
Hari itu dipantai yang tak ada seorangpun disana, karena memang bukan hari libur.
kiran dan jimi yang berusaha untuk menyelesaikan masalah keluarga itu,
benar-benar tidak tahu harus seperti apa,
kiran yang tadinya dipeluk oleh jimi pun, didorong kembali oleh kiran dari pelukannya,
" Untuk apa..., untuk apa semua itu..!!!? bukankah seharusnya kau pergi dan menghindar dari kami,
untuk apa kau kembali..!!?? seharusnya kau pergi dari ibuku, dan biarkan dia kembali pada keluarganya,
ungkapnya sambil menghapus air matanya yang terus menerus membasahi pipinya.
kiran yang terus memarahi dan membentak jimi itu, ia lampiaskan begitu saja.
jimi pun selaku ayah tiri hanya bisa pasrah di marahi habis-habisan oleh kiran,
dan untuk yang terakhir kalinya Kiran melampiaskan semua kemarahannya pada lingkungan sekitar sambil berteriak kencang,
" AKU MENCINTAI KALIAN SEMUA...!!!! "
Mendengar perkataan lantangnya itu menyentuh hati jimi, jimi berfikir bahwa ia akan dibenci oleh kiran,
yang dimana menjadi satu-satunya putri yang dimilikinya.
setelah kiran selesai mengatakan isi hatinya itu, ia pun menoleh kearahnya dan berkata,
" Tolong maafkan kesalahan ibuku pak,, aku sebagai satu-satunya anak perempuan dalam keluarga,
aku tidak bisa membenci kalian semua, meski waktu itu takkan pernah kembali,
dan sebenarnya aku tidak memiliki hak untuk memarahimu, malah seharusnya aku berterimakasih padamu,
karena bapak sudah menyelamatkan harga diri ibuku, yang sudah dibuang oleh kekasih gelapnya.
bahkan kau yang tidak bersalah pun harus ikut menanggung beban yang berat dipundakmu,
andaikan aku bisa membalas kebaikanmu maka akan kulakukan,
tapi menyelamatkan harga diri seorang perempuan, yang dimana orang itu sudah berbuat salah, itu hebat.
aku berjanji akan tutup rapat kasus ini dari ayah dan kak youri.
dan bukan itu saja bahkan aku akan melupakan kejadian hari ini,
aku akan anggap kejadian hari ini tidak pernah ada sama sekali. jelasnya tertunduk malu dan membalikkan badannya kearah mobilnya.
" Sekali lagi kukatakan terimakasih banyak atas jasamu pada keluargaku, dan mohon maaf karena ibuku sudah menjadi beban dalam hidupmu,
aku berjanji tidak akan menyusahkanmu lagi, baik sebagai anak, sebagai mahasiswi,
maupun sebagai seorang asisten dosen, ucapnya yang langsung masuk kedalam mobilnya.
jimi yang tidak bisa berkata-kata lagi dengan ucapannya kiran tadi,
juga membuat jimi satu sisi bahagia sekaligus kembali merasa canggung karena panggilan anak dari mulut kiran tadi,
kiran yang masih didalam mobil dan belum beranjak dari situ hanya berusaha untuk mengendalikan diri,
agar terlihat tak ada masalah apapun. karena itu ia terus saja mengatur nafas dengan baik dan mengembalikan wajah yang sedih kembali normal.
jimi yang melihat hal itu pun hanya bisa terdiam sejenak lalu memandang kearah langit dan berkata pada dirinya sendiri,
" Aku berterimakasih karena memiliki putri yang sangat pengertian padaku,
ayah berjanji akan menjadi ayah yang terbaik untukmu dan ketiga saudara laki-lakimu,
meski aku bukan ayah kandung kalian semua, ujarnya tersenyum kecil.
