
Perkataan saki dan ino pada akira, membuatnya sedikit lebih membaik dari sebelumnya.
setelah dokter mengajukan beberapa pertanyaan umum, akhirnya suster membawakan obat sekaligus makanan untuknya.
" Nona akira tolong di makan yah, dan jangan lupa untuk rutin minum obatnya. ujar suster
setelah itu dokter dan suster kembali ke ruangan mereka masing-masing.
melihat obat yang diberikan suster itu, membuat akira jadi terdiam sejenak.
" Ada apa akira, kau tidak bisa minum obatnya? tanya ino.
akira yang menoleh ino pun langsung menarik tangan kanannya lalu berbisik,
( Ka ino, boleh aku berkata sesuatu padamu, tapi aku tidak ingin mereka berdua mendengar hal ini ) ucapnya pelan.
mendengar perkataan itu, ino pun langsung menoleh kearah saki dan riko.
" Sebaiknya kalian berdua pergi sekolah, dan selesaikan tugas rumah dengan baik,
jangan lupa untuk membersihkan rumah, yah riko. nanti saki yang membantumu menyelesaikannya, ujar ino.
Baiklah, ka ino, ucap serempak keduanya.
setelah keduanya pergi, akhirnya akira mau berbicara banyak padanya.
" Jadi akira, apa yang mau kau katakan padaku,,? ucapnya menunggu.
Ka ino,, sebenarnya aku tidak bisa minum obat, bukan karena aku tidak bisa menelan obat,
tapi,,,, obat ini mengingatkanku kembali pada kejadian saat aku berumur 6 tahun,
itu adalah masa, dimana ibuku diracuni oleh petugas medis. dengan over dosis obat,
saat itu aku mendengar percakapan dari orang tua zac, untuk meracuni tubuh ibuku
dengan memberikan obat yang berlebih-lebihan serta obat yang tidak sesuai dengan penyakitnya. jelas akira
mendengar pengakuannya itu, ino pun langsung berfikir,
( aku harus menyelamatkan akira, bahkan obat yang diberi pun hanya diperiksa ). pikirnya
" Kalau begitu akira, aku akan menelfon langsung kepada dokter pribadi keluargaku, ucapnya sambil langsung menelfon dokternya.
setelah menelfon, selang beberapa waktu kemudian dokter itu pun tiba di ruangan akira.
dengan memakai pakaian samaran, agar tak membuat pihak RS curiga dengan kedatangan dokter dari luar tanpa pemberitahuan sebelumnya.
sesampainya di ruangan akira,,,,
" Permisi ino, akira sapanya yang lembut, sembari memberikan sepaket bunga tulip kuning padanya.
__ADS_1
Hai akira,, ternyata kau wanita yang cantik juga, aku jadi iri dengan pria yang bisa menjadi kekasihmu, canda dokter.
Terimakasih dok atas ucapannya, tapi untuk sekarang ini, aku belum ingin menjalin hubungan dengan siapapun, ucapnya sambil menatap bunga tulip itu.
perkataan akira membuat suasana ruangan menjadi senyap sejenak.
" Ooh.., ya dok, ini adalah obatnya akira, pemberian dari suster tadi, ujar ino padanya sembari memberikan obat itu.
dokter pun dengan sigap mengecek obat itu,
dan setelah beberapa saat kemudian, akhirnya dokter pun langsung memberikan penjelasan singkat terkait obatnya.
" Jadi begini ino dan akira, setelah memeriksa obat ini, dan hasilnya adalah obat ini adalah obat yang dikhususkan bagi pasien dengan gangguan jiwa, jelasnya.
mendengar perkataan itu, akira sama sekali tidak kaget, bahkan ia hanya bisa tersenyum kecil, lalu berkata
" Sebenarnya aku sudah tahu dari dulu, mengenai keluarga zac, mereka menerima dan merawatku selama ini,
karena ingin menguasai harta benda milik keluargaku, bukan itu saja melainkan,
harta warisan untukku juga sudah diambil mereka semua, tanpa tersisa sedikitpun, ungkapnya sambil tersenyum lalu ia pun kembali tidur.
oh ya ka ino, aku mengantuk, aku tidur dulu yah, ujarnya santai.
