Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Dosen itu adalah,, Part 2


__ADS_3

[ Hari pertama kiran menjadi asisten dosen, cukup menyenangkan hatinya.


namun dilain pihak mau tidak mau ia harus kembali menonjol di kalangan para mahasiswa senior,


sedangkan kiran yang belum ada beberapa bulan dikampus itu, harus berhadapan dengan dosen dari luar daerahnya,


yang tiba-tiba peduli padanya walaupun baru sehari mengenalnya, ditambah lagi ia baru sadar cedera karena kelelahan membantu dosen itu


dengan buku-bukunya yang selalu saja menumpuk tidak jelas, membuat kesabaran Kiran rasanya selalu diuji olehnya,


dan keesokan harinya dikampus ].


" Selamat pagi, kiran,, ucap seseorang yang tepat dibelakangnya.


Kiran pun menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakangnya, dengan ekspresi kesal ia menyahut,


" Iya, pagi juga. jawabnya yang langsung bergegas pergi dari situ.


" Presdir tolong jangan ambil hati tentang tugas itu, saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh ayah nona,


tolong percaya dengan apa yang kukatakan ini, sahut rektor yang ternyata orang yang menyapanya tadi,


sambil mengikuti Kiran dari belakang.


dengan kesal Kiran pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah rektor, lalu berkata padanya dengan suara pelan,


namun sangat tegas.


" Aku memberikan ijin untukmu supaya bisa akses apapun, tapi ini yang kau lakukan dibelakangku,


kau membuatku semakin terlihat dikampus ini, aku mencoba untuk berbaur dengan mahasiswa disini,


bukan untuk menjadi bahan pusat perhatian, aku sama sekali tidak inginkan hal ini,!?


aku ingin terlihat biasa, bukan makin menonjol di antara kalangan mahasiswa,


hhaahh... astagaa,, kau membuatku semakin kesal.


Kenapa juga ayah harus melakukan hal konyol ini, sudahlah rektor cukup sampai disini pembahasan kita tegasnya sambil melihat sekelilingnya.


lalu pergi meninggalkan rektor seorang diri disitu,.


( apakah nona memang sekeras itu benar-benar tidak ingin terlihat menonjol, di kalangan masyarakat biasa,


nona muda lain jika terlahir dengan karir yang cemerlang malah ingin lebih terlihat,


namun lain halnya dengan nona kiran ini, dia bahkan lebih senang jika dia dianggap seperti orang biasa,


meskipun kenyataannya ia adalah dalang dari semua pusat bantuan yang bantuan yang ada di seluruh pusat pendidikan.


aku salut pada anda nona, kaya namun memilih untuk hidup lebih sederhana,


Layaknya masyarakat umum. )


pikirnya sambil tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


dosen baru itu pun kebetulan baru memasuki gerbang kampus,


dan melihat rektor yang juga tengah masuk kedalam kampus.


kemudian ia pun berlari menuju kearah rektor lalu berkata,


" Selamat pagi rektor, sahutnya.


rektor yang sempat melamun pun tiba-tiba tersadar ada yang memanggil.


si rektor pun menoleh kearahnya lalu menyapanya,


" Ooh... anda pak, selamat pagi juga. bagaimana rasanya kemarin menjadi hari pertama mengajar dikampus kami.


" Rasanya sangat menyenangkan, dan saya sangat menikmatinya, jawabnya sambil tersenyum.


oh.. ya pak, terimakasih banyak karena sudah menempatkan dirinya sebagai asisten saya,


mungkin ia akan kesal dengan caraku namun ia pasti akan terbiasa dengan tugasnya.


" Apakah bapak dosen tidak akan memberitahukan kepadanya, tentang hubungan asli kalian,?


...hhmm.., aku masih belum bisa memberitahukan kebenaran itu,


aku tahu dia dan saudara laki-lakinya pasti akan membenciku karena fakta itu,


tapi biar bagaimanapun juga hal itu pasti akan terungkap dengan sendirinya, jelasnya.


" Bapak dosen tidak perlu kuatir akan hal itu, aku akan tetap menjaga keamanan rahasia itu,


karena aku juga takut dengan nasib kampus ini dan SMA itu, jika orang yang ditakutkan mengetahui hal ini.


" Sebaiknya mulai sekarang kita saling menjaga rahasia, ujar dosen itu dan keduanya pun berpencar keruangannya masing-masing.


[ Pagi pukul 09:00 dikampus ]

__ADS_1


" Kiran..!!? sebelah sini, ujarnya salah seorang temannya itu.


" Ada apa..?!