[ Hari itu pun waktu terasa berjalan sangat lambat, bahkan siang menjelang sore hari pun,
terlihat begitu indah, dan ini rasanya menjadi awal sekaligus pertama kalinya semua orang menikmati pemandangan sunset di pantai yang indah. ]
jimi yang sudah bisa mengendalikan perasaannya yang tadinya tidak beraturan itupun kembali normal,
dan ketika ia hendak beranjak dari tempat itu, perlahan beberapa orang yang pulang kantor,
mulai berdatangan dan menikmati suasana indah sunset,
( Ternyata bukan aku saja yang mengalami fase stress, lihatlah mereka juga merasakan hal yang sama ) gumamnya.
mereka yang berusaha menghilangkan penat dengan suasana sunset yang indah dan mendengar deburan ombak di pantai,
serta angin yang berhembus semakin menenangkan hati semua orang yang ada disitu.
jimi pun yang selesai memandangi alam itu, akhirnya beranjak dari situ.
namun ia dikejutkan karena mobil kiran ternyata belum juga beranjak dari tempatnya.
ia pun langsung berlari menuju mobilnya dan mengetuk pintu kacanya,
" Kiran,, kiran,, kau baik-baik saja..,?! ucapnya.
tak lama kemudian Kiran pun membuka matanya, dan melihat jimi yang diluar mengetuk pintu kaca mobilnya,
lalu ia pun kembali duduk dan menyalakan mesin mobil dan pergi begitu saja,
tanpa membuka kaca mobilnya ataupun sekedar membunyikan klakson mobil.
jimi yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas panjang dan berkata pada dirinya sendiri,
" Tidak apa-apa, biarkan dia pasti juga butuh waktu untuk menerima kenyataan itu,
jika dia sebagai seorang anak bisa merasakan perasaan yang terluka bagaimana dengan yang lainnya.
ujarnya yang juga beranjak dari situ dengan mobilnya.
__ADS_1
[ Keesokan harinya dikampus ]
Pagi itu cuaca begitu indah dan bunga yang mekar semakin memperindah tampilan halaman kampus itu.
" Selamat pagi kiran, sapa saki padanya.
" Pagi juga, kak. jawabnya yang sesaat menoleh kearahnya lalu kembali melangkah kedalam ruangannya.
Tunggu, kiran. apa kau sedang sakit.,?! wajahmu tampak bengkak apa kau baru menangis, ujarnya.
Disaat kiran akan menjawab dari arah gerbang masuk jimi kedalm yang juga kebetulan melihat keduanya.
" Oh.. selamat pagi, pak. ujar saki yang mendadak lupa akan pertanyaannya tadi.
dengan kesempatan itu Kiran pun langsung berpaling dari padanya dan bergegas masuk kampus.
Iya, pagi juga saki. hari ini kau tidak bersama youri kekampus, ada apa?
" astagaa.. aku lupa bilang pada kiran, kalau kedua orang tuanya serta youri sedang pergi ke luar negeri,
karena ada pertemuan putra sulung, maaf pak saya kurang tahu, maksudnya apa,
tapi sejak Kiran menjadi asisten bapak Kiran selalu tidur di kampus, ruangan yang selalu disiapkan oleh rektor,
itu adalah ruangan tempat ayahnya biasa mengerjakan proyeknya hingga larut malam. jelasnya
" Kau tidak perlu khawatir, nanti bapak yang sampaikan itu padanya, terimakasih atas informasinya, yah saki.
ucapnya sambil berlalu begitu saja.
Ketika jimi melewati ruangannya kiran, ia mendengar teman-temannya yang sedang berusaha mengajaknya untuk tertawa,
namun jawaban Kiran yang dingin itu tak membuat teman-temannya itu malah menjauhinya,
mereka bahkan malah mengajaknya keluar dan berkata padanya,
sesampainya diluar pintu ruangan mereka,
" Kiran lihat deh,, hari ini kan bunga sedang mekar mekarnya,
bagaimana kalau kita pergi ke taman bunga dekat dengan SMA kita dulu,
bukankah kita setiap tahunnya akan berfoto ditaman itukan, ayolah... mau ya Kiran.,?! bujuk temannya itu
" Maaf teman-teman, hari ini aku ada ikut pertemuan dengan para senior-senior,
kalian lupa yah, aku kan masih seorang asisten dosen.
jadi agenda hari ini sangatlah padat, jadi maaf yah..
tahun ini aku belum bisa foto bareng yang lainnya, jawabnya sambil pergi dari situ.