( Apa..!!? ) syok ino yang mengetahui kebenaran itu.
ino yang mencoba untuk memegang tangan akira, untuk membangunkan akira pun,
" Cukup ino, aku paham betul maksudnya, sambil membuang semua obat akira dan membawa ino keluar dari ruangan.
sesampainya di luar ruangan, ketika keduanya hendak pergi mencari taman RS, untuk membahas hal tadi,
dari kejauhan tampak saki dan riko yang juga datang sambil membawa oleh-oleh untuk akira.
melihat hal itu, ino pun langsung berlari mendekati keduanya lalu berkata,
" Riko, saki, sekarang juga kalian berdua, pergi dan carilah RS tempat biasa ayah dan ibu melakukan check up, ujarnya yang mengambil oleh-oleh dari tangan saki.
dan mencoba mendorong keduanya itu,
Ka ino, ada apa?! tanya bingung keduanya.
" Lakukan saja perintahku..!? ujarnya tegas.
lalu keduanya pun bergegas menuju tempat RS yang biasanya didatangi oleh pihak keluarga riko.
tak lama kemudian, riko sudah melakukan reservasi lebih dulu ke RS itu, dan segera menghubungi ino,
agar ino dengan cepat mengeluarkan akira dari RS itu.
setelah seharian penuh melakukan persiapan, akhirnya akira pun dipindahkan ke RS lain, yang bahkan lebih jauh dari RS sebelumnya.
__ADS_1
akira di RS baru,,,,
Akira tiba di ruangannya pukul 10 pagi, dan sebenarnya akira sudah tidak ingin dirawat di RS,
namun dikarenakan pihak RS dan pihak keluarga riko, memiliki kerjasama.
maka dari itu, akira pun hanya mengiyakan permintaan mereka.
Hari pertama akira di ruang rawat inapnya,
( sampai kapan aku harus merepotkan mereka semua,
lagi pula aku tidak punya uang untuk mengganti semua pengeluaran mereka di tempat ini ) gumam akira dalam hati.
" Akira..., Akira,,,, panggil ino disambung dengan saki dan riko.
Eh.., maaf ka ino, ada apa,,? jawabnya yang sadar dari lamunannya itu.
" Ada apa, akira,? semuanya baik-baik saja, kan? atau kau merasa mual, pusing karena kendaraan, atau kenapa,,
katakan saja apapun itu yang menjadi kegelisahan mu, ujar ino.
perkataan itu membuat akira semakin tidak nyaman dengan mereka semua, lalu ia pun memberanikan diri untuk berkata,
" Maaf semuanya, tapi aku sudah tidak ingin dirawat lagi di RS, aku ingin pulang ucap akira yang sedikit tidak nyaman itu.
Akira, kau tidak perlu takut dengan siapapun disini, mereka semua adalah orang-orang pilihan keluargaku,
jadi, disini tidak akan ada yang menyakitimu, ucapnya sambil mengelus rambut akira.
Kalau begitu ka, bisakah kakak saja yang menjadi pendampingku selama aku dirawat disini, pinta akira.
" Akira,,, baiklah, kakak yang akan menjadi penjagamu, ucap ino dengan wajah yang sedikit kuatir juga.
( apakah akira benar-benar sudah trauma dengan RS, kalau benar. Ini tidak bisa dibiarkan ) gumam ino dalam hati.
Baiklah akira, itu suster sudah datang membawakan makanan dan obat untukmu, ujarnya yang membantu akira untuk makan.
( aku berharap kau bisa hilangkan perasaan trauma itu, akira ) pikirnya sambil menyuapinya.
" Ka ino, aku masih kuat untuk makan sendiri, biarkan aku makan sendiri, sahutnya sambil mengambil makanannya dari tangan ino.
( aku harus kuat untuk makan sendiri, jika mereka semua tahu aku tidak bisa memakan makanan RS,
bisa-bisa mereka akan keluarkan uang untuk membeli makanan diluar sana, aku harus memaksa tubuhku sendiri ) pikir akira.
walau sebenarnya, akira mau ingin mengeluarkan semua makanan itu dari mulutnya,
namun dengan sekuat tenaga ia menahannya untuk kebaikannya sendiri.
( pokoknya apapun yang terjadi, aku harus sesegera mungkin keluar dari RS ini, sebelum aku semakin menyusahkan mereka ) gumam akira dalam benaknya.
__ADS_1