
Malam itu dirumah saki, ia hanya makan malam sangat sedikit,
dan susah untuk tidur di malamnya,
padahal esoknya ia harus mengikuti rapat koordinasi dengan pihak osis,
tim kedisiplinan, serta beberapa staff keamanan sekolah.
pukul 03:00 pagi saki baru bisa tertidur dan bangun dijam 05:00 pagi.
meskipun dalam kondisi yang masih mengantuk namun ia tetap memaksakan diri untuk bangun,
dan bersiap menuju sekolah meski mata yang sedikit sembab, ia tetap berangkat sekolah.
beberapa jam kemudian akhirnya tibalah ia disekolah, dan memasuki kelasnya.
" Pagi saki, sapa riko.
saki yang mendengar itu hanya melambaikan tangannya,
dan tetap pada posisi wajah kearah meja.
" Ada apa, saki? kau tidak apa-apa kan? ujarnya.
" mmm,, " lalu pesan dari ruang guru pun terdengar oleh seisi sekolah,
karena menggunakan alarm yang hanya digunakan oleh para osis, tim kedisiplinan sekolah dan staff keamanan sekolah.
Saki yang mendengar kode itupun langsung berdiri dari kursinya dan berjalan keluar,
( ada apa dengan saki..?! ) gumam riko dalam hati sambil memandangi dirinya keluar lebih dulu.
riko pun ikut menyusul dirinya.
Beberapa saat kemudian, semuanya kumpul di ruang rapat kerja sekolah.
" Baiklah rekan-rekan sekalian, berhubung semua sudah berkumpul, kita mulai saja rapatnya,
( beberapa waktu pun berlalu begitu saja, dan rapat kerja pun di akhiri )
Ketika mereka sedang berjalan keluar dari ruang rapat dan hendak kembali ke kelas masing-masing,
salah seorang senior yang tidak dikenal pun mendekati mereka dan berkata,
" Permisi semua, apa ada akira disini..?! tanyanya.
.. Maaf senior ini siapa,,? tanya ketua OSIS.
" Perkenalkan namaku yoshi dari kelas 12-A* sambil sedikit membuka rompinya lalu menunjukkan lambang * pada mereka,
( di sekolah SMA ini makna * memiliki arti murid dengan power paling utama disekolah,
dan sering di gunakan dalam lomba antar negara secara internasional, dan semua pelajar sangat hafal akan lambang itu )
OSIS dan yang lainnya melihat lambang itupun, lalu memberi salam dan kembali bertanya,
" Maaf senior, tapi hari ini akira tidak ikut rapat koordinasi, dia masih dalam tahap seleksi pertukaran pelajar antar negara, ucap saki.
( Pertukaran pelajar,, disaat mendekati libur musim panas, apakah maksudnya...) pikirnya.
sambil ia kembali berkata,
" Ooh.., begitu, terima kasih atas informasinya, saki. ucapnya tersenyum kecil lalu pergi dari situ.
" Tu.. tunggu dulu senior, ( ucapnya yang menghentikan langkahnya itu ) bagaimana senior tahu namaku,!?
padahal ini pertama kalinya kita bertemu,?!
... ooh..itu,, itu karena kau cukup terkenal di kalangan para siswi. jadi, kupikir itu bukan sesuatu yang baru lagi bagimu, benarkan..?
aku sendiri saja bingung dengan popularitasmu di sekolah ini,
kau bahkan bisa sampai mengalahkanku dari segi populer di kalangan para siswi SMA, ( sambil ia tertawa kecil).
tapi meski semua wanita terpukau padamu,
tapi jangan kuatir karena masih ada 1 orang yang tidak bisa kau luluhkan dan orang itu sudah menjadi milikku,
beruntungnya aku bisa menyelamatkan dia, sebelum semua gadis tergila-gila padamu, sambungnya sambil menepuk pundaknya dan pergi dari situ.
ketua OSIS dan yang lainnya pun hanya menatap kearah saki dan berkata,
" Aku sama sekali tidak tahu, kalau kau begitu populer di kalangan para siswi,
jangan kau ambil semuanya, dong saki..?! goda ketua OSIS.
