
Hari itu youri yang mulai geram dengan perlakuan orang itu, yang sudah membuat sang adik kiran sampai ngos-ngosan dan keringat dingin.
benar-benar semakin membuat youri lepas kendali atas kemarahannya, namun mendadak ia merasa tenang kembali,
ketika melihat sang adik tersenyum manis dan tertawa kecil melihat pertunjukan musik dari beberapa siswa.
dan hal itulah yang membuat youri menghentikan amarahnya,
lalu bergumam pada dirinya sendiri,
( Ini pertama kalinya aku melihat kiran tersenyum sangat manis seperti ini,
bahkan tawanya yang lucu hanya karena pertunjukan musik yang sederhana ini,
membuatku semakin ingin lebih bertanggungjawab atas keamanan kiran.
Kiran,, kakakmu ini berjanji akan tetap membuat senyum manis itu tetap melekat pada dirimu. )
setelah itu ia meminta agar seseorang membawakan puding coklat padanya.
namun ia mendadak berdiri dari duduknya lalu menuju ke meja makan yang lumayan jauh dari tempat ia duduk.,
" Tuan muda mau kemana.,?! tanya salah seorang bodyguardnya.
.. Aku ingin mengambil beberapa puding coklat di meja makan itu, untuk kiran. sahutnya yang berjalan menuju meja makan.
" Tunggu tuan muda, biarkan kami yang ambil, ujarnya.
.. Tidak, aku ingin mengambilnya sendiri, ujarnya yang tetap melangkah.
melihat ia bersikeras untuk mengambil sendiri, karena itu sekitar 3 orang bodyguard menjaganya menuju meja makan.
selagi mereka berjalan diantara kerumunan para siswa itu,
beberapa kerumunan siswi yang melihatnya itu pun langsung mendekati youri,
sambil berteriak-teriak,
" Tuan muda youri,,!!? kami membawakan bunga ini untukmu..!?
para gadis yang terpesona dengan visual youri itu, terus mengikutinya.
" tolong berhenti mengganggu tuan muda,. ujar para bodyguardnya.
ayahnya yang melihat hal itu pun langsung menoleh kearah kiran lalu berkata,
" Kiran lihatlah itu,, serunya sambil tertawa seraya menunjuk kearah youri yang dikerumuni para gadis.
" hhm..., kakak itu selalu saja mencari perhatian dengan para gadis,
dasar kakak aneh. ujarnya yang langsung berdiri dari tempat duduknya,
lalu menuju kearah youri.
langkah kakinya yang dipercepat itupun akhirnya tiba juga di dekat youri.
tak berapa lama kemudian kiran menepuk pundak salah seorang dari para gadis itu,
Lalu berkata kepada mereka dengan tatapan mata yang tajam yang tidak seperti biasanya.
" Hei kalian,,!? mau sampai kapan akan terus-menerus mengejar youri ku, ujarnya tegas.
mendengar perkataan itu pun sontak membuat semua para siswi itu, menoleh kearahnya,
bahkan youri dan ketiga bodyguardnya pun ikut menoleh kearahnya,
lalu salah satu bodyguardnya berbisik pada youri.
( tuan muda, gawat kalau sampai nona kiran mengamuk, sebaiknya cepat dihentikan ) ujarnya pelan.
" Tidak, aku ingin tahu seperti apa adikku ketika marah.
sedangkan para siswi itu membalasnya dengan berkata,
" Hei kiran, bukan berarti kau adiknya lalu kau sesuka hatinya
melarang kami mencintai youri yang kami kagumi sejak awal sekolah disini.
Benar, apa katanya. kau pun belum lama ini bersekolah disini, jadi kau tidak perlu bertingkah seperti ibunya,
ingat kau itu hanya adik, dan seorang adik perempuan seharusnya mendukung kakaknya bukan overprotektif padanya, sambung salah satu siswi.
