Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Apa arti sebuah hubungan


__ADS_3

[ Hari itu adalah hari yang kelam bagi keluarga besar Hirohito,


baik untuk ayahnya, youri, kiran, maupun semua orang yang tinggal di rumah itu.


semua ikut merasakan sakitnya sebuah pengkhianatan terhadap keluarga, namun mereka tak bisa berkata-kata,


meski mereka juga bagian dari keluarga Hirohito, namun mereka tetap tidak bisa memberikan masukan apapun kepada keluarga inti.


dan hari itu kiran memutuskan untuk berjalan-jalan santai jauh dari lokasi rumah maupun wilayah sekolah,


dan dalam perjalanannya yang tanpa arah itu,


seolah-olah angin membawa kakinya, melangkah ketempat yang dulu pernah ia datangi saat kiran masih kanak-kanak.]


Tak berapa lama Kiran mulai tersadar dalam lamunannya itu,


bahwa ia sedang melangkah ke pantai yang pernah ia datangi bersama saki.


melihat pemandangan pantai yang tampak sepi dari pengunjung itu,


sontak membuat kiran tiba-tiba menitikkan air mata,


sambil menahan diri agar tidak bersuara sedikitpun, ia hanya bisa tersenyum kecil.


( hhuhh... aku harus tegar, gumam kiran dalam hati sambil menghapus air matanya )


tanpa sadar ternyata saki pun juga berada di tempat yang sama, dan dengan jarak yang tak terlalu jauh antar keduanya.


saki yang lebih dulu melihat kiran menghapus air matanya itu, ia berencana untuk sekedar menyapanya lalu pergi.


namun sesuatu mengubah rencananya, dari kecil hingga dewasa, saki tak pernah melihat kiran,


menahan dirinya untuk tidak meluapkan kemarahannya, melampiaskan kekesalannya atau kesedihan yang ia alami saat itu.


bahkan ia sempat melihat kiran mengepal kuat kedua tangannya,


dan mencoba untuk tetap melakukan tarik nafas dan hembuskan, dan setelah beberapa saat ia melakukan hal itu,


kiran tampak terlihat tenang namun air matanya tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang sedang terluka.


akhirnya kiran menutup wajahnya dengan satu tangannya lalu mulai menangis tersedu-sedu,


saki yang melihat semuanya itu ingin mendekatinya, namun ia tak ingin membuat kiran,


merasa tidak nyaman dengan hal itu. tapi semakin saki mencoba untuk pergi dari situ,


hatinya semakin ikut terluka, akhirnya dengan tekad, saki memberanikan diri untuk mendekati kiran,


lalu dengan perlahan berkata padanya,


" Kiran, apa kau baik-baik saja.,? tanyanya yang takut bila ia akan dimarahi.


mendengar suara yang datang padanya itu, kiran pun menoleh kearah saki yang berdiri tepat disamping ia berdiri.

__ADS_1


melihatnya berdiri di sampingnya itu, kiran tak bisa berkata-kata apalagi,


" Saki...., kau...,,, ucapnya dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya.


dan ia pun langsung memeluk saki dengan erat,


saki hanya bisa terdiam dan membalas pelukan kiran, dengan mengelus kepalanya serta berkata,


" Semua akan baik-baik saja, kiran. ada aku disini, ucapnya yang ikut menitikkan air mata.


kiran yang memeluknya sambil menangis terisak-isak itu, membuat saki ikut merasakan betapa terlukanya kiran.


( sebenarnya hal apa yang sudah menghancurkan hati seorang kiran ) gumamnya dalam hati.


[ Setelah beberapa saat kemudian, kiran sudah jauh lebih baik dan hatinya pun sudah ikut tenang ]


" Maafkan aku kalau aku memang lancang bertanya, tapi sebenarnya apa yang terjadi, kiran.?!


apakah ayah dan ibumu bertengkar lagi, ataukah ibumu memarahimu lagi, ujarnya.


" Bukan, tapi ibu menceraikan ayah dan sudah menikah kembali.


ternyata ibu menceraikan ayah secara sepihak sudah beberapa tahun lamanya,


dan tidak pernah memberikan kabar apapun pada kami,


kini ibu sudah memiliki 3 orang putra, ibu menikahi bosnya sendiri dan memilih tinggal di luar negeri.


sekarang aku hanya berfikir bagaimana dengan kondisi ayah saat semuanya sudah terlambat,


karena itu hatiku hancur melihat ayah yang menangis tersedu-sedu sekaligus meminta maaf padaku dan kakak. ujarnya.


