Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Usahaku Part 2


__ADS_3

Malam itu seperti malam-malam sebelumnya yang tidak memiliki banyak obrolan keluarga,


kegiatan keluarga riko selalu saja disibukkan dengan pekerjaan rumah dan kantor yang selalu mendesak,,


malam itu seperti tidak biasanya, rasanya malam berputar begitu lambat dan rasanya waktu pun berjalan ikut melambat,


akira yang sudah menjadi kebiasaannya, setelah makan malam ia pasti akan ikut membantu bibi,


merapikan meja makan dan mencuci semua peralatan makan yang kotor,


setelah ia dan si bibi membereskan dapur dan lainnya, akira pun hendak kembali ke kamarnya,


namun sebelum itu ia sempat merasa sepertinya, riko tengah menanti dirinya diteras rumah.


entah hal apa pun yang membuat akira memutar haluan menuju riko yang tengah berdiri sendiri sambil memandangi bulan.


sedangkan yang lain sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


" Bulan itu tidak akan pernah memberimu jawaban apapun, ujar akira yang sudah berada tepat dibelakangnya sambil bersandar pada dinding rumah.


" Akira,, ( sembari menoleh kearah akira ) kau, apa kau tidak istirahat dikamarmu? ucapnya sambil menatap akira.


' Aku sih inginnya begitu, ( sambil berdiri disampingnya ) tapi,, sepertinya ada sesuatu hal yang ingin kakak tanyakan padaku,


karena itu aku menghampirimu, ujarnya sambil menatap langit malam.


( bagaimana ia bisa tahu, kalau aku ingin berbicara padanya ) pikirnya yang sedikit terkejut.


" Maaf akira, tapi kalau boleh jujur, sebenarnya aku sendiri pun masih belum bisa memahami dirimu sepenuhnya, ucapnya sedikit kaku.


" Hmm..., kakak tidak perlu sekuatir itu dan berusaha mengubah pendirianmu, hanya karena ingin memahamiku,


itu tidak perlu ka riko, kakak cukup menjadi diri sendiri dan tetap berkomunikasi baik denganku,


seperti layaknya ka riko, ngobrol dengan ka ino, seperti itu saja. balasnya yang kemudian pergi dari situ.


namun sebelum akira melangkah kedalam rumah, riko pun mendadak menahan tangannya itu lalu berkata padanya,


" Jika memang seperti itu maumu, kalau begitu bisakah kita saling berpelukan,


seperti aku yang dan ka ino berpelukan,? ucapnya yang tetap memegang tangan akira.


Akira yang mendengar perkataan itu pun, langsung menoleh kearahnya dan berkata,


" Hmm,,,, kak riko ini bicara apa sih, kita ini adalah keluarga,


tentu saja kakak boleh memelukku, ujarnya yang langsung memeluknya tanpa riko sempat membalas ucapannya.


" Aku sangat menyayangi kalian semua ka riko, ucapnya sambil melepas pelukannya lalu kembali ke kamarnya.


Riko yang kaget karena dipeluk tiba-tiba olehnya itu,


membuat riko merasa seperti ada perasaan yang bercampur aduk didalam hatinya.


dilain sisi riko sempat menolak kehadiran akira sebelumnya,


sampai pada akhirnya ia pun luluh akan perkataan orang tuanya sendiri.


riko pun kembali ke kamarnya.

__ADS_1


malam pun berganti pagi, mentari pagi yang cerah, ditemani oleh merdunya kicauan burung


semakin menambah kesejukan suasana baru dipagi hari.


meskipun bagi keluarga besar riko tiap harinya adalah sama saja, namun lain halnya dengan riko.


pagi itu ia seperti merasa sangat sehat dan bugar, rasanya ia tak pernah tidur senyenyak itu sebelumnya.


ia beranjak dari tempat tidurnya, menuju dapur untuk meminum segelas air putih,


namun ia dikejutkan oleh akira yang tengah menyiapkan sarapan pagi,


" Selamat pagi akira, kenapa kau yang menyiapkan sarapan pagi, kemana bibi,?ujarnya


" Pagi juga ka riko, hari ini bibi libur, karena itu aku harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan pagi, ujarnya tanpa menoleh karena fokus masak.


" Sini biar kubantu, ujarnya yang langsung bergegas membantu menyiapkan segalanya diatas meja makan.


akhirnya keduanya bekerjasama untuk mempersingkat waktu yang terus berjalan.


sebelum semua anggota keluarga menuju ruang makan.


Setelah beberapa saat kemudian.


semua anggota keluarga pun akhirnya menuju ruang makan,


" Wah..., baru hari ini ayah melihat mereka berdua, kerjasama didapur untuk menyiapkan sarapan pagi, ujar ayahnya pada sang istri.


