
[ Kejadian setelah sang dosen berhasil membaik dari tangisnya itu, Kiran memintanya untuk pulang ke rumah dan menenangkan diri dirumah, pintanya ].
dan akhirnya kiran hanya membantu sekedar memberikan katalog bagi semua seniornya,
setelah itu ia kembali ke ruangannya dan belajar sendiri.
sang dosen yang pulang lebih awal itu, sedikit membuat kiran tiba-tiba merasa khawatir dengan kondisinya.
( Apakah dosen itu akan baik-baik saja, yah..?! pikirnya sendiri ).
sedang disisi lain kiran akhirnya bisa menghabiskan waktu bersama teman-temannya itu,
namun baru berapa hari saling kenal, tidak membuat perubahan apapun padanya,
bahkan kiran merasa kalau ia dan dosen itu seperti memiliki ikatan yang kuat yang membuat dirinya sendiri pun bingung.
apakah itu adalah perasaan dekat seperti teman,?! tetapi rasa aman dan nyaman yang dirasakan kiran,
bagai ayah dan anak, bahkan kiran merasa hubungan itu semakin kuat ketika ia membelanjakan Kiran mini cake kesukaannya.
dan hal itu jugalah yang sering dilakukan oleh ayahnya dirumah.
" Kiran,, hei kiran,, Hirohito Kiran,,!!? ada apa denganmu,, ?! ujar salah seorang temannya itu.
" maaf teman-teman saya permisi dulu, ungkapnya yang membawa tasnya dan bergegas keluar.
kiran merasa bahwa perasaan itu semakin kuat padanya,
karena itu ia berlari menuju ruang kantor dan langsung bertanya pada salah satu dosen,
untuk mempertanyakan lokasi rumah dosen tersebut.
dan setelah ia mendapatkan alamat itu, ia pun bergegas menuju alamat yang diberikan.
setelah itu Kiran mengendarai mobil yang biasa digunakan, ketika mengantar dirinya saat kesekolah SMA dulu.
tak lama setelah ia beberapa kali bertanya pada masyarakat sekitar, akhirnya ia menemukan lokasi rumah dosen tersebut,
yang dimana lokasi rumahnya tampak sangat jauh dari lokasi kampus, ditambah lagi suasana sekitar alamat yang dituju itu seperti perumahan biasa.
untuk memastikan bahwa ia tidak salah alamat, kiran kembali bertanya pada petugas sekitar.
dan mereka berkata bahwa rumah dengan cat warna biru itu adalah benar adanya seorang dosen.
dengan perasaan takut dan penasaran akhirnya kiran memberanikan diri untuk mengetuk pintunya.
( Astagaa... aku gugup ) gumamnya dalam hati.
tak berapa lama kemudian setelah 3 kali bunyi suara ketukan pintu, seseorang keluar dari rumah itu dan menyapanya dengan lembut.
" Iya selamat siang nona, ada yang bisa bibi bantu? ucapnya.
" Begini bi, saya kiran mahasiswi dari kampus sky high, kebetulan sedang mencari dosen saya yang bernama pak jimi,
apa benar ini rumahnya, saya kebetulan adalah asisten beliau. sahutnya
" iya benar non, ini rumahnya beliau silahkan masuk, silahkan duduk dulu, biar bibi panggilkan sahutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak bi, balasnya sambil menunggu, ia melihat-lihat koleksi foto yang dipajang di sekitar dinding rumah itu.
" wah.. foto yang indah, ini pasti foto kedua orang tua beliau.
ternyata orang dari luar negeri itu memang terkesan lebih awet muda, yah.
bahkan sampai tak terlihat jika sudah berkeluarga,.
selagi kiran melihat-lihat sekitar, mendadak terdengar suara perempuan yang baru memasuki rumah,
bersamaan dengan pak jimi yang keluar ke ruang tamu.
disaat pak jimi menyapanya itu, bersamaan juga wanita itu memanggilnya,
" Pa,, papa katanya kurang sehat, yah..!? kena..pa,, ujarnya yang terkejut melihat kiran putrinya berada di dalam rumah tersebut.
namun dikarenakan kiran tidak begitu dekat dengan sang ibu sejak kecil, maka dari itu ia tak begitu terkejut bila bertemu dengannya,
Kiran yang melihat keduanya tampak kebingungan itupun, sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.
" Halo bu, saya kiran asisten dari pak jimi. saya datang kemari karena ingin menyerahkan berkas dari para senior-senior saya. ucapnya dengan sikap dinginnya.
kalau begitu pak, bu, saya permisi dulu ungkapnya yang berjalan kearah pintu keluar.
" Tunggu kiran, bisakah kita bicara sebentar, panggilnya sambil memberikan kode pada istrinya untuk ikut berbincang.