__ADS_1
dan kalimat dari para siswi terus saja dilontarkan padanya, tanpa henti.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka semua pun terdiam melihat
Kiran yang hanya tertunduk tanpa berkata sepatah katapun.
" kenapa sekarang kau diam kiran, tadi kau datang dengan sikap yang angkuh, kenapa sekarang diam, jawab kami.,!? seru salah satu siswi.
mendengar perkataan demi perkataan yang dikeluarkan untuknya itu,
akhirnya kiran mengangkat wajahnya dan menatap mereka semua dengan senyuman bengisnya.
" Karena kalian semua sudah selesai berbicara maka sekarang giliranku untuk bicara, seraya memangku tangan.
aku memang bukan ibunya dan hanya adik semata wayangnya,
( sambil mendekati youri dan berdiri tepat dihadapannya.)
namun sejujurnya dari dulu aku juga tidak begitu peduli dengan hidupnya.
sahut kiran yang mendekatkan wajahnya dengan wajah youri,
dengan tatapan dingin, lalu ia pun kembali berkata pada mereka semua,
namun kalian memang benar, bahwa aku memang tidak punya hak untuk mengurungnya demi diriku sendiri,
jadi mulai sekarang kalian bebas mau berbuat seperti apa padanya,
aku sudah tidak peduli, ujarnya sambil melewatinya begitu saja.
lalu ia pun mengambil puding coklat itu lalu memakannya sambil duduk di kursi dekat meja makan itu.
entah apa yang terjadi namun hal itu tiba-tiba membuat youri marah besar.
lalu berteriak dengan kerasnya,
" HENTIKAN SEMUANYA...!!!!!"
teriaknya yang besar sampai membuat pertunjukan musik digedung itu terhenti mendadak.
( sudah kuduga dia akan bereaksi seperti itu, dia itu berlebihan. gumam kiran dalam benaknya yang tetap melanjutkan makannya ).
" Kalian pikir kalian semua siapa. hah..!? kalian sama sekali tidak berhak mengaturku.,
ini pertama dan terakhir kalinya aku melihat kalian berkata kasar pada adikku,
sekarang juga minta maaf padanya, ujar youri yang kesal.
mendengar perkataan Youri yang marah itupun, akhirnya mereka meminta maaf kepada kiran.
" Nona kiran, kami mohon maaf atas tindakan kami yang kasar tadi, ujar mereka sambil menunduk.
kiran yang telah menyelesaikan makannya itupun, lalu berdiri dari kursinya lalu menoleh kearah mereka semua.
" Sebenarnya aku tidak perlu permintaan maaf kalian, jalani saja apa yang diinginkan hati kalian, ujarnya sambil meninggalkan mereka.
namun sebelum ia pergi meninggalkan youri serta mereka itu, kiran sempat mengambil sebuah cake mini,
lalu dengan cepat ia memasukkan cake itu kedalam mulutnya youri.
lalu ia pun segera kembali berjalan meninggalkan youri.
cake yang masih didalam mulutnya itu, malah membuat youri termangu karena sikap Kiran,
( dasar kakak aneh untuk apanya membelaku, tanpa dibela olehmu aku bisa membuktikan bahwa aku layak jadi adikmu ) gumamnya dalam hati.
sambil berjalan menuju kursinya dengan santainya.
ditengah-tengah kiran yang berjalan melewati kerumunan para siswa yang terdiam itu,
tanpa sadar seseorang yang tiba-tiba memasuki ruangan itupun berteriak padanya,
" Kiran..!!? ujarnya.
sontak membuat semua orang menoleh kearahnya.
kiran pun mendadak menghentikan langkahnya lalu menoleh kearahnya.
disaat kiran menatap wajahnya itu, sontak detak jantungnya berdetak kencang tak seperti biasanya,
lalu ia pun mulai keringat dingin, bahkan tangannya pun ikut gemetaran.