Iya, ayah. ibu juga bingung dengan situasi ini, biasanya mereka kan..., ucap ibunya.


" Tenanglah ayah, ibu, sudah banyak hal yang mereka lalui bersama disekolah,


sembari mereka duduk dan mulai sarapan pagi.


selagi semuanya tengah sarapan pagi, ino pun bertanya pada akira,


" Apa kau yang memasak ini semua, akira? tanyanya.


" Iya ka ino, bibi libur. karena itu aku yang menggantikan posisinya sementara, balasnya.


Kalau kau masak seharusnya kau panggil aku dikamar, balasnya lagi.


" Maaf ka ino, aku tidak kepikiran untuk membangunkan kakak,


soalnya aku sendiri pun terkejut melihat ka riko, yang tiba-tiba datang membantuku, ujarnya.


" Ternyata masakanmu sama persis dengan masakan ibu, apakah ibu memberikan resep padamu? tanyanya lagi.


Tidak ka, aku sudah bisa memasak di saat aku masih 8 tahun, saat masih berada di panti asuhan, ungkapnya.


" Ooh... begitu, ngomong-ngomong sejak kapan riko si anti dapur ini, bisa berada di dalam dapur??!


dia tidak mengacau di dapur, kan akira,,?? sambung ino.


" hehehe.. " tawa kecilnya itu membuat semuanya memandangi akira,


" Ini pertama kalinya, ibu melihatmu tertawa manis seperti itu, akira. ungkap sang ibu padanya.


Mendengar perkataan itu ia pun langsung kembali terdiam senyap lalu melanjutkan sarapan paginya.

__ADS_1


semua yang melihat reaksi akira yang seperti itu pun tampak sedikit terkejut, dan saling menatap satu sama lain.


dengan melihat reaksinya seperti itu, mereka pun sadar akan masa lalu akira di panti.


sang ayah pun akhirnya mencairkan suasana dan berkata,


" Ino ayo cepat makan, atau nanti kita terlambat kantor ujarnya sambil mempercepat makannya.


tak lama kemudian mereka pun akhirnya bergegas ke kantor, dan meninggalkan akira yang masih terpaku sesaat di meja makan.


entah apa yang terjadi pada akira, ia mendadak berkata pada riko yang masih menunggunya.


" Aku sudah kenyang, ka riko. ucapnya yang kenyataannya sarapannya masih banyak tersisa.


Baiklah, ayo kita bereskan meja ini lalu bergegas menuju sekolah, balas riko yang tidak ingin membahas apapun,


sejak kalimat dari ibu keluar untuknya.


beberapa saat kemudian keduanya pun pergi berangkat ke sekolah bersama tanpa sepatah katapun keluar dari mulut keduanya.


Dalam perjalanan menuju sekolah.


" Pagi riko, akira..?! sapa saki yang muncul dari gang sebelah rumah riko.


" Pagi, balas riko. dengan wajah datar dan sedikit kuatir pada akira.


Saki yang menyadari situasi yang kaku dan tidak nyaman itu, membuatnya juga tak ingin banyak bicara.


( aku harus bicara pada akira, saat jam istirahat nanti ) gumam riko dalam hati.


Tiba di sekolah, keduanya tampak diam seperti itu, namun sebelum akira memasuki ruangannya,


ia sempat berhenti lalu menoleh kearah riko, kemudian memanggilnya.


" Ka riko,, tunggu sebentar. ucapnya yang langsung menghentikan langkahnya.


Riko pun menoleh kearahnya itu lalu membalasnya,


" Ada apa, akira..? ucapnya yang lembut.


" Kakak tidak ingin mengucapkan sesuatu padaku, atau sekedar mengucap selamat belajar, padaku..?! ucapnya.


saki yang mendengar perkataan itupun hanya bisa terdiam seribu bahasa,


( apa yang terjadi pada kedua saudara ini ) pikirnya bingung.


lalu riko pun memeluk akira dengan cepat dan kemudian mengelus kepalanya serta berkata,


" Semangat belajar, yah adikku. ucapnya sambil melambaikan tangannya pada akira seraya berjalan menuju kelasnya.


teman-teman akira yang berada di dalam kelas itupun sampai terpesona dibuat oleh kedua saudara itu.


" aaaarrggghhh..... manisnya.. " ucap mereka.


selama ini mereka tidak pernah sekalipun,


melihat seorang ketua kedisiplinan sekolah tersenyum manis seperti itu.


dan itu adalah untuk yang pertama kalinya bagi mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2