Kiran yang sedikit lama menoleh itupun, akhirnya kiran pun menoleh kearahnya dan duduk kembali.
kiran yang sebenarnya kaget karena pertemuan itu pun, ditutupi dengan ekspresi wajahnya yang datar.
tanpa basa-basi lagi, kau pasti tahu bahwa bapak sudah menikah dan inilah foto keluarga bapak yang sekarang,
ujarnya sambil memberikan sebuah foto padanya.
kiran pun melihat didalam foto tersebut terdapat sang ibu, pak jimi,
kedua putranya serta foto Kiran dan youri yang ikut ditambah didalamnya.
" Kiran,, ini ibu nak, maafkan ibu nak yang sudah membuang kalian semua begitu saja,
sebenarnya pak jimi adalah orang yang sudah menyelamatkan ibu dari kekasih gelap ibu,
ibu hamil anak kekasih ibu namun ia tidak ingin bertanggungjawab atas anak ini,
karena itu pak jimi masuk kedalam kehidupan ibu dan tak butuh waktu lama kami menikah,
pak jimi yang seorang lajang harus terpaksa menikahi wanita yang kejam seperti ibu,
ibu benar-benar minta maaf padamu, dan pada ayahmu karena tidak bisa menjadi ibu yang baik bagimu.
penjelasan dari sang ibu sambil menangis tersedu-sedu itu, sama sekali tak memberikan reaksi apapun pada kiran,
setelah sang ibu selesai berbicara dengan tenang, Kiran mengeluarkan uang lalu menyerahkan uang itu pada pak jimi.
" Permisi pak, ini saya ganti uang bapak yang sudah traktir saya dikampus, terima kasih atas kue dan segelas susu hangatnya,
kalau begitu saya permisi kembali ke kampus, karena masih ada tugas lainnya,
__ADS_1
oh.. ya, untuk ibu. maaf, tapi ibu tidak perlu minta maaf padaku, karena sejujurnya saya sendiri pun belum mengenal ibu,
kalau ibu merasa bahwa saya mirip dengan anak ibu, kalau begitu saya mewakili perasaan anak ibu,
saya hanya bisa bilang bahwa itu sudah menjadi jalan ibu, jalani saja yang sudah terjadi.
kira-kira saya hanya bisa membalas seperti ini bu, karena saya juga tidak pernah tahu ibu saya seperti apa.
kalau begitu pak, bu, saya pamit mau kembali ke kampus, ujarnya sembari memberikan menunduk hormat.
lalu ia beranjak dari tempatnya.
kiran sama sekali tidak menoleh kebelakang, dan tetap melaju dengan mobilnya kembali ke kampus.
sang ibu yang mendengar perkataan itu pun hanya bisa terdiam,
" Apakah putriku pernah mengalami amnesia.,?!
tidak mungkin dia tak mengenali ibunya sendiri, jika bukan karena sebuah kecelakaan. pikirnya sendiri.
walaupun saat berbicara tadi Kiran tak menunjukkan ekspresi apapun,
namun sang ayah tiri sudah merasa bahwa kiran tengah menahan amarahnya.
melihat kiran melaju ke kampus itu pun, sang ayah pun menyusulnya, namun ia dikejutkan bahwa kiran tak kembali ke kampus,
namun kiran malah memutar haluan menuju arah pantai.
setelah beberapa saat tibalah Kiran dipantai dan ia hanya bisa membuka jendela kaca mobilnya,
sambil memandangi pantai tersebut.
jimi sang ayah tiri itupun juga sudah tiba dipantai, namun ia mengambil jarak agar Kiran tak menyadarinya.
ia hanya tetap duduk di dalam mobilnya sambil melihat apa yang akan dilakukan oleh kiran,
kiran yang keluar dari mobil pun hanya bisa terduduk di pasir sambil tetap bersandar pada pintu mobilnya.
kiran yang masih terbayang dengan kata-kata sang ibu,
membuatnya melipat kedua kakinya lalu menyandarkan kedua tangannya serta menundukkan kepala pada kakinya,
tangis Kiran pun pecah saat itu juga, jimi sang ayah tiri itupun hanya bisa terdiam dan tidak bisa mendekati kiran,
dengan kemarahannya yang belum dikeluarkan itu, ia tak berani mendekat.
dan tiba-tiba Kiran pun berteriak kencang,
" Aayyahhh....!!!! maafkan kiran,, tidak seharusnya Kiran lahir..!!!
ucapnya sembari tangisnya yang terisak-isak itu membuat ia memukul-mukul tangannya dipasir.
kalian semua jahhaatt...!!!! pecahnya tangis Kiran membuat jimi tak kuasa pun akhirnya melangkah kearahnya,
" Kiran..!!? tolong pernah salahkan dirimu, kau putriku dan tidak akan pernah dilukai oleh siapapun juga.,!!? jawabnya.
sembari ia memeluk erat kiran yang berusaha menyakiti dirinya sendiri.
__ADS_1