya,
saki pun hanya bisa bereaksi semakin bingung hingga ia sampai memukul keningnya sendiri,
lalu ia pun berpamitan dengan riko dengan hanya melambaikan tangannya itu tanpa menoleh sedikitpun kearah riko.
( hhuff..., aku berharap semua pihak bisa menemukan jalannya masing-masing ) gumam riko dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
lalu memasuki rumah, dan setelah ia memasuki rumah dan hendak mencuci tangannya,
Akira yang sudah berganti pakaian menjadi pakaian rumah itupun mendatangi riko dan berkata,
" Maafkan aku ka riko, tidak seharusnya aku semakin mempersulit perasaan saki padaku.
tapi jujur saja sebenarnya kedua orang tua kakak serta ka ino, mereka semua sudah lama mengetahui hal itu, jelas akira.
mendengar itu ia pun kembali menoleh kearahnya dan berkata,
" Hhuff... isskk..., kalian ini benar-benar.... tapi,
Sebenarnya ini adalah pertama kalinya aku mendengar kau memanggilku dengan sebutan itu,
kau tahu akira, lewat saki aku semakin mengenal dirimu,
tapi meski begitu sejujurnya kau masih menjadi adik misterius bagiku,
aku bahkan tidak pernah tahu perasaanmu sekarang seperti apa, kau marah seperti apa, kau sedih seperti apa,
__ADS_1
terlalu banyak hal yang membuatku merasa perlu banyak waktu untuk lebih mengenal dirimu, ujarnya sambil mengelap tangannya,
kemudian ia mengelus kepalanya akira dan kembali berkata padanya,
" Meski sampai saat ini, aku belum bisa memahami dirimu,
tapi sekarang aku paham bahwa kau adalah satu-satunya adik bungsuku yang harus kujaga dengan baik, ucapnya lalu kemudian ia memasuki kamarnya.
akira yang mendapat kalimat itupun hanya bisa terdiam di dapur,,
sedang riko yang sudah berada di kamarnya itupun, lalu meletakkan tas begitu saja ditempat tidur,
lalu ia pun kembali terduduk lesu disamping tempat tidurnya.
kemudian riko pun mulai bergumam sendiri,
" Astagaa..., ( seraya memukul keningnya sendiri ) sebenarnya bukan kalimat itu yang ingin aku sampaikan padanya,
seharusnya aku, hhmm....., kenapa wanita seperti dirimu harus berakhir seperti itu akira,
entah hal gila apa lagi yang akan kudengar darimu,
memang saya sendiripun masih penuh dengan tanda tanya besar,
bahkan sejak awal mula mengenalnya pun aku merasa kalau akira menyimpan banyak misteri bagi banyak orang,
tapi orang siapa yang bisa dimintai tolong untuk menceritakan semua itu pada saki dan padaku,
haahh... aku juga benar-benar sudah sangat lelah dengan semua ini, sebaiknya aku tidur dulu,
mungkin tengah malam nanti akira akan terbangun,
dan itu adalah kesempatan bagiku untuk bertanya banyak hal padanya, sambungnya lalu tertidur pulas di tempat tidurnya.
( Setelah beberapa jam kemudian )
Malam hari pukul 18:30 keluarga besar riko waktunya untuk makan malam bersama.
namun malam itu riko masih tertidur di kamarnya dan belum kunjung bangun.
" Ayah, ibu, biarkan aku yang membangunkannya, ujar ino yang bersiap ke kamar riko.
" Tunggu ka ino, kali ini biar aku saja yang membangunkannya, ujarnya yang langsung bergegas menuju kamar riko.
" tok.. tok.. tok.. " ka riko, bangun ka, bapak dan ibu memanggilmu untuk makan malam, ujarnya.
beberapa saat sebelumnya riko tak menjawabnya, lalu akira pun kembali mencoba beberapa kali mengetuk pintunya,
lalu riko pun langsung terbangun dan membuka pintu kamarnya,
Akira begitu kaget karena riko tertidur masih dengan seragam sekolah lengkap.
sambil membuka pintu lebar, ia pun berkata kepada akira seraya menggosok matanya,
" Ada apa akira, ini belum pagi, aku mengantuk. kalau mau bicara besok pagi saja balasnya yang ingin kembali menutup pintunya.
" Hei ka riko, ini jamnya makan malam bersama, apa kakak tidak lihat langit diluar,
( makan malam..) pikirnya.
" ooh.. astagaa.., iya iya iya, aku segera turun, aku akan ganti baju dulu, ujarnya sambil menutup pintu.
__ADS_1
( dia itu kenapa sih, seperti orang kantoran saja yang tampak kelelahan, padahal hanya ketua disiplin sekolah ) pikirnya sambil menuruni anak tangga,
akira tampak menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil menuju ruang makan keluarga.