( Saki yang awalnya cukup mengantuk, kini berubah menjadi lebih sadar,
bahkan ia sempat merasa bahwa yang barusan dikatakan senior itu adalah akira,
pikirannya mulai sedikit tidak tenang, dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri,
apakah benar kalau akira menjalin hubungan dengan senior yoshi.)
saki yang melamun karena terbawa perkataan yoshi tadi, membuatnya semakin banyak pikiran.
" Hei saki,, saki,,.!? ( seraya menepuk pundaknya ) ada apa, kenapa melamun, panggil riko.
" ee.. tidak, kalau begitu saya permisi dulu, ada yang harus lakukan sekarang, ucapnya yang langsung berlari menuju kearah ruang guru.
Setibanya ia di ruang guru,
" tok..tok.. permisi pak, Bu, maaf tapi...
( disaat saki ingin bertanya sesuatu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sesuatu hal yang ia lihat di sebelah ruang guru )
( ruang guru yang luas dibagi menjadi dua, ruang guru pengajar digabung dengan staff guru,
lalu diruang sebelahnya ada ruang khusus guru dan murid yang dibina secara khusus ).
Saki yang mendadak berhenti bicara itupun langsung menoleh kearah ruang sebelah,
__ADS_1
dan ia benar-benar sangat dikejutkan oleh apa yang dilihatnya itu,
dan hal itu sangat baru bagi siswa/i yang tidak pernah atau belum pernah
mengikuti kegiatan sekolah seperti bagian osis dan lainnya.
dan hal yang mengejutkan itu adalah, seorang akira yang pemalu,
kini sudah bergabung dengan para senior-senior yang bergabung dalam kegiatan-kegiatan sekolah yang bersangkutan dengan luar negeri.
saki yang ingin menyapanya itu sangat canggung dikarenakan, diruangan tersebut mayoritasnya adalah siswa siswi terbaik sekolah.
yang jarang ikut ambil bagian dalam pelajaran biasa dikelas, dan mereka dikhususkan sekolah,
dengan cara belajar hanya berfokus pada lomba, atau kegiatan penting sekolah,
bukan itu saja bahkan percepatan belajar mereka pun ikut dipercepat, akira yang tadinya masih kelas 1,
kini berubah menjadi kelas 11-A yang tidak lama lagi akan berpindah ke kelas 12-A
disaat seperti itu saki hanya bisa terdiam dan menatap kearah akira yang
duduk bersebelahan dengan yoshi sambil yoshi mengelus kepalanya itu.
bahkan teman-teman siswi yang ada bersama akira pun ikut bersenda gurau,
tawa mereka terasa bergema di ruangan itu,
akhirnya seorang guru mendatangi saki lalu berkata padanya,
" Kau mencari siapa, diruangan elite itu? tanya guru tersebut.
" Mau tanya bu, kira-kira apa yang akan terjadi dengan mereka semua, setelah menyelesaikan tugasnya?!
..ooh begitu, setelah mereka selesai dengan tugasnya, mereka akan kembali kekelas mereka semula,
kecuali akira dan beberapa temannya yang sama-sama dari kelas 10,
mereka semua akan bergabung dengan seniornya di kelas mereka yaitu 12-A*
dan kemungkinan besar mereka akn ikut kegiatan belajar mengajar di kelas, hanya memakan waktu sekitar setengah tahun, jelas si guru.
Kalau begitu ibu pergi dulu, mau lanjut mengajar, ucapnya yang meninggalkan saki seorang diri di ruang guru.
dengan penjelasan itupun sontak membuat saki seolah-olah tersambar petir di siang hari,
ia pun keluar dari ruangan itu lalu dengan perlahan ia bersandar didepan pintu ruang guru,
kata-kata yang dilontarkan oleh guru tadi terus terngiang-ngiang di kepala, dan rasanya membuat saki semakin terpuruk dalam diam.
Dan siang itu saki kembali ke kelas dan berkata pada guru yang sudah lebih dulu mengajar di kelasnya itu,
" Permisi maaf terlambat, ucapnya sambil kembali ketempat duduknya.