[ Dan setelah beberapa saat keduanya terus berbincang, akhirnya saki memutuskan untuk membawa kiran pulang. ]


" Kiran, sebaiknya kau pulang ke rumah, aku akan mengantarmu dan kita akan sama-sama,


memberikan semangat untuk ayahmu, ujarnya yang membantu kiran berdiri.


kau tidak perlu lagi merasa sendiri, kau masih punya aku sahabatmu, kakakmu youri, serta ayahmu,


bahkan bibi yang selalu ada disisi kalian dia juga butuh dukungan, benarkan? jadi mari kita pulang.


[ Beberapa jam kemudian, tibalah mereka berdua dirumah. ]


" Ayah, kakak.. panggilnya.


melihat kondisi rumah yang sepi bagai bangunan tak berpenghuni itu, akhirnya kiran mencari ayah dan kakaknya.


dan tak disangka ternyata sang kakak dan ayah seperti orang yang sudah hilang harapan,


mereka berdua tampak terdiam dilantai dengan air mata yang terus-menerus menetes.


" Ayah, ini kiran. ujarnya sambil memegang kedua tangannya itu.

__ADS_1


sang ayah yang tersentak melihat kiran sudah berada di depannya itupun langsung memeluknya erat serta berkata,


" Maafkan ayah nak, ayah yang jahat, ayah tidak bisa adil dalam memberi kasih sayang padamu,


mendengar sang ayah yang terus saja menyalahkan dirinya itu, akhirnya kiran menutup mulut ayahnya lalu berkata,


" Ini bukan salah ayah..!!? bentaknya yang membuat youri pun ikut tersadar, bukan sang ayah saja.


" Aku sudah bilang ayah, yang sudah terjadi tidak bisa kita kembalikan begitu saja,


biarkan ibu bahagia dengan pilihannya dan biarkan kita bertiga bahagia, karena kita masih saling memiliki,


ayah harus ingat bahwa ayah sendiri yang pernah berkata padaku saat aku masih kecil bahkan,


dalam keluarga juga terdapat duri jadi biarkan duri itu keluar tanpa kita memanggilnya kembali.


apapun yang ayah ajarkan dan kakak ajarkan padaku, intinya adalah kita masih bisa hidup bahagia,


meskipun sudah tidak selengkap keluarga lainnya, ujarnya sambil mengecup kening ayahnya dan kakaknya.


kecupan manis Kiran dikening sang ayah dan kakaknya itu, membuat keduanya pun mulai membuka diri untuk kembali bahagia.


" Terimakasih banyak kiran, ayah tidak tahu bagaimana jadinya,


jika ayah dan kakakmu tidak memiliki malaikat kecil seperti dirimu, ungkap sang ayah yang ketiganya pun akhirnya kembali berdiri.


Setelah semuanya selesai bercengkrama dan saling menguatkan hati, dan lain sebagainya.


akhirnya sang ayah baru menyadari bahwa kalau dirumah itu


Terdapat seorang saki yang ternyata selalu berdiri tepat dibelakangnya kiran.


" Saki kau, kapan kau tiba di sini..?! tanya ayahnya.


" Paman sebenarnya aku sudah tiba di sini bersamaan dengan kiran,


entah suatu kebetulan apa, hingga kami berdua bisa datang ke tempat yang sama,


bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya, aku mendapatinya tengah menangis,


karena aku tidak bisa meninggalkan dirinya sendiri disitu, akhirnya aku membawanya kembali pulang.


dan mohon maaf sebelumnya paman, tapi aku sudah mengetahui sumber permasalahannya,


karena itu aku sudah berjanji padanya tadi, bahwa apapun yang terjadi saya akan selalu ada untuknya, ungkapnya sambil tersenyum kecil.


" Saki, apa kau tidak ingin berterus-terang padanya tentang perasaanmu padanya..?! tanya ayah.


" Tidak paman, kiran pasti merasa tidak nyaman dengan semua itu, ditambah lagi ia punya irzue,


dan aku tidak ingin merusak kebahagiaan persahabatan kami, ujarnya sambil tersenyum paksa.


" Kau yakin ingin diam seperti itu terus,, atau paman perlu membantumu melakukan hal itu.,?!

__ADS_1


" Tidak paman,, aku baik-baik saja ucapnya sambil berpindah posisi."


__ADS_2