
[ Pagi hari di keluarga jimi beserta istri, yang mendapat anggota keluarga baru ]
" Kiran, sekarang waktunya sarapan pagi, ujar sang ibu.
Ketika ketiganya sarapan pagi, kiran merasa ada yang kurang dimeja makan.
karena itu ia pun bertanya pada ayahnya,
" Maaf jika aku bertanya sesuatu yang tidak seharusnya dipertanyakan, tapi bukankah ibu pernah bilang,
bahwa ibu memiliki 3 anak laki-laki diluar pernikahan ibu,
sebelum bertemu ayah jimi..?! maaf, tapi bukankah itu benar adanya..?!
" Kiran sayang, maaf yah sayang, sepertinya waktu itu ibumu ngelantur kemana-mana bicaranya,
sebenarnya yang dimaksudkan bukanlah anak manusia, melainkan itu
Lihatlah anggota keluarga baru kita,
ujarnya sembari menunjuk kearah ruangan yang baru dibuka sang istri.
[ Dan ternyata yang keluar dari ruangan itu memang bukanlah manusia, melainkan 3 ekor anjing dengan ras golden retriever. ]
yang dikatakan ibumu soalnya ayah dulu benar adanya, namun yang dimaksudkan dengan anak di luar nikah,
adalah ke-tiga anjing kesayangan ibumu.
jadi saat mereka menelfon ibumu, sebenarnya itu cara ibumu agar melihat seberapa besar niat jahat mereka padamu,
maafkan ayah dan ibu yah, nak. demi menguak misteri kakak dan ayah kandungmu itu,
kami tidak sengaja memanfaatkan dirimu sesaat.
tapi setelah semuanya terkuak, sekarang kau bisa lihat sendiri, kan. bagaimana mereka membuangmu begitu saja,
bahkan ibu selalu menelfon mereka, berpura-pura tidak terjadi apa-apa,
namun faktanya mereka bahkan memblokir semua kontak.
ibu mengetahui semua ini dari salah satu bodyguard yang dulu bekerja padamu, sambung ibu.
" Dan ada 1 hadiah untukmu, atas semua usahamu selama ini.
.. Hadiah..? hadiah apa ayah.,?!
" Silahkan masuk..!!? kau yang berada di ruang tamu, panggil sang ayah.
" Permisi, selamat pagi semuanya.." sapa chisaki kaira, yang masuk kedalam dan duduk bersama di meja makan.
[ Kiran yang melihat saki duduk di sampingnya itu, sontak membuat kiran terdiam, bahkan sampai mematung].
" Selamat pagi, kiran. ujarnya sambil tersenyum manis padanya.
[ Kiran yang mendapat ucapan selamat pagi itu, langsung menyadarkan kiran dari lamunannya itu,
lalu ia pun langsung beranjak dari tempat duduknya, dan menjauh darinya.
kiran yang kehabisan kata-kata itu, hanya menoleh kearah kedua orang tuanya,
seraya bertanya namun tak dapat berkata dengan mulut,
sang ibu yang melihat reaksi kiran yang antara percaya dan tidak percaya,
serta satu sisi menunjukkan ekspresi penolakan.
membuat sang ibu harus menenangkan perasaan Kiran yang tak karuan.]
__ADS_1
" Nak,, ini chisaki kaira, sahabat masa kecilmu, apa kau sudah melupakannya.,?!
kau tidak perlu seperti itu, ibu dan ayahmu mengundang saki kemari, karena ingin memperjelas semuanya, ujar ibu.
kiran yang tadinya dipegang oleh ibu, mendadak melepaskan genggamannya itu, serta pergi dari situ.
jimi yang melihat ekspresinya yang tiba-tiba berubah tidak karuan itu,
langsung membuat jimi khawatir jika kiran akan mengamuk dengan dirinya sendiri,
maka dari itu ia mengejar kiran dan menghentikan langkahnya.
" Tunggu kiran,,. ada apa nak.?! sambil menahan tangannya itu.
Kiran yang sama sekali tidak menoleh itupun hanya bisa menjawab,
" Lepaskan aku ayah,. Kukira ayah akan membuatku bahagia, ujarnya sembari masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.
" Kiran... kiran.. tolong nak,, jangan hukum ayah seperti ini..?! kiran buka pintunya nak.. ujar ayahnya yang sedikit panik.
sambil mengetuk pintunya berulang kali.
saki yang melihat hal itu pun, akhirnya berkata pada jimi,
" Maaf paman, ijinkan aku yang berbicara dengan kiran, ucapnya.
sambil tangan jimi ditarik oleh sang ibu yang membisik sesuatu padanya,
( ayah, biarkan mereka berdua yang menyelesaikan kesalahpahaman antara mereka berdua ) bisik ibu.
dan akhirnya ibu dan ayah membiarkan saki mencoba untuk berbicara padanya.
