Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Pengobatan Akira


__ADS_3

Bermula dari kejadian itu, ino pun hanya bisa termangu dan rasanya kehilangan kata-kata dengan kejadian itu.


Ino yang terpaku di tempatnya hanya bisa terdiam seribu bahasa,


sedangkan riko pergi keluar mencoba untuk membeli sesuatu untuk dimakan,


lalu saki hanya bisa duduk disampingnya akira, sambil sesekali mengajaknya berbincang.


saki yang memiliki jadwal kerumahnya, sekolah, serta menjenguk akira di RS, membuatnya sedikit kelelahan.


dan ia pun tertidur di kursi sampingnya akira sambil tetap memegang tangan kanannya.


( selang beberapa waktu kemudian )


Riko pun tiba di ruangannya akira dan melihat suasana yang kurang nyaman,


terlihat sunyi dan tidak ada obrolan apapun.


ino yang memutuskan untuk pergi dari situ, serta saki yang tertidur lelap di kursi sampingnya akira itu terlihat tampak kelelahan.


riko pun hanya bisa memberi selimut pada saki, dan ia pun kembali duduk di sofa sambil menikmati makanannya.


beberapa hari berlalu dan kondisi pengobatan akira, tetap berjalan seperti biasa,


namun pengobatan akira yang sudah berjalan hampir beberapa waktu itu, rasanya semua sia-sia belaka,


karena dokter berkata bahwa, jika pengobatan dan berbagai macam terapi apapun tidak akan berguna apabila si penderita tidak ada keinginan untuk sembuh sama sekali,


dan setiap harinya dokter melakukan pemeriksaan lengkap terhadap akira, namun hasilnya tetap nihil.


Sampai pada akhirnya, beberapa bulan pun telah berlalu, dan akira baru menunjukkan tanda-tanda pergerakan,


setelah melewati beberapa pemeriksaan, sebelum akhirnya ditetapkan dokter kalau akira sudah bisa pulang.


dan penantian panjang pun akhirnya terwujud dan akira pun diperbolehkan untuk pulang ke rumah,


namun ketika mereka sudah keluar dari RS, akira pun bertanya pada mereka,


" Aku mau pulang ke panti asuhan terdekat, ujarnya.


pertanyaan itu sontak mengejutkan ketiganya,


" Akira, untuk sementara waktu ini, kau akan tinggal di rumah kami, soalnya kakakmu zac dan keluarga besar sedang bepergian keluar negeri,


karena itulah kau ditempat kami lebih dulu, sambung riko.


Kau tidak perlu sekuatir itu, gumam saki pada akira, sambil sesekali mengelus kepalanya.


Akhirnya setelah menunggu jawaban dari akira, sampai juga pada keputusannya untuk pulang ke rumah riko.


( Sesampainya di rumah riko )

__ADS_1


" Selamat malam semuanya, ucap riko yang memasuki rumah bersamaan dengan akira dan ino.


sesampainya di ruang tamu, akira disambut hangat oleh ayah, ibu, serta beberapa ART.


" Selamat datang akira, sayang. akhirnya kau bisa pulang ke rumah juga setelah berobat beberapa kali, ucap ibu riko yang memeluknya erat.


Terimakasih banyak ibu, sudah menerimaku dirumah ini, balasnya sambil memberikan hormat padanya.


Mari nona akira, saya antar ke kamarnya, ujar salah seorang pelayan dirumah itu.


Akira pun diantarnya menuju kamar, untuk beristirahat total dan memulai pemulihan.


( Didalam kamarnya )


Kamar itu dulunya adalah milik kirana adik bungsu dari riko, namun ia meninggal dunia akibat serangan jantung di usia muda,


dan dikamar itu juga ada begitu banyak momen kebersamaan kirana serta keluarga besar,


banyak fotonya yang tertera di dinding bahkan dimeja belajar,


didekat jendela terdapat pot bunga minimalis yang cantik kesukaan kirana,


setelah beberapa saat menoleh keseluruhan kamar itu.


ia pun hanya bisa duduk di lantai dengan alas karpet ungu.


