
Disaat akira masih di RS, ia benar-benar sangat diperhatikan dengan baik oleh mereka bertiga.
riko yang meminta izin kepada pihak osis, saki meminta izin kepada pihak wali kelas dan guru-guru yang mengajar di kelasnya.
( Setelah 2 hari akira berada di RS )
Pagi-pagi buta sekali, akira sudah lepas infus dan dokter memberiny waktu sehari penuh lepas dari cairan infus,
hanya ingin melihat kondisinya tanpa infus lagi.
kira-kira pukul 5:10 pagi, akira keluar dari kamarnya untuk menikmati suasana segar dipagi hari,
ia pun berjalan perlahan, sambil menikmati pemandangan pagi hari di RS tersebut.
selagi ia berjalan-jalan di sekitar RS, ia bertemu dengan cleaning servis RS yang tengah membersihkan area pinggiran RS,
bahkan satpam dan beberapa penjual lainnya disekitar RS, tampak seperti suasana rumah.
namun disaat akira tengah asik memandangi itu semua, seseorang menepuk pundaknya dan berkata,
" Permisi mba, apa kau sendiri? tanya orang tersebut.
Akira yang melihatnya itupun ikut menyahut,
" Iya, selamat pagi, maaf anda siapa? tanyanya balik.
Ooh..., kenalkan namaku Aira, pasien di RS ini juga, aku sedang jalan-jalan, dan melihatmu seperti melamun,
apa kau baik-baik saja, atau kau merasa sedikit pusing, ucapnya.
" Tidak, tidak apa-apa, lagi pula aku sudah lepas infus,
dan dokter memintaku untuk jalan-jalan agar melatih kakiku supaya lebih kuat lagi sahutnya.
( keduanya pun mulai mengobrol, sambil jalan santai di koridor RS )
" Ngomong-ngomong aira, ruanganmu dimana? tanyanya.
Ooh..., ruanganku sedikit kebelakang, karena itu banyak teman-temanku yang malas menjenguk,
hanya karena letaknya jauh dari area depan, balasnya.
ooh,, kapan-kapan aku akan ke tempatmu, tidak apa-apa,kan? sahut akira.
" mmm... itu tidak perlu akira, lagi pula tidak lama lagi aku sudah keluar dari RS, jawabnya.
( wah..., sangat disayangkan, yah.. padahal aku baru saja punya teman ngobrol ) pikir akira yang sedikit menunduk.
" Hei... akira, kau tidak perlu seperti itu. lagi pula aku yang akan menjenguk dirimu, tiap hari. balasnya sambil tersenyum.
Iya juga, yah... balasnya sambil keduanya pun tertawa
__ADS_1
selagi keduanya masih mengobrol, waktu pun berlalu begitu saja, tanpa disadari sudah pukul 8:30 pagi.
ino yang kebingungan mencari akira dikamarnya pun, bergegas keluar dan bertanya pada petugas medis,
mungkin ada yang melihatnya,
setelah beberapa kali bertanya, akhirnya seseorang pun mendatangi ino dan berkata,
" Permisi mba, apa kau sedang mencari seseorang? tanya orang tersebut.
Iya bu, adik saya lagi di rawat tapi katanya sedang disuruh jalan untuk melatih kakinya,
tapi ini sudah lewat dari waktunya, dia belum juga kembali ke ruangannya, balasnya sedikit panik.
Mba tidak perlu takut, adik mba sudah ada yang menjaganya, ujarnya.
maksudnya ibu, siapa yang menjaganya, tanya Ino.
" Itu dia wanita yang tengah berdiri tepat disamping adik mba, jawabnya sambil mengarahkan tangannya pada akira yang menuju ke ruangannya.
Ino yang menoleh pun terkejut dengan kata-kata si ibu,
" Wanita mana, yang ibu maksudkan?! jawabnya bingung.
si ibu tersebut akhirnya berkata.,
" Mba memang tidak bisa melihatnya, namun semua orang di RS ini bisa melihatnya,
dia adalah wanita paruh baya yang meninggal dunia di RS ini, akibat kecerobohan dari pihak RS lain,
tapi mba tidak perlu sekuatir itu, karena biar bagaimanapun juga ia adalah sosok yang baik hati dan tidak pernah mengganggu siapapun, balasnya.
mendengar perkataan itu, ino pun langsung berlari mendapatkan tangan akira,
lalu berkata tegas padanya,
" Akira,,!? ini terakhir kalinya kau keluar ruangan. ujarnya sembari menariknya dari sisi sosok itu.