" Sehat-sehat yah, kiran.,!? ujar mereka yang melambaikan tangan pada kiran lalu kembali ke kelas.
[ Dalam perjalanannya menuju ruang kantor, Kiran sempat berhenti lalu menoleh kearah jendela,
lalu ia mendekati jendela serta melihat bunga yang dimaksudkan tadi.
Kiran sempat mengeluarkan handphonenya lalu memfoto bunga diluar,
lalu berkata kepada dirinya sendiri.
" Tahun ini aku tidak foto dengan kalian, tapi aku sudah lebih dulu foto dengan bunga itu, ujarnya sambil tersenyum kecil.
lalu ia melanjutkan perjalanan menuju kantor.
Sesampainya di kantor, Kiran langsung menyusun buku-buku yang akan digunakan untuk rapat,
dan buku-buku untuk materi pembelajaran.
kiran yang biasanya menyusun buku dengan cepat, hari itu ia kembali terbayang dengan kejadian hari itu.
yang membuatnya sedikit melamun dan hal itu diperhatikan oleh salah seorang dosen disitu.
" Kiran, nak kau tidak apa-apa, apa kau sedang kurang sehat.,?!
" Tidak bu, aku baik-baik saja ucapnya sambil kembali mengemas buku.
" Biar bapak yang membawa buku itu setengah, sisanya biar kau yang bawa. ujarnya yang tiba-tiba muncul.
Kiran yang tak bergeming sedikitpun hanya bisa menyisakan buku-buku sebagian,
dan sisanya ia langsung bawa. tanpa menoleh sedikitpun.
" Pak jimi, apa kiran baik-baik saja. saya sempat melihat kiran seperti orang yang sedang banyak pikiran.
tolong bapak jangan terlalu keras padanya, yah.. sepertinya ia tengah mengalami kesulitan, ungkap salah satu dosen juga.
" Dia baik-baik saja, kok bu. tidak perlu khawatir,
dia akan istirahat nanti saat sudah lelah, ujarnya sambil membawa sebagian buku itu.
keduanya berjalan menuju ruangan yang sama namun berjalan dengan jarak yang jauh.
Dan sesampainya di ruangan senior St6 tanpa diperintah,
Kiran langsung membagikan buku-buku itu kepada mereka semua,
lalu mengambil kursi kosong dibelakang untuk melanjutkan materinya sendiri.
si dosen yang serius dengan mengajarnya itu,
tak sengaja melakukan kontak mata dengan Kiran yang kebetulan hendak melihat jam di dinding.
dan Kiran pun langsung mengalihkan pandangannya kembali ke bukunya itu.
si dosen yang tadinya sempat mengajar itu pun, mendadak berhenti lalu menghela nafas.
__ADS_1
" Maaf, bapak permisi sebentar. ujarnya sembari keluar dari ruangan.
salah satu mahasiswa ada yang berkata,
" Wah.. dosen ini kenapa sih, masa sedikit-sedikit ijin keluar.
kalau beliau sakit seharusnya tidak mengajar, bukan?! ungkap yang lainnya.
[ Kiran yang mendengar perkataan itu pun langsung berdiri dari kursinya, lalu berjalan kedepan.
lalu mengambil buku si dosen tersebut, kemudian dengan lancar, Kiran ikut menyambungkan penjelasan dari si dosen.
yang membuat seluruh mahasiswa disitu terkejut melihat caranya menjelaskan,
sangatlah santai dan mudah dipahami oleh semuanya.
si dosen pun akhirnya kembali dan hendak melanjutkan materi, namun mendadak ia masuk kedalam ruangan,
ia melihat kiran menjelaskan materi yang seharusnya ia bawakan, kini Kiran yang menjelaskan namun dengan caranya sendiri.
dan hal itu mendapat pujian dari para senior, sampai mereka semua memberikan tepuk tangan yang meriah baginya.
sesuai dengan jadwalnya Kiran menyelesaikan materi
sesuai dengan waktunya dan dengan suasana yang jauh lebih fresh dari sebelumnya.