( aku tidak bisa tidur dikamar, yang bukan milikku sendiri ) gumamnya dalam hati.


waktu pun berlalu dan tibalah saatnya untuk makan malam bersama,


sampai-sampai baju-bajunya tampak seperti pemulung yang berpakaian compang camping,


maka dari itu akira diijinkan untuk memakai piyama kirana, yang bermotif bunga tulip kuning.


ia yang memakai piyama itu sambil menuju ruang makan itupun, sempat mengagetkan keluarga riko.


walau sebenarnya keluarga riko sudah lama merelakan kepergian kirana, namun tetap saja, ketika melihat akira memakai piyamanya itu,


membuat keluarga kembali terbayang oleh kirana, bahkan sangking terkejutnya sang ayah langsung berdiri dan sontak memeluk dirinya,


dengan tangis sambil si ayah berkata,


" Terimakasih banyak akira, karena sudah mau memunculkan kembali momen kirana didalam keluarga ini, ujarnya sambil mencium keningnya.


Tidak perlu berterimakasih padaku, pak ucapnya sambil kembali duduk di kursi.


setelah itu semua kembali menikmati makan malam bersama.


( beberapa saat setelah makan malam )


" Akira ini bacalah, ucapnya yang memberikan handphonenya padanya.

__ADS_1


Akira yang membacanya pun hanya bisa tersenyum kecil, lalu berkata padanya,


Kal riko, tolong sampaikan pesanku padanya bahwa aku berutang budi padanya,


dan tanyanya juga bagaimana caranya agar aku bisa membalasnya, balas akira.


Riko yang melihat ekspresi wajah akira yang datar itu, membuatnya sedikit bingung lalu menariknya ke teras rumah,


" Katakan padaku akira, ada apa? apakah dia berbuat sesuatu hal yang buruk padamu? tanyanya serius.


' Bukan begitu ka riko, selama ini kau, keluarga besarmu, serta dirinya, sudah terlalu banyak membantu hidupku,


bahkan entah habis berapa pengeluaran yang kalian keluarkan,


lagi pula dari aku bingung dengan sikap orang yang memiliki 2 kepribadian itu,


apakah dia orang yang sama ataukah orang yang berbeda, jelasnya tertunduk lesu.


" Asal kau tahu akira, dia adalah orang yang sama, dia memiliki nama panjang yaitu chisaki kaira,


dia adalah pria baik hati yang jarang berkomunikasi dengan teman-teman cewek di sekolah,


apapun yang dilakukannya padamu itu, bukanlah untuk membuat suasana hatimu tidak nyaman,


karena seperti itulah saki orangnya, jelasnya sambil menatap kearah langit malam.


disaat riko menoleh kearah akira, ia terkejut ketika melihat orang yang disampaikannya bukanlah akira,


melainkan ino kakaknya sendiri.


" Hah... aa,,, apa yang kakak lakukan disini,?! ujarnya sembari kaku karena kaget.


Sebenarnya apa yang mau coba kau lakukan padanya,, tanyanya.


" ee.. itu,, tidak ada apa-apa kok, ka. jawabnya sambil mencoba pergi dari situ.


namun sebelum ia pergi ino kakaknya itu sempat memberitahukan kepada riko, mengenai perkataan akira waktu masih di RS.


" Sebaiknya kau jangan pernah memaksa hati akira untuk mencintai saki,


karena sewaktu akira di RS, ia sendiri yang berkata,


Bahwa ia masih belum bisa untuk menjalin hubungan dengan seseorang, ujar ino padanya.


jadi biarkan akira sendiri, yang memutuskan ingin seperti apa hidupnya, sambungnya lalu pergi begitu saja dari hadapannya.


mendengar perkataan sang kakak, riko pun hanya bisa terdiam dan menatap kearah langit malam serta berkata kepada dirinya sendiri,


" Aku berharap kau punya cara untuk membuat akira memahami dirimu saki, karena ini adalah tugasmu,


aku hanya bisa membuka pintu bagimu, dan langkah selanjutnya terserah padamu, ucapnya sambil menghela nafas.

__ADS_1


kemudian ia pun kembali masuk kedalam rumah dan semuanya pun kembali tidur,


untuk persiapan sekolah esok harinya.


__ADS_2