( saki yang tidak pernah terlambat masuk jam pelajaran,
hari itu ia mengejutkan semuanya dikelas,
bahkan guru yang sudah sering mengajar pun terkejut karenanya dan berkata padanya ),
atau kau juga bisa pulang, ibu memberimu ijin pulang lebih awal. ucap guru itu.
saki yang terdiam seribu bahasa itu, tiba-tiba mengeluarkan air mata tanpa bersuara sedikitpun.
dan hal itu juga yang semakin membuat panik seisi kelas.
riko yang duduk tepat disampingnya itupun bergegas berdiri dan memegang tangannya,
" Maaf bu, sebaiknya saki pulang dan berobat ke RS, saya takut kalau saki sedang menahan sakitnya, ujarnya yang membantu membereskan buku-bukunya itu,
guru pun mengijinkan dan yang lainnya pun berkata,
" Riko ini pakailah kendaraanku, lagi pula rumahku dekat dengan sekolah, ucapnya sambil memberikan kunci padanya.
riko pun berkemas lalu membawanya pulang,
selagi riko mengeluarkan kendaraan temannya itu, saki mendadak terduduk lemas didekat garasi sekolah.
riko yang melihat itu pun langsung bergegas,
" Saki bertahanlah..!? ucapnya yang bergerak cepat membawanya langsung ke rumahnya saki.
Sesampainya di depan rumahnya saki, seseorang pun membantu membukakan pintu bagi mereka,
dan mempersilahkan keduanya masuk, riko yang sedikit terkejut dan heran itu pun mencoba untuk tak bertanya lebih dulu.
saki didudukkan di sofa lalu diberi air putih,
riko yang kembali mengukur suhu tubuh saki pun terkejut, karena ia sama sekali tidak demam.
suhu tubuh saki sangat normal, dan ia tidak demam sedikitpun.
" Saki.. saki.. ada apa?! katakan padaku, apa kau barusan melihat hal yang mengerikan atau apa, saki..!? ucap riko yang masih bingung dengan diamnya saki tanpa bergeming sedikitpun.
orang tersebut pun duduk di samping saki dan berkata,
" riko biarkan aku yang berbicara dengannya, terlebih dulu. ucapnya sambil menghadap kearah saki.
riko pun sedikit menjauh dan membiarkan orang itu berbicara dengannya.
bukannya berbicara namun orang itu malah memeluknya dengan erat dan berkata perlahan padanya,
" Saki,, keadaan akan kembali normal, dan kau akan baik-baik saja ucapnya sambil mengelus rambut saki.
( apa cara itu akan bekerja padanya, gumam riko dalam hati ).
namun sesuatu pun terjadi, saki yang tadinya diam seribu bahasa pun, mendadak bersuara,
tetapi yang keluar bukanlah sebuah kata-kata, melainkan suara tangis yang pecah hingga ia terisak-isak dibuatnya.
riko yang selama bertahun-tahun bersahabat dengan saki, itu menjadi hal yang terduga baginya.
__ADS_1
puluhan tahun bersahabat baru kali ini riko melihat saki menangis tersedu-sedu, sampai seperti orang yang sesak nafas.
orang tersebut hanya tetap memeluknya erat, tanpa berkata sepatah katapun.
riko yang melihat hal itu malah terpaku dan tak bisa berkata-kata lagi, serasa ia kehilangan segalanya,
melihatnya menangis sejadi-jadinya itu, membuatnya kembali berdiri dan berkata dengan nada marah.
" Akira..!! tidak akan kubiarkan kau lolos, kali ini. kau sudah keterlaluan..!!!
kau adikku tapi tidak pernah sekalipun aku mengajarimu menyakiti sahabatku..!!
aku akan memberimu pelajaran, kau sudah sangat keterlaluan akira..!! ucapnya sambil pulang dan kembali ke sekolah.
Beberapa saat kemudian. Tibalah riko dikelas akira, lalu berkata,
dikarenakan esok harinya akan kedatangan tamu dari luar negeri kesekolah,
para siswa/i pun diperintahkan untuk membereskan sekolah,
serta merapikan sekolah lalu menghiasi tiap-tiap kelas, jadi tiap kelas hanya belajar beberapa jam kemudian mulai membereskan sekolah.
saki yang tiba di kelasnya akira, lalu ia bertanya pada ketua kelas.
" Ketua kelas, dimana adikku akira!? tegasnya dengan ekspresi sangat marah.