" Ka.. ka ino, tap,, tapi kenapa,,,?! tanyanya bingung.
ino benar-benar melangkah cepat dan melewati ibu tadi.
( sesampainya di ruangan akira )
" ppak.." ino pun menampar keras pipi akira yang disaksikan oleh saki dan riko yang kebetulan juga baru tiba di ruangannya.
akira yang habis ditampar pun hanya bisa terdiam dan menunduk,
( aku salah apa, aku melakukan semua yang mereka mau ) gumam akira dalam benaknya.
" Ka ino, kakak apa-apaan ini..!? kenapa kakak asal menampar akira begitu, apa kesalahannya padamu,!? ucap keras riko.
__ADS_1
" Kau ingin tahu, gadis ini habis berbuat apa di belakangku,, ucap ino yang keringat dingin sambil sedikit gemetaran.
dia.. dia habis berbicara dengan sosok tak kasat mata, dan katanya semua orang di RS ini sudah tahu, akan hal itu jawabnya.
riko dan saki yang mendengar perkataan itu pun hanya bisa terdiam sesaat lalu berkata,
" Ka ino, ini pagi hari di RS, apa kau kurang tidur..? ucap saki.
( Tak lama kemudian, datanglah petugas medis keruangan akira )
" Permisi akira, ucapnya sambil memeriksa kondisi akira yang tidak bergerak setelah terkena tamparan keras dari ino.
suster ingin memeriksa kondisi akira, namun melihat akira dalam kondisi berdiri sambil tertunduk serta menangis,
membuat sang petugas medis akhirnya menghentikan pemeriksaan lalu membantu akira duduk di tempat tidur,
lalu mula mengajaknya berbicara dengan tenang,
" Maaf akira, ada apa? tanyanya sambil menatap kearah ino lalu berkata padanya,
mba ino, tidak seharusnya menampar pipi akira dengan keras, jika ia berjalan dengan sosok tadi,
mba tahu, dengan tindakan mba barusan, itu sudah membuat kondisi mental akira menjadi kacau lagi,
dan kami butuh waktu untuk bisa mengembalikan kepercayaan dirinya, balasnya
ditambah lagi mba tidak perlu sampai melakukan kekerasan terhadap orang yang bukan saudara kandung mba,
Lihatlah bagaimana sekarang akira, harus memenangkan pertandingan melawan dirinya sendiri. sambung suster.
" Maafkan atas perlakuan kakak saya sus, ucapa riko.
Kalian tahu kan, kejadian tadi bukan atas keinginan akira sendiri, ia pun sama sekali tidak menahu soal sosok itu,
dan pihak RS pun tidak terganggu akan kehadirannya di RS ini, jadi kejadian ini akan saya tutup dari Presdir RS,
saya juga tidak ingin nama keluarga besar kalian tercemar, hanya gara-gara masalah seperti ini, sambung suster yang pergi dari situ.
setelah sedikit perdebatan tadi, ino pun merasa bersalah pada akira,
namun disaat ia hendak meminta maaf, akira sudah dalam kondisi syok bahkan ia tidak berkedip sedikitpun,
hanya terduduk dengan kepala tertunduk, mata yang bengkak akibat menangis, ditambah lagi akira sudah masuk zona koma,
melihat kondisinya seperti itu, saki pun berlari mengejar suster tadi, dan memberitahukan hal tadi padanya.
dan berita itupun juga disampaikan kepada dokter, dan sebagian petugas medis, langsung melakukan penanganan.
setelah beberapa saat kemudian, dokter keluar dari ruangan tersebut, dan memberitahukan kepada ketiganya bahwa akira mengalami koma,
dan kemungkinan terburuknya adalah ia akan koma selama setahun,
__ADS_1
pemberitaan itu menjadi tamparan keras untuk saki, ia yang mendengar hal itu pun langsung terduduk lemas tak berdaya,
( akira... akira..., ) gumam saki dalam hati sambil tertunduk dan menangis tersedu-sedu.