
Pagi itu seperti biasanya semuanya melakukan aktivitas masing-masing,
" Hei kai, ini pakailah seragam sekolahku, aku punya seragam sekolah ada banyak,
jadi kalau yang baju yang lain kotor aku masih punya yang lainnya, ucapnya sambil keduanya bersiap kesekolah.
akira pun juga bersiap serta ino pun juga bergegas untuk berangkat kerja.
peraturan dalam keluarga riko adalah setiap harinya sebelum pukul 07:30
semua anggota keluarga sudah berangkat kerja dan sekolah.
akhirnya mereka pun berangkat bersamaan kesekolah, dalam perjalanan
" Akira,,mmm..., maaf tapi aku mau tanya,
apakah semalam aku sempat mengeluarkan kata-kata yang kasar? tanya saki sedikit takut.
" Tidak ada, kau hanya mengoceh hal-hal yang kurang jelas, karena kau dalam kondisi mabuk,
maka dari itu kalimat yang keluar pun kurang jelas, balasnya sambil tetap melangkah tanpa menoleh kearah keduanya.
( hhuff... syukurlah kalau begitu ) gumam saki dalam hatinya.
( dasar bodoh,,, aku baru tahu kalau dia suka minum ketika ia sulit mengutarakan perasaannya sendiri ) pikir akira yang sedikit menoleh kearah saki.
":hmm..., mau berapa lama lagi kalian berdua akan terus mengobrol, lihat waktunya ini sudah mau mulai jam pelajaran
dan kalian berjalan dengan santainya, dasar pria, ujarnya yang tidak mempercepat langkahnya dan lebih dulu tiba di sekolah.
ketika keduanya yang juga tiba di sekolah dan hendak langsung menuju kelas itu pun sempat terhenti,
dikarenakan keduanya melihat akira didatangi oleh seorang senior dari kelas 12-B.
riko yang melihat itu pun berkata pada saki,
" Bukankah kemarin akira diantar oleh senior dari kelas 12-A dan sekarang, malah didekati oleh senior dari kelas 12-B..?! ujarnya yang bingung.
Saki yang mendengar itu pun langsung kembali berkata padanya,
" Hei riko, apakah menurutmu akira mengenal orang yang kau sebut tadi,,?! tanyanya sedikit menunjukkan wajah kesal.
Aku juga tidak begitu tahu dengan senior dari kelas 12 - A sampai kelas
12 - C,
yang kutahu hanya senior dari kelas 12-A yang katanya adalah asisten baru dari keluarga akira,
ia ditugaskan untuk menggantikan posisi ayahnya yang dulu bekerja sebagai seorang asisten dari keluarga akira,
hanya berita itu yang kuterima dari akira secara langsung, jelas riko.
__ADS_1
" Hhmm..., sepertinya kita memang harus melakukan pengintaian terhadap orang-orang itu, riko!? balasnya yang semakin kesal sambil menarik tangan riko memasuki kelas.
kekesalan saki membuat seluruh suasana kelasnya jadi terlihat lebih seram dari biasanya.
kelas riko yang terkenal dengan julukan friendly prince itu berubah menjadi lebih menyeramkan dibandingkan dengan hari biasanya.
tatapan mata yang tajam, senyuman ramah yang manis kini menghilang begitu saja,
melihat reaksi dari saki itu riko pun hanya bisa menepuk pundaknya serta berkata,
" Hey friendly prince, berhentilah terbawa suasana seram dari luar kelas,
atau kau akan membunuh para wanita dikelas ini dengan aura jahatmu,
ternyata kau menyeramkan juga ketika marah, yah..?!
sudahlah,, jangan berfikir yang tidak-tidak tentang dia, belum tentu juga apa yang kau pikirkan itu benar, iya kan?! sambungnya lagi.
" hhhuuff....." dengan menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan,
akhirnya saki sedikit membaik dan ia pun mulai kembali tersenyum kecil.
Ternyata hari itu kelas saki benar-benar kosong semua jam pelajaran, karena itu riko mengajak saki ke ruangan kedisiplinan sekolah.