Maaf ka riko, tapi akira sudah beberapa minggu ini tidak ikut belajar dikelas,
akira dan beberapa teman yang mengikuti ujian pertukaran pelajar,
tidak bersama kami selama berminggu-minggu,
mereka ditempatkan di ruang guru, ujarnya yang sedikit takut dengan ekspresi wajah riko.
setelah mendapatkan informasi dari ketua kelasnya itu, akhirnya riko pun tanpa menunda-nundanya lagi ia bergegas menuju ruang guru.
sesampainya di ruang guru ia pun bertanya pada salah seorang guru yang berada di situ.
" Permisi pak, saya ingin bertemu dengan adik saya akira. ucapnya datar.
" Akira dan yang lainnya ada diruangan elite, tepatnya di sebelah ruang guru, jawab guru tersebut.
ia pun bergegas masuk kedalam kelas itu, sambil menoleh ke kanan dan kiri, akhirnya ia menemukan akira,
yang tengah berbicara dengan beberapa siswa senior,
" Akira..!!! panggilannya yang cukup keras itu membuat seisi kelas itu sontak terdiam.
" Eeh.. ka riko, tumben kakak...,
belum juga ia menyelesaikan perkataannya itu,
tangan kanannya riko pun melayang pada pipinya yang membuat ia dan lainnya sontak terkejut,
tamparan keras dari riko membuat suasana kelas semakin hening.
" Kau adikku,, tapi aku tidak pernah sekalipun mengajarimu menyakiti perasaan sahabatku..!!
apa ini caramu membalas kasih sayang ayah dan ibu padamu!! dimana sosok akira si wanita lembut itu,
apakah sejak kau ikut kegiatan ini, kau mulai sombong dan berperilaku kurang ajar,,!!?
kemarahannya yang membludak itu tidak bisa dihentikan oleh teman-temannya bahkan guru,
dikarenakan akira memberikan isyarat untuk tidak ikut campur didalamnya.
berbagai kata-kata kasar, bahkan makian keluar untuk akira tepat dihadapan semua orang di ruangan itu.
" Cukup sampai disini saja, mulai detik ini kau bukan adikku lagi,
dan ingat baik-baik jangan pernah lagi berniat untuk kembali kerumah,
camkan itu..!! tegasnya sambil mendorongnya hingga terjatuh kelantai.
lalu ia pun berpaling dari tempat itu, dengan menendang kursi didekatnya.
Beberapa saat kemudian, setelah riko pergi dari situ,
rekannya pun mulai membantunya berdiri tegak dan membantunya kembali duduk di kursi.
Ken dan kaido pun angkat bicara padanya,
" Putri, sampai kapan kau akan seperti ini,
rasanya sangat menyakitkan dan memalukan bagi kami,
ketika melihat pimpinan kami diperlakukan kasar seperti ini, ujarnya.
kami sudah bilang dari awal, bahkan tuan besar pun inginnya seperti itu.
putri harus mengakui posisi anda disekolah ini,
mau sampai kapan kebohongan demi kebohongan yang akan kau buat,
terlebih sekarang untuk saki dia bahkan sudah termakan dengan kebohonganmu demi menutupi kebenaranmu,
mau sampai kapan kau akan terus menerus terluka untuk keamanan saki dan riko.
mendengar kehebohan di kelas itu pun sang ayah selaku kepala sekolah pun langsung menuju ruangan itu,
lalu ia pun melihat akira yang sudah memiliki lebam dan memar di pipinya itu pun langsung diobati oleh sang ayah,
lalu sang ayah pun berkata padanya,
" Ini milikmu seraya memberikan sebuah box sedang padanya.
akira yang sudah berubah ekspresi wajah pun lalu membuka box itu lalu dengan segera memakainya,
kemudian ia pun berdiri dari kursinya lalu berkata kepada semua yang ada di ruangan itu,
" Mulai hari ini aku bukan lagi akira siswi SMA kelas 10, melainkan Hirohito Kiran, putri kepala sekolah,
__ADS_1
sekaligus direktur utama yang membiayai sekolah ini capnya sambil melepas ikatan
Rambutnya dan menguraikan rambut panjangnya yang selama ini, disembunyikan olehnya.