Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Kai to Akira


__ADS_3

Setelah momen makan siang itu, semua pun kembali ke kelas masing-masing, dengan pertanyaan yang sama yaitu,


( Apakah benar, itu tadi seorang akira,,?! ) pertanyaan itu terus membayangi mereka semua.


beberapa waktu kemudian, waktunya pulang sekolah, dan riko serta saki menunggu akira di gerbang sekolah.


selagi menunggu akira, keduanya tampak tengah berbicara dengan beberapa siswa digerbang sekolah.


kira-kira sekitar setengah jam menunggu akira yang tak kunjung datang, riko mencoba untuk menelfon langsung akira lewat ponselnya.


namun 3x panggilan telah dilakukan, itupun tak ada jawaban apapun dari akira,


karena khawatir akhirnya keduanya mencoba mencari akira di kelasnya,


sambil bertanya-tanya pada salah seorang siswa dari kelas yang sama namun ruangan yang berbeda,


" Permisi, apa kau melihat akira,,?!


Maaf aku tidak melihatnya, ujarnya.


keduanya pun kembali bertanya pada siswa yang lainnya,


" Permisi apakah kau melihat, akira? tanyanya lagi.


' Oh.., akira sudah pulang dari tadi dengan salah seorang kakak kelas 12, ucapnya.


" Hah,,?! siswa kelas 12, apa kau mengenal orang itu,,?! ujarnya.


" Maaf ka riko, tapi saya kurang kenal dengan senior dari kelas 12 - A, jawabnya lalu berpamitan pada keduanya.


keduanya yang mendengar perkataan itu pun langsung saling menatap, dan seolah-olah bertanya-tanya pada diri sendiri,


( kelas 12 - A ..?! ) gumam keduanya dalam hati dengan wajah bingung.


akhirnya riko pun berkata pada saki,


" Mari kita pulang, dan sebentar malam aku akan bicara padanya,


kau jangan pernah berfikir yang tidak-tidak dulu, apa kau paham, ucapnya sambil menepuk pundak saki.


" Baiklah, aku akan menunggumu, ujarnya sambil keduanya pun berpisah dijalan.


Malam itu, setelah semua anggota keluarga makan malam, mereka pun melakukan kegiatan masing-masing.


dan saat itu sebelum akira istirahat dikamarnya, ia sempat ke teras depan rumah,


sambil bersandar pada besi penahan, ia pun menatap kearah langit malam yang bertabur bintang.


riko yang melihat itu pun langsung segera mendekati akira lalu ia pun memulai pembicaraan,


" Hei akira, apa yang kau lakukan disini? tanyanya sambil ikut bersandar pada besi penyangga dekat teras rumah.


Eeh.., ka riko, tidak ada apa-apa kok ka, jawabnya yang kembali fokus melihat bintang.


" Oh ya,, tadi aku menunggumu untuk pulang bersama, tapi temanmu bilang kau sudah lebih dulu pulang,


maaf bukannya aku lancang bertanya, tapi aku kwatir padamu, makanya saat pulang sekolah aku mencarimu kesemua kelas, ujarnya.


Ooh.., ka riko tidak perlu sekuatir itu, karena biar bagaimanapun juga aku pulang bukan dengan orang asing,


melainkan pulang bersama dengan ajudan ayahku dulu,

__ADS_1


ia memberiku sebuah surat wasiat dari ayah, disitu tertulis bahwa ia harus meneruskan pekerjaan ayahnya dulu,


yang mengabdi pada keluargaku, meskipun sekarang mereka sudah tidak ada lagi,


namun ia mendapat mandat untuk melanjutkan tugas ayahnya itu, maka dari itu tadi aku pulang bersamanya,


lagi pula ia hanya mengantarku hanya sampai di depan jalan masuk lorong rumah ka riko,


ia takut jika nanti ada isu palsu yang beredar, jika ia mengantar sampai rumah, ujar akira.


Setelah mendengar perkataan itu pun, riko kembali tenang,


" Ooh... aku berfikir bahwa kau sudah menemukan seseorang yang membuatmu bahagia, balasnya.


" Tambatan hati, yah,,?! " ucapnya sambil berfikir.


Aku pusing ka riko, kalau harus memikirkan tentang hal itu, balasnya lagi sambil pamit untuk tidur lebih dulu.


Riko yang melihatnya seperti itu hanya bisa bergumam,


( sampai kapan kalian berdua bisa bersatu ) sambil ia kembali ke kamarnya.


dan malam itu malah riko yang kesulitan untuk tidur, sedang akira tetap tertidur pulas meski begitu banyak hal yang sudah terjadi pada dirinya.