,, Kami mau tanya bagaimana rasanya bekerjasama dengan dosen itu,


kalian berdua tampak serasi sebagai dosen dan asisten, goda temannya.


sang dosen yang kebetulan hendak melewati mereka itupun, mendadak langsung bersembunyi dibalik salah satu tembok.


dan mendengar pembicaraan mereka,


mengenai dirinya itu.


" Iya kiran, jika saja dosen itu belum menikah tentunya,


kalian berdua adalah pasangan kekasih yang amat serasi, goda temannya yang lain.


" Apa kalian bisa berhenti mengada-ngada yang tidak tentang beliau, ingat dia itu dosen dari luar negeri.


jangan sampai kita menunjukkan sisi jelek, itu akan merusak nama kampus, ditambah lagi kita tidak memiliki attitude yang baik.


apa ini cara berfikir kalian semua pada semua dosen, astagaa... teman-temanku memang hilang akal. ujarnya yang tegas pada mereka.


" Maaf kiran, habisnya kau selalu saja menghabiskan banyak waktu bersama dosen itu sepanjang materi pagi hingga sore,


lalu kapan kita makan bersama lagi, menikmati pemandangan pantai seperti biasanya kita lakukan diakhir pekan, ujar yang lainnya.


" Maafkan aku teman-teman, tapi kalian semua sudah tahu, bagaimana cara ayahku mendidik kami.


jika soal urusan pendidikan, pengajaran dan lainnya, pasti kami akan sangat serius menanggapi hal itu.


aku tahu niat baik kalian, tapi percayalah bahwa ada saatnya kita bisa habiskan waktu bersama,.


yah.. walaupun hal itu mustahil terjadi, ucapnya sambil tersenyum paksa.


ya sudah, saya siap-siap dulu yah, dosen itu sedikit lagi akan sampai di


Ruangannya dan dia bisa marah padaku kalau materi, untuk senior kita belum disiapkan. ujarnya yang berlari menuju ruang kantor.


" Huhf..., andaikan kiran seperti dulu saat masih SMA, mungkin dia pasti tetap ceria seperti anak kecil,


hei.. kau tahu, aku juga merindukan senyuman kiran saat SMA dulu, balasnya yang lain.


sambil teman-temannya itu masuk kedalam ruangannya.


sang dosen yang mendengar semua perkataan itu pun masih terdiam dibalik tembok,


dan ia hanya bisa menghela nafas panjang lalu melangkah ke kantor.


tinggal menunggu kedatangan si dosen datang.


ketika si dosen melewati kantin sederhana di kampus itu, ia pun singgah sebentar lalu membeli makanan ringan dan membawanya ke kantor.


[ sesampainya di kantor ]


" Selamat pagi pak, ini materi untuk St5 sampai dengan St8,


( St singkatan dari semester menurut aturan kampus tersebut ).


bapak bisa kembali melihatnya, dan jika ada yang tertinggal maka saya akan siapkan sisanya. ujarnya


" Apa kau sudah sarapan pagi.,?! tanyanya.


" Sudah pak, sahutnya yang langsung mengangkut semua buku. dan hendak keruang belajar.


" Tunggu dulu, seraya ia menurunkan buku dari tangan kiran.


" Jika kau tidak keberatan, bisakah kau menemani bapak sarapan pagi dikantin mahasiswa,.


Tapi pak, ini sudah saatnya pelajaran dimulai, sahutnya yang menunjuk arah jam dinding.


" Iya tahu, tapi bapak sudah menginformasikan kepada mereka untuk mengambil katalog mereka disini,


karena aku dan asistenku akan sarapan pagi, sebelum belajar. mari ikut bapak. sahutnya.


( kiran yang mendengar perkataan itu langsung menunjukkan wajah kesal,


Dasar dosen aneh.., dia ini sebenarnya ingin main atau belajar sih,, ) gumamnya dalam hati yang kesal.


dan spontan si dosen pun menjawab,


" Bapak sarapan pagi dulu baru mengajar, apa kau ingin menggantikan bapak mengajar, jika bapak jatuh sakit nantinya,,?!


kiran yang kaget dengan jawaban itu sontak terdiam sesaat, sambil menatap kearah beliau.


sambil berfikir sendiri kiran hanya bisa geleng-geleng kepala melihat hal itu.


sesampainya di kantin kampus.


" Ini untukmu dan ini untuk bapak, ujarnya sambil mengarahkan piring berisi cemilan favoritnya itu kehadapan kiran.

__ADS_1


sedangkan si dosen makan makanan berat.