Disaat keduanya tengah mengobrol sambil berjalan menuju ruang kedisiplinan sekolah,
mereka dikejutkan dengan akira dan beberapa pria dari kelas 12-A dan kelas 12-B yang bersamanya dari ruang guru,
yang kebetulan mereka dimintai tolong oleh guru untuk membawa beberapa box buku cetak yang lumayan tebal,
sekaligus membawa buku itu ke beberapa kelas,
keduanya yang berpapasan itupun sempat terhenti, karena melihat seorang akira tertawa bersama para senior dari kelas 12.
( dasar.. mereka ituu... ) geram saki sambil mengepal kuat kedua tangannya itu.
riko yang melihat itu langsung menenangkan saki, sambil berbisik
( Tenanglah kawan, jangan lupa mereka adalah senior kita,
mereka juga adalah siswa berpengaruh di sekolah ini, kau tidak ingin sampai akira kenapa-kenapa, bukan ujarnya pelan.)
sambil menarik tangan saki, riko membawanya kedalam ruang disiplin sekolah.
mereka pun melewati akira dan para senior begitu saja, tanpa menegur sapa mereka.
tak lama kemudian setelah para senior kembali ke kelas masing-masing.
Akira pun memutar haluan menuju ruang kedisiplinan sekolah, dengan perlahan ia..
" tok.. tok.. tok.. " bunyi suara ketukan pintu dari luar.
__ADS_1
akhirnya riko yang membukakan pintu tersebut, karena melihat reaksi saki yang masih kesal dengan kejadian tadi.
" Iya, ada apa? sambut baik riko sambil membuka pintu.
" Akira..!!? kau tidak ada pelajaran..,!? tanyanya kaget.
akira hanya terdiam sejenak lalu mendekati saki,
lalu dengan wajah datarnya itu, ia pun bertanya pada saki,
" Sebenarnya, kau anggap aku sebagai apa? ucapnya tegas.
mendengar perkataan itu saki dan riko pun terpaku sesaat sambil menatap satu sama lain,
" Sudah cukup sikapmu selama ini padaku, katakan sejujurnya padaku balasnya.
saki yang mendengar perkataan itu pun langsung berdiri dan menatap kearah akira,
lalu ia pun berkata padanya,
" Akira, maukah kau menjadi kekasihku? ujarnya sambil mengarahkan tangan kanannya pada akira.
riko yang mendengar perkataan itu pun, berharap keduanya bisa benar-benar menjalin hubungan dengan baik.
" Apa ini caramu mencintai seseorang, terimakasih untuk penyampaianmu,
tapi maaf kau dan kau ( sambil menunjuk kearah saki dan riko) tidak pernah menganggap aku sebagai siapapun juga,
karena kalian sebenarnya kasihan padaku
hanya sebagai rekan SMA tidak lebih dari itu, ujarnya tegas sambil meninggalkan keduanya di ruangan itu.
saki yang mendengar perkataan itu hanya bisa terduduk lemas di kursinya sambil berkata,
" Riko,,, apa sebenarnya selama ini aku peduli dan kasihan padanya... apa hanya karena kondisi keluarganya,, jawab aku riko, ucapnya sambil meneteskan air mata.
" Maafkan aku saki, tapi dari segi keluargaku kami memang perduli padanya,
tapi sejujurnya aku sendiri pun belum begitu mengenal, siapa akira dan untuk apa kau dan aku dekat dengannya,
bahkan walaupun akira sudah tinggal di rumahku, aku bahkan belum bisa memanggilnya dengan sebutan adik,
bukan aku saja yang mengalami fase itu, keluarga besarku pun masih kaku ketika kami berkomunikasi dengannya, jelas riko padanya.
mendengar penjelasannya itu, akhirnya saki pun membalas,
" Kau benar riko, hari ini aku pun baru menyadari bahwa,
ternyata selama ini aku memang belum bisa memahami perasaan ku sendiri padanya.
karena itu mulai sekarang aku akan melakukan segala cara untuk membuat
__ADS_1
Dan memperjelas perasaan ini padanya, balasnya sambil menghapus air matanya.
lalu keduanya pun bergegas kembali ke kelas masing-masing.