Antara Dia, Kau, & Aku

Antara Dia, Kau, & Aku
Pesta Penyambutan


__ADS_3

Keesokan harinya sekolah SMA yang sudah melakukan persiapan sejak kemarin,


akhirnya memulai perayaannya dan pagi itu pukul 08:00,


beberapa guru pengajar dan beberapa staff lainnya pun bersiap untuk perayaan yang akan dilaksanakan pukul 09:00 nanti.


sebelum pukul 9 segala persiapan yang belum dilakukan pun dipercepat diselesaikan.


dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi.


Pihak osis, tim kedisiplinan, dan staff keamanan sekolah bersiap di depan gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan putri kepala sekolah


yang sudah dikonfirmasi sebelumnya dibeberapa waktu yang lalu,


mayoritas siswa dan siswi SMA mengetahui putri kepala sekolah, sebagai putri yang sangat cantik dan berwibawa,


bahkan banyak pria yang berusaha merebut hatinya selama ia berada di amerika.


tak lama kemudian mobil hitam mengkilap disertai dengan 4 mobil pengawal lainnya akhirnya tiba di sekolah.


pengawal pertama keluar dari mobil dan mempersilahkan kepala sekolah dan putrinya untuk turun dari mobil.


Putri Hirohito Kiran pun turun dari mobil mewahnya, dengan rambut indahnya yang terurai hingga ke pinggul itu,


membuatnya semakin terlihat anggun dan elegan dengan fashion yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


keseluruhan siswa SMA pun tampak sangat bersorak kegirangan menyambut kedatangannya,


semua berjalan lancar tanpa ada yang terhambat atau apapun itu,


pihak osis dengan ramah menyambut kedatangan putri kepala sekolah itu sambil berkata,


" Selamat datang putri kiran kesekolah kami, suatu kehormatan bisa dikunjungi oleh putri seperti anda,


mari kami perkenalkan tiap bangunan sekolah ini pada putri,


namun sebelum itu perkenalkan namaku Youri Sato, ini zen dan jeni, kami dari osis sekolah,


yang bertugas sebagai pemandu langsung untuk putri, ujarnya.


( aku ingin bersuara tapi.. kiran pun sedikit menoleh kearah ayahnya yang disampaikannya itu )


sang ayah pun memahami isyarat dari putrinya itu, lalu mengangguk sambil memberikan ijin untuk mengikuti osis,


untuk keliling sekolah.


" Kiran, pergilah bersama osis, kau tidak perlu sekuatir itu.


mereka itu orang yang bisa dipercaya, jadi kau tidak perlu sekuatir itu pada mereka,


ucap sang ayah yang mengelus kepalanya serta mencium keningnya


lalu sang ayah pun melanjutkan perjalanan menuju ruang guru.


namun sebelum itu sang ayah berpesan pada osis,


" Selama kalian membawa kiran, keliling sekolah. Tolong perlakuan putri saya dengan baik, kalian tidak mau kan,


kalau reputasi sekolah ini menjadi jelek dan dia tidak akan pernah berperan lagi dalam kelangsungan sekolah ini,


jika ingin yang terbaik maka perlakuan dengan baik pula, jelas sang ayah yang pergi kearah ruang guru.


" Mari putri kami ajak keliling sekolah, sekaligus melihat kegiatan apa saja yang ada di sekolah ini, ujarnya sembari memberikan jalan.


Kiran pun mengikuti sato dan lainnya untuk keliling sekolah,

__ADS_1


ditengah-tengah mereka sedang menikmati suasana sekolah,


kiran pun diajak untuk melihat lapangan sepakbola, basket, bulu tangkis dan lainnya.


disaat mereka tengah melewati para siswa yang tengah bermain bola basket itu,


mendadak ada bola yang tak sengaja terlempar keluar dari lapangan,


dan OSIS yang tengah sibuk menjelaskan yang lainnya itu, tak sadar jika bola sudah keluar dari lapangan,


dan hampir mengenai sato, lalu seseorang dari lapangan pun berteriak,


" Sato awass....!!!? ujar orang tersebut.


Kiran yang peka pun langsung menoleh dan bergegas menangkap bola basket itu.


" ttak " tangkapan sempurna milik kiran itu mengejutkan semuanya, dikarenakan cara ia menangkap bola basket,


sama persis seperti saat akira menangkap bola basket, dan caranya yang khas membedakannya dengan siswa yang lainnya.


dan itu yang membuat tim kedisiplinan sekolah yang kebetulan bertugas sebagai pengawal itupun terkejut melihatnya,


kiran pun kembali menghadap kearah sato, dan berkata


" Sato, apa kau baik-baik saja ucapnya lembut sambil melempar kembali bola itu tanpa menoleh kearah para pemain.


bahkan caranya melempar bola basket tanpa menoleh itupun juga sama persis dengan akira.


riko dan saki yang melihat hal itu hanya bisa saling memandang, dan sekedar memberikan isyarat.


" saya tidak apa-apa putri kiran, sekali lagi terimakasih sudah menyelamatkan saya barusan, ujarnya.


" Tidak masalah, lalu apakah masih ada tempat yang belum kulihat.?! aku mulai lelah ujarnya.