__ADS_1
entah hal apa yang membuatnya bereaksi seperti itu, hal itu jugalah yang menjadi pertanyaan besar baginya sendiri.
melihat adiknya seperti itu youri langsung mendekatinya dan memegang erat tangannya.
sambil ia berdiri di depan kiran, seolah ia menjadi perisai bagi kiran.
" Siapa kau..!? ujarnya sigap. yang disambut dengan para bodyguardnya yang menjaga disekeliling mereka berdua.
... aa., kalian tidak perlu sekuatir itu, aku hanya ingin menyapa kiran, sahutnya.
" Bagaimana bisa aku percaya padamu, kalau kau hanya ingin menyapanya. Kau ingin melukainya, kan!? ucap youri yang bersiaga.
" Bu.. bukan itu maksudnya,, kalian salah paham padaku.
hei kau... kenapa kau malah sembunyi di balik pintu masuklah..!!? serunya.
" tap.. tap.. " langkah kakinya yang rasanya memiliki irama itu, serta suasana yang ia bawa bersamanya seolah menghipnotis ruangan itu.
" Hai semuanya, ucapnya sembari melambaikan tangan pada semuanya.
Pria jangkung berkulit putih, dengan rambut silver yang terlihat sedikit berantak,
serta seragam rapinya itu semakin membuatnya terlihat sangat bersinar,
dikalangan para siswi SMA.
kiran yang awalnya gemetar dan keringat dingin itu,
mendadak hatinya merasa tenang dan seolah-olah ada perasaan hangat yang menyelimuti dirinya secara keseluruhan.
orang itupun berjalan mendekati Kiran yang tepat dibelakangnya youri.
namun youri yang bersiaga itu lalu menoleh kearah orang itu sekaligus reaksi dari kiran,
lalu dengan perlahan youri berkata padanya,
" Siapa kau sebenarnya.,?! tanyanya.
,, " Aku adalah dia, dan dia adalah aku " balasnya sambil tersenyum kecil.
" Dasar orang aneh, jangan berbelit-belit kalau bicara, katakan saja padaku, siapa namamu.
.. Aku tidak punya nama, dan kalaupun aku punya nama itu hanya saat ia mengingat namanya, jawabnya.
teman orang tersebut itu ikut berkata,
" Apa yang dikatakannya itu semua benar adanya, dia tidak memiliki banyak ingatan,
dia mengalami kecelakaan disaat adikmu itu (sambil menunjuk kiran) berulang tahun yang ke 7 tahun.
dan saat ini sudah genap sudah 10 tahun telah berlalu, dan yang masih ia ingat hanyalah adikmu seorang,
dan yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah,
( siapakah aku..?!) pertanyaan itulah yang selalu terngiang-ngiang di kepalanya.
aku mohon nona tolong katakan sesuatu padanya, pintanya.
kiran yang mendengar perkataan itu sambil tertunduk itupun tiba-tiba berdiri tegak sambil berdiri memandangi orang tersebut.
" Ka youri biarkan aku bicara padanya, sahutnya yang mendekat pada orang itu.
dengan perlahan kiran mendekatinya lalu dengan lembut,
kiran mengulurkan tangannya itu lalu menutup kedua mata orang tersebut,
serta berkata padanya,
" Irzue, kau tidak perlu melihat hal itu, mari lakukan janji itu denganku ".
setelah kiran mengeluarkan kata-kata itu,
kiran pun mencium keningnya dihadapan semua orang, termasuk ayahnya.
Ketika ciuman dikening itu ia lakukan, Kiran membuka tangannya yang menutupi matanya itu,
kemudian irzue pun memeluknya erat kiran, serta berkata padanya
" Terimakasih banyak atas nama itu, aku tidak menyangka,
Bahwa kau mengingat kalimat itu dengan sempurna. jawabnya sambil menangis.
__ADS_1
( maafkan aku saki..kau harus bertahan dengan cobaan ini ) gumam kiran dalam benaknya.