
Sesampainya di dalam bus,
keduanya tampak masih terdiam satu sama lainnya.
" Mm..., oh ya akira, ini kebetulan tadi riko, memberikanku banyak kue, kau mau? ucapnya sambil menyerahkan kue itu.
akira yang melihat itu pun, langsung menerimanya dengan senyuman lalu berkata padanya,
" wah..., senior saki, bukankah ini kue yang sedang trend di kalangan anak sekolah, yah? jawabnya.
Oh, kau tahu tentang trend kue juga yah, akira?
" Sebenarnya tidak juga, senior. Tapi, aku mengetahui hal itu dari teman-teman kelas yang heboh membicarakannya.
sambil keduanya memakan kue itu.
Setelah melewati 1 halte, akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan.
lalu keduanya pun menuruni tangga bus, kemudian melewati lorong yang dimana itu adalah jalur rumahnya akira.
bersyukur karena hujan sudah berhenti, ketika mereka masih didalam bus.
menyelusuri jalan turunan itu, keduanya menikmati pemandangan sunset yang indah,
" ngomong-ngomong, rumah senior berada disebelah mana? tanyanya sambil menatap keseluruhan rumah dilorong itu.
Rumahku sedikit jauh dari rumahmu,
bukankah rumahmu yang memiliki pagar ber cat kan biru, dengan dinding rumah berwarna putih hijau, kan?
bisa dibilang kalau jarak antar rumah kita berdua adalah,
harus melewati 12 rumah dari tempat tinggal mu. balasnya
( Bagaimanapun juga aku sudah bisa mengendalikan perasaan ku yang berlebihan) gumam saki dalam hatinya.
setelah beberapa saat kemudian, saki sudah mengantar akira sampai di depan rumahnya.
lalu keduanya pun berpamitan satu sama lain.
Pukul 17:00 saki bersiap berangkat kerja.
dan setibanya di tempat kerja, ia pun bekerja dengan sangat giat.
dan di jam 18:00 akira dan zac kebetulan sedang keluar menuju toko terdekat.
saat memasuki toko, keduanya pun disambut ramah oleh petugasnya.
" Kak zac, aku lihat buku dulu, nanti baru menyusul ke cafe. ujarnya
Iya, pergilah. kau tidak perlu terburu-buru, lagi pula aku ada janji dengan pacarku di cafe,
kalau kau mau, kau juga bisa memanggil temanmu, untuk menemanimu melihat-lihat koleksi buku yang kau sukai, sambungnya.
Baik ka, jawabnya yang langsung berbalik arah menuju koleksi buku.
( hhmm...., apakah hanya aku saja yang merasa tidak nyaman dengan ka zac,
atau ka zac memang tidak ingin aku berada disisinya sebagai adik. ) pikirnya sambil tetap melihat-lihat koleksi buku kesukaannya itu.
Disaat akira sedang melihat-lihat koleksi buku, ia pun melihat seorang gadis cantik yang memasuki toko itu,
karena penasaran akira pun menoleh kearah kemana gadis itu pergi.
dan ternyata gadis cantik itu adalah teman kelasnya sendiri,
( vivian,,!? bukankah itu vivian teman kelasku yang terkenal dengan sikap dinginnya, yah?
ada urusan apa dia dengan ka zac, apa mereka ada masalah ) gumamnya dalam hati.
sambil mencoba mendekat dan mendengar pembicaraan keduanya itu.
akira yang berpura-pura memegang buku ditangannya, sambil menguping pembicaraan keduanya dengan hati-hati.
__ADS_1
" Hai zac, sapa si gadis tersebut sambil keduanya berpelukan erat.
" Bagaimana rasanya satu kelas akira,? apa dia membuat masalah dikelas, tanyanya.
Tidak, adikmu itu cukup ramah dan tidak terlalu mencolok sedikitpun, walau dia memiliki seorang kakak sepupu seorang OSIS.
lagi pula zac, kenapa kau tidak berkata yang sebenarnya saja padanya.
bukankah sebenarnya kau juga tertekan dengan kehadirannya di rumah kalian. sambung si gadis.
" Kau tahu sendiri kan, dia itu anak yatim-piatu, tidak memiliki banyak pengalaman apapun dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
bukan itu saja, 1 sisi ia juga sebenarnya sangat membantu kebersihan rumah.
ayah ibuku sangat senang dengan kehadirannya di rumah, tapi jika ia tidak mandiri kapan dia bisa mengenal dunia luar.
Zac berhentilah memanjakan akira, dia itu hanya anak pungut. kau pun tahu, orang tuanya sendiri saja tak ingin ia hidup,
lalu kenapa sekarang kau dan keluargamu, membela dirinya mati-matian seperti ini.
utang keluarganya jadi kalian yang lunaskan, seharusnya kau juga paham.
kalau berdua hanya saudara sepupu jauh, bukan saudara sepupu kandung. sambungnya.
zac yang mendengar itu pun langsung terdiam sejenak,
lalu berkata padanya,
" Menurutmu, apakah akira bisa tinggal di panti asuhan? tanyanya sambil berfikir.
zac, itu adalah hal mudah. kau dan keluargamu bisa mengusir dirinya, atau memberitahukan padanya tentang kebenarannya. balasnya
pembicaraan demi pembicaraan terus berlanjut hingga akhirnya akira mendengar suatu perkataan yang dikeluarkan oleh zac.
" Kau tahu vi, sebenarnya keluargaku tidak pernah menyukainya, mulai dari kedatangannya, membayar hutang keluarganya,
bahkan harus ikut membiayai kebutuhan sekolahnya, itu saja sudah memberatkan keluargaku,
bukan itu saja, tapi harta warisan otomatis akan terbagi juga atas namanya,
mendengar perkataan itu, akira yang bersembunyi di balik rak buku, hanya bisa menahan tangis.
Disaat yang bersamaan riko yang kebetulan ingin melihat buku,
tak sengaja melihat akira yang terlihat syok sekaligus menangis dalam diamnya itu.
membuat riko penasaran dengannya itu,
lalu ia mencoba untuk melihat sekita, sebenarnya apa yang membuat akira menyembunyikan dirinya dibalik tak buku.
ketika riko menoleh ke kanan dan kiri, ia pun melihat zac dan vivian bersama, dan mencoba untuk mendekati keduanya.
namun sebelum itu, riko sempat mendengar perkataan terakhir dari zac.
" Baiklah vi, malam ini juga segera hubungi keluargamu, kita keluarkan akira dari daftar nama kartu keluarga.
ku tak perlu cemas soal keluargaku, karena dari awal juga mereka juga inginkan hal ini, segera ter realisasikan. ungkapnya.
lalu keduanya pun beranjak dari situ lalu, zac kembali berkata,
" Kita tinggalkan akira di toko ini, aku akan membuang seluruh pakaiannya diluar rumah, agar dia langsung segera pergi.
setelah berkata seperti itu keduanya pun pergi meninggalkan tempat itu.
Riko yang tak sengaja mendengar perkataan itu,
langsung membuat video akira yang tengah terduduk lemas diantara buku,
kemudian mengirimkan video itu pada saki dengan pesan,
" Datang segera ketempat rak buku, ini darurat ".
kira-kira sekitar 10 menit kemudian, ia membacanya dan sungguh mengagetkan saki.
__ADS_1
dengan ijin kepada atasan dengan penjelasan ada keadaan darurat di rumahnya itu,
dan karena alasan itulah, saki diijinkan pulang lebih awal.
saki dengan cepat meninggalkan tempat kerja, lalu menuju tempat yang dimaksud oleh riko.
saki pun tiba di tempat riko berada lalu bertanya,
" Dimana akira,,!? ujarnya sambil keringat dingin karena berlarian dari tempat karyawan ganti baju.
Lihatlah, jawab riko yang mengarahkan tangannya pada rak buku yang paling ujung.
keduanya pun langsung berlari menemui akira.
setibanya di rak buku yang paling ujung.
saki dan riko dibuat terkejut melihat kondisi akira, yang sudah mengalami syok di lantai.
sambil ditangannya memegang sebuah buku, dan rambut panjang yang berantakan,
wajah yang basah karena air mata, sampai mata sembab, hingga tubuh akira demam tinggi.
" Akira..., akira...,!? kau baik-baik saja,!? panggil saki.
riko yang menyentuh keningnya itu pun langsung terkejut dan berkata,
" Saki, akira demam tinggi, kita harus membawanya ke RS terdekat, ujarnya.
dan keduanya pun memapahnya keluar toko lalu memanggil taxi.
Beberapa saat kemudian, keduanya sudah tiba di RS dan membawanya kedalam ruang gawat darurat.
dokter dan beberapa petugas medis lainnya pun, bertindak cepat menangani akira.
selagi akira dirawat riko berkata padanya,
" Saki, kau tunggulah disini aku akan kerumahnya dan memberitahukan hal ini kepada keluarganya, ujarnya yang bergegas pergi.
sesampainya di depan rumahnya akira, sesuai dengan perkataan yang didengarnya dari zac,
seluruh pakaiannya akira sudah berada di luar rumah, bahkan diletakkan dekat kotak pos.
dengan sebuah surat yang terletak di atas koper akira tertulis :
" Siapapun tolong diadopsi, minta maaf karena kami tidak bisa lagi membiayai kebutuhan hidupnya,
anak ini seorang gadis yang baru memasuki SMA, dia cantik dan pekerja keras, silahkan dipakai tenaganya ".
riko yang membaca surat itupun, hanya bisa terdiam, dan mengusap air matanya lalu mengeluarkan telfon genggamnya itu,
" Halo bu, jika ibu tidak keberatan bisakah akira tinggal di rumah kita sementara waktu, aku mohon ujarnya.
ibunya yang mendengar perkataan itu pun, langsung berkata pada ayah riko dan kakak perempuannya riko.
tak butuh waktu lama, pihak keluarga riko menyetujui permintaan riko, bahkan sudah menyiapkan tempat tidur khusus untuk akira.
agar saki tidak murka kepada zac, riko pun berinisiatif untuk menyembunyikan hal itu darinya,
lalu membawa seluruh barang-barang milik akira kerumahnya.
sesampainya di rumahnya, riko pun membeberkan seluruh perkataan zac dan vivian saat di cafe,
bahkan sampai menunjukkan surat-surat keterangan dari berbagai pihak terkait, maupun video saat akira mengalami syok.
sang kakak yang mendengar penjelasan itupun, hanya bisa mengepal kuat kedua tangannya itu lalu berkata,
" Jadi keluarga kirio sekejam itukah dalam memperlakukan manusia,,!?
seharusnya mereka sadar..!! bahwa mereka hidup makmur sampai hari ini, itu semua karena keluarga akira.
" Maksudnya kakak, apa..!? tanya riko.
Riko sebaiknya kau kembali ke RS, sisanya biar kami yang urus, balasnya.
__ADS_1
" Tunggu kakak, kakak harus tahu sedang berhadapan dengan keluarga yang seperti apa, kita harus susun rencana dengan baik, ungkap sang ayah.
Mendengar perkataan itu pun, riko kembali ke RS, dengan pikiran yang penuh dengan tanda tanya.