" Kiran,, aku tahu kau tidak menyukai kedatanganku kemari,
tapi percayalah. tujuan utama kedatanganku kemari hanya 1 hal yaitu aku hanya ingin berkata bahwa,
karena aku sudah tidak lagi berada di kampus yang sama denganmu,
mulai besok pagi aku sudah berangkat keluar kota,
dan memilih kuliah disana bersama keluarga besarku, ujarnya sembari pergi dari situ dan kembali menuju ruang dapur.
" Paman, saya sudah selesai membujuknya, selebihnya semua kembali kepada keputusannya sendiri, balasnya.
" Baiklah, terima kasih nak, tapi sebelum itu mari makan bersama kami, sebelum kau berangkat besok pagi, ucap sang ibu.
Sesaat sebelum saki duduk dan makan bersama, mendadak terdengar suara yang sangat lembut namun terdengar gemetar,
" Jangan pergi,, aku mohon..sahut kiran yang keluar perlahan dari balik tembok, sembari menangis tersedu-sedu,,
ketiganya yang mendengar perkataan itu pun langsung berdiri dari duduknya,
" Maafkan aku atas semua kesalahanku selama ini,
sebenarnya selama ini aku pun tahu kalau kau sangat peduli dan sangat mencintaiku,
dan sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak kecil, hingga sekarang perasaan itu berubah menjadi cinta.
maaf karena aku sudah membuat perasaanmu terluka, aku mohon jangan pergi lagi, aku akan menyalahkan diriku sendiri,
jika aku tidak bisa membalas semua kebaikamu selama ini, balasnya sambil menghapus air matanya.
[ Saki yang melihat hal itu pun langsung tersenyum kecil, lalu mendekatinya dan memeluknya serta berkata ]
" Kau tahu, sebelum aku datang kemari ibuku berkata padaku, bahwa jika wanita yang kucintai,
sama sekali tidak mengungkapkan perasaannya padaku,
__ADS_1
maka aku harus segera pergi esok harinya,
sebaliknya jika wanita itu menyatakan perasaannya padaku maka keluargaku,
mengijinkanku untuk menyelesaikan kuliahku disini bersamanya, dan hari ini aku sudah mendapatkan jawabannya,
ucapnya sambil melepas pelukannya itu lalu menghapus air mata kiran,
" Paman, bibi, aku sudah mendapatkan jawabannya hari ini,
jadi jika diperkenankan bolehkah aku menyandang status
sebagai calon menantu seorang dosen..,?! ucapnya sambil tersenyum kecil.
ayah dan ibu yang mendengar perkataan saki itu pun hanya bisa tersenyum manis padanya dan berkata,
" Baiklah, mulai sekarang kau adalah kekasih dari putriku, sekaligus calon menantu seorang dosen.
tapi dengan 1 syarat jika kau merusak kebahagiaannya maka kau akan tahu sendiri,
seperti apa hukumannya dariku, sebagai seorang ayah. tegas sang ayah.
[ Dan setelah pengakuan demi pengakuan, dan semua fakta diungkap,
jimi pun mulai bersikap layaknya seorang sahabat bagi putri semata wayangnya itu.
meski melewati jalan yang bergelombang, menerjang badai, bahkan hampir berada di ujung tanduk,
tetap dilalui oleh keluarganya, dengan melihat pengalaman pahit dari sang putrinya itu,
jimi memutuskan untuk memberikan apapun yang diinginkan oleh kiran, meski hal itu sudah berlalu bertahun-tahun lamanya,
namun lebih baik terlambat mendapatkan kasih sayang,
Dari pada putrinya tidak mendapatkan kasih sayang sama sekali. ]
Dan pagi itu mereka berempat pun menikmati suasana sarapan pagi yang jauh lebih ceria,
dan mereka berangkat bekerja dengan sangat ceria, bahkan Kiran yang terkenal akan sikap dinginnya,
kini berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik, dan lebih menikmati hidupnya yang baru,
bersama dengan keluarga baru serta bersama dengan orang yang dicintainya.
Dan ketika kiran menginjakkan kakinya di halaman kampus itu ia pun kembali melihat,
momen pahit hingga momen dimana ia bisa menjadi pribadi yang diakui oleh orang-orang disekitarnya,
lalu ia pun berkata pada dirinya sendiri,
" Mungkin aku tidak terlahir dari keluarga yang utuh dan bahagia seperti keluarga bahagia lainnya,
namun dengan kehidupan yang telah kulalui ini,
tidak kusangka akan mendapatkan kembali apa yang direnggut dariku,
jika dulu aku bukan siapa-siapa, kini aku memiliki kedua orang tua yang sangat mencintaiku dan juga saki,
sahabat masa kecilku yang kini menjadi kekasihku sekaligus menjadi calon suamiku,
sekali lagi terima kasih atas semua waktu berharga dan perjuangan yang kulalui selama ini,
sekali lagi terima kasih banyak kiran, yang sudah berjuang selama ini, ujarnya sambil tertawa lepas.
[ Sembari ia berjalan masuk menuju kampus bersama saki yang disamping kirinya, sedang sang ayah berada di samping kanannya,
sambil ketiganya bergandengan tangan kedalam kampus. ]
__ADS_1
\*\*\*\*\* TAMAT \*\*\*\*\*