Silahkan dimakan Kiran, kau tidak perlu sekuatir itu, hanya hari ini saja bapak traktir asisten dosen,


selebihnya nanti makan sendiri-sendiri, ujarnya sambil menikmati makanannya.


melihat cemilan favoritnya tepat dihadapannya itu membuatnya seperti sedang makan dengan ayahnya.


" Maaf pak, tapi bagaimana bisa anda tahu kesukaannya saya.,?!


" ooh..., benarkah, aku tadi hanya mengambil acak kue itu, aku tidak berfikir bahwa itu favoritmu,


jika itu benar,, kalau begitu habiskan cemilanmu, supaya kita bisa cepat kembali belajar.


nanti kau akan bilang kalau aku hanya bermain-main saja dikampus. jawabnya sambil kembali melanjutkan makannya.


Kiran sampai saat itu masih belum mengerti kenapa isi hatinya bisa dibaca olehnya.


kiran pun memakan mini cake itu, sambil meminum segelas susu hangat.


namun ia tak menghabiskan semuanya, lalu dengan perlahan ia bertanya pada beliau,


" Maaf pak, bolehkah aku membawanya kedalam ruangan,


aku akan memakannya kembali saat jam istirahat berikutnya. ucapnya sedikit malu.


sang dosen yang mendengar perkataan itu pun hanya bisa menahan senyum, karena pertanyaan lucunya itu.


" Tentu saja bisa, membawanya balasnya.


dan tak lama kemudian keduanya selesai dan bergegas kembali ke ruang belajar.


kiran yang berjalan di belakangnya itu sambil menikmati cake nya itu, membuat si dosen hanya bisa menahan senyum,


didalam ruangan keduanya pun kembali menjalankan tugasnya masing-masing.


[ beberapa jam kemudian ]


Bel istirahat berbunyi dan semua para mahasiswa keluar untuk makan siang.


Kiran yang sudah mengerti alur kerjanya itu pun, seperti biasanya mengembalikan buku-bukunya kembali ke kantor.


dan hendak keruang youri namun ia merasa seperti sesuatu hal tengah menghentikan langkahnya,


ia pun menoleh kearah sang dosen tersebut.


ternyata si dosen hanya terduduk diam dikursinya itu, tanpa berkata sepatah katapun.


kiran pun mendekati si dosen lalu memberikan sedikit mini cake nya itu padanya dan berkata,


" Ini untuk bapak, kalau bapak hanya duduk di kursi ini, bapak bisa lapar dan sakit,


dan saya tidak mau menggantikan posisi bapak untuk mengajar para senior, jawabnya.


melihat sisi lain dari Kiran membuatnya ingin rasanya memeluknya erat.


namun ditahannya perasaan itu.


sambil menitikkan air mata ia hanya bisa berkata,


" Kiran maafkan bapak nak,, ucapnya sambil menundukkan kepalanya pada mejanya.


kiran yang melihat hal itu pun bingung harus berbuat apa,


( astagaa... apa yang harus kulakukan sekarang,


aku tidak tahu caranya membujuk pria yang menangis ) gumamnya yang mendadak ia teringat ayahnya.


dengan perlahan kiran berkata,


" Maafkan saya pak, saya ijin memeluk, yah..? ucapnya sambil sedikit kaku.


mendengar perkataan itu pun sang dosen pun langsung memeluk kiran lebih dulu, sambil posisi tetap duduk di kursinya.


kiran yang canggung pun akhirnya membalasnya dengan mengelus rambut beliau dan berkata pelan,


" Bapak jangan sedih, yah..? ada saya disini yang selalu bersama bapak,


bapak boleh memarahiku sebagai bentuk pelampiasan kemarahan, atau kekesalan bapak padaku,


saya siap menerima omelan apapun dari bapak,, ujarnya sambil mengelus-ngelus punggungnya itu.


Setelah setengah jam kemudian berlalu, itu untuk pertama kalinya Kiran melihat seorang ayah lain menangis di pelukannya selain ayahnya sendiri.


si dosen pun sudah jauh lebih baik setelah melampiaskan tangisnya pada kiran.


Namun meski demikian ia tetap tidak bisa mengutarakan yang sebenarnya,


bahwa ia adalah, ayah tiri dari ibunya sendiri.


jika ia beritahu akan hal tersebut kemungkinan terburuknya adalah, ia dan youri akan sangat membencinya,

__ADS_1


walaupun itu bukan semua kebenarannya, namun dalam hal ini


kesalahannya tidak berada pada sang dosen melainkan pada sang ibu sendiri.


__ADS_2