Tenang putri, masih ada 1 tempat lagi yang cukup menarik, yang belum putri datangi,


Setelah berjalan beberapa saat kemudian,


mereka pun tiba di salah satu ruangan yang dimana itu gabungan dari osis dan tim kedisiplinan sekolah.


meskipun ruangannya tampak seperti digabung namun aslinya tidaklah seperti itu.


" Nah, putri kita sudah sampai. Perkenalkan ini adalah ruangan OSIS yang berlapiskan ruangan kedisiplinan sekolah,


yang dipadukan dengan berbagai paduan warna dan motif, ujarnya yang sangat bersemangat.


( apakah ini yang kau sebut dengan istilah perpaduan yang cantik ) gumam kiran dalam hati, sambil menatap keseluruhan ruangan.


setelah kiran melihat-lihat beberapa koleksi di ruangan itu,


matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah benda yang dimana itu menjadi benda berharga milik akira,


ia pun mendekati benda itu dan mencoba untuk memegang benda tersebut,


namun ditahan oleh riko,


" Maaf putri kiran, tapi anda tidak bisa menyentuh benda ini, karena ini adalah benda milik adikku akira,


kiran pun menoleh kearah riko yang memegang benda tersebut dengan ekspresi wajah bersedih,


kiran yang ingin bertanya pun enggan untuk bertanya padanya, setelah apa yang sebelumnya terjadi.


" Ooh begitu. Sato, karena ini adalah ruangan terakhir bisakah kita berhenti, aku sudah lelah, ujarnya


" Baiklah putri kiran, mari kami antar keruangan anda, jawabnya.

__ADS_1


" Sato, bisakah yang mengantarku keruangan itu jeni, sambil ia sedikit melirik kearah riko yang masih menatap benda milik akira itu.


Baiklah, putri kiran. jeni tolong antar putri kiran ke ruangannya, ujarnya.


" Mari putri kiran, ujarnya dan keduanya pun melangkah keluar dari situ.


Beberapa saat, ketika jeni mengantarkan kiran keruangannya, keduanya tampak diam satu sama lain.


jeni yang terlihat canggung karena kesunyian itu pun, mencoba untuk membuka perbincangan,


namun disaat ia ingin mengajaknya ngobrol, ia melihat reaksi kiran,


yang tampak seperti sedang memikirkan sesuatu dan tidak ingin diajak bicara.


melihat ekspresinya seperti itu, jeni pun enggan untuk bertanya apapun padanya,


namun tanpa diketahui, kiran tiba-tiba angkat bicara,


" Jeni, ku adalah sekertaris OSIS, apakah selama menjadi bagian dari osis,


apa ada hal yang memberatkan dirimu.?! tanyanya tanpa menoleh kearah jeni.


" Tidak ada, putri kiran. semuanya baik-baik saja ucapnya tersenyum kecil.


" Apa kau mencintai salah seorang dari tim kedisiplinan sekolah?!


soalnya hal itu tampak jelas dari awal kita keliling sekolah, sampai keruangan terakhir tadi.


apakah itu benar.?! tanyanya yang santai.


" Maaf,, jadi itu terlihat jelas yah.., hehe..., sebenarnya putri kiran, aku menyukai saki sejak SMP kelas VIII,


hingga kami sama-sama berada di SMA ini, bahkan kami mengikuti kegiatan sekolah yang sama,


banyak hal yang terjadi yang membuat aku semakin menyukainya,


meski ini sudah 4 tahun berjalan dan aku belum bisa mengatakan isi hatiku,


tapi aku akan secepatnya memberitahukan hal itu padanya, ujarnya jelas.


" Baguslah kalau kau memiliki tekad yang kuat, aku mendukung penuh usahamu itu,


silahkan berjuanglah sekuat tenaga agar tercapai semuanya, ungkapnya tanpa menoleh.


Terimakasih banyak putri kiran, karena sudah mau mendukungku, maaf karena sudah menceritakan tentang perasaanku, balasnya.


" Tidak masalah, aku hanya sedikit terganggu melihatmu tertekan seperti itu. Karena itulah aku mencoba menenangkan dirimu.


Tak lama kemudian sampailah mereka di ruangannya kiran.


" Nah, putri kiran kita sudah sampai, silahkan nikmati istirahat anda, ucapnya yang mempersilahkan kiran masuk.


" Jen, apakah bisa kau tidak memanggilku dengan sebutan putri dan anda,


itu sangat mengganguku, bagaimana kalau kita menjadi teman, lagi pula usia kita pasti sama.


jadi kau tidak perlu lagi memanggilku dengan sebutan putri lagi, tapi panggil saja kiran,


dan kalau diijinkan bisakah setelah beberapa saat aku istirahat, kau mengundang semua para siswi SMA,


agar kita bisa makan siang bersama di kantin sekolah, tentunya.


bagaimana, apakah bisa? aku sudah memberitahu hal itu pada ayahku, dan ia mengijinkan,


hanya saja ayahku takut jika tak ada yang ingin makan siang bersama di kantin sekolah,, balasnya.

__ADS_1


" Tidak masalah, saya akan persiapkan semuanya kiran. kau cukup istirahat dan nikmat waktu senggang mu, sebelum makan siang bersama.


__ADS_2