Setelah beberapa jam tidur, tiba-tiba tengah malam akira terbangun dari tidurnya itu,


lalu menuju keluar dari kamarnya menuju ke ruang tamu sambil memandangi sekelilingnya.


akira yang merasa seperti sedikit susah untuk kembali tidur pun, mencoba untuk keluar dan duduk di kursi bagian teras depan rumah.


disaat dirinya tengah duduk sendiri di luar sambil melihat sekelilingnya itu,


tiba-tiba dari kejauhan seseorang yang tampak seperti sedang mabuk, lalu sambil mengoceh sendiri,


ia dikejutkan oleh suara orang itu sambil terisak-isak,


" Akira.... akira... kau kemana,, aku mencarimu, aku menantimu,


aku merindukanmu, aku.. aku tidak ingin kehilanganmu.."


ucapan orang itu terdengar oleh akira, dan akira mencoba untuk melihatnya walaupun tidak bisa terlalu tampak baginya,


namun dari suaranya, sepertinya akira mengenali suara itu.


orang itu terus saja berjalan kemana-kemana,


sampai akhirnya ia terduduk tepat dibawah tiang lampu di jalan tepat dekat rumah riko yang akira tempati saat ini.


melihat hal itu pun, hati akira pun mulai tergerak, ia pun nekat keluar dan menghampirinya,


lalu disaat ia tiba dihadapan orang tersebut,


ia melihat seorang pria muda, yang memiliki rambut pendek yang sedikit berantakan,


baju kaos hitam yang dipadankan dengan jaket biru, celana panjang hitam serta syal merah menyala yang melingkar di lehernya,


tampak sedikit tak asing bagi akira, namun akira masih belum mengenali orang tersebut.


dengan sedikit keberanian akhirnya akira pun menyapanya sambil memberikan jaket tebal padanya,


" Sedang apa kau disini, apa kau baik-baik saja?! ucapnya sambil membantunya berdiri.

__ADS_1


namun betapa terkejutnya akira yang ternyata pria tersebut adalah chisaki kaira, pria yang satu sekolah dengannya itu.


dengan cepat ia membantu memapahnya kerumah riko, dan dengan nekat,


memasuki kamar riko yang tengah tertidur pulas.


walaupun sedikit berat tapi akira memaksa dirinya untuk membawa masuk saki kedalam kamar riko.


lalu menempatkan dirinya di kamarnya riko, lalu ia keluar dari situ dan kembali ke kamarnya.


( keesokan paginya )


" Aaaarrggghhh......... !!!!! suara teriakan dari kamar riko itu, membuat seisi rumah sontak bergegas ke kamar riko dengan cepat.


sang ayah dan ino pun langsung mendobrak pintu kamarnya riko lalu berkata,,


" Ada apa, riko.!? tanya ino.


riko yang terkejut karena melihat saki sudah berada di dalam kamarnya, bahkan mereka tidur di 1 tempat tidur yang sama.


dan hal itu yang mengejutkan semuanya.


" Saki,, kenapa kau bisa disini, kapan kau tiba..!!? ucap ayah riko.


setelah beberapa saat kemudian kedua disuruh keluar dari kamar terlebih dulu, untuk menjelaskan semuanya.


namun saki sama sekali tidak tahu menahu soal kejadian semalam, karena itu saki hanya bisa menjawab,


" Minta maaf semuanya, sebenarnya saya tiba disini pun, saya kurang tahu siapa yang membawaku, ujarnya dengan wajah bingungnya.


Akira yang tiba-tiba memasuki percakapan mereka pun, sambil berkata


" Maaf, tapi semalam aku mendengar suara seseorang yang begitu ribut ditengah malam,


karena itu aku bergegas keluar dan menemukan saki sudah dalam kondisi mabuk,


sambil mabuk dan mengoceh tentang banyak hal, aku memapahnya kedalam kamar riko, dan itulah kejadian yang sebenarnya,


maaf ka riko, semalam aku ingin membangunkan dirimu tapi aku lihat kau tertidur pulas,


karena itulah, sekali lagi mohon maaf atas tindakan saya semalam, seharusnya saya lebih dulu bertanya,


biar bagaimanapun juga ini bukan rumah saya, ucap jelasnya.


mendengar pengakuannya itu ino pun langsung mengelus kepalanya dan berkata,


" Tidak apa-apa akira, sebenarnya ini bukan pertama kalinya saki seperti ini, balasnya sambil tersenyum.


kalau begitu mari semua kita sarapan pagi lebih dulu, sambungnya.


( Diruang makan keluarga )


semua anggota keluarga tampak menikmati sarapan paginya,


namun lain halnya dengan akira yang sepertinya ada sesuatu hal yang menggangu pikirannya.


saki dan riko yang duduk bersebelahan itupun, mulai ditanyai oleh riko dengan suara pelan.


" Semalam kau ada mengoceh tentang apa, saki? tanyanya sambil berbisik.


" Kau pikir aku ingat kata-kataku semalam, mana mungkin kuingat lagi, kepalaku masih pusing karena minuman itu, balasnya.

__ADS_1


bahkan yang aku takutkan adalah jangan sampai, aku mengucapkan kalimat tentang perasaanku padanya,


hal itu yang tengah kupikirkan saat ini juga, sambung saki sambil tetap melanjutkan sarapan paginya.


__ADS_2