Bel istirahat berbunyi dan kiran pun kembali menyusun buku-bukunya itu.
Salah seorang mahasiswa disitu berkata padanya,
" Kiran, kau mahasiswi tahun kedua, kan. tapi caramu tadi itu benar-benar sangat menyenangkan,
bahkan saya yang tadinya tidak terlalu suka materi ini malah semakin suka, berkat caramu menjelaskan tadi,
terimakasih banyak ya, kau sudah membantu kami, ini benar-benar waktu yang berat buat kami,
tapi kau membuatnya menjadi lebih menyenangkan.
sekali-sekali kau yang mengajar kami, bagaimana kiran.,? kau bisa, kan? seru yang lainnya.
" Maaf yah, kakak-kakak semua, tapi status saya hanya mahasiswi tahun kedua,
sekaligus hanya sebagai pembantu dosen, saya tidak bisa melakukannya, ucapnya menunduk hormat.
lalu berpamitan ramah dengan semua seniornya itu.
ketika ia akan keluar dari ruangan itu, jimi pun kembali masuk kedalam.
kiran hanya menundukkan kepalanya lalu berkata,
" Materi sudah diberi dan waktunya buku-buku saya kembalikan ke ruang kantor, ujarnya sambil melangkah keluar.
jimi yang mendengar perkataan itu, hanya bisa mengambil 1 buku tersisa disitu, serta ikut keluar dari ruangan itu.
Setelah beberapa saat setelah kiran mengembalikan buku-bukunya kekantor.
ia pun langsung kembali pergi dari kantor dan berjalan menuju kantin.
Disaat kiran sudah diluar dari ruang kantor, si dosen jimi baru tiba dikursinya itu,
lalu salah seorang dosen berkata padanya,
" Pak jimi, mau makan siang bersama,? ujar mereka.
" Tidak terima kasih, bu. Hari ini, saya lagi tidak mood untuk makan,
nanti saya makan dirumah saja ucapnya sambil menatap buku-buku yang disusun kiran.
[ Tanpa disadari oleh jimi, Kiran mendengar perkataan itu.
lalu ia bergegas menuju kantin, dan setelah itu ia memesan makanan pada petugas,
dengan alasan permintaan dari dosen. karena itu mereka memberikan makanan padanya. ]
Dengan berhati-hati Kiran kembali ke ruang kantor, dengan makanan panas diatas sebuah piringan khusus.
beruntungnya tak ada seorangpun di kantor.
jimi yang menghadapkan wajahnya pada meja pun hampir saja tertidur.
lalu dengan suara yang lembut ia berkata padanya,
" Permisi pak, ini makan siang bapak. ujarnya yang tiba-tiba membangunkan jimi.
si dosen yang melihatnya membawakan makanan untuknya itu pun sedikit terkejut,
lalu Kiran menaruh makannya tepat dihadapannya itu lalu menyuruhnya untuk makan siang.
" Tolong dihabiskan nanti ibu dikantin marah, kalau tidak segera dimakan. ucapnya sambil menatapnya dengan tatapan dingin.
" Ba.. baiklah,, bapak makan, ujarnya sambil memulai makan.
( Kadang aku bingung harus berkata apa padanya, kadang ia membuatku ingin tertawa ) gumam jimi dalam hati.
sambil menikmati makanannya dan selagi ia menikmati makan siangnya itu,
ia bingung karena Kiran tak beranjak dari tempatnya berdiri.
" Kau, apa kau tidak ikut makan siang.,?!
Kiran yang mengalihkan pandangannya dari jimi itupun menjawab,
" Aku sudah kenyang hanya melihat ayahku makan. jawabnya dengan nada datarnya dan tanpa ekspresi apapun.
" uhhuk... uhhuk...,"
jimi yang mendengar perkataan itu mendadak berhenti makan, karena batuk sekaligus terkejut dengan perkataannya itu.
__ADS_1
Jimi hanya menoleh kearahnya dan tanpa berkata sepatah katapun,
jimi kemudian melanjutkan makannya dengan